Polisi dan BPOM Temukan Mei Samyang Tanpa Izin Edar di Pasar

1801

Metrobatam, Jakarta – Polres Metro Jakarta Barat bersama Badan Pengawas obat dan Makanan (BPOM) Jakarta melakukan operasi makanan di Pasar Grogol. Di sana mereka menemukan mie instan Samyang dari Korea Selatan tanpa izin edar.

“Selain menemukan empat makanan mengandung bahan berbahaya, ditemukan mie instan (Samyang) tidak berizin edar,” kata Wakasat Reskrim Narkoba, Kompol Slamet kepada wartawan di Pasar Grogol.

Samyang Hochi Ice Type tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apakah ada kandungan berbahaya atau daging babi belum diketahui. “Ini belum dicek di BPOM. Jadi, sebanyak tiga dus mie akan kita amankan,” ujar Slamet.

Selain mengamankan mie instan Samyang tanpa izin edar, Polisi dan BPOM juga melakukan pemeriksaan terhadap makanan lainnya. Hasilnya, empat makanan mengandung bahan kimia.

“34 sampel makanan yang diperiksa, hasilnya empat yang makanan mengandung barang berbahaya. Tiga makanan mengandung pewarna tekstil Rhodamin B, satu makanan mengandung formalin,” ujar Slamet.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan pihaknya pernah mencabut izin edar importir produk mi Korea yang mengandung fragmen DNA babi. Dia mengatakan. mie Samyang ini memang ada beberapa importir.

“Ada beberapa importir. Tapi kan sudah berulang. Hal ini juga pernah ada pencabutan izin edar dan penarikan sekitar bulan awal Januari. Itu juga sudah ada dengan importir yang berbeda,” kata Penny di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/6).

Penny tidak menyebutkan nama perusahaan importir mie Samyang tersebut. Namun, dia memastikan akan menindak tegas importir tersebut.

Hal ini termasuk juga kepada importir mie Samyang yang baru. Sebab, menurutnya hal ini menyangkut perlindungan konsumen. Penny mengatakan akan membekukan importir tidak dapat membawa masuk mi tersebut kembali.

“Yang jelas, kita akan lebih tegas untuk importir yang sudah beberapa kali lakukan ‘bandel’. Ini sebetulnya sudah pelanggaran berat karena menyangkut hajat hidup konsumen,” ucap dia.

“Itu akan kita bekukan, dia tidak bisa impor tersebut dan kalau pun lakukan impor, pasti sudah masuk daftar blacklist kita,” sambung Penny.

Dia mengatakan, ada dua macam modus yang dilakukan importir agar produk mereka dapat dipasarkan meski mengandung babi. Dua modus itu ialah tidak memberi informasi dan tidak mentaati aturan.

“Modusnya semacam itu. Ada yang harus mendaftarkan babi, dipasang mengandung babi. Tapi tidak dipasang. Atau sengaja tidak memberikan informasi. Jadi tidak kita berikan informasi babi. Jadi intinya, tidak memberikan informasi yang betul dan tidak mentaati aturan,” ucapnya.

BPOM telah menemukan empat produk mi asal Korea yang mengandung fragmen DNA babi yaitu Samyang (mi instan U-Dong), Samyang (mi instan rasa Kimchi), Nongshim (mi instan Shin Ramyun Black), dan Ottogi (mi instan Yeul Ramen).

Produk tersebut sudah beredar di pasar karena sudah melakukan registrasi ke BPOM. Namun, importir melakukan pelanggaran karena tidak mencantumkan label mengandung babi di produk tersebut.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...

Golkar Bakal Cabut Dukungan Bagi Kader yang Terlibat Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Golkar menggelar rapat konsultasi dengan seluruh pengurus Golkar, termasuk mereka yang menjabat sebagai kepala dan wakil kepala daerah....

Sebut KPU Ketakutan PBB Jadi Partai Radikal, Yusril akan Pidanakan Komisioner

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra menduga Komisi Pemilihan Umum (KPU) takut untuk meloloskan partainya ke Pemilu 2019...

KPK Tahan Bupati Kebumen

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad usai diperiksa selaku tersangka suap. Yahya diduga menerima jatah dari...

Abu Vulkanik Sinabung Meluas ke Aceh, Warga Diimbau Waspada

Metrobatam, Lhokseumawe - Semburan abu vulkanik berasal dari letusan Gunung Sinabung, Sumut, terus meluas ke sejumlah daerah di Aceh. Abu vulkanik meluas ke Aceh...

ManCity Tersingkir, Guardiola Ribut dengan Manajer Wigan

Metrobatam, Jakarta - Laga Manchester City menghadapi Wigan Athletic menyisakan kegetiran bagi sang manajer, Pep Guardiola. The Citizens tersingkir di babak keempat Piala FA...

Di Gowa Seorang Remaja ‘Bertelur’, Ini Penjelasannya

Metrobatam, Jakarta, Viralnya Akmal, remaja lelaki asal Gowa, Sulawesi Selatan yang kembali 'bertelur' meninggalkan banyak tanda tanya pada netizen. Bagaimana mungkin manusia yang merupakan...

Tiang Girder Tol Becakayu Ambruk, Polisi Selidiki Penyebabnya

Metrobatam, Jakarta - Polisi masih menyelidiki penyebab ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu di Kebon Nanas, Jaktim. Kejadian itu membuat 7 pekerja mengalami luka...

Marak Peredaran Narkoba, BNN Harus Segera Dibentuk di Perbatasan Sambas-Malaysia

Metrobatam, Sambas – Seringnya pengungkapan upaya penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Kalimantan Barat membuat semua pihak geram. Seperti baru-baru ini terungkap di perbatasan Dusun...

Produksi Ekstasi dari Bedak Gatal, Pasutri di Medan Diciduk Polisi

Metrobatam, Medan - Pasangan suami-istri, HP dan DN, bersama 7 rekannya dibekuk polisi lantaran memproduksi narkotika jenis ekstasi. Mereka membuat ekstasi tersebut menggunakan bahan...

Tipu dan Peras Korban, Penyidik KPK Gadungan Buat Sprindik Palsu

Metrobatam, Jakarta - Subdit Jatanras Ditrkimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan penipu yang mengaku sebagai penyidik KPK. Untuk meyakinkan korban bernama Endria Putra (42),...

Kasus Ujaran Kebencian, Jonru Dituntut 2 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting dituntut hukuman pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Jaksa menilai Jonru telah...
BAGIKAN