Polair Baharkam Polri Tangkap 3 Kapal Ikan Asing di Perairan Natuna

Metrobatam.com, Jakarta – Direktorat Polair Baharkam Polri menangkap tiga kapal ikan asing di perairan Natuna, Kepulauan Riau. 29 WNA dari Thailand dan Vietnam diamankan dari tiga kapal itu.

“Mengamankan 3 kapal asing yakni 1 kapal pengangkut BBM eks kapal Thailand dan 2 kapal ikan asing berbendera Vietnam di perairan ZEEI Natuna,” kata Direktur Polair Baharkam Polri Brigjen Pol M Chairul Noor Alamsyah dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Minggu (28/8/2016).

Chairul mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari nelayan lokal tentang adanya empat kapal asing yang menangkap ikan di perairan Natuna, Rabu (24/8/2016). Satu kapal berhasil kabur dengan cara memutus jaring dan mematikan lampu penerangan kapal.

“Ditambah situasi di TKP pada saat itu cuaca buruk dan tersebar jaring dimana-mana sehingga dapat membahayakan alutista kapal,” ujarnya.

Kapal pertama yang diamankan bernama C.FOUR eks kapal ikan Thailand yang bermuatan sekitar 70 ton BBM ilegal dan tidak dilengkapi dokumen yang sah. Kapal Thailand itu menyuplai BBM ke kapal pencari ikan lainnya.

Seorang nahkoda bernama Mufan Phaopong dan 7 ABK WN Thailand berhasil diamankan. Mereka diduga melanggar pasal 23 ayat 2 Jo pasal 53 huruf b, c, dan d UU no 21 tahun 2001 tentang Migas.

Kapal kedua yang diamankan merupakan kapal ikan asing berbendera Vietnam bernama Kapal KNF 7444. Seorang Nahkoda bernama Nguyen Thaih Ha serta 16 ABK WN Vietnam diamankan. Barang bukti berupa cumi kering sekitar 100 kg, ikan kering lebih dari 2 ton dan satu unit jaring trowl turut diamankan.

Sedangkan kapal ketiga ditangkap adalah kapal KNF 7445 yang juga berbendera Vietnam. Seorang nahkoda bernama Giang dan 3 ABK WN Vietnam serta barang bukti berupa cumi kering sekitar 100 kg diamankan.

Chairul mengatakan, dua kapal Vietnam itu juga tidak dilengkapi dokumen yang sah. Setelah ditangkap, dua kapal Vietnam dan satu kapal Thailand tersebut dikawal menuju Pelabuhan Batu Ampar, Batam untuk proses lebih lanjut. Dua kapal Vietnam dijerat pasal 27 ayat 2 Jo pasal 93 ayat 2 UU RI no 45 tahun 2009 tentang Perubahan atas UU RI no 31 tahun 2004 tentang perikanan.

Chairul menegaskan, Polri tidak mentolerir pelaku illegal fishing. Setiap pelanggar akan ditindak tegas. Hal itu sebagai wujud komitmen Polri dalam menjaga keberlangsungan sumber daya ikan nasional Indonesia.

“Disamping itu, pemberantasan illegal fishing dan destructive fishing adalah salah satu program prioritas Kapolri,” tutupnya.

Mb/Detik

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Hore! Tahun Depan Upah Minimum Provinsi Naik 8 Persen

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03%. Hal itu tertuang dalam surat edaran tertanggal 16...

Dinilai Dukung Ormas Radikal, Fahri Hamzah Ditolak di Kupang

Metrobatam, Jakarta - Organisasi kemasyarakatan Brigade Meo menolak kedatangan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fahri dikabarkan akan menjadi...

Gus Ipul Kecam Video Anak Sekolah Teriak Ganti Presiden yang Viral

Metrobatam, Surabaya - Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur Saifullah Yusuf dengan tegas mengecam pembuat video ratusan anak sekolah berseragam pramuka yang menyerukan 2019GantiPresiden....

BNN Sita 14,6 Kg dan Puluhan Ribu Ekstasi, 18 Orang Ditangkap

Metrobatam, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita 14,6 kg sabu dan 63.500 butir pil ekstasi dari pengungkapan awal bulan Oktober 2018. Barang bukti...

Polisi Selidiki Penyebar Hoaks Habib Umar Ditangkap Densus

Metrobatam, Jakarta - Polisi menyelidikan penyebar kabar hoaks alias bohong yang menyebut pendakwah asal Yaman, Habib Umar bin Hafidz, oleh tim Detasemen Khusus 88...

KPK: OTT di Bekasi Terkait Izin Proyek Meikarta

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, terkait dengan izin pembangunan...

Ketua DPRD Samarinda Pakai Uang Hasil Penipuan untuk Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif ditahan oleh Bareskrim atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Polisi menyebut pelapor kasus ini mengaku dirugikan...

Mabes Polri: Jelang Pilpres, Setiap Hari Ada Ribuan Hoaks

Metrobatam, Jakarta - Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto meyakini hoaks atau berita bohong jelang pemilihan presiden (pilpres) 2019 akan semakin...

Lemhannas: PKI Jadi Isu Musiman untuk Kepentingan Politik

Metrobatam, Jakarta - Isu keberadaan dan kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi salah satu isu yang kerap muncul di tengah masyarakat, terutama ketika memasuki...

Kampanye Negatif Boleh Asal Berdasarkan Data dan Fakta

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, ikut merespons pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman yang mempersilakan kader-kadernya berkampanye negatif. Karding menyebut...

Pemprov Jabar Izinkan Runway Kertajati Ditambah Jadi 3.000 Meter

Metrobatam, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengizinkan pemanfaatan aset untuk pembangunan apron, taxi way dan perpanjangan runway Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) atau...

Timses Sindir Balik Ferry Mursyidan Baldan yang Kritisi Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto membalas kritikan Ferry Mursyidan Baldan terkait program pembagian sertifikat tanah Presiden...
SHARE