Polisi Pemiliki Rekening Gendut Kabur Lagi, Begini Kronologinya

    134

    labora

    Metrobatam.com, Jakarta – Anggota polisi terpidana kasus pembalakan liar dan pencucian uang, Labora Sitorus, dikabarkan melarikan diri saat akan dieksekusi pindah dari Lapas Sorong, Papua ke Lapas Cipinang, Jakarta.

    “Kami mau ambil ke rumahnya di Kecamatan Tampak Garam, Sorong. Saat sudah mau menangkap, eh dia nggak di lokasi,” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan, I Wayan Kusmiantha Dusak saat dihubungi, Jumat, 4 Maret 2016.

    Menurut Wayan, saat hendak akan menangkap pemilik rekening gendut dengan total transaksi Rp 1,5 triliun itu, petugas cukup kesulitan karena adanya penjagaan dari masyarakat setempat yang mendukung Labora.

    “Di depan rumahnya juga ditutupi dengan kayu-kayu serta satu truk kontainer besar,” katanya. Menurut Wayan, ada dua tim yang diturunkan untuk eksekusi perpindahan, namun sayang Labora sudah tak ada di kediamannya.

    Wayan mengatakan hingga saat ini Polisi, TNI, dan petugas Lapas masih mencari Labora di sekitar rumahnya yang berada dekat dengan dermaga. “Asumsi pertama kami, dia disembunyikan di sekitar cottage-cottage dan kabur lewat atau sekitar situ,” katanya.

    Sebelumnya, Labora menolak dieksekusi lantaran telah menerima surat pembebasan. Setelah melakukan penyidikan, Mabes Polri memblokir 60 rekening miliknya. Rekening itu sebagian atas nama Labora Sitorus, sebagian lagi bukan atas namanya.

    Akibat perbuatannya itu, Labora Sitorus divonis Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Sorong 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta pada akhir 2013. Dia hanya terbukti melakukan pembalakan hutan liar dan penimbunan bahan bakar minyak. Sedangkan dakwaan lain, yaitu tindak pidana pencucian uang, tak terbukti.

    Namun Kejaksaan Tinggi Papua melakukan banding dan diputus 8 tahun penjara dan denda Rp 50 juta di Pengadilan Tinggi Papua. Vonis itu lebih tinggi dari putusan Pengadilan Tipikor Sorong. Pengadilan Tinggi Papua menyatakan Labora terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang.

    Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada Labora karena pembalakan liar, penimbunan bahan bakar minyak secara ilegal, dan pencucian uang. Aset perusahaan milik Labora Sitorus akan dieksekusi Kejaksaan Negeri Sorong sebagai barang bukti. Namun Labora menggugat karena menilai eksekusi tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

    Sumber Tempo.co

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Asap Membubung, Ini Penampakan Hutan Terbakar di Riau

    Metrobatam, Pekanbaru - Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau sudah mencapai 600-an hektare. Inilah penampakan sejumlah kawasan terbakar di Bumi Lancang Kuning...

    Giliran 8 Pengemudi Grab Pengantar ‘Tuyul’ di Medan Ditangkap

    Metrobatam, Medan - Polisi menangkap sindikat pengemudi Grab yang menjemput dan mengantarkan penumpang fiktif atau yang disebut 'tuyul'. Total uang yang bisa mereka raup...

    Sutiyoso Yakin Ada Operator Aksi ‘Orang Gila’ Serang Ulama

    Metrobatam, Jakarta - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara Sutiyoso yakin ada operator dalam insiden penyerangan pada tokoh agama oleh orang-orang yang diduga mengalami gangguan...

    Primkopal Lantamal IV Adakan RAPJ Tahun Buku 2017

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Primer Koperasi Angkatan Laut (Primkopal) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang melaksanakan Rapat Anggota Pertanggungjawaban (RAPJ) Tahun buku 2017 di...

    Puluhan Anggota IWO Mundur dan Pilih Masuk AJO Indonesia

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Musyawarah Daerah (Musda) Aliansi Jurnalistik Online (AJO) Indonesia Kepri berakhir dengan penandatanganan dan pengunduran diri dari beberapa anggota Organisasi Ikatan Wartawan...

    Bupati Bintan Ajak Masyarakat Gotong Royong

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos meninjau langsung sejumlah titik daerah kegiatan Gotong Royong di Kecamatan Bintan Timur, Kamis (22/2). Kegiatan Gotong...

    DPRD Bintan Sahkan Perubahan Perda Nomor 9 Tahun 2012 dan Perda Nomor 7...

    Metrobatam.com, Bintan - Untuk peningkatan pelayanan di Pemerintahan Kabupaten Bintan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan mengesahkan perubahan Perda Nomor 9 Tahun 2012...

    Bupati Bintan Apresiasi Kinerja Bank BPR Bintan

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2017 Bank BPR Bintan di Kantor BPPPD Bintan...

    Tak Bantu Rizieq Pulang, Anies Disebut Kacang Lupa Kulit

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Progres 98 sekaligus pendiri Presidium Alumni (PA) 212 Faizal Assegaf menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga...

    ‘Mayoritas Akun Penyebar Ujaran Kebencian Partisan Parpol’

    Metrobatam, Jakarta - Aktivis Jaringan Gusdurian, Savic Ali, mengatakan bahwa sebagain besar unggahan yang bersifat ujaran kebencian dan kabar bohong atau hoaks berasal dari...

    Guru Penyebar Hoax Soal Megawati Minta Adzan Ditiadakan Ditangkap

    Metrobatam, Jakarta - Tim Subdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap penyebar berita hoax, Sandi Ferdian (34). Pelaku yang seorang guru itu menyebarkan...

    KPK Tegaskan Tak Ada Penangguhan Penahanan untuk Kampanye

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak ada penangguhan penahanan bagi para calon kepala daerah yang tengah ditahan oleh KPK demi memberi...
    BAGIKAN