Polisi Tangkap 12 Relawan Penolak Bandara Kulon Progo

Metrobatam, Jakarta – Proses pengosongan rumah warga di Desa Palihan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Selasa (5/12) pagi diwarnai oleh aksi penangkapan terhadap sedikitnya 12 orang oleh aparat dari Polres Kulon Progo.

Warga menolak rumahnya digusur untuk dibangun Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) atau Bandara Kulon Progo. Sementara 12 orang yang ditangkap oleh polisi adalah para relawan yang ikut mendukung sikap warga tersebut.

“Saya tidak tahu angka pastinya. Mungkin sekitar 12 atau 13 orang yang ditangkap. Mereka semua relawan,” kata Ustaz Sofyan, Koordinator Paguyuban Warga Penolak Penggusuran Kulon Progo (PWPP-KP), saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Upaya pengosongan rumah warga telah dilakukan sejak 27 November oleh pihak Angkasa Pura I selaku operator proyek didampingi kepolisian. Masih ada puluhan aset, baik rumah maupun lahan yang dimiliki warga penolak bandara.

Pihak AP I mendasarkan pengosongan rumah itu pada putusan Pengadilan Negeri Wates tentang ganti rugi rumah milik warga melalui proses konsinyasi. Sementara warga memandang konsinyasi tidak sah karena ada mekanisme yang belum dilakukan oleh AP I.

Dalam prosesnya, upaya pengosongan rumah warga kerap diwarnai kericuhan antara aparat keamanan dengan warga yang masih memilih bertahan di rumah masing-masing.

Hari ini, misalnya, pengosongan rumah warga diwarnai penangkapan terhadap belasan relawan dan bentrokan warga dengan aparat.

Kata Sofyan, bentrokan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, ketika polisi berusaha mengosongkan sejumlah rumah warga Desa Palihan. Akibat bentrok tersebut sejumlah warga mengalami luka memar.

“Sampai saat ini kondisinya masih mencekam. Tapi kami tetap bertahan di rumah kami,” ujarnya.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto mengonfirmasi mereka yang ditangkap berjumlah 12 orang. Semuanya berstatus mahasiswa yang saat kejadian ikut mendampingi warga penolak pembangunan bandara.

“Di lapangan mereka memprovokasi warga, menghalangi alat yang dipakai oleh Angkasa Pura,” kata Yulianto kepada CNNIndonesia.com.

Saat ini, 12 mahasiswa itu masih diamankan di Polres Kulon Progo untuk dimintai keterangan. Yulianto belum bisa memastikan apakah akan memproses mereka secara hukum atau memulangkannya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa Apresiasi Halal Bi Halal Warga Punggowo

Metrobatam.com , Batam - Anggota DPR RI Fraksi Partai PDIP, Dwi Ria Latifa mengapresiasi atas pelaksanaan halal bi halal Keluarga besar Punggowo Kota Batam...

Ocarina Batam Fasilitas Segala Permainan dan Hiburan Nyaman Sambil Mengadakan Gebyar Undian Hadiah Pemenang

Metrobatam.com - Batam Agus supryanto general manager ocarina menerangkan "dengan adanya memumumkan gebyar mega wisata new ocarina sudah ada pemenang nya, pemenang hasil undian...

Lantamal IV Gagalkan Penyeludupan TKI Ilegal ke Malaysia

Metrobatam.com - Tanjungpinang, 14 Juli 2018,…. Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angakatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang kembali menangkap 12 Tenaga Kerja...

Penindakan Satwa Dan Tumbuhan Kpu Bea Dan Cukai Tipe B Batam

Metrobatam.com - Batam Batam, KPU BC Batam konferensi pers kepada awak media mengenai hasil tindakan satwa dan tumbuhan, Jumat (13/07). Susila Brata Kepala Kantor KPU BC...

Hanura: Yang Sering Komporin Masyarakat Amien Rais

Metrobatam, Jakarta - Presiden Jokowi menilai ada 'politikus kompor' yang memanas-manasi suasana politik jelang pemilu 2019. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebutkan...

Geledah 5 Lokasi, KPK Sita Dokumen Keuangan Proyek PLTU Riau

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total menggeledah lima tempat terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat Wakil Ketua DPR Komisi...

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Pembantaian Ratusan Buaya di Sorong

Metrobatam, Jakarta - Polisi akan memeriksa sejumlah saksi terkait pembantaian terhadap 292 ekor buaya di penangkaran milik CV. Mitra Lestari Abadi, Provinsi Papua Barat....

Bagikan Bahan Pakaian untuk Menangkan Cagub Riau, Timses Ini Dibui

Metrobatam, Pekanbaru - Pihak Sentra Gakkumdu (Penegagakan Hukum Terpadu) Provinsi Riau memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap warga berinisial DS. Pria tersebut ditahan karena diduga...

Modric: Tak Ada Penyesalan, Kroasia Lebih Baik dari Prancis

Moskow - Luka Modric berpendapat bahwa Kroasia bisa bangga sekalipun dikalahkan Prancis di final Piala Dunia 2018. Kroasia bermain lebih baik sekalipun gagal juara. Kroasia...

Wakapolri Klaim Punya Alat Canggih Tangkal Terorisme

Metrobatam, Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan saat ini Polri telah memiliki alat canggih guna menangkal aksi terorisme di Indonesia. Menurutnya, saat ini Polri...

Keluarga Lalu Zohri Tak Pernah Menolak Renovasi Rumah

Metrobatam, Jakarta - Kakak kandung Lalu Muhammad Zohri, Baiq Fazila, menyangkal jika keluarganya menolak bantuan renovasi rumah mereka di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pihaknya...

Pertimbangan PD Merapat ke Jokowi, Cawapres Harus Bersahabat

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat (PD) menanti pengumuman dari Presiden Joko Widodo untuk menentukan siapa sosok cawapresnya di Pilpres 2019. Sosok cawapres Jokowi akan...
BAGIKAN