Prahara PKS Bisa Gembosi Prabowo

809

Metrobatam, Jakarta – Beberapa waktu belakangan ini, konflik internal PKS makin memanas. Konflik PKS yang terjadi ditenggarai antara Fahri Hamzah dengan Presiden PKS Sohibul Imam. Mungkin kah konflik antar kedua pejabat partai itu bisa menggembosi capres yang mereka usung?

PKS sendiri memang belum memastikan dukungan capresnya di Pilpres tahun depan. Namun di beberapa kesempatan sejumlah elite PKS siap mendukung pencapresan Ketum Gerindra Prabowo Subianto

“Feeling saya, Prabowo akan deklarasi capres dari Gerindra. PKS siap dukung,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Jumat (9/3).

Nah, menurut pengamat politik Rico Marbun, karena adanya konflik antara Sohibul dengan Fahri, bukan tidak mungkin hal itu bisa menggembosi Prabowo jika nanti jadi diusungnya.

“Salah satu variabel pemenangan pilpres ialah soliditas dan kekuatan mesin partai politik sebagai pendukung,” ucap Rico kepada detikcom, Senin (9/4).

Rico mengatakan, jangankan elektabilitas capres, konflik internal bisa juga menyebabkan elektabilitas partai jadi kurang baik.

“Kalau lihat sejarah elektabilitas partai-partai yang terlibat konflik internal umumnya akan memiliki elektabilitas kurang baik,” ungkap Rico yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median itu.

Dia menambahkan, partai yang memiliki konflik internal juga akan ditinggalkan kadernya. Hal itu membuat kinerja partai di pemilu menjadi tidak optimal. “Jadi bayangkan bila partai mengalami masalah internal. Boro-boro mengurusi capres, mengurusi elektabilitas partai sendiri saja tidak optimal,” ujarnya.

Sedangkan, Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono, menampik konflik internal PKS bisa berdampak buruk bagi Gerindra. Menurutnya, konflik internal PKS adalah hal lumrah dalam berpolitik. Dia juga menganggap, konflik tersebut tidak akan mengubah sikap PKS ke Gerindra.

“Kita melihatnya sebagai urusan internal partai PKS. Biasa, dalam dinamika politik seperti itu namun demikian saya meyakini sikap pks terhadap gerindra tidak berubah termasuk tetap bekerja sama dalam menghadapi pilpres 2019 nanti,” ucap Ferry saat dikonfirmasi terpisah.

PKS Akui Ada Persaingan

Kontestasi sembilan kandidat capres/cawapres PKS disebut berlangsung sengit. Hal ini dibenarkan oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, yang menjadi salah satu kandidat dalam daftar tersebut.

“Namanya disuruh kerja ya, wajar ya ada gesekan dikit,” kata Mardani di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/4).

Namun ia menyebut persaingan yang terjadi dalam lingkup internal PKS itu masih dalam batas wajar. Menurut Mardani, sembilan nama kandidat itu tetap solid. “Tapi semuanya tetap taat, kok. Semuanya tetap PKS,” jelasnya.

Soal panasnya persaingan sembilan kandidat capres/cawapres PKS ini diungkapkan oleh anggota DPR dari Fraksi PKS, Mahfudz Siddiq. Meski terlihat adem di luar, kesembilan kandidat ini seolah berusaha saling sikut.

Beberapa nama bergerilya dalam diam. Namun beberapa tokoh lainnya ada yang berani keluar dari tradisi politik silent ala PKS.

Mardani sendiri punya gerakan #2019GantiPresiden, yang belakangan viral. Namun Mardani menyatakan gerakan itu bukan semata demi menyingkirkan lawan kandidat capres/cawapres lainnya.

Sebab, menurutnya, gerakan itu tak melulu diasosiasikan dengan dirinya. Gerakan #2019GANTIPRESIDEN lebih dikaitkan dengan PKS secara kelembagaan.

“Gerakan saya justru sayanya nggak dikenal. Kalau ketemu ya PKS. Nama saya nggak ada yang kenal, ha-ha-ha…,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPR itu.

