Metrobatam, Jakarta – Pihak kepolisian menyatakan telah bekerjasama dengan PT Pos Indonesia untuk menghentikan sementara pendistribusian tabloid Indonesia Barokah. Hal itu dilakukan pihak kepolisian demi mencegah keresahan masyarakat.

“Khusus pendistribusian Tabloid Indonesia Barokah, baik yang ada di pondok pesantren, masjid-masjid yang ada di Jabar, Jateng, dan Jatim sudah bekerjasama dengan PT Pos Indonesia. Dari PT Pos Indonesia sudah sepakat di-hold (ditahan) kepada alamat-alamat yang sudah dituju,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetio di Mabes Polri, Senin (28/1).

Selain itu, kata Dedi, majalah yang sudah terlanjur didistribusikan, polisi telah melakukan imbauan kepada para pengurus masjid maupun pondok pesantren untuk tidak disebarluaskan.

“Semuanya di-hold dulu sehingga tidak ada pendistribusian, kan nanti akan multi interpretasi dari masyarakat, jadi kita sudah mengambil langkah-langkah progresif,” ujarnya.

Terkait berita soal dalang dibalik majalah Indonesia Barokah yang berasal dari kubu Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Dedi mengaku belum menerima laporan mengenai hal itu.

“Belum ada laporan secara spesifik mengenai itu, itu perlu pengkajian secara komprehensif,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dedi dan jajarannya perlu melakukan kajian yang mendalam untuk memutuskan siapa orang yang bertanggungjawab terhadap terbitnya majalah Indonesia Barokah.

Dalam hal ini, polisi bekerjasama dengan para ahli bahasa dan ahli hukum pidana untuk mengkaji narasi yang disampaikan oleh majalah Indonesia Barokah, untuk melihat apakah ada unsur pidana atau tidak.

Dedi juga menegaskan bahwa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah menyampaikan bahwa tidak ada unsur black campaign ataupun pelanggaran pidana pemilu yang ada di majalah Indonesia Barokah.

Indonesia Barokah beredar di sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Tabloid ini sempat menggegerkan karena dianggap menyudutkan salah satu calon.

Konten di dalam Indonesia Barokah memiliki tendensi terhadap Prabowo-Sandi. Salah satunya headline ‘Reuni 212: Kepentingan Umat atau Kepentingan Politik?’. Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi telah mengadukannya ke Dewan Pers dan kepolisian.

Moeldoko Dukung Pembakaran Indonesia Barokah

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku setuju dengan imbauan Wakil Presiden, sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla yang meminta seluruh pengurus masjid membakar Tabloid Indonesia Barokah bila menemukannya.

Moeldoko menyatakan peredaran tabloid yang bisa membuat gesekan di tengah masyarakat mesti dihindari. Menurut Moeldoko, keberadaan ‘Indonesia Barokah’ bisa merusak iklim demokrasi.

“Saya pikir memang hal-hal yang bisa menimbulkan apa itu percikan-percikan, gesekan-gesekan, emosi itu supaya dihindari, harus dihilangkan karena kurang bagus dalam iklim demokrasi,” kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (28/1).

Mantan Panglima TNI itu menyebut penerbitan dan peredaran ‘Indonesia Barokah’ perlu diusut. Moeldoko menyatakan pemerintah tak menginginkan kehidupan demokrasi diwarnai oleh upaya menyebarluaskan berita yang dinilai menyudutkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Kita bangun demokrasi dengan akal sehat, dengan cara-cara yang bermartabat, karena cara-cara yang seperti itu tidak bagus untuk perkembangan demokrasi ke depan,” kata dia.

Moeldoko menyerahkan kepada pihak kepolisian mengusut pembuat tabloid yang sudah beredar di sejumlah wilayah. Dia tak ingin kemunculan tabloid tersebut menjadi ajang saling tuding antara dua kubu yang bertarung di pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

“Aparat penegak hukum harus melakukan langkah-langkah agar tidak ada kecurigaan yang berujung pada saling (tuding), nggak sehat lah,” ujarnya.

