Polda Kepri Musnahkan 93 Kg Sabu Asal Malaysia

Metrobatam.com, Batam – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri memusnahkan dua bungkus narkoba yang diamankan pada 22 Juli milik seorang WNI yang baru tiba dari Malaysia serta hasil temuan di ruangan rontgen RS Awal Bros Batam pada hari yang sama.

“Barang pertama milik tersangka KSD seberat 49 gram. Selanjutnya sabu seberat 66 gram yang ditemukan di Awal Bros. Barang yang dimusnahkan sebanyak 93 gram dari total temuan 115 gram. Sisanya untuk uji laboratorium dan pembuktian di persidangan,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Jamaludin di Batam, Kamis.

Ia mengatakan, KSD ditangkap oleh Petugas BC Batam di Pelabuhan Internasional Batam Centre karena dicurigai membawa narkoba.

Selanjutnya dibawa ke RS Awal Bros untuk menjalani rontgen memastikan pelaku benar memiliki narkoba dalam tubuhnya.

“Hasil rontgen positif dia menyimpan satu bungkus narkoba dalam perut. Barang itu diduga dimasukkan melalui anus,” kata dia.

Selanjutnya tersangka dibawa ke Kantor Pelayanan Utama BC Batam di Batuampar untuk mengeluarkan narkoba yang disimpan dalam perut tersebut.

“Setelah pelaku dibawa pergi petugas kamar rontgen RS tersebut melaporkan ada temuan narkoba di kamar. Kami mencurigai itu milik pelaku, namun belum bisa dipastikan,” kata dia.

Atas temuan tersebut, petugas dari Polda Kepri mengambil sampel DNA dari pelaku dan yang menempel pada dua bungkus narkoba tersebut.

“Hasil tes DNA yang nanti menjadi bukti kuat apakah satu bungkus sabu itu juga milik KSD atau bukan. Namun sampai saat ini belum keluar. Kami masih menunggunya,” kata Jamal.

Pemusnahan dilakukan dengan cara dimasukkan dalam wadah berisi air mendidih kemudian diaduk. Sebelum dimusnahkan dilakukan pembuktian keaslian barang bukti.

Pemusnahan juga disaksikan tersangka, pengacara tersangka, perwakilan BPOM Kepri, Ditpam BP Batam, BC Batam, BNN Kepri, Kejaksaan, dan Pengadilan Negeri Batam.

Atas perbuatan pelaku dijerat dengan pasal Tindak Pidana Narkotika, sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat (2) dan atau Pasal 114 ayat (2) dan Jo Pasal 113 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman untuk pelaku adalah pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana paling singkat 6 tahun paling lama 20 tahun. (mb/parlin/Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Warga Malaysia Diajak Menggalang Dana Menalangi Utang Negara Rp 3.570 T

Metrobatam.com, Kuala Lumpur - Warga Malaysia ramai-ramai diajak untuk menggalang dana menalangi utang negara yang sudah menembus 1 triliun RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar...

Terkait KEK, Pengusaha Ngadu ke DPRD Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Nuryanto, SH,MH memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyampaian aspirasi dari para pengusaha dan asosiasi Kota Batam melalui Kadin yang...

Bea dan Cukai Batam : Pengawasan Barang di FTZ Lebih Sulit Dibanding KEK

Metrobatam.com, Batam - Pengawasan barang di Free Trade Zone (FTZ) lebih sulit dibandingkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dampak lainnya juga menjadikan Batam tepat untuk...

Tangkal Terorisme, Pengajar Harus Belajar Nilai Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Akademisi Muslim Azyumardi Azra mengimbau tenaga pengajar di kampus mendapat pelatihan kembali soal kebangsaan. Tuntutan Azyumardi itu terkait dengan temuan sejumlah...

Jelang Final Liga Champions: Zinedine Yazid Zidane vs Juergen Norbert Klopp

Metrobatam, Jakarta - Juergen Klopp senang hanya bertemu Zinedine Zidane setelah dia jadi pelatih. Genius sebagai peraci strategi, jalan karier keduanya memang beda jauh. "Dia...

JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama mubalig. Menurut JK, daftar nama itu berguna mengatur...

Ketua KPK Sindir DPR yang Dukung Eks Koruptor Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyindir pihak-pihak yang membolehkan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019....

Penyidik Sebut Fredrich Minta Kerjaan: Dia Bilang KPK Kan Banyak OTT

Metrobatam, Jakarta - Fredrich Yunadi disebut pernah meminta agar dibagi kasus pada seorang penyidik senior KPK. Ambarita Damanik. Namun, permintaan Fredrich itu disampaikan sembari...

Soal Ekonomi RI Lampu Kuning, Ini Penjelasan BI

Metrobatam, Jakarta - Beberapa kalangan menyebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam lampu kuning. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga...

UU Terorisme Beri Kompensasi Korban hingga Peristiwa Bom Bali

Metrobatam, Jakarta - Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan DPR mengatur tentang pemberian kompensasi bagi korban aksi...

Moeldoko Sebut Perpres Korupsi Tinggal Diteken Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hasil revisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi sudah...

Kontroversi Takjil Politik #2019GantiPresiden

Metrobatam, Jakarta - Pembagian takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai kontroversi. Pendukung Joko Widodo (Jokowi) mengkritik pembagian takjil...
BAGIKAN