Pungli di Dinkes Simalungun, Didapati Sejumlah Amplop Berisi Puluhan Juta Rupiah

1488

Metrobatam, Simalungun – Praktik pungutan liar (pungli) pengangkatan calon Aparatur Sipil Negara (ASN) 2017 di Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terkuak. Tim Saber Pungli gabungan Polda Sumatera Utara dan Polres Simalungun menetapkan Sekretaris Dinas Kesehatan, Lukman Damanik; dan seorang karyawan non-PNS, Flora Sandora Purba (48); sebagai tersangka.

Total uang senilai Rp80 juta diamankan dari ruang kerja tersangka saat petugas menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun.

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengatakan, kedua tersangka bekerja sama melakukan pungutan tidak sah kepada sejumlah pegawai tidak tetap (PTT) bidan puskesmas yang ingin menjadi PNS.

Setelah dilakukan OTT, petugas mendapatkan puluhan amplop berisi uang berikut nama-nama calon ASN. Kuat dugaan, amplop tersebut hasil setoran dari para pegawai honorer yang ingin meluluskan status sebagai ASN.

“Amplop tersebut berisi uang, nilainya bervariasi. Ada yang Rp10 sampai 20 juta. Total nilai uang yang kami amankan mencapai Rp80 juta,” terang Liberty kepada wartawan, Rabu 5 Juli 2017.

Ia menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari penelusuran Tim Saber Pungli terhadap laporan sejumlah calon ASN di Pemerintah Kabupaten Simalungun. Diketahui, ruang Koperasi ‘Harapan’ Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun menjadi tempat transaksi penyetoran uang suap dari para PTT bidan puskesmas yang ingin diangkat menjadi ASN.

Flora Sandora Purba yang berstatus sebagai karyawan koperasi berperan sebagai perantara Sekretaris Dinas Kesehatan, Lukman Damanik, dalam menerima uang sogokan para calon ASN. “Ketika diperiksa petugas, Flora mengaku selama ini diperintah oleh Lukman Damanik,” kata Liberty.

Hasil penggerebekan Tim Saber Pungli pada Senin 3 Juli 2017, dari koperasi tersebut ditemukan sejumlah barang bukti yakni 1 amplop a.n. JHH berisi uang Rp20 juta, 1 amplop a.n. FS berisi Rp20 juta, uang sejumlah Rp10 juta dengan catatan a.n. NM, 2 blok uang senilai Rp20 juta, 1 amplop putih tanpa nama senilai Rp10 juta, 1 tas ransel milik FSP, 5 amplop kosong bertuliskan nama calon ASN yang diduga bekas tempat uang, 2 buku tulis berisi daftar nama setoran, dan 3 HP.

Saat ini temuan kasus suap calon ASN 2017 tersebut masih dalam pengembangan petugas. Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 5 (2) sub Pasal 11 sub Pasal 12 (a), (b) atau (e) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan TPK juncto Pasal 56 KUHPidana.

“Kedua tersangka sudah kami lakukan penahanan. Mereka sudah berada di Rumah Tahanan Polres Simalungun,” tegas Liberty.(mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Wali Kota Tegal Divonis 5 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhkan vonis lima tahun penjara, kepada Wali Kota nonaktif Tegal, Siti Masitha. Dia...

Dikawal 4 Pesawat Tempur, Panglima TNI ke Natuna Tinjau Pangkalan Militer

Metrobatam, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Saat terbang ke sana, Hadi mendapat pengawalan ekstra ketat. Empat...

PKS Luruskan Hoax Kader Komentar ‘Kartini Pemuas Seks Belanda’

Metrobatam, Jakarta - Komentar seseorang bernama Ahmada Al Fatih yang menghina Kartini dikait-kaitkan dengan PKS. Foto seseorang berjas PKS digabungkan dengan komentar itu. Bagaimana...

Menkumham Setuju Hukuman Cambuk Dilakukan di Area Lapas

Metrobatam, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly setuju eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar syariat di Aceh dila‎ksanakan di...

Dokter RS Premier Ngaku Tak Pernah Beri Rekam Medis Setnov ke Fredrich Yunadi

Metrobatam, Jakarta - Dokter RS Premier Glen S Dunda mengaku, tidak pernah memberi rekam medis terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) kepada pengacara...

Bos First Travel Akui Gaji Rp 1 M dan Beli Restoran di London

Metrobatam, Depok - Hakim menanyai bos First Travel, Andika Surachman soal nilai gajinya yang mencapai Rp 1 miliar tiap bulan. Menurut Andika, gaji sebesar...

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Dimakamkan secara Militer di Kampung Halamannya

Metrobatam, Medan – Wakapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kompol Andi Chandra, yang tewas setelah kapal yang ditumpanginya bersama 6 pejabat utama Polres Labuhanbatu tenggelam di...

Ketua DPRD Kepri Minta KPID Tangkal Penyebaran Hoax Melalui Siaran

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua DPRD Provinsi provinsi Kepri Jumaga Nadeak, meminta agar Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) setempat berperan aktif menangkal penyebaran hoax melalui...

Ditpolairud Polda Kepri MoU dengan DPC INSA Batam Serta Luncurkan Aplikasi Sipopeye Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirpolairud Polda Kepri meluncurkan aplikasi SIPOPEYE KEPRI dan lakukan Penandatanganan (Memorandum of Understanding) MoU bersama DPC INSA Batam, Jumat (20/4/2018) pagi di...

Tiga Penari Erotis di Batam Hanya Pekerja Lepas

Metrobatam, Batam - Tiga penari erotis di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu, 14 April 2018 lalu diketahui hanya...

‘Sentilan’ SBY dan Polemik Kasus Century

Metrobatam, Jakarta - Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, membuat pernyataan mengejutkan melalui akun media sosial Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, pada Selasa (17/4). SBY menyampaikan...

Asyik Pesta Narkoba, 5 Pelajar Ditangkap di Rumah Kosong

Metrobatam, Pekanbaru - Bukannya mengisi waktu dengan hal positif, sekelompok remaja ini malah melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum. Para remaja yang semua masih...
BAGIKAN