Polisi Bongkar Pabrik Sabu di Tangerang

Metrobatam, Jakarta – Polisi Resor Metro Jakarta Barat mengungkap pabrik narkotika jenis sabu yang beroperasi di Tangerang, Banten. Pabrik sabu tersebut diketahui memproduksi dengan kualitas impor.

Kasat Narkoba Polres Jakbar AKBP Erick Frendiz mengatakan mereka menangkap seseorang diduga sebagai pemilik sekaligus pembuat sabu, yakni AW alias Phengchun. Pabrik tersebut diduga telah beroperasi sejak Mei 2017.

Di pabrik itu pun ditemukan satu laboratorium yang dibangun oleh Phengchun dengan metode fosforisasi. Cara pembuatannya dimulai dari obat tablet dengan ekstraksi efidrin yang diolah untuk menjadikannya sebagai sabu.

“Di lokasi penggerebekan, kami mendapati barang bukti berupa hasil produksi sabu yang baru setengah jadi berjumlah satu kilogram, selain itu juga didapati barang bukti berupa hasil produksi sabu yang sudah jadi dan siap edar berjumlah 500 gram, serta sejumlah bahan peracik sabu,” ujarnya melalui keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (8/8).

Erick mengatakan dari pabrik tersebut Phengchun dapat memproduksi sebanyak sepuluh hingga 15 kilogram sabu. Omzet yang didapat pun mencapai miliaran rupiah.

Phengchun diketahui memproduksi sabu dengan bahan-bahan yang didapat dari Indonesia. Erick mengatakan kualitas sabu tersebut sama dengan yang diimpor.

Untuk memastikan kenikmatan rasanya, Phengchun pun selalu menggunakan sabu tersebut terlebih dahulu sebelum dijual.

“Tersangka mengaku menjual sabu hasil racikannya dengan harga Rp700 ribu per gram dan mengedarkannya di sekitar Jakarta dan Tangerang,” ujarnya.

Barang bukti yang disita seperti 16 boks obat tablet dengan ekstraksi efidrin warna merah muda berisi 3200 butir, satu bungkus plastik transparan berisikan tablet warna putih 5000 butir, lima buah wadah plastik masing-masing berisikan padatan warna putih diduga bahan utama pembuat shabu Ephedrin dengan berat bruto satu kilogram.

Terdapat juga 13 boks plastik soda api plastik berat bruto 3796 gram, dua botol kaca warna coklat masing-masing berisikan kristal warna ungu atau Yodium dengan berat bruto seribu gram, satu buah nampan kaca dan satu bungkus plastik masing-masing berisikan serbuk warna kecoklatan atau fosfor dengan berat bruto 1,312 gram.

“Terdapat juga HCL 50 liter, Toluen 40 Liter, Acetone sepuluh liter, dan Alkohol lima liter,” ucapnya.

Phengchun dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman pidana penjara maksimal hukuman mati atau pidana penjara maksimal 20 tahun. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Peneliti LIPI: Gempa Lombok 6,9 SR Berasal dari Segmen Timur

Metrobatam, Jakarta – Rentetan gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menimbulkan banyak korban jiwa. Pada Minggu 19 Agustus 2019, gempa...

Trump: Solusi Satu Negara Lahirkan PM Israel Bernama Mohammad

Metrobatam, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menyatakan kepada Raja Yordania, Raja Abdullah bahwa solusi satu negara dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina bisa...

Nagih Utang ke Saudara, Penarik Bentor Malah Tewas Ditusuk

Metrobatam, Makassar - Seorang penarik becak motor (bentor) bernama Azis Duma alias Cama (56) di Makassar ditemukan tergeletak bersimbah darah di Jalan Sinasara Kelurahan...

Diwarnai Aksi Kejar-kejaran, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita Sabu 5 Kg

Metrobatam, Jambi – Aksi kejar-kejaran antara petugas Ditresnarkoba Polda Jambi dengan pengedar narkoba di Simpang 35, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Jambi,...

Mendikbud: Indonesia Raya Lirik dan Aransemennya Tak Boleh Diubah

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai Lagu Indonesia Raya tak boleh diubah. Menurutnya, pengubahan tak boleh dilakukan baik untuk...

Jokowi Hadiahi Joni Sepeda dan Rumah, Bonus Main ke Dufan dan TMII

Metrobatam, Jakarta - Yohanes Ande Kala alias Joni yang memanjat tiang bendera saat upacara HUT ke-73 RI di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Vaksin MR Bisa Dipakai Meski Haram, MUI: Fleksibilitas Hukum Islam

Metrobatam, Jakarta - MUI mengizinkan penggunaan vaksin imunisasi campak (measles) dan rubella (MR) dari Serum Institute of India (SII) meski mengandung babi. Izin tersebut...

Dorong Ekspor dan Perekonomian Nasional, OJK Terbitkan Paket Kebijakan

Metrobatam, Jakarta - Demi terus mendorong ekspor dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan paket kebijakan Otoritas Jasa Keuangan Agustus 2018. Ketua Dewan Komisioner...

Tolak Genjatan Senjata, Taliban Sandera 200 Penumpang Bus Afghanistan

Metrobatam, Jakarta - Taliban menolak tawaran gencatan senjata dari pemerintah Afghanistan dan tetap melakukan serangan. Gerilyawan Taliban menyergap tiga bus dengan hampir 200 penumpang...

Asian Games 2018: Kalahkan Hong Kong 3 – 1, Indonesia Juara Grup

Metrobatam, Jakarta - Tim nasional Indonesia U-23 memastikan lolos sebagai juara Grup A sepakbola Asian Games 2018. 'Garuda Muda' menang 3-1 atas Hong Kong...

Anggota DPRD Langkat F-NasDem Jadi Tersangka Kasus Sabu 3 Karung

Metrobatam, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menetapkan anggota Fraksi NasDem DPRD Langkat Ibrahim Hasan bersama enam orang lain sebagai tersangka kepemilikan narkotika. Mereka...

Sri Mulyani Beberkan Alasan Pemerintah Setop Impor 500 Komoditas

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah akan menghentikan impor 500 komoditas. Tujuannya untuk menjaga transaksi berjalan tak makin defisit. Sebelumnya Bank Indonesia (BI) merilis data defisit neraca...
BAGIKAN