Polri Kirim Data Ormas Anti-Pancasila, Ada 336 Tersangka Terorisme

1948

Metrobata, Jakarta – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian menyatakan Polri telah mengantongi data organisasi kemasyarakatan (Ormas) anti-Pancasila ke Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Penyerahan ini terkait telah terbitnya Perppu tentang Organisasi Kemasyarakatan.

“Data-datanya sudah kami sampaikan ke Pak Menko (Polhukam),” ujar Tito kepada awak media di bilangan Pancoran, Jakarta, Minggu (16/7).

Pendataan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi lintas institusi, yakni Badan Intelijen Negara (BIN), TNI, dan Kejaksaan Agung. Tito menyatakan, Polri mendukung penuh pelaksanaan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Ormas tersebut.

Menurutnya penegakan nilai-nilai Pancasila dan NKRI seperti yang dituangkan Perppu tersebut tak bisa ditawar. “Saya pikir pembubaran ormas-ormas yang bertentangan dengan Pancasila itu perlu,” imbuh Tito.

Tito berjanji, polisi akan mengambil tindakan hukum sesuai peraturan baru tersebut pada ormas yang dinilai melanggar. Ia tak memusingkan penolakan sejumlah kelompok pada perppu itu. Jenderal bintang empat itu menyebut prokontra merupakan hal biasa.

Pemerintah resmi menerbitkan Perppu nomor 2 tahun 2017, 10 Juli 2017. Menko Polhukam Wiranto menyebut Perppu diterbitkan karena Undang-undang No. 17 Tahun 2013 tentang Ormas tak bisa membendung Ormas yang memiliki ideologi yang bertentangan Pancasila.

Pengertian tentang ajaran dan tindakan yang bertentangan dengan Pancasila dirumuskan secara sempit dalam UU sebelumnya karena hanya terbatas pada ajaran Atheisme, Marxisme dan Leninisme.

Padahal sejarah Indonesia membuktikan bahwa ajaran-ajaran lain juga bisa menggantikan dan bertentangan dengan Pancasila. Lewat Perppu ini, pemerintah bakal leluasa membubarkan Ormas yang dianggap bertentangan dengan Pancasila.

Ada 336 Tersangka Terorisme

Tito juga menyebut ada 31 kasus terorisme sejak 2015 hingga Juni 2017, yang salah satunya adalah bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu. Dalam dua tahun ini sudah ada 336 tersangka kasus terorisme.

“Bom bunuh diri Kampung Melayu ada 15 orang ditangkap di Bima ada 3 orang. Jadi kalau kita lihat 336 tersangka sebagian besar dalam proses pencegahan dibandingkan penangkapan, tapi yang terekspos kalau yang sudah meledak,” ujar Tito saat raker dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (17/7).

Tito juga memaparkan semakin maraknya fenomena lone wolf terrorism dalam 2 tahun terakhir. Fenomena ini, dinilai Tito, berbeda dengan kasus bom Bali di awal tahun 2000.

“Selama 2 tahun terakhir terjadi lone wolf, mereka teradikalisasi melalui internet, ada online training cara menyerang, membuat bom dan lain-lain. Ini agak berbeda dengan fenomena bom Bali, ini sporadis,” tutur Tito.

Eks Kapolda Metro Jaya ini menambahkan, saat ini polisi kerap melakukan cyber patrol untuk mengawasi hal-hal yang mengancam keamanan negara.

“Melakukan langkah langkah untuk menekan sistem komunikasi mereka dan melakukan counter di dunia maya. Ini namnya perang di dunia maya, mereka melakukan cyber jihad, kita harus melakukan cyber counter terrorism,” tutupnya.(mb/detik)

HTI Kerahkan Massa

Hizbut Tahrir Indonesia berencana menggelar aksi secara besar-besaran di Patung Kuda, Jakarta besok siang, Selasa (18/7).

Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan HTI terhadap Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No.2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan yang baru saja diterbitkan pemerintah. “Di Patung Kuda, besok hari Selasa Pukul 13.00,” ujar pengurus DPP HTI, Irwan Syaifulloh di kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (17/7).

Ketua DPP HTI, Rokhmat Labib mengatakan sudah banyak elemen masyarakat dari berbagai daerah yang ingin melancarkan aksi untuk menolak Perppu Ormas.

“Kami lihat di media sosial sudah banyak yang ingin aksi di berbagai daerah,” kata Rahmat.

