Polri: Satu Terduga Teroris di Indramayu Tewas

Metrobatam, Jakarta – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengonfirmasi pria berinisial MJ (31), terduga teroris yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri di Indramayu, Jawa Barat tewas dan telah dimakamkan di Tanggamus, Lampung pada Sabtu (10/2) pekan lalu.

MJ merupakan terduga teroris yang ditangkap Densus 88 bersama istrinya berinisial ASN (17) di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Cipancuh, Haurgeulis, Indramayu pada Rabu (7/2).

Keduanya diduga merupakan anggota Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) binaan seorang narapidana kasus terorisme di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta Timur, Ali Hamka.

“Benar, saya dapat informasi itu,” kata Setyo di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/2).

Namun begitu, Setyo mengaku belum mengetahui informasi lebih lanjut terkait penyebab kematian MJ. “Nanti saya akan konfirmasi lagi ke Densus 88,” jawabnya.

Kabar tewasnya MJ telah beredar di internet dan diberitakan sejumlah media lokal di Lampung sejak Sabtu (10/2). Bahkan, sejumlah media memuat foto dan video terkait suasana di sekitar area makam MJ.

Selain itu tim Densus 88 mengungkap pelaku teror yang terjadi pada 2016 di Banyuwangi, Jawa Timur. Kabid Humas Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Frans Barung Mangera menyebut pelaku teror tersebut adalah warga Banyuwangi dengan inisial RM.

“Hanya saja saat ini RM sedang berada di Poso, Sulawesi Tengah, dan telah diamankan oleh Tim Densus 88 Polri,” katanya di Surabaya, Selasa (13/2) seperti dikutip dari Antara.

Frans Barung mengungkap RM adalah pelaku teror pada 23 dan 30 Oktober 2016. Kala itu RM melempar bom molotov di kantor atau Markas Komando Kepolisian Sektor Cluring, Banyuwangi dan kantor pelayanan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Benculuk, Cluring, Banyuwangi.

“Dua peristiwa teror itu masing-masing sudah langsung dibuatkan laporan polisinya pada tanggal 23 dan 30 Oktober 2016 dan sejak itu langsung dilakukan penyelidikan,” ujarnya.

Pada hari ini, lanjut Frans Barung, polisi melakukan penggeledahan di rumah RM di Banyuwangi dan menemukan bahan-bahan peledak yang identik dengan aksi teror yang terjadi di Mako Polsek Cluring dan Kantor Samsat Benculuk, Cluring, Banyuwangi, pada 23 dan 30 Oktober 2016 silam.

“Atas dasar temuan barang-barang bukti bahan peledak yang ditemukan di rumahnya itu kami kemudian menetapkan RM sebagai tersangka,” ujarnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Warga Malaysia Diajak Menggalang Dana Menalangi Utang Negara Rp 3.570 T

Metrobatam.com, Kuala Lumpur - Warga Malaysia ramai-ramai diajak untuk menggalang dana menalangi utang negara yang sudah menembus 1 triliun RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar...

Terkait KEK, Pengusaha Ngadu ke DPRD Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Nuryanto, SH,MH memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyampaian aspirasi dari para pengusaha dan asosiasi Kota Batam melalui Kadin yang...

Bea dan Cukai Batam : Pengawasan Barang di FTZ Lebih Sulit Dibanding KEK

Metrobatam.com, Batam - Pengawasan barang di Free Trade Zone (FTZ) lebih sulit dibandingkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dampak lainnya juga menjadikan Batam tepat untuk...

Tangkal Terorisme, Pengajar Harus Belajar Nilai Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Akademisi Muslim Azyumardi Azra mengimbau tenaga pengajar di kampus mendapat pelatihan kembali soal kebangsaan. Tuntutan Azyumardi itu terkait dengan temuan sejumlah...

Jelang Final Liga Champions: Zinedine Yazid Zidane vs Juergen Norbert Klopp

Metrobatam, Jakarta - Juergen Klopp senang hanya bertemu Zinedine Zidane setelah dia jadi pelatih. Genius sebagai peraci strategi, jalan karier keduanya memang beda jauh. "Dia...

JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama mubalig. Menurut JK, daftar nama itu berguna mengatur...

Ketua KPK Sindir DPR yang Dukung Eks Koruptor Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyindir pihak-pihak yang membolehkan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019....

Penyidik Sebut Fredrich Minta Kerjaan: Dia Bilang KPK Kan Banyak OTT

Metrobatam, Jakarta - Fredrich Yunadi disebut pernah meminta agar dibagi kasus pada seorang penyidik senior KPK. Ambarita Damanik. Namun, permintaan Fredrich itu disampaikan sembari...

Soal Ekonomi RI Lampu Kuning, Ini Penjelasan BI

Metrobatam, Jakarta - Beberapa kalangan menyebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam lampu kuning. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga...

UU Terorisme Beri Kompensasi Korban hingga Peristiwa Bom Bali

Metrobatam, Jakarta - Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan DPR mengatur tentang pemberian kompensasi bagi korban aksi...

Moeldoko Sebut Perpres Korupsi Tinggal Diteken Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hasil revisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi sudah...

Kontroversi Takjil Politik #2019GantiPresiden

Metrobatam, Jakarta - Pembagian takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai kontroversi. Pendukung Joko Widodo (Jokowi) mengkritik pembagian takjil...
BAGIKAN