Politikus PKS Yudi Widiana Didakwa Terima Suap Rp 11,1 Miliar

Metrobatam, Jakarta – Anggota DPR Yudi Widiana Adia didakwa menerima uang suap sebesar Rp 4 miliar dari komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng. Uang tersebut untuk program aspirasi proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara Tahun Anggaran 2015.

“Telah menerima atau turut serta melakukan perbuatan yang menerima hadiah yaitu berupa uang sejumlah Rp 2 miliar dan uang Rp 2 miliar dari So Kok Seng alias Aseng selaku komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya,” kata jaksa pada KPK Iskandar saat sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Rabu (6/12).

Selain itu, jaksa mendakwa Yudi Widiana menerima uang suap Rp 2,5 miliar, USD 214 ribu (kurs rupiah Rp 2,8 miliar) dan USD 140 ribu (kurs rupiah Rp 1,8 miliar dari Aseng). Uang itu juga untuk untuk program aspirasi proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara Tahun Anggaran 2016. Sehingga total uang suap yang diterima Yudi yang merupakan Politikus PKS itu adalah Rp 11,1 miliar.

“Telah menerima atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang dipandang sebagai perbuatan sendiri-sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan yang menerima hadiah atau janji Rp 2,5 miliar dan uang USD 214.300 serta USD 140.000 dari So Kok Seng alias Aseng selaku komisaris PT Cahaya Mas Perkasa,” lanjut jaksa.

Jaksa menyatakan Yudi selaku Wakil Ketua Komisi V DPR saat itu mengajukan usulan program aspirasi kepada Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR untuk dimasukan dalam DIPA Kementerian PUPR. Kemudian, Yudi meminta anggota DPRD Kota Bekasi M Kurniawan Eka Nugraha menghubungi Aseng untuk menyerahkan nama kegiatan menjadi program aspirasi.

“Terdakwa (Yudi Widiana) menerima penyampaian dari Kurniawan perihal nama kegiatan beserta nilai proyek yang diberikan Aseng. Kemudian Yudi memerintahkan Kurniawan untuk menyerahkan nama kegiatan beserta nilai proyek tersebut sebagai usulan program aspirasi milik Yudi ke Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR yakni pembangunan jalan Pasahari-Kobisonta Rp 50 miliar, pelebaran jalan Kobisonta-Pasahari Rp 50 miliar dan pelebaran jalan Kobisonta-Bonggol Bula Rp 40,5 miliar,” jelas jaksa.

Pada bulan Oktober 2015, jaksa menyatakan Yudi memerintahkan Kurniawan untuk menanyakan perihal komitmen fee dalam proyek tersebut kepada Aseng. Lalu Kurniawan meminta Aseng menyelesaikan feekomitmen tersebut kepada Paroli alias Asep.

“Kurniawan kemudian melakukan komunikasi dengan Aseng membahas realisasi pembayaran uang muka komitmen fee program aspirasi Yudi sekitar Rp 7 miliar merupakan 5% dari nilai anggaran Rp 140 miliar dari tiga proyek,” kata jaksa.

Atas permintaan komitmen fee, jaksa menyatakan Yudi beberapa kali menerima uang dari Aseng melalui Kurniawan. Pertama Yudi menerima uang Rp 4 miliar dari Aseng melalui Kurniawan di Hotel Cikini, Jakarta pada bulan Mei 2015.

Kedua, Yudi menerima uang Rp 2,5 miliar di Hotel Ibis, Jakarta yang dimasukkan dalam koper warna merah pada bulan Desember 2015. “Kemudian Kurniawan menghubungi Asep bertemu di Pom bensin Tol Bekasi Barat menyerahkan uang Rp 2,5 miliar agar diserahkan kepada Yudi,” jelas jaksa.

