Pulau Galang, Saksi Bisu Tragedi Kemanusiaan

1085

Jika bosan untuk merasakan wisata alam yang berada di Indonesia, mungkin wisata sejarah menjadi salahsatu alternatif yang bisa anda pilih.

Tahukah anda bahwa perang saudara pernah terjadi di Vietnam pada masa tahun 1975 dan menimbulkan berbagai kesedihan serta kesengsaraan yang mendalam bagi para penduduknya dan warganya. Lantas apa korelasi yang terjadi perang saudara di Vietnam dan Indonesia apalagi wisatanya?

Jika anda mencoba mengeksplorasi pesona wisata sebuah pulau di Sumatera bernama Batam maka anda akan menemukan kepingan keterkaitan sejarah antara Indonesia dan Vietnam yang kini menjadi salahsatu destinasi sejarah bagi kita.

Akibat perang saudara Vietnam tersebut ternyata mereka pernah mengungsi dan meminta bantuan Indonesia. Para pengungsi Vietnam itu berlayar menggunakan perahu tongkang yang berisikan banyak pengungsi hingga melebihi kapasitas perahu. Banyaknya pengungsi asal Vietnam itu membuat permasalahan baru yang timbul di antara negara-negara ASEAN kala itu yakni Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand. Hal tersebut membuat PBB turun tangan dengan menerjunkan tim dari UNHCR untuk berunding, di mana hasil akhirnya pengungsi Vietnam itu ditempatkan di sebuah Pulau bernama Pulau Galang.

Dengan terbentuknya kam pengungsian di Pulau Galang itu terkumpulah hingga 250 ribu jiwa pengungsi yang tinggal dan menetap di Pulau ini. pengungsian ini berlangsung dari tahun 1975 hingga tahun 1996. Area pengungsian tersebut dibuat sangat ekslusif dengan penjagaan yang dibuat oleh PBB, di mana tak sembarang orang bisa melakukan interaksi, hal tersebut juga dilakukan untuk mengurangi potensi menularnya penyakit Vietnam Rose yang kala itu tengah melanda para pengungsi tersebut.

Selama 16 tahun mereka menetap di sana dengan berbagai keperluan dan fasilitas yang sangat baik, dari mulai pendidikan, kesehatan, ibadah, semuanya ditanggung oleh PBB, sehingga terjadi protes yang cukup besar ketika proses pemulangan mereka dilakukan. Banyak sekali kejadian-kejadian memilukan dan heroisme yang terjadi di pulau ini. hingga kini pulau ini juga menyimpan berbagai cerita sejarah dan misteri yang menyertai perjalanannya. Mungkin itu adalah sekelumit cerita sejarah yang ada di Pulau Galang yang dikenal sebagai kam pengungsian Vietnam.

Kini setelah kepulangan warga Vietnam, tempat bersejarah itu menjadi salah satu tempat bersejarah yang bisa menjadi salahsatu destinasi wisata bagi para penghobi jalan-jalan. Disana anda masih bisa melihat berbagai peninggalan masa tersebut dari mulai barak-barak pengungsian, rumah sakit, gereja, berbagai bangunan hingga kompleks pemakaman hingga perahu-perahu yang mereka gunakan untuk mengungsi.

Mengunjungi Pulau Galang

Jika kini anda mengunjungi Pulau Galang saat ini maka suasana masa lalu mungkin akan sangat terasa ketika berada di tempat ini. dengan melihat berbagai pernik peninggalan para pengungsi tersebut mampu menggugah rasa haru yang ada di dalam hati anda, sebab berbagai kejadian yang menyertai perjuangan mereka selama menjadi pengungsi di kamp ini di abadikan dalam berbagai hal yang masih dengan kokoh berdiri di tempat ini. salahsatu7 penggambaran yang masih jelah terasa adalah sebuah monumen yang bernama monumen kemanusiaan, atau Humanity Statue.

