Metrobatam, Jakarta – Prabowo Subianto memutuskan untuk memilih Sandiaga Uno sebagai cawapresnya, bukan salah satu nama ulama yang direkomendasikan Ijtimak Ulama. Menghadapi deklarasi Prabowo-Sandi, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) Yusuf Martak menyerukan kepada ulama dan umat untuk tetap tenang dan sabar.

“Diserukan kepada segenap ulama dan umat Islam agar tetap tenang dan sabar, serta tetap istiqamah bersatu bersama ulama di bawah satu Komando Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Syihab,” kata Yusuf lewat keterangan tertulisnya, Jumat (10/8).

Sebelumnya, GNPF-U menginginkan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri atau Ustaz Abdul Somad (UAS) yang dijadikan cawapres Prabowo. Namun, jika hal itu tidak terwujud, GNPF-U tetap menginginkan cawapres Prabowo berasal dari kalangan ulama.

Mereka kemudian sempat merekomendasikan dua nama lain sebagai alternatif yakni Ustaz Arifin Ilham dan Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

“Bahwa saat UAS menolak dan Habib Salim ditolak koalisi, maka GNPF Ulama telah menawarkan alternatif cawapres Ulama yg telah direstui IB HRS dan para tokoh sentral Ijtima Ulama, yaitu : Ust Arifin Ilham dan Aa Gym,” ungkap Yusuf.

Sedangkan Presiden PKS Sohibul Iman menyatakan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai perwujudan nasionalis-Islam. Sosok Sandi dinilainya juga sebagai santri, meskipun orang lain tak berkata demikian.

“Mungkin beliau (Sandiaga) dalam kaca mata kita selama ini tidak terkategori sebagai santri,” kata Sohibul di deklarasi Prabowo-Sandi, di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (10/8).

Sandiaga sebelumnya dikenal sebagai pengusaha. Dia kemudian menjadi politikus, menjabat Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Meski secara langsung tak ada latar belakang santri, namun Sandiaga dinilai Sohibul sudah ter-Islamisasi.

“Saya kira beliau seseorang yang memang hidup di alam moderen, tetapi beliau mengalami proses spiritiualisasi dan Islamisasi, sehingga saya bisa mengatakan saudara Sandi adalah merupakan sosok santri di era pos-Islamisme. Dia benar-benar menjadi contoh pemimpin muslim yang kompatibel dengan perkembangan zaman,” tutur Sohibul.

Kepemimpinan nasionalis-Islamis memang diinginkan oleh koalisi de facto Partai Gerindra, PKS, dan PAN. Lagipula, koalisi ini juga sempat mendapat rekomendasi dari pihak ulama. Dia menyatakan pencapresan Prabowo sudah mencerminkan rekomendasi Ijtimak Ulama, forum yang digelar Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

“Pak Prabowo sebagai capres yang sudah ditetapan sebagai Ijtimak Ulama, sebagai capres, Alhamdulillah beliau dengan seluruh keteguhan hatinya siap jadi capres. Tentu ini adalah sebuah penghormatan, penghargaan, dan apresiasi kepada Ijtimak Ulama, bahwa beliau diberi mandat dan beliau terus melaksanakan mandat tersebut untuk maju menjadi carpes Indonesia,” tutur Sohibul.

Sementara Partai Demokrat (PD) belum bersikap menyusul pendeklarasian Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo Subianto. Wasekjen PD Andi Arief kembali menyindir Prabowo sebagai jenderal kardus.

“Jam 00.00 WIB. Partai Demokrat menyatakan tidak berkoalisi dengan Pak Prabowo dalam Pilpres 2019. Penyebabnya karena Pak Prabowo mengkhianati kehendak dan janjinya di dua hari menjelang 10 Agustus 2018. Jenderal Kardus belum berubah, dia masih seperti yang dulu,” cuit Andi di Twitter seperti dikutip detikcom, Jumat (9/8).

Demokrat akan menentukan sikap resmi melalui Majelis Tinggi pagi ini. Setelah keputusan diambil majelis tinggi PD, maka partai berlambang mercy itu akan ikut mendaftar ke KPU. Untuk Pilpres 2019, Demokrat tidak boleh netral alias harus menyatakan dukungan resmi.

“Besok pagi 10 Agustus 2018 sebelum pukul 09.00 Majelis Tinggi Partai Demokrat akan bersidang menetapkan kemana Demokrat berkoalisi. Pada pukul 09.00 Pimpinan partai Demokrat akan bergabung dengan partai koalisi lainnya mendaftarkan capres dan cawapres di KPU,” ucapnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kota Batam Masuk Kriteria Kota Peduli HAM

Metrobatam.com, Batam - Pemerintah Kota Batam menerima penghargaan dari Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum dan HAM) untuk kriteria kota peduli dan cukup...

Danlantamal IV Pimpin Upacara Peringatan Hari Nusantara

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin pelaksanaan upacara peringatan Hari...

Maraknya Pencurian Aset Gardu PLN Batam Sebabkan Listrik Padam

Metrobatam.com, Batam - Beberapa waktu ini marak terjadi pencurian aset gardu dan material listrik yang menyebabkan pelanggan mengalami gangguan padam dan kerugian material PLN...

KPU Kota Batam : Jumlah Pemilih Pemilu 2019 Kota Batam Berkurang 25.603 Orang

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemilihan Umum Kota Batam Kepulauan Riau menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) 2 untuk pemilu 2019 sebanyak 650.876...

La Nyalla: Saya Bukan Timses, Hanya Ingin Tebus Dosa ke Jokowi

Metrobatam, Jakarta - La Nyalla Mattalitti mengaku tidak mendapatkan tugas khusus apapun dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Dia mengaku ingin...

Disdukcapil Padang Pariaman Akui Tercecernya E-KTP karena Kelalaian Pegawai

Metrobatam, Pariaman - Ditemukannya e-KTP dalam karung bekas dekat permukiman warga di Kampung Baru, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) karena kelalaian...

Guru Honorer Siap-siap Diangkat Jadi ‘PNS’

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah dan Komisi X DPR RI kembali mencari jalan keluar untuk mengatasi guru honorer THK-2 (Tenaga Honorer Kategori 2) yang nasibnya...

Tjahjo: Kisruh e-KTP Tak Ada Hubungan dengan DPT Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menegaskan kisruh soal KTP elektronik atau e-KTP, mulai dari tercecernya seribuan e-KTP di Padang Pariaman, Sumatera...

Bencana Hidrologi Musim Hujan Kepung Sumatra

Metrobatam, Jakarta - Bencana hidrologi akibat curah hujan tinggi terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Sumatra. Di Provinsi Aceh, jembatan penghubung Desa Babah Lhung dan...

PDIP Tunggu Aksi Sandiaga yang Mau Pindahkan Markas ke Jawa Tengah

Metrobatam, Jakarta - Cawapres 02 Sandiaga Uno memindahkan markas pemenagan mereka ke Jawa Tengah dengan alasan ingin lebih dikenal di kandang rival. PDIP menunggu...

PUPR: 120 Hunian Sementara Siap Dihuni Korban Gempa Palu

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan 120 unit hunian sementara siap ditempati warga terdampak gempa Palu, Sulawesi...

BP Batam Tidak Jadi Bubar, Ini Penjelasan Menko Perekonomian Darmin

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution buka-bukaan mengenai hasil rapat terbatas terkait pengembangan ekonomi Batam, Rabu (12/12). Berbicara di kantornya, Darmin mengemukakan...