Metrobatam, Palembang – Majelis hakim Pengadilan Negeri Klas 1 Palembang menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap sembilan bandar dan pengedar narkoba jaringan antarpulau, Kamis (7/2). Kesembilan bandar asal Surabaya, Jawa Timur tersebut terbukti terlibat dalam pengedaran ratusan kilogram narkoba di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan sejak 2017 lalu.

Proses sidang pembacaan vonis ini berlangsung enam jam secara bergantian terhadap para terdakwa. Sembilan terpidana mati tersebut yakni Muhammad Nazwar Syamsu alias Leto (25), Trinil Sirna Prahara (21), Shabda Sederdian (33), Chandra Susanto (23), Hasanuddin (38), Andik Hermanto (24), Frandika Zulkifly (22), Faiz Rahmana Putra (23), dan Ony Kurniawan (23).

Ketua Majelis Hakim Efrata Tarigan mengatakan, seluruh terdakwa terbukti melanggar pasal 114 Ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika. Vonis yang dijatuhkan lebih berat dari tuntutan jaksa yang menuntut hukuman seumur hidup.

“Para terdakwa terbukti telah melakukan peredaran narkoba dengan jumlah besar,” ujar Efrata.

Berdasarkan fakta persidangan, sindikat narkoba yang dipimpin Leto mengedarkan sabu seberat 80 kilogram sabu, sejak 12 Maret 2018 hingga 12 April 2018. Proses pengiriman dari jaringan narkoba internasional di Malaysia melalui jalur laut dan darat.

Pengiriman berpusat dari Palembang menuju ke Bandar Lampung menggunakan kereta api. Selanjutnya dibawa ke Bandung yang kemudian disebar ke beberapa kota besar di Pulau Jawa menggunakan truk yang berkedok membawa ampas singkong.

Sejumlah kota besar yang menjadi sasaran peredaran narkoba sindikat Leto ini Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Banjarmasin.

Polisi mulai mengendus kegiatan sindikat Leto saat menggagalkan pengiriman dari Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menuju Banjarmasin, sebanyak 3,05 kilogram sabu-sabu dan 4.950 butir ekstasi pada 22 Maret 2018. Untuk mengelabui petugas, sindikat ini mengemas sabu dan ekstasi dengan beberapa cara termasuk dengan menggunakan bungkus kopi serta kotak oleh-oleh pempek.

Dalam melakukan aksinya Letto mengkoordinir proses pengiriman dan memberikan upah Rp15-20 juta kepada kurir. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik Direktorat Reserse Narkba Polda Sumsel, Leto Cs mengaku sudah mengedarkan 600 kilogram sabu-sabu ke berbagai kota di Indonesia sejak 2017 lalu. Penyidik masih memburu bos besar yang menjadi penghubung Leto kepada jaringan narkoba Malaysia.

Leto Cs pun diketahui sempat berupaya melarikan diri saat masih ditahan di sel penjara Mapolda Sumsel 16 Juli 2018. Dengan membujuk dan mengupah pegawai kantin di Mapolda Sumsel, Leto mengebor dinding sel menggunakan bor tangan. Namun, aksinya tertangkap polisi penjaga yang tengah berpatroli di kawasan markas.

Atas putusan ini penasehat hukum menyatakan banding karena hakim dinilai tidak mempertimbangkan sejumlah hal yang meringankan. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Karhutla dan Hutan Gundul di Batam, Komisi III DPRD Kepri Tanyakan Tupoksi KPHL

Metrobatam.com, Batam - Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang dipimpin Sekretaris Komisi III Raja Bahktiar melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Kesatuan Pengelolaan...

Akibat Pemeliharaan Aset Gas oleh PT CPGL akan Berdampak Pada PLN Batam

Metrobatam.com, Batam - PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL) sebagai pemasok gas terbesar di Indonesia, saat ini sedang melakukan pemeliharaan sumur yang ada di...

Bawa Sabu, Calon Penumpang Pesawat di Bandara Hang Nadim Batam Ditangkap

Metrobatam.com, Batam - Pihak petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepri mengamankan seorang penumpang karena kedapatan membawa narkoba jenis Sabu.  Seorang WNI calon penumpang Pesawat...

Polres Tanjungpinang dan Polda Kepri Tangkap Pelaku Pembunuhan Pensiunan TNI AL

Metrobatam.com, Batam - Polres Tanjungpinang dan Polda Kepulauan Riau akhirnya berhasil menangkap Abdul pada Sabtu (16/02), pelaku pembunuhan pensiunan TNI AL Arnold Tambunan (AT),...

Lewat Facebook, 3 Terdakwa Warga Nigeria Tipu dan Perdayai Mutiara

Metrobatam.com, Batam - Kasus penipuan lewat Facebook yang dilakukan beberapa oknum warga Nigeria bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Dalam beberapa bulan ini sudah...

Lanud RHF Mendukung Operasi Patroli Rutin di Wilayah ALKI 1

Metroobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 2 unit Pesawat Tempur Hawk 100/200 milik TNI AU dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru melaksanakan patroli udara...

Eks Kombatan GAM Marah Dituduh Kelola Lahan Prabowo di Aceh

Metrobatam, Jakarta - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Joni Suryawan membantah kubu calon presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan lahan di Aceh. Mereka marah...

Walhi: Lahan Prabowo Kemungkinan Didapat di Era Orde Baru

Metrobatam, Jakarta - LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengatakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tak seharusnya memiliki Hak Guna Usaha (HGU) lahan...

Sungai Musi Meluap, Ribuan Rumah di Muratara Sumsel Terendam Banjir

Metrobatam, Palembang - Ribuan rumah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, sudah 4 hari ini terendam banjir. Akibatnya, akses ke daerah terputus...

Nasib Rudiantara soal ‘Yang Gaji Kamu Siapa’ Ditentukan Jumat

Metrobatam, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) hampir merampungkan kasus 'yang gaji kamu siapa' yang melibatkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo)...

Sandi Ingin Pertanyaan Panelis Dihapus Saat Debat Ketiga

Metrobatam, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengusulkan agar pelaksanaan debat Pilpres 2019 selanjutnya yang mempertemukan dirinya dengan calon wakil...

Kunjungan ‘Rahasia’ Jokowi Bikin Kaget Warga Tambak Lorok

Metrobatam, Semarang - Ahmad Sueb, Ketua RW 13 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara "dag dig dug" ketika nama kampungnya, Tambak Lorok disebut oleh Calon...