Humanity Statue merupakan sebuah monumen patung perempuan tidak berdaya yang merupakan penggambaran dari sosok wanita bernama Tinh Han Loai yang memilih untuk bunuh diri setelah ia merasa malu karena diperkosa oleh beberapa orang lelaki sesama pengungsi.

Kini setelah hampir 19 tahun berlalu, Pulau Galang telah diberikan kembali sepenuhnya kepada pemerintahn Indonesia, dan berada di bawah otoritas Batam yang saat ini berubah nama menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam. Perawatan dan pembenahan kawasan ini dilakukan dalam rangka tetap melestarikan berbagai memori dan sejarah masa lalu yang sangat mengharukan dan penting, baik dalam sejarah Vietnam sendiri hingga ke Indonesia dan bahkan dunia.

Sebagai kawasan sejarah, Pulau Galang kini menjadi salah satu daftar kunjungan atau destinasi wisata yang harus anda kunjungi ketika berkunjung ke Batam. Pulau Galang sendiri kini dikunjungi 4000 hingga 5000 wisatawan pada hari libur khusus atau libur nasional. Namun penamaan Kam Pengungsian Vietnam sudah berubah seiring dengan permintaan Negara Vietnam sendiri yang meminta untuk tidak menggunakan nama terkait Vietnam apapun dalam penamaannya. Sehingga kini lokasi wisata sejarah ini bernama Memorial Of Galang.

Tak hanya kunjungan wisatawan yang ingin merasakan atmosfir sejarah dari Pulau Galang, namun beberapa anggota keluarga pengungsi yang dulu pernah tinggal juga sering kembali untuk sekedar berkunjung ke makam-makan saudara atau orang tua meraka di sana, atau bahakan sekedar mengenang dan bernostalgia akan masa lalu yang sangat memilukan untuk dikenang tersebut.

Akses Menuju Pulau Galang

Berlokasi di Desa Cijantung Batam dan berjarak tidak terlalu jauh dari dari pusat Batam membuat tempat ini mudah dikunjungi. Dengan berkendara dari pusat Kota Batam anda tinggal menuju ke arah jembatan terkenal yang menjadi Landmark kebanggaan Kota Batam yakni Jembatan Barelang, namun anda masih harus menyebrangi lagi hingga 3 jembatan kecil dari situ untuk mencapai ke tempat yang secara resmi bernama Memorial Of Galang ini.

Fasilitas Penginapan dan Wisata Di Pulau Batam

Jika berniat mengunjungi Pulau Galang anda tidak akan menemukan penginapan di lokasi ini, oleh karena itu sebaiknya anda sudah melakukan reservasi di pusat Kota Batam. Tidak hanya untuk hotel dan penginapan, untuk warung-warung makanan dan restoran saja tempat ini tidak menyediakannya. Oleh karena itu bawalah beberapa makanan kecil dan minuman untuk persiapan selama anda berkunjung di tempat ini.

Tips Berwisata di Memorial of Galang

Ada beberapa hal yang mungkin bisa menjadi tips dan panduan kecil bagi anda ketika berkunjung ke lokasi Memorial Of Galang ini.

