Polisi dan BPOM Temukan Mei Samyang Tanpa Izin Edar di Pasar

1781

Metrobatam, Jakarta – Polres Metro Jakarta Barat bersama Badan Pengawas obat dan Makanan (BPOM) Jakarta melakukan operasi makanan di Pasar Grogol. Di sana mereka menemukan mie instan Samyang dari Korea Selatan tanpa izin edar.

“Selain menemukan empat makanan mengandung bahan berbahaya, ditemukan mie instan (Samyang) tidak berizin edar,” kata Wakasat Reskrim Narkoba, Kompol Slamet kepada wartawan di Pasar Grogol.

Samyang Hochi Ice Type tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apakah ada kandungan berbahaya atau daging babi belum diketahui. “Ini belum dicek di BPOM. Jadi, sebanyak tiga dus mie akan kita amankan,” ujar Slamet.

Selain mengamankan mie instan Samyang tanpa izin edar, Polisi dan BPOM juga melakukan pemeriksaan terhadap makanan lainnya. Hasilnya, empat makanan mengandung bahan kimia.

“34 sampel makanan yang diperiksa, hasilnya empat yang makanan mengandung barang berbahaya. Tiga makanan mengandung pewarna tekstil Rhodamin B, satu makanan mengandung formalin,” ujar Slamet.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan pihaknya pernah mencabut izin edar importir produk mi Korea yang mengandung fragmen DNA babi. Dia mengatakan. mie Samyang ini memang ada beberapa importir.

“Ada beberapa importir. Tapi kan sudah berulang. Hal ini juga pernah ada pencabutan izin edar dan penarikan sekitar bulan awal Januari. Itu juga sudah ada dengan importir yang berbeda,” kata Penny di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/6).

Penny tidak menyebutkan nama perusahaan importir mie Samyang tersebut. Namun, dia memastikan akan menindak tegas importir tersebut.

Hal ini termasuk juga kepada importir mie Samyang yang baru. Sebab, menurutnya hal ini menyangkut perlindungan konsumen. Penny mengatakan akan membekukan importir tidak dapat membawa masuk mi tersebut kembali.

“Yang jelas, kita akan lebih tegas untuk importir yang sudah beberapa kali lakukan ‘bandel’. Ini sebetulnya sudah pelanggaran berat karena menyangkut hajat hidup konsumen,” ucap dia.

“Itu akan kita bekukan, dia tidak bisa impor tersebut dan kalau pun lakukan impor, pasti sudah masuk daftar blacklist kita,” sambung Penny.

Dia mengatakan, ada dua macam modus yang dilakukan importir agar produk mereka dapat dipasarkan meski mengandung babi. Dua modus itu ialah tidak memberi informasi dan tidak mentaati aturan.

“Modusnya semacam itu. Ada yang harus mendaftarkan babi, dipasang mengandung babi. Tapi tidak dipasang. Atau sengaja tidak memberikan informasi. Jadi tidak kita berikan informasi babi. Jadi intinya, tidak memberikan informasi yang betul dan tidak mentaati aturan,” ucapnya.

BPOM telah menemukan empat produk mi asal Korea yang mengandung fragmen DNA babi yaitu Samyang (mi instan U-Dong), Samyang (mi instan rasa Kimchi), Nongshim (mi instan Shin Ramyun Black), dan Ottogi (mi instan Yeul Ramen).

Produk tersebut sudah beredar di pasar karena sudah melakukan registrasi ke BPOM. Namun, importir melakukan pelanggaran karena tidak mencantumkan label mengandung babi di produk tersebut.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Novanto Belum Pasti Menghadiri Persidangan Andi Narogong

Jakarta: Setya Novanto belum memastikan bakal hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, hari ini. Novanto sedianya dijadwalkan bersaksi di persidangan Andi Agustinus alias Andi...

Jokowi: Saya Lihat Fenomena Gampang Sekali Mengkafirkan Orang

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menyikapi kemudahan yang diperoleh melalui perubahan global dengan adanya media sosial, e-commerce,...

VIRAL! 2 Cewek Berhijab Selfie Pakai Celana Pendek, Netizen: Harus Disanksi Tegas

Metrobatam.com - DUA wanita berhijab videonya mendadak viral di dunia maya dan menjadi bahan cibiran netizen. Pasalnya, gadis berhijab itu melakukan selfie (swafoto) dengan...

Habitatnya Terusik, Orangutan Turun ke Permukiman Warga Bikin Heboh

Metrobatam, Tenggarong – Warga Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur dihebohkan dengan kemunculan seekor orangutan (Pongo pygmaeus) yang masuk ke...

Tipu Belasan CPNS Kemenkumham, Perempuan Ini Raup Rp200 Juta lalu Diciduk Polisi

Metrobatam, Jakarta – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Aceh diduga melakukan penipuan terhadap 11 orang calon PNS dalam tes masuk Kemenkumham RI...

Buwas: Anak SD Dibidik Jadi Sasaran Pengedar Narkoba

Metrobatam, Medan - Jaringan narkoba internasional terus berupaya mengembangkan jaring mereka di Indonesia. Termasuk meregenerasi para konsumen mereka dari usia yang sangat dini. Bahkan...

Keganasan Bermedsos Penghina Kapolri Berubah Rengekan di Ruang Sidang

Metrobatam, Bandar Lampung – Kegarangan M Ali Amin Said (35), terdakwa kasus penghinaan terhadap Kapolri Tito Karnavian seperti amblas ditelan bumi. Pemilik akun Facebook,...

Kakak Angkat Ahok: Bismillah, Dengan Ini Saya Nyatakan Maju Pilgub Sulsel Lewat Independen!

Metrobatam, Makassar - Kakak angkat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Andi Analta Baso Amier menyatakan diri akan maju menjadi bakal...

Mengejutkan! Ketua DPRD Kolaka Utara Ternyata Dibunuh Istrinya Sendiri

Metrobatam, Kolaka Utara - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira tewas dibunuh istrinya sendiri, Andi Erni Astuti. Politikus...

KPU Keluarkan SK Penetapan Peserta Pemilu 2019 Tahun Depan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan partai politik peserta pemilu 2019 pada 17 Februari 2018. SK...

Duterte ke Indonesia dan Malaysia: Ledakkan Perompak di Laut

Manila - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyatakan dirinya akan meminta pemimpin Indonesia dan Malaysia untuk 'meledakkan' perompak di perairan regional. Duterte juga menegaskan akan...

BNN Musnahkan 520 Kg Ganja, 191 Kg Sabu dan 43 Ribu Butir Ekstasi

Metrobatam, Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 191 kilogram sabu-sabu, 344 butir sabu-sabu tablet, 43.450 butir ekstasi, dan 520 kilogram ganja di Lapangan...
BAGIKAN