Selanjutnya, jaksa mengatakan Kurniawan bertemu dengan Aseng di Hotel Manies Ambon untuk menerima uang Rp 3 miliar. Uang itu diberikan untuk Ustara. Setelah itu, Aseng menyerahkan uang sejumlah USD 214.300 dan parfum merk Hermes serta jam tangan Panerai kepada Yudi melalui Kurniawan.

“Di lobby Surabaya Suites Hotel, Kurniawan menerima uang USD 140.000 dari Aseng untuk terdakwa Yudi,” kata jaksa.

Atas perbuatannya, jaksa mendakwa Yudi Pasal 12 huruf a UU Tipikor sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 atas UU nomo 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana juncto Pasal 65 ayat (1) KUHPidana. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa Apresiasi Halal Bi Halal Warga Punggowo

Metrobatam.com , Batam - Anggota DPR RI Fraksi Partai PDIP, Dwi Ria Latifa mengapresiasi atas pelaksanaan halal bi halal Keluarga besar Punggowo Kota Batam...

Ocarina Batam Fasilitas Segala Permainan dan Hiburan Nyaman Sambil Mengadakan Gebyar Undian Hadiah Pemenang

Metrobatam.com - Batam Agus supryanto general manager ocarina menerangkan "dengan adanya memumumkan gebyar mega wisata new ocarina sudah ada pemenang nya, pemenang hasil undian...

Lantamal IV Gagalkan Penyeludupan TKI Ilegal ke Malaysia

Metrobatam.com - Tanjungpinang, 14 Juli 2018,…. Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angakatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang kembali menangkap 12 Tenaga Kerja...

Penindakan Satwa Dan Tumbuhan Kpu Bea Dan Cukai Tipe B Batam

Metrobatam.com - Batam Batam, KPU BC Batam konferensi pers kepada awak media mengenai hasil tindakan satwa dan tumbuhan, Jumat (13/07). Susila Brata Kepala Kantor KPU BC...

Hanura: Yang Sering Komporin Masyarakat Amien Rais

Metrobatam, Jakarta - Presiden Jokowi menilai ada 'politikus kompor' yang memanas-manasi suasana politik jelang pemilu 2019. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebutkan...

Geledah 5 Lokasi, KPK Sita Dokumen Keuangan Proyek PLTU Riau

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total menggeledah lima tempat terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat Wakil Ketua DPR Komisi...

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Pembantaian Ratusan Buaya di Sorong

Metrobatam, Jakarta - Polisi akan memeriksa sejumlah saksi terkait pembantaian terhadap 292 ekor buaya di penangkaran milik CV. Mitra Lestari Abadi, Provinsi Papua Barat....

Bagikan Bahan Pakaian untuk Menangkan Cagub Riau, Timses Ini Dibui

Metrobatam, Pekanbaru - Pihak Sentra Gakkumdu (Penegagakan Hukum Terpadu) Provinsi Riau memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap warga berinisial DS. Pria tersebut ditahan karena diduga...

Modric: Tak Ada Penyesalan, Kroasia Lebih Baik dari Prancis

Moskow - Luka Modric berpendapat bahwa Kroasia bisa bangga sekalipun dikalahkan Prancis di final Piala Dunia 2018. Kroasia bermain lebih baik sekalipun gagal juara. Kroasia...

Wakapolri Klaim Punya Alat Canggih Tangkal Terorisme

Metrobatam, Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan saat ini Polri telah memiliki alat canggih guna menangkal aksi terorisme di Indonesia. Menurutnya, saat ini Polri...

Keluarga Lalu Zohri Tak Pernah Menolak Renovasi Rumah

Metrobatam, Jakarta - Kakak kandung Lalu Muhammad Zohri, Baiq Fazila, menyangkal jika keluarganya menolak bantuan renovasi rumah mereka di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pihaknya...

Pertimbangan PD Merapat ke Jokowi, Cawapres Harus Bersahabat

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat (PD) menanti pengumuman dari Presiden Joko Widodo untuk menentukan siapa sosok cawapresnya di Pilpres 2019. Sosok cawapres Jokowi akan...
BAGIKAN