PT Dirgantara Indonesia Produksi Drone Bersertifikasi Militer

187

Metrobatam.com, Bandung – Produksi bersama unmanned aerial vehicle (UAV) atau pesawat terbang tanpa awak PT Dirgantara Indonesia (DI) serta Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang diberi nama Wulung berhasil mendapatkan Type Certificate dari Indonesian Military Airworthiness Authority dari Kementerian Pertahanan. Seiring sertifikasi tersebut, PT DI siap memproduksi Wulung dalam skala industri.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PT DI Andi Alisjahbana mengatakan, pesawat itu bakal diperlukan oleh pemerintah, terutama untuk misi pengawasan. “Kalau untuk pengawasan daerah perbatasan itu tentunya diserahkan ke TNI,” kata Andi usai menerima Type Certificate dari Kepala Pusat Kelaikan Badan Sarana Pertahanan Laksamana Pertama M. Sofyan di Bandung, Selasa (26/4).

Selain itu, sambung Andi, pesawat tersebut bisa digunakan oleh badan-badan pemerintah yang lain terkait kebutuhan pengawasan hutan dan perikanan.

Andi memaparkan, UAV Wulung merupakan produk UAV pertama di tingkat ASEAN yang mendapatkan sertifikasi tersebut. “Harapannya kemampuan Indonesia dalam mengoperasikan UAV bakal lebih baik dan jadi panutan,” tutur Andi yang mengklaim pesawat berkode NW01 (Nusantara Wulung) itu aman digunakan.

Keamanan ini berkaitan dengan peranti lampu yang bisa dilihat pesawat lain serta transponder yang bisa mengirimkan identitas dan lokasi pesawat di radar manajemen lalu lintas udara.

Soal harga jual, Andi mengaku belum tahu rinciannya. Namun, dia mengklaim, harganya kompetitif. “Karena ini biaya pengembangannya ditanggung pemerintah, biaya jualnya tidak amortisasi. Harganya sangat kompetitif,” tuturnya.

Kepala Pusat Kelaikan Badan Sarana Pertahanan Kementerian Pertahanan Laksamana Pertama TNI M. Sofyan mengatakan sertifikasi kelaikan untuk keperluan militer lebih diperketat. “Kaitannya dengan tugas pokok TNI, baik dalam misi perang maupun nonperang, sehingga lebih teliti dan lebih tinggi tuntutan yang diminta untuk menyelenggarakan sertifikat kelaikan,” kata Sofyan.

UAV Wulung, yang memiliki bobot maksimal 125 kilogram ini, mampu terbang hingga radius 120 kilometer dari pusat pengendali. Dengan bahan bakar maksimal 35 liter, pesawat ini bisa terbang selama dua hingga tiga jam non stop tergantung pada misi operasinya. “Ketinggian jelajahnya hingga maksimal 5.500 feet,” kata Chief Engineer UAV Wulung dari PT DI, Bona Putralia Fitrikananda.

Pesawat dengan mesin single piston tipe pusher ini memiliki tenaga 22 horsepower. Dengan sistem autopilot yang terintegrasi, UAV Wulung dapat melakukan misinya secara otomatis.

“Pesawat ini hasil riset BPPT tapi hasil riset itu untuk bisa masuk dalam masyarakat harus mengalami industrialisasi. Bagaimana dia bisa langsung dipakai, karena kita sering mendengar banyak riset tidak dipakai karena tidak masuk ke industri,” papar Andi.

Pesawat tanpa awak itu memiliki bobot maksimal 125 kilogram, kapasitas tanki bahan bakar 35 liter, menggunakan singel piston engine tipe pusher bertenaga 22HP. Andi memaparkan, pesawat itu tetap bisa dikontrol secara manual untuk menyesuaikan dengan perintah dari otoritas penerbangan sipil dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Untuk mendukung misi intelijen, pengawasan, dan pengintaian dengan infra merah, UAV Wulung dilengkapi kamera berkemampuan merekam secara real time dengan kualitas high definition. Perlengkapan itu membantu proses pengambilan video dan foto dengan kualitas baik pada ketinggian antara 3 ribu hingga 4 ribu kaki.

Bona menjelaskan, produksi UAV Wulung itu melibatkan sedikitnya 100 engineer dari berbagai bidang yang mendukung teknologi kedirgantaraan. Untuk mengoperasikannya, pesawat itu harus sudah diatur rencana penerbangannya dari pusat pengendali. Namun perintah untuk merubah rute terbang tetap bisa dikontrol dari pusat pengendali.

