Polri Kirim Data Ormas Anti-Pancasila, Ada 336 Tersangka Terorisme

1939

Metrobata, Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian menyatakan Polri telah mengantongi data organisasi kemasyarakatan (Ormas) anti-Pancasila ke Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Penyerahan ini terkait telah terbitnya Perppu tentang Organisasi Kemasyarakatan.

“Data-datanya sudah kami sampaikan ke Pak Menko (Polhukam),” ujar Tito kepada awak media di bilangan Pancoran, Jakarta, Minggu (16/7).

Pendataan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi lintas institusi, yakni Badan Intelijen Negara (BIN), TNI, dan Kejaksaan Agung. Tito menyatakan, Polri mendukung penuh pelaksanaan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas tersebut.

Menurutnya penegakan nilai-nilai Pancasila dan NKRI seperti yang dituangkan Perppu tersebut tak bisa ditawar. “Saya pikir pembubaran ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila itu perlu,” imbuh Tito.

Tito berjanji, polisi akan mengambil tindakan hukum sesuai peraturan baru tersebut pada ormas yang dinilai melanggar. Ia tak memusingkan penolakan sejumlah kelompok pada perppu itu. Jenderal bintang empat itu menyebut prokontra merupakan hal biasa.

Pemerintah resmi menerbitkan Perppu nomor 2 tahun 2017, 10 Juli 2017. Menko Polhukam Wiranto menyebut Perppu diterbitkan karena Undang-undang No. 17 Tahun 2013 tentang Ormas tak bisa membendung Ormas yang memiliki ideologi yang bertentangan Pancasila.

Pengertian tentang ajaran dan tindakan yang bertentangan dengan Pancasila dirumuskan secara sempit dalam UU sebelumnya karena hanya terbatas pada ajaran Atheisme, Marxisme dan Leninisme.

Padahal sejarah Indonesia membuktikan bahwa ajaran-ajaran lain juga bisa menggantikan dan bertentangan dengan Pancasila. Lewat Perppu ini, pemerintah bakal leluasa membubarkan Ormas yang dianggap bertentangan dengan Pancasila.

Ada 336 Tersangka Terorisme

Tito juga menyebut ada 31 kasus terorisme sejak 2015 hingga Juni 2017, yang salah satunya adalah bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu. Dalam dua tahun ini sudah ada 336 tersangka kasus terorisme.

“Bom bunuh diri Kampung Melayu ada 15 orang ditangkap di Bima ada 3 orang. Jadi kalau kita lihat 336 tersangka sebagian besar dalam proses pencegahan dibandingkan penangkapan, tapi yang terekspos kalau yang sudah meledak,” ujar Tito saat raker dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/7).

Tito juga memaparkan semakin maraknya fenomena lone wolf terrorism dalam 2 tahun terakhir. Fenomena ini, dinilai Tito, berbeda dengan kasus bom Bali di awal tahun 2000.

“Selama 2 tahun terakhir terjadi lone wolf, mereka teradikalisasi melalui internet, ada online training cara menyerang, membuat bom dan lain-lain. Ini agak berbeda dengan fenomena bom Bali, ini sporadis,” tutur Tito.

Eks Kapolda Metro Jaya ini menambahkan, saat ini polisi kerap melakukan cyber patrol untuk mengawasi hal-hal yang mengancam keamanan negara.

“Melakukan langkah langkah untuk menekan sistem komunikasi mereka dan melakukan counter di dunia maya. Ini namnya perang di dunia maya, mereka melakukan cyber jihad, kita harus melakukan cyber counter terrorism,” tutupnya.(mb/detik)

HTI Kerahkan Massa

Hizbut Tahrir Indonesia berencana menggelar aksi secara besar-besaran di Patung Kuda, Jakarta besok siang, Selasa (18/7).

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan HTI terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No.2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang baru saja diterbitkan pemerintah. “Di Patung Kuda, besok hari Selasa Pukul 13.00,” ujar pengurus DPP HTI, Irwan Syaifulloh di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (17/7).

Ketua DPP HTI, Rokhmat Labib mengatakan sudah banyak elemen masyarakat dari berbagai daerah yang ingin melancarkan aksi untuk menolak Perppu Ormas.

“Kami lihat di media sosial sudah banyak yang ingin aksi di berbagai daerah,” kata Rahmat.

Rahmat menyerukan masyarakat bangkit untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Menurutnya, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah menasbihkan diri menjadi rezim yang represif, sehingga perlu ditentang oleh masyarakat.

“Saya kira mestinya bukan hanya HTI yang bangkit, tetapi seluruh rakyat yang terancam oleh rezim yang jelas-jelas diktator dan represif,” kata Rahmat.