“Jadi, kalau saya kira sih, lakukan tugas, hasilnya diserahkan sama Allah. Kalau viral bersyukur, tapi viral itu bukan tujuan,” imbuh Mardani.

Dia menyatakan gerakan yang digagasnya itu dalam rangka mengedukasi masyarakat soal Pilpres 2019. Mardani pun menyebutkan alasan membunyikan gerakan #2019GantiPresiden.

“Tujuannya mengedukasi masyarakat agar 2019 ini jangan pilih pemimpin karena sederhananya, karena blusukan-nya, karena gantengnya. Tapi karena integritasnya dan karena kapasitasnya,” ujarnya.

Selain nama Mardani, delapan nama kandidat capres/cawapres PKS lainnya adalah Presiden PKS Sohibul Iman dan eks Presiden PKS Anis Matta.

Kemudian ada pula nama Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, Tifatul Sembiring, dan Al Muzzammil Yusuf. Kesembilan nama itu disebutkan sebagai hasil pertimbangan Dewan Majelis Syuro PKS. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPRD Bintan akan Tinjau Pembendungan Bibir Pantai oleh Melia Resort Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Bintan akan turun untuk melihat pembendungan bibir pantai yang dilakukan oleh Melia Resort Bintan. Hal tersebut ucapkan...

Bupati Bintan Kunker ke Tambelan

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam, MM melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan...

Terungkap! Total Korban Abu Tours 96 Ribu Jemaah Umrah

Metrobatam, Makassar - Total jemaah yang menjadi korban Abu Tours mencapai 96.601 orang, sebelumnya disebut 86 ribu. Sedangkan uang yang dikumpulkan Abu Tours dari...

Indonesia Bakal Punya ‘Shinkansen’ Made in Madiun

Metrobatam, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) terus berupaya untuk mengembangkan industri perkeretaapian lokal menjadi lebih maju dan modern. Salah satu...

Ketua KPK Keluhkan Dosen Kampus Negeri Cenderung “Membela” Terdakwa Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengeluh mereka kesulitan mencari ahli dari kalangan dosen universitas negeri untuk membantu pembuktian kasus...

Jum’at Keliling, Polsek Batam Kota Lakukan Kegiatan Memakmurkan Masjid

Metrobatam.com, Batam -  Jumat (20/04/2018) pada pukul 12.15 WIB bertempat di Mesjid Al Hidayah Perum Kopkar PLN Kel Belian Kec Batam kota-Kota Batam telah...

Bos IMF: Kami Melihat Indonesia Jauh Lebih Baik Sekarang

Washington DC - Ekonomi dunia tengah dalam kondisi pemulihan dengan prospek yang cerah, meski mmiliki risiko yang tetap perlu diwaspadai. Risiko itu terkait potensi...

MA Perberat Hukuman Dua Terdakwa Korupsi e-KTP Jadi 15 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan memperberat hukuman dua terdakwa korupsi proyek pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto. Keduanya dijatuhi vonis menjadi...

Debat Jaksa KPK vs Fredrich: Dari Bakpao Hingga Sesendok Burjo

Metrobatam, Jakarta - Adu argumen kerap mewarnai persidangan Fredrich Yunadi. Mantan pengacara Setya Novanto itu hampir selalu menentang segala tudingan jaksa KPK padanya. Seringkali perdebatan...

Kisah Pilu TKW Aini yang Tak Jumpa Keluarga Sejak 20 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Tangis TKW Nur Aini (55) pecah saat melihat wajah keluarganya lewat sambungan video call dari kantor KBRI Riyadh, Arab Saudi. Nenek...

Ini Penjelasan Lengkap Menaker soal Polemik Perpres Tenaga Kerja Asing

Metrobatam, Jakarta - Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing yang diterbitkan Presiden Joko Widodo menuai polemik hingga berbuntut wacana pansus di DPR....

KPU: Tak Ada Alasan untuk Kembalikan Pilkada ke DPRD

Metrobatam,,Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan tidak ada alasan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui DPRD atau tidak dipilih secara...
BAGIKAN