“Untuk mengendalikan nantinya ada dua mobil pendukung. Satu mobil untuk pusat pengendali, sementara satu mobil lagi untuk membawa tiga pesawat sekaligus,” kata Bona sembari menambahkan pihaknya sudah menguji tiga pesawat serupa dengan 13 kali uji terbang di Bandara Nusawiru, Pangandaran, Jawa Barat.

PT DI memerlukan waktu dua tahun untuk memproduksi pesawat itu sejak mendapatkan hasil riset BPPT. Setelah melewati proses industrialisasi hingga sertifikasi, Bona memaparkan, pihaknya memerlukan waktu dua bulan untuk membangun pesawat serupa.

“Penggunaan muatan lokal dalam pesawat ini sudah mencapai 70 persen. Sisanya itu untuk mesin dari Jerman yang sudah teruji tetap bisa beroperasi pada ketinggian dengan suhu rendah. Selain itu ada komponen elektronika yang kita datangkan dari Amerika Serikat,” terang Bona.

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPR RI Gelontorkan Anggaran Rp34 Miliar untuk Pemeliharaan Jembatan 1 Barelang Batam

Metrobatam.com, Batam - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengelontorkan anggaran Rp34 miliar untuk pemeliharaan jembatan Raja Haji Fisabillah guna mengantisipasi hal-hal yang...

Isdianto Terkejut, 3 Partai Pengusung Pilih Mantan Ketua BP Batam Mustofa Widjaja sebagai Cawagub...

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Langkah Isdianto untuk dapat menduduki kursi Kepri 2 nampaknya cukup berat. Setelah tiga partai pengusung, yakni PPP, PKB dan Partai Demokrat...

Iskandarsyah Siap Maju Meskipun Tanpa Ayah Syahrul

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Ing Iskandarsyah menegaskan akan maju baik sebagai Calon Walikota maupun Wakil Walikota Tanjungpinang...

Pelatihan BUMDes se Kabupaten Bintan, Datangkan Narasumber Kades Prestasi Nasional

Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan menggelar Pelatihan Management BUMDes se Kabupaten Bintan di Aula Kantor...

Media Metrobatam.com dan Media Lainnya Dilarang Liputan Kegiatan PU Pusat di Hotel Harmoni One...

Metrobatam.com, Batam - Awak Media Metrobatam.com dan Media lokal lainya pada awalnya lakukan konfimasi dengan pihak panitia Pekerjaan Umum (PU) Pusat di Hotel Harmoni One...

Desember Beroperasi, 117 Perizinan Bisa Diurus di MPP Batam

Metrobatam.com, Batam - Harapan pemerintah membangun Mal Pelayanan Publik (MPP) di Batam segera terwujud. Pembangunan mal pelayanan seluruh perizinan tersebut sudah berjalan 75%. Ditargetkan,...

Daun Kelor yang Melegenda, Ini Fakta dan Mitos Mistisnya

Metrobatam.com, (MB) - Dunia tak selebar daun kelor, peribahasa ini sering diungkapkan seseorang untuk menyatakan bahwa dunia ini luas. Meski kenyataannya, beberapa yang mengungkapkan...

Mayoritas Fraksi DPRD Kepri Tolak Nota Keuangan Gubernur Kepri

Metrobatam.com, Batam - Tugas berat dihadapi jajaran Pemerintah Provinsi Kepri dalam menyusun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 nanti. Nota keuangan yang dibacakan Gubernur...

Polsek Batu Aji Batam Tangkap 4 Pelaku Komplotan Jambret, Satu Didor

Metrobatam.com, Batam - Unit reserse Polsek Batuaji menangkap 4 orang pelaku spesialis penjahat jalanan seperti jambret, pada Jumat (17/11) sekira pukul 20.30 WIB lalu....

Pemusnahaan BB Bahan Pembuat Obat Terlarang, dengan Tersangka BN dan Kawan-kawan

Metrobatam.com, Batam - Sebanyak 12 Ton atau 12.000 Gram Bahan Obat Terlarang dimusnahkan oleh Ditresnarkoba Polda Kepri di PT. Desa Air Kargo Kabil Batam, Selasa...

Ada 2,7 Juta TKI di Malaysia, Menkumham: Ini Jumlah Terbesar dari Seluruh Dunia

Metrobatam, Pontianak - Tenaga kerja Indonesia (TKI) di seluruh Malaysia mencapai 2,7 juta orang. Angka ini menunjukkan bahwa Malaysia merupakan negara yang menerima TKI...

Istana ‘Serang Balik’ Fahri Hamzah Soal Jokowi dan Setnov

Metrobatam, Bogor - Pihak Istana Kepresidenan 'menyerang balik' Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal pernyataannyya terkait hubungan Presiden RI Joko Widodo dan Ketua DPR...
BAGIKAN