Polisi dan BPOM Temukan Mei Samyang Tanpa Izin Edar di Pasar

1771

Metrobatam, Jakarta – Polres Metro Jakarta Barat bersama Badan Pengawas obat dan Makanan (BPOM) Jakarta melakukan operasi makanan di Pasar Grogol. Di sana mereka menemukan mie instan Samyang dari Korea Selatan tanpa izin edar.

“Selain menemukan empat makanan mengandung bahan berbahaya, ditemukan mie instan (Samyang) tidak berizin edar,” kata Wakasat Reskrim Narkoba, Kompol Slamet kepada wartawan di Pasar Grogol.

Samyang Hochi Ice Type tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Apakah ada kandungan berbahaya atau daging babi belum diketahui. “Ini belum dicek di BPOM. Jadi, sebanyak tiga dus mie akan kita amankan,” ujar Slamet.

Selain mengamankan mie instan Samyang tanpa izin edar, Polisi dan BPOM juga melakukan pemeriksaan terhadap makanan lainnya. Hasilnya, empat makanan mengandung bahan kimia.

“34 sampel makanan yang diperiksa, hasilnya empat yang makanan mengandung barang berbahaya. Tiga makanan mengandung pewarna tekstil Rhodamin B, satu makanan mengandung formalin,” ujar Slamet.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito mengatakan pihaknya pernah mencabut izin edar importir produk mi Korea yang mengandung fragmen DNA babi. Dia mengatakan. mie Samyang ini memang ada beberapa importir.

“Ada beberapa importir. Tapi kan sudah berulang. Hal ini juga pernah ada pencabutan izin edar dan penarikan sekitar bulan awal Januari. Itu juga sudah ada dengan importir yang berbeda,” kata Penny di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/6).

Penny tidak menyebutkan nama perusahaan importir mie Samyang tersebut. Namun, dia memastikan akan menindak tegas importir tersebut.

Hal ini termasuk juga kepada importir mie Samyang yang baru. Sebab, menurutnya hal ini menyangkut perlindungan konsumen. Penny mengatakan akan membekukan importir tidak dapat membawa masuk mi tersebut kembali.

“Yang jelas, kita akan lebih tegas untuk importir yang sudah beberapa kali lakukan ‘bandel’. Ini sebetulnya sudah pelanggaran berat karena menyangkut hajat hidup konsumen,” ucap dia.

“Itu akan kita bekukan, dia tidak bisa impor tersebut dan kalau pun lakukan impor, pasti sudah masuk daftar blacklist kita,” sambung Penny.

Dia mengatakan, ada dua macam modus yang dilakukan importir agar produk mereka dapat dipasarkan meski mengandung babi. Dua modus itu ialah tidak memberi informasi dan tidak mentaati aturan.

“Modusnya semacam itu. Ada yang harus mendaftarkan babi, dipasang mengandung babi. Tapi tidak dipasang. Atau sengaja tidak memberikan informasi. Jadi tidak kita berikan informasi babi. Jadi intinya, tidak memberikan informasi yang betul dan tidak mentaati aturan,” ucapnya.

BPOM telah menemukan empat produk mi asal Korea yang mengandung fragmen DNA babi yaitu Samyang (mi instan U-Dong), Samyang (mi instan rasa Kimchi), Nongshim (mi instan Shin Ramyun Black), dan Ottogi (mi instan Yeul Ramen).

Produk tersebut sudah beredar di pasar karena sudah melakukan registrasi ke BPOM. Namun, importir melakukan pelanggaran karena tidak mencantumkan label mengandung babi di produk tersebut.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bakamla Selamatkan Rombongan Kemendes yang Terombang-Ambing 8 Jam di Perairan Tarakan, Ini Kronologinya

Metrobatam, Jakarta - Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) berhasil menyelamatkan sebagian rombongan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) yang...

Ini Istana Bos First Travel yang Terlilit Utang Rp 80 M dan Tipu Calon...

Metrobatam, Jakarta - Polisi telah menetapkan bos First Travel, Andika Surachman dan istrinya, Anniesa Devitasari Hasibuan, sebagai tersangka kasus penipuan perjalanan umrah. Meski diketahui...

Seperti Ini Bahagianya Warga di Perbatasan yang Akhirnya Bisa Nikmati Listrik

Metrobatam, Atambua - Sudah dua tahun ini listrik hadir di Desa Naekake, salah satu desa di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Timur Leste di Provinsi Nusa...

Kecewa Kontrak Kerja Tidak Diperpanjang, Mantan Pegawai Bakar Kampus Universitas Malikussaleh

Metrobatam, Aceh Utara – Pelaku pembakaran Gedung Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), di Gampong (Desa) Kecamatan Muara Baru, Kabupaten Aceh Utara, berinisial S mengaku kecewa...

Bekuk 5 Bandar Narkoba di Aceh Utara, BNN Sita 40 Kg Sabu

Metrobatam, Lhokseumawe - Badan Narkotika Nasional (BNN) membekuk 5 bandar narkoba di Aceh. Sebanyak 40 kilogram sabu disita dalam penangkapan tersebut. Awalnya, penangkapan dilakukan terhadap...

FPI Doakan Musuh Rizieq Shihab Dihancurkan, Anis Doakan Rizieq Panjang Umur

Metrobatam, Jakarta - Massa Front Pembela Islam (FPI) mendoakan semua musuh dan orang yang memfitnah Rizieq Shihab dalam perayaan hari ulang tahun ke-19 FPI. Berdasarkan...

Korban First Travel Minta Pemerintah Bantu Kembalikan Uang Jemaah

Metrobatam, Jakarta - Jemaah korban dugaan penipuan perjalanan umrah First Travel meminta pemerintah turun tangan membantu pengembalian dana jemaah yang sudah disetorkan. Hingga saat...

Zaskia Gotik Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Malam Ramah Tamah dan Hiburan Rakyat Kabupaten Bintan 2017 sempena HUT Kemerdekaan RI ke 72 berlangsung sangat meriah. Hal itu terlihat,...

DPRD Kepri Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi DPRD

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Riau akhirnya mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Hak-Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota...

Dibandingkan Batam, Turis Singapura Pilih Liburan ke Johor Baru Malaysia

Metrobatam.com, Batam - Masyarakat Singapura ternyata masih memilih Johor Baru, Malaysia sebagai destinasi akhir pekan mereka. Hal ini terlihat dari banyaknya wisatawan Singapura yang...

Curhat Jemaah First Travel di DPR: Uang Habis hingga Ibu Meninggal

Metrobatam, Jakarta - Korban jemaah umrah First Travel mengadu ke Komisi VIII DPR. Korban mengadu dengan kerugian yang bervariasi bahkan ada keluarganya yang meninggal...

Ketua MUI: Indonesia Bukan Darul Islam

Metrobatam, Jakarta - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'aruf Amin menyata0kan bahwa Indonesia adalah negara kesepakatan dari berbagai golongan masyarakat, hingga akhirnya merdeka...