Rahmat menyerukan masyarakat bangkit untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Menurutnya, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla telah menasbihkan diri menjadi rezim yang represif, sehingga perlu ditentang oleh masyarakat.

“Saya kira mestinya bukan hanya HTI yang bangkit, tetapi seluruh rakyat yang terancam oleh rezim yang jelas-jelas diktator dan represif,” kata Rahmat.

Selain untuk menolak Perppu Ormas, kata Irwan, aksi yang akan dilancarkan besok juga untuk memberitahu kepada masyarakat bahwa Perppu Ormas mengandung hal-hal yang dapat memasung hak asasi.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami ancaman dari Perppu Ormas, Terutama bagi mereka yang merupakan anggota atau pengurus suatu ormas yang terancam hukuman pidana.

“Kalau mereka tahu ancaman penjara lima sampai 20 tahun hanya karena mereka ikut sebuah ormas tanpa ada kesalahan yang dilakukan, saya kira rakyat akan bangkit melakukan perlawanan,” kata Rahmat.

Pemerintah menerbitkan Perppu No. 2 tahun 2017 untuk menggantikan Undang-Undang No. 17 tahun 2013 tentang Ormas pada Rabu lalu (12/7).

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan Perppu dikeluarkan karena undang-undang yang lama cenderung menyulitkan pemerintah dalam menindaktegas ormas yang bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pelantikan Pengurus IOF Pengcab Batam dan Tanjungpinang Periode 2018-2022

Metrobatam.com, Batam - Pelantikan pengurus Indonesia Off-Road Federation Pengcab Batam-Pengcab Tanjung Pinang di Hotel Planet Holiday, Sabtu (21/04/2018). Askar Kartiwa Ketua Umum PP IOF menerangkan,...

Isu Kudeta, Fakta Dibalik Rentetan Tembakan di Istana Arab Saudi

Riyadh - Sejumlah saksi mata yang berada di dekat Istana Arab Saudi mendengar rentetan tembakan di dalam kompleks istana. Kemudian suara tembakan ini dikaitkan...

Presiden PKS Buka Kemungkinan Usung Capres Selain Prabowo

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka kemungkinan mengusung calon presiden (capres) selain Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan saat...

Dilarang SBY Bicara, Roy Suryo Sebut Pembocor Info Berbahaya

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo membenarkan kabar bahwa Ketua Umum Partai Demokat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melarangnya untuk berbicara...

Kapal Tenggelam, Wakapolres Pelabuhanbatu Hilang

Metrobatam, Medan - Terjadi kecelakaan speed board (perahu) yang mengangkut rombongan personel Polri di Sungai Berombang, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara pada Sabtu 21 April...

Bantai Sevila 5 – 0, Barcelona Juara Copa del Rey

Madrid - Barcelona tak kesulitan meraih gelar juara Copa del Rey musim ini. Menghadapi Sevilla di final, Blaugrana menang amat telak: 5-0! Laga final Copa...

Ketum PPP: Secara Rasional AHY Lebih Pilih Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum PPP Romahurmuziy menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih baik bersama Joko Widodo dalam Pilpres 2019. Romahurmuziy menyebut ini sebagai...

Bandung Banjir, Tim Diskar PB Evakuasi Mobil yang Terjebak

Metrobatam, Bandung - Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung sejak Sabtu (21/4) sore kembali membuat sejumlah ruas jalan terendam banjir Cileuncang. Dinas Kebakaran dan...

Menteri Yohana Sebut Jokowi Setujui Perppu Cegah Kawin Dini

Metrobatam,Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan Presiden Joko Widodo menyetujui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Pencegahan Perkawinan Anak. "Jadi...

Ancam Penyidik, Brigjen Gadungan Ditangkap di Banten

Metrobatam, Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang pria berinisial A yang berpura-pura menjadi Brigadir Jenderal setelah melakukan pengancaman terhadap penyidik yang menangani...

Belasan Gajah Rusak Rumah Warga Lampung

Metrobatam, Tanggamus - Belasan gajah liar masuk ke permukiman warga di Pekon (Kampung) Gunungdoh, Kecamatan Bandarnegeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, dan merusak rumah...

Ditekuk Tim Juru Kunci, Performa Milan Memalukan

Milan - AC Milan menelan kekalahan 0-1 saat menghadapi Benevento yang notabene tim juru kunci. Performa Rossoneri, terlebih di kandang sendiri, dinilai memalukan. Milan tumbang...
BAGIKAN