Prahara PKS Bisa Gembosi Prabowo

Metrobatam, Jakarta – Beberapa waktu belakangan ini, konflik internal PKS makin memanas. Konflik PKS yang terjadi ditenggarai antara Fahri Hamzah dengan Presiden PKS Sohibul Imam. Mungkin kah konflik antar kedua pejabat partai itu bisa menggembosi capres yang mereka usung?

PKS sendiri memang belum memastikan dukungan capresnya di Pilpres tahun depan. Namun di beberapa kesempatan sejumlah elite PKS siap mendukung pencapresan Ketum Gerindra Prabowo Subianto

“Feeling saya, Prabowo akan deklarasi capres dari Gerindra. PKS siap dukung,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (9/3).

Nah, menurut pengamat politik Rico Marbun, karena adanya konflik antara Sohibul dengan Fahri, bukan tidak mungkin hal itu bisa menggembosi Prabowo jika nanti jadi diusungnya.

“Salah satu variabel pemenangan pilpres ialah soliditas dan kekuatan mesin partai politik sebagai pendukung,” ucap Rico kepada detikcom, Senin (9/4).

Rico mengatakan, jangankan elektabilitas capres, konflik internal bisa juga menyebabkan elektabilitas partai jadi kurang baik.

“Kalau lihat sejarah elektabilitas partai-partai yang terlibat konflik internal umumnya akan memiliki elektabilitas kurang baik,” ungkap Rico yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median itu.

Dia menambahkan, partai yang memiliki konflik internal juga akan ditinggalkan kadernya. Hal itu membuat kinerja partai di pemilu menjadi tidak optimal. “Jadi bayangkan bila partai mengalami masalah internal. Boro-boro mengurusi capres, mengurusi elektabilitas partai sendiri saja tidak optimal,” ujarnya.

Sedangkan, Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono, menampik konflik internal PKS bisa berdampak buruk bagi Gerindra. Menurutnya, konflik internal PKS adalah hal lumrah dalam berpolitik. Dia juga menganggap, konflik tersebut tidak akan mengubah sikap PKS ke Gerindra.

“Kita melihatnya sebagai urusan internal partai PKS. Biasa, dalam dinamika politik seperti itu namun demikian saya meyakini sikap pks terhadap gerindra tidak berubah termasuk tetap bekerja sama dalam menghadapi pilpres 2019 nanti,” ucap Ferry saat dikonfirmasi terpisah.

PKS Akui Ada Persaingan

Kontestasi sembilan kandidat capres/cawapres PKS disebut berlangsung sengit. Hal ini dibenarkan oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, yang menjadi salah satu kandidat dalam daftar tersebut.

“Namanya disuruh kerja ya, wajar ya ada gesekan dikit,” kata Mardani di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/4).

Namun ia menyebut persaingan yang terjadi dalam lingkup internal PKS itu masih dalam batas wajar. Menurut Mardani, sembilan nama kandidat itu tetap solid. “Tapi semuanya tetap taat, kok. Semuanya tetap PKS,” jelasnya.

Soal panasnya persaingan sembilan kandidat capres/cawapres PKS ini diungkapkan oleh anggota DPR dari Fraksi PKS, Mahfudz Siddiq. Meski terlihat adem di luar, kesembilan kandidat ini seolah berusaha saling sikut.

Beberapa nama bergerilya dalam diam. Namun beberapa tokoh lainnya ada yang berani keluar dari tradisi politik silent ala PKS.

Mardani sendiri punya gerakan #2019GantiPresiden, yang belakangan viral. Namun Mardani menyatakan gerakan itu bukan semata demi menyingkirkan lawan kandidat capres/cawapres lainnya.

Sebab, menurutnya, gerakan itu tak melulu diasosiasikan dengan dirinya. Gerakan #2019GANTIPRESIDEN lebih dikaitkan dengan PKS secara kelembagaan.

“Gerakan saya justru sayanya nggak dikenal. Kalau ketemu ya PKS. Nama saya nggak ada yang kenal, ha-ha-ha…,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

“Jadi, kalau saya kira sih, lakukan tugas, hasilnya diserahkan sama Allah. Kalau viral bersyukur, tapi viral itu bukan tujuan,” imbuh Mardani.

Dia menyatakan gerakan yang digagasnya itu dalam rangka mengedukasi masyarakat soal Pilpres 2019. Mardani pun menyebutkan alasan membunyikan gerakan #2019GantiPresiden.

“Tujuannya mengedukasi masyarakat agar 2019 ini jangan pilih pemimpin karena sederhananya, karena blusukan-nya, karena gantengnya. Tapi karena integritasnya dan karena kapasitasnya,” ujarnya.

Selain nama Mardani, delapan nama kandidat capres/cawapres PKS lainnya adalah Presiden PKS Sohibul Iman dan eks Presiden PKS Anis Matta.

Kemudian ada pula nama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Tifatul Sembiring, dan Al Muzzammil Yusuf. Kesembilan nama itu disebutkan sebagai hasil pertimbangan Dewan Majelis Syuro PKS. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Data Sementara Hasil Verifikasi Administrasi Bacaleg 2019

Metrobatam, Jakarta - KPU merilis hasil sementara verifikasi administrasi pendaftaran bacaleg DPR RI untuk Pemilu 2019. Hasil ini disampaikan berdasarkan pencocokan antara Sistem Informasi...

Kapitra: Kalau Kapal Perjuangan Sudah Sesak Bisa Mati Semua

Metrobatam, Jakarta - Pengacara Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menanggapi santai tudingan dari beberapa kelompok Islam yang menuduhnya sebagai...

Said Aqil Singgung Jokowi Soal Kemiskinan dan Konflik Usai Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bicara soal kemiskinan dan persatuan bangsa. Said Aqil menyebut, meski...

Coblos Dua Kali di Pilgub, Ketua KPPS Divonis 2 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kampar, Riau, Syamsuardi divonis 24 bulan penjara dan denda Rp24 juta karena terbukti bersalah mencoblos...

Ini Nasihat TGB untuk Pihak yang Mengafir-kafirkan karena Politik

Metrobatam, Jakarta - TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bicara soal kritik terhadap dirinya yang mendukung Jokowi. TGB meminta ujaran kebencian dibersihkan...

Wawancara Khusus Dirut Inalum: Habiskan Rp 55 Triliun untuk Rebut Saham Freeport

Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

Viral Kelas Poligami Nasional, Dapat Kaus #2019tambahistri, Langgar UU

Metrobatam, Jakarta - Pengumuman kelas poligami nasional beredar di jejaring WhatsApp dan media sosial. Sejumlah pembicara yang mengisi kelas ini merupakan praktisi poligami. Dalam pengumuman...

3 Anggota TNI Tewas Usai Tenggak Miras, 2 Lagi Dirawat di RS

Metrobatam, Jayapura - Tiga anggota TNI dari Yonif 753 yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua tewas karena mengkonsumsi minuman keras oplosan yakni...

Puluhan Orang Tewas, WhatsApp Batasi Pesan Berantai

Metrobatam, Jakarta - Kasus provokasi dan hoax di India melalui platfrom WhatsApp membuat anak perusahaan milik Facebook ini terus membenahi aplikasinya. Pasalnya, imbas dari...

Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...
BAGIKAN