Sebelumnya, JK memerintahkan kepada seluruh pengurus masjid yang telah menerima Tabloid Indonesia Barokah untuk segera membakar tabloid tersebut.

JK juga telah memerintahkan pengurus DMI di daerah untuk mengimbau kepada masjid-masjid supaya tidak mendistribusikan Tabloid Indonesia Barokah kepada masyarakat. Tabloid Indonesia Barokah beredar di berbagai wilayah di Indonesia. Tabloid tersebut umumnya ditemui di masjid-masjid.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sudah melaporkan Indonesia Barokah ke kepolisian dan Dewan Pers. Mereka menganggap tabloid tersebut sangat menyudutkan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Direktur Materi dan Debat BPN, Sudirman Said menduga peredaran Tabloid Indonesia Barokah dilakukan secara sistematis oleh orang yang memiliki dana besar. Dia pun memastikan tabloid itu bukan dibuat oleh pihaknya karena beberapa artikelnya menyudutkan capres-cawapres yang mereka usung.

Penyebaran ‘Indonesia Barokah’.

Sejauh ini, Dewan Pers sudah melakukan investigasi terhadap alamat yang tercantum di tabloid tersebut. Namun, hasilnya nihil. Alamat tersebut diduga fiktif karena tim Dewan Pers yang terjun ke lokasi tidak menemukan kantor redaksi.

Perihal isi, Dewan Pers juga menyebut Tabloid Indonesia Barokah memuat tulisan-tulisan yang bersifat opini dan menghakimi salah satu paslon. Konten yang dimuat juga bukan hasil peliputan, melainkan mengambil sejumlah berita yang sudah tayang sebelumnya di media lain.

Sementara itu, Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Aria Bima menyatakan peredaran Tabloid Indonesia Barokah bukan berasal dari kubunya. Dia menegaskan kampanye dengan menyebarkan selebaran atau tabloid bukan cara mereka.

Dari Surakarta, Jawa Tengah, Kantor Pos Besar Gladak Surakarta dilaporkan masih menahan sekitar 550 sampul kiriman Tabloid Indonesia Barokah. Penahanan dilakukan sesuai instruksi dari PT Kantor Pos Indonesia.

“Kiriman tabloid ini tidak kami antar dulu,” kata Wakil Kepala Kantor Pos Besar Gladak Surakarta Zaenal Alamsyah, di Solo, Senin.

Ia mengatakan alamat penerima tersebut tersebar di beberapa masjid di Soloraya sesuai dengan wilayah kerja Kantor Pos Besar Gladak, di antaranya Klaten, Boyolali, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, dan Solo.

Kepala Kantor Pos Besar Gladak Surakarta Eko Sumaryanto mengatakan Kantor Pos Indonesia secara umum tidak mengetahui isi, tujuan, dan konten kiriman. Ia mengatakan sejauh ini manajemen Kantor Pos Surakarta masih menunggu arahan lebih lanjut, baik dari Kantor Pos pusat maupun regional.

“Untuk sementara kami tidak boleh menyerahkan kiriman ke alamat penerima di Solo. Bukan berarti ini tidak melaksanakan mekanisme kerja tetapi lebih ke kepatuhan,” katanya.

Sehari sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Timur juga menyita ribuan eksemplar Tabloid Indonesia Barokah di sejumlah daerah di Jawa Timur. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan penyitaan itu adalah langkah pencegahan agar masyarakat tidak terpapar informasi dan konten Indonesia Barokah terlalu jauh.

“Banyak sudah yang kami temukan. Kalau dibuka semuanya ya jumlahnya ribuan. Ada dari berbagai daerah di Jawa Timur, di Pasuruan, di Mojokerto, semuanya sudah kami sita,” kata Barung, Sabtu (26/1).

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menyesalkan penerbit tabloid ‘Indonesia Barokah’ mencantumkan alamat fiktif. Dia meminta pembuat tabloid itu bersikap gentle.

“Apa pun namanya, sebaiknya alamatnya jangan fiktiflah. Alamat yang dimaksud tidak ada, lebih gentle, supaya tidak dianggap sebagai penyebar hoax,” kata Muzani di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/1/2019).

