Prabowo Capres, Mudahkan Koalisi Jokowi Petakan Pertarungan di Pilpres

933

Metrobatam, Jakarta – Sejumlah partai koalisi pendukung Joko Widodo menyambut baik keputusan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menerima mandat partainya menjadi calon presiden di Pilpres 2019.

Golkar menyebut majunya Prabowo memberikan kepastian ihwal lawan politik Jokowi di Pilpres mendatang, sekaligus memudahkan koalisi pendukung Jokowi untuk merancang pemetaan dan memprediksi situasi politik ke depan.

“Itu menggembirakan bagi kami partai pendukung pemerintah, dengan deklarasi Prabowo, bagi kami yang di Senayan ini memberikan kepastian bahwa sudah ada lawan Pak Jokowi,” kata politikus Golkar Bambang Soesatyo di Kompleks Parlemen, Rabu (11/4).

“Sehingga kami mudah bisa melakukan pemetaan dan memberikan prediksi tentang situasi politik ke depan,” imbuh Bamsoet.

Prabowo menerima mandat Gerindra untuk maju sebagai capres dalam Rakornas di Hambalang, Jawa Barat, kemarin saat Rakornas partainya.

Deklarasi secara resmi rencananya akan dilakukan di Banyumas, Jawa Tengah. Namun Gerindra belum bisa memastikan kapan tanggal acara itu.

Dengan majunya Prabowo, Bamsoet memprediksi hanya ada dua calon yang akan bersaing di Pilpres 2019 mendatang, yakni Prabowo dan Jokowi. “Sebagaimana yang diperkirakan hanya ada dua kandidat, dua kubu yang akan bertarung di 2019,” kata Ketua DPR ini.

Sementara itu Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Oedang alias OSO menyebut kesediaan Prabowo menjadi capres adalah bukti konsistensi dalam berpolitik. “Bagus banget karena memang pak Prabowo sudah sekian lama mencalonkan diri, apa gunanya selama ini dia berkoar-koar (kalau tak maju Pilpres),” ujar OSO.

“Ini juga membuktikan dia konsisten dengan perjuangannya,” imbuh OSO.

Sementara itu Gerindra mengatakan Prabowo meminta waktu untuk membangun koalisi dengan PAN dan PKS. “Pak Prabowo tetap meminta waktu kepada partai selaku pemegang mandataris partai, selaku pemegang mandat kuasa partai. Karena kita 73 kursi, masih memiliki (kekurangan) 39 kursi, maka kita diminta untuk sabar,” ujar Sekjen Gerindra Ahmad Muzani di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/4) malam.’

Muzani mengatakan Prabowo sadar kalau Gerindra masih belum punya tiket pilpres. Karenanya, Prabowo disebut Muzani meminta kader Gerindra sabar sebelum koalisi resmi terbentuk.

“Kita kurang 39 (kursi), karena itu, waktu yang kita berikan kepada beliau untuk mencari mitra koalsi mudah-mudahan bisa tercapai dan kita optimis waktu yang ada akan mendapatkan partai koalisi sampai beliau dapat diusung oleh partai sesuai ketentuan UU, yakni minimal 112 kursi,” tutur Muzani.

Muzani belum bisa memastikan apakah PAN dan PKS, yang disebut sebagai sekutu, segera mendeklarasikan Prabowo sebagai capres mereka juga dalam waktu-waktu dekat ini. Namun, dia yakin dua partai itu akan mengusung Prabowo.

“Sampai sekarang kita masih terus membangun komunikasi dengan PAN dengan PKS sangat baik, sangat harmonis. Insya Allah pada waktu yang tepat, partai-partai tersebut akan memberikan dukungan kepada Pak Prabowo sehingga pada waktunya Pak Prabowo akan kita deklarasikan sebagai calon presiden RI,” ucap Wakil Ketua MPR itu.

PDIP: Kami Siap

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) beserta parpol koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) lainnya siap menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Salah satu hal yang dimugkinkan muncul pada pesta demokrasi itu yakni lahirnya poros ketiga.

Poros ketiga mengacu pada kemungkinan munculnya penantang dua poros ‘lawas’ di perebutan kursi orang nomor satu Indonesia, yakni Jokowi dan Prabowo. Poros ketiga bakal menantang keduanya di Pilpres 2019.

Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira tidak menampik kemungkinan munculnya poros ketiga. Namun, ia menegaskan siap menghadapi kemungkinan itu. “Bisa saja ada, prinsipnya PDI Perjuangan siap dengan segala situasi,” kata Andreas kepada Okezone, Kamis (12/4/2018).

Kendati terbuka dengan berbagai kemungkinan, Andreas justru melihat kecilnya kemungkinan lahirnya poros ketiga. Pasalnya dia menilai, poros kedua alias ‘poros Prabowo’ belum tampak gaungnya untuk melawan Jokowi di 2019. “Bagaimana mau poros tengah, sekarang poros kedua saja belum jelas kelihatan,” ujarnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan waktu pendaftaran calon presiden akan dimulai pada 4-10 Agustus 2018.

Hingga saat ini, PDIP, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Hanura, PKB, PPP dan Perindo sudah menyatakan dukungan kepada Jokowi. Sedangkan Gerindra yang bersekutu dengan PKS selalu mendorong Prabowo untuk maju di Pilpres.

Dua partai lainnya, PAN dan Partai Demokrat belum menyatakan dukungan. Kedua parpol ini bisa membentuk poros ketiga, jika tak berkoalisi ke Jokowi dan Prabowo.

Namun begitu, bila hanya Demokrat dan PAN saja, maka itu tak memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold), yakni 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara nasional.

Diketahui, Partai Demokrat memiliki 61 kursi di DPR, sedangkan PAN memiliki 49 kursi. Jika dijumlahkan, maka Demokrat dan PAN hanya memiliki sebanyak 110 kursi DPR. Sedangkan syarat presidential threshold adalah 112 kursi DPR. (mb/cnn indonesia/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Tetapkan Tekong dan 4 ABK Pembawa TKI Ilegal Jadi Tersangka

Metrobatam.com, Batam - Telah berlangsung Konferensi Pers kasus izin pelayaran dengan 5 tersangka di Mako Dirpolair Polda Kepri, Sekupang, Batam, Jumat (20/4/2018). 5 orang yang terdiri...

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...
BAGIKAN