Metrobatam, Simalungun – Praktik pungutan liar (pungli) pengangkatan calon Aparatur Sipil Negara (ASN) 2017 di Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terkuak. Tim Saber Pungli gabungan Polda Sumatera Utara dan Polres Simalungun menetapkan Sekretaris Dinas Kesehatan, Lukman Damanik; dan seorang karyawan non-PNS, Flora Sandora Purba (48); sebagai tersangka.

Total uang senilai Rp80 juta diamankan dari ruang kerja tersangka saat petugas menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun.

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengatakan, kedua tersangka bekerja sama melakukan pungutan tidak sah kepada sejumlah pegawai tidak tetap (PTT) bidan puskesmas yang ingin menjadi PNS.

Setelah dilakukan OTT, petugas mendapatkan puluhan amplop berisi uang berikut nama-nama calon ASN. Kuat dugaan, amplop tersebut hasil setoran dari para pegawai honorer yang ingin meluluskan status sebagai ASN.

“Amplop tersebut berisi uang, nilainya bervariasi. Ada yang Rp10 sampai 20 juta. Total nilai uang yang kami amankan mencapai Rp80 juta,” terang Liberty kepada wartawan, Rabu 5 Juli 2017.

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari penelusuran Tim Saber Pungli terhadap laporan sejumlah calon ASN di Pemerintah Kabupaten Simalungun. Diketahui, ruang Koperasi ‘Harapan’ Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun menjadi tempat transaksi penyetoran uang suap dari para PTT bidan puskesmas yang ingin diangkat menjadi ASN.

Flora Sandora Purba yang berstatus sebagai karyawan koperasi berperan sebagai perantara Sekretaris Dinas Kesehatan, Lukman Damanik, dalam menerima uang sogokan para calon ASN. “Ketika diperiksa petugas, Flora mengaku selama ini diperintah oleh Lukman Damanik,” kata Liberty.

Hasil penggerebekan Tim Saber Pungli pada Senin 3 Juli 2017, dari koperasi tersebut ditemukan sejumlah barang bukti yakni 1 amplop a.n. JHH berisi uang Rp20 juta, 1 amplop a.n. FS berisi Rp20 juta, uang sejumlah Rp10 juta dengan catatan a.n. NM, 2 blok uang senilai Rp20 juta, 1 amplop putih tanpa nama senilai Rp10 juta, 1 tas ransel milik FSP, 5 amplop kosong bertuliskan nama calon ASN yang diduga bekas tempat uang, 2 buku tulis berisi daftar nama setoran, dan 3 HP.

Saat ini temuan kasus suap calon ASN 2017 tersebut masih dalam pengembangan petugas. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 5 (2) sub Pasal 11 sub Pasal 12 (a), (b) atau (e) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan TPK juncto Pasal 56 KUHPidana.

“Kedua tersangka sudah kami lakukan penahanan. Mereka sudah berada di Rumah Tahanan Polres Simalungun,” tegas Liberty.(mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Banjir Bandang Sapu Dua Desa di Dairi, Satu Orang Hilang

Metrobatam, Dairi - Banjir bandang menghantam Desa Longkotan dan Desa Sibongkaras Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut). Musibah itu menyebabkan dua rumah...

Terungkap! Ini Fasilitas Mewah Bilik Asmara yang Dipakai Inneke dan Suami

Metrobatam, Bandung - Inneke Koesherawati membenarkan adanya fasilitas bilik asmara di Lapas Sukamiskin yang digunakan bersama sang suami, Fahmi Darmawansyah. Ada fasilitas apa saja...

KPK: 295 Tiang Reklame di DKI, Hanya 5 yang Punya Izin

Metrobatam, Jakarta - KPK menyoroti persoalan penerimaan pajak di DKI Jakarta. Menurut KPK, dari ratusan tiang reklame di Ibu Kota, hanya hitungan jari yang...

Emil Salim Khawatir Perubahan Iklim Mengancam Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Emil Salim khawatir dampak buruk bakal terjadi di Indonesia karena pemanasan iklim global. Di antaranya permukaan air laut naik hingga terjadi...

Harga Pertamax Cs Belum Turun, Dirut Pertamina: Tunggu Saja

Metrobatam, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati masih belum mau bicara mengenai perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang...

Jurkam Jokowi: Ahoker Masih Solid Dukung di Media Sosial

Metrobatam, Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin memastikan Ahokers atau pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih...

OTT Pejabat Kemenpora Jadi yang Ke-29 Dilakukan KPK di 2018

Metrobatam, Jakarta - KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat Kemenpora. Ini adalah OTT ke-29 yang dilakukan KPK selama 2018. Dalam OTT kali ini,...

Diduga Berniat Kabur, Bahar Smith Ganti Nama Jadi Rizal

Metrobatam, Jakarta - Polisi menetapkan Bahar bin Smith sebagai tersangka dugaan penganiayaan di Bogor, Jawa Barat. Bahar juga sudah ditahan setelah menjalani pemeriksaan, Selasa...

Klopp Yakin Mourinho Tak Lama Jadi Pengangguran

Metrobatam, Jakarta - Manajer Liverpool Juergen Klopp yakin Jose Mourinho tak butuh lama untuk mendapatkan pekerjaan baru setelah dipecat Manchester United bila ia ingin...

Tepis Isu Pro-Prabowo, Relawan Sumbar Deklarasi Dukung Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Sekitar 200 relawan asal Sumatera Barat yang tergabung dalam Sumbar Pemilih Jokowi (SPJ) mendeklarasikan dukungan bagi pasangan Joko Widodo-Maruf Amin di...

Kadisdukcapil Duga e-KTP Tercecer di Jaktim untuk Buat Gaduh

Metrobatam, Jakarta - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta Dhany Sukma menduga tercecernya ribuan e-KTP di Duren Sawit, Jakarta Timur untuk...

MU Pecat Mourinho, Sudah Tiga Manajer Tumbang Usai Sir Alex

Metrobatam, Jakarta - Sudah tiga manajer ditunjuk Manchester United setelah era Sir Alex Ferguson, tiga-tiganya gagal. Harus bagaimana lagi MU agar kembali ke persaingan...