Namun, Muzani yakin pihak berwenang bisa mengungkap Tabloid Indonesia Barokah. Apalagi, bukti fisik, disebutnya nyata di depan mata.

“Saya kira gampang. Intinya kan wong sekarang ini apalagi dalam bentuk cetak. Dalam bentuk ini saja (digital) sudah bisa di-trace. Kira-kira seperti itu,” ujarnya.

Nama Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Ipang Wahid diseret dalam polemik penerbitan Tabloid Indonesia Barokah. Muzani enggan berspekulasi.

“Saya belum dapat penjelasan dari kawan-kawan yang melakukan penelurusan,” ucap Muzani. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kala Said Aqil Ungkit Ahmad Dhani Berlindung ke NU Saat Diancam FPI

Metrobatam, Jakarta - Politikus Partai Gerindra Ahmad Dhani menuliskan jenis-jenis Nahdlatul Ulama (NU) dalam sebuah surat. Ketum PBNU Said Aqil Siradj menyebut Dhani tak...

Bareskrim Sita 30 Kg Sabu, Polda Sumut Amankan 55 Kg

Metrobatam, Jakarta - Bareskrim Polri mengungkap penyelundupan sabu seberat 30 kilogram dari Malaysia dengan modus pengiriman paket lampu downlight. Sementara, Polda Sumatera Utara menyita...

Jokowi soal Jalan 191.000 Km: Tak Percaya, Ukur Sendiri

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan pembangunan jalan desa telah mencapai 191 ribu kilometer (km) terhitung hingga akhir tahun 2018. Pembangunan...

Pensiunan TNI AL Dibunuh saat Menagih Utang

Metrobatam, Tanjungpinang - Isak tangis mewarnai penyerahan jasad Arnold Tambunan (60), pensiunan TNI Angkatan Laut (AL) yang dibunuh saat menagih utang. Polres Tanjungpinang menyerahkan...

Fokus ke Ibu Ani, SBY Disebut Tak Tanggapi Debat Capres

Metrobatam, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan bahwa Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak bicara banyak mengenai debat...

Kawanan Gajah Masuki Pemukiman Warga Pekanbaru, Petugas Bunyikan Petasan

Metrobatam, Pekanbaru - Kawanan Gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus) kembali memasuki pemukiman di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Riau. Gajah-gajah tersebut memakan hasil pertanian milik warga. Kepala...

Terungkap! Sejarah Prabowo Kuasai Lahan 120 Ribu Hektare di Aceh

Metrobatam, Aceh - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aceh, Syahrial, mengatakan PT Tusam Hutani Lestari diambil alih Prabowo Subianto pada saat Indonesia dalam...

PSSI Akan Gelar KLB, Ini 5 Kandidat Ketum yang Ramai Dibicarakan

Metrobatam, Jakarta - PSSI akan mengadakan Kongres Luar Biasa yang nantinya berujung pada pemilihan ketua umum yang baru. Lalu, siapa saja calon PSSI-1 yang...

Diduga Cinta Segitiga, Siti Aniaya Tetangga hingga Babak Belur

Metrobatam, Kotawaringin - Nahas dialami Nila Wati (43), warga Jalan Trans Kotawaringin Kelurahan Baru Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng. Nila...

Kritik JK Soal MRT Jakarta: Kita Terlambat Bangun

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) terlambat. Mestinya, kata dia, moda transportasi itu dibangun pada dekade 1990-an. Hal...

4 Pembangkit PLN Pakai 100% Minyak Sawit Tahun Ini

Metrobatam, Jakarta - PT PLN (Persero) akan mengganti sumber energi untuk empat pembangkit listriknya dengan 100% minyak sawit (crude palm oil/CPO). Keempat pembangkit listrik...

10 Hoax Kesehatan yang Sering Beredar di Whatsapp dan Facebook

Metrobatam, Jakarta - Whatsapp dan Facebook sering jadi aplikasi yang digunakan orang-orang untuk bertukar informasi. Di dalamnya sering juga muncul hoax-hoax kesehatan. Bagaimana cara supaya...