  • Cobalah untuk mengunjungi sebuah tempat yang dahulu dijadikan kantor UNCHR, sebab di lokasi ini anda akan menemukan berbagai informasi lengkap mengenai bagaimana keadaan pulau ini, bahkan anda bisa mengetahui siapa warga Vietnam yang pernah berada di pulau ini dan menjadi pengungsi selama periode tersebut berlangsung . tak hanya itu insiden-insiden dan daftar benda serta bangunan tyang trerdapat di sana juga lengkap terdokumentasi di kantor ini.
  • Jangan lupa membawa makanan kecil dan minuman ketika anda berkunjung, sebab tidak adanya warung dan toko, apalagi restoran yang melayani kebutuhan makanan anda ketika berada di sana akan menyulitakan anda ketika merasa lapar dan haus setelah berkeliling pulau yang cukup luas ini.
  • Mungkin kendaraan pribadi adalah pilihan terbaik ketika anda ingin berkunjung, sebab tidak tersedianya kendaraan umum membuat anda harus setidaknya memilih taksi atau menyewa kendaraan untuk berkunjung ke sana.
  • Jangan lupa mengunjungi sebuah tempat yang menyediakan berbagai souvenir serta pernak-pernik terkait dengan cenderamata Pulau Galang.
  • Tertarik untuk melihat bagaimana sejarah kemanusiaan yang memilkukan pernah terjadi di sana? Berikan komentar anda dan jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada keluarga teman dan kerabat dengan cara menekan tombol share.(mb/ketahui.com)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tidak Bayar Upah Pekerja, Bupati Bintan akan Tindak Tegas Kontraktor

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa dirinya akan menindak tegas setiap kontraktor yang mengerjakan pembangunan proyek pemerintah namun tidak...

Selain Bintang Porno, Trump Disebut Kencani Model Playboy

Metrobatam, Jakarta - Majalah The New Yorker pada Jumat (16/2) menulis berita yang mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga pernah memiliki...

Waketum MUI Zainut Tauhid: Tak Masalah Habib Rizieq Disambut di Bandara, Asal Tertib

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid menilai rencana penyambutan Rizieq Shihab saat tiba di Indonesia bukan masalah. Hal...

Diiming-iming Uang Rp5 Ribu, Kakek Mesum Cabuli Bocah 12 Tahun

Metrobatam, Muratara - Perbuatan Bejat M. Yasid seorang kakek berusia 73 tahun terhadap seorang bocah berusia 12 tahun berinisial AS sungguh sangat memprihatinkan. Dengan diiming-iming...

Tafsir Warga Tionghoa: Tahun Anjing Tanah Bakal Banyak Gempa

Metrobatam, Jakarta - Tahun baru Imlek jatuh tepat pada Jumat (16/2). Sesuai kalender Tionghoa, tahun ini adalah shio anjing dengan elemen tanah. Menurut penuturan warga...

Kemhan RI Sudah Meneken Kontrak Pembelian 11 Sukhoi SU-35

Metrobatam, Jakarta - Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan Rusia. Penandatanganan itu dilakukan pada Rabu (14/2) lalu di...

135 Hektar Lahan Sagu Terbakar, Polda Riau: Diduga Sengaja Dilakukan Perusahaan

Metrobatam, Pekanbaru-Kebakaran kembali terjadi di lahan yang diduga milik PT NSP (Nasional Sagu Prima) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kebakaran di konsesi perusahaan...

KPK Didesak Awasi Penerbitan IUP terkait Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengawasi dugaan maraknya penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) daerah terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apalagi, di...

Jokowi Kritik Balik ‘Pengkritik Infrastruktur’

Metrobatam, Jakarta- Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya infrastruktur bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di kawasan Papua. Infrastruktur, menurut dia, penting sebagai upaya menyejahterakan masyarakat. Jokowi...

Kebakaran di Siak Riau, 40 Unit Bangunan Ludes Dilalap Api

Metrobatam, Pekanbaru - Kebakaran hebat melanda di Kabupaten Siak Riau. Sebanyak 40 unit bangunan ruko dan rumah warga hangus dan rata dengan tanah dilalap...

Marak OTT, Bamsoet Minta Fokus pada Pengawasan Uang Negara

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta kepada pemerintah fokus pencegahan dan pengawasan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal itu sehubungan dengan maraknya...

Alami Kekeringan, Warga Aceh Utara Salat Minta Hujan 7 Malam Berturut-turut

Metrobatam, Lhokseumawe - Warga Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melakukan kegiatan yasinan, zikir dan doa bersama selama tujuh malam berturut-turut di...
BAGIKAN