Selain untuk menolak Perppu Ormas, kata Irwan, aksi yang akan dilancarkan besok juga untuk memberitahu kepada masyarakat bahwa Perppu Ormas mengandung hal-hal yang dapat memasung hak asasi.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami ancaman dari Perppu Ormas, Terutama bagi mereka yang merupakan anggota atau pengurus suatu ormas yang terancam hukuman pidana.

“Kalau mereka tahu ancaman penjara lima sampai 20 tahun hanya karena mereka ikut sebuah ormas tanpa ada kesalahan yang dilakukan, saya kira rakyat akan bangkit melakukan perlawanan,” kata Rahmat.

Pemerintah menerbitkan Perppu No. 2 tahun 2017 untuk menggantikan Undang-Undang No. 17 tahun 2013 tentang Ormas pada Rabu lalu (12/7).

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan Perppu dikeluarkan karena undang-undang yang lama cenderung menyulitkan pemerintah dalam menindaktegas ormas yang bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Aplikasi SiMantan Bagi ASN di Kabupaten Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Bintan meluncurkan Aplikasi SiMantan ( Sistem Informasi Manajemen ASN...

Ingat, Arab Saudi Larang Jemaah Foto dan Selfie di Depan Kakbah

Metrobatam, Jakarta - Fenomena banyaknya jemaah yang mengambil foto dan ber-selfie di depan Kakbah, Masjidil Haram, menjadi perhatian serius pemerintah Arab Saudi. Kini tindakan...

PK Korupsi Dikabulkan, MA Kurangi Hukuman Mantan Gubernur Riau Jadi 10 Tahun Bui

Metrobatam, Pekanbaru – Mahkamah Agung mengabulkan peninjauan kembali (PK) kasus korupsi PON XXVII Riau 2012 dan kehutanan yang dilakukan Rusli Zainal. Hukuman terhadap mantan...

Kemenag: Poligami Punya Syarat Ketat, Jangan untuk Ajak-ajak

Metrobatam, Jakarta - Dauroh Poligami Indonesia menggelar seminar 'Cara Kilat Mendapatkan 4 Istri', di mana para peserta seminar diharuskan membayar hingga Rp 5 juta....

Kecanduan Film Porno, Pria Ini Perkosa Anak Tiri Berulang Kali

Metrobatam, Pekalongan - Nur (55), warga Pekalongan ditangkap anggota Unit PPA Satreskrim Polres Pekalongan Kota karena memperkosa anak tirinya. Korban merupakan gadis keterbelakangan mental...

Kapal Pelni Jetliner Tabrak Kantor Syahbandar, KNKT Kirim Tim Selidiki Insiden

Metrobatam, Kendari - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi terkait Kapal Pelni raksasa Jetliner yang menabrak eks Kantor Syahbandar di Kawasan Teluk Kendari. Akibat...

Surabaya Diguyur Hujan Deras, Genangan Air Ada di Mana-mana

Metrobatam, Surabaya - Hujan deras mengguyur Kota Surabaya sejak pukul 10.30 WIB. Imbasnya, beberapa lokasi tergenang air hingga ketinggian sekitar 10-30 cm. Dari pantauan detikcom,...

Sejumlah Fraksi Desak Setya Novanto Dicopot, Golkar: Beliau Banyak Jasanya ke DPR

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah fraksi di DPR RI mendesak agar Setya Novanto mundur dari jabatan ketua karena statusnya kini sebagai tersangka kasus e-KTP dan...

Wakil Bupati Dimakzulkan dan Digugat Ayah Rp 13 M, Ini Kata DPRD

Metrobatam, Gorontalo - Wakil Bupati Gorontalo Fadli Hasan dimakzulkan Mahkamah Agung (MA) karena diduga melakukan tindak pidana korupsi. Di sisi lain, Fadli juga sedang...

Berbahasa Batak, Jokowi Resmikan Terminal Bandara Internasional Silangit

Metrobatam, Tapanuli Utara - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Terminal Bandara Internasional Silangit, Sumatera Utara. Jokowi meresmikan bandara ini dalam bahasa Batak. Peresmian berlangsung di...

Setara Institute: Panglima TNI Gemar Jadi Selebriti Politik

Metrobatam, Jakarta - Direkur Eksekutif Setara Institute, Hendardi mengatakan Jenderal Gatot Nurmantyo senang menjadi selebriti politik selama menjabat sebagai Panglima TNI. Pernyataan tersebut dituturkan Hendardi...

Dauroh Poligami Indonesia Gelar Seminar ‘Cara Cepat Dapat 4 Istri’, Investasi Rp 5 Juta

Jakarta - Muncul pesan di grup WhatsApp soal undangan seminar 'Cara Kilat Mendapatkan 4 Istri'. Para peserta pria yang akan ikut seminar diharuskan investasi...
BAGIKAN