PWI: Mengusir dan Kemarahan Ahok pada Wartawan Sudah Kelewatan

244

Metrobatam.com, Jakarta – Tindakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang mengusir wartawan di Balai Kota pada Kamis 15 Juni 2016 dianggap perbuatan yang melampaui batas.

“Tindakan Ahok itu dapat digolongkan sebagai perbuatan melanggar UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, dan bisa diancam pidana paling lama dua tahun atau denda Rp500 juta. Apalagi ini sudah beberapa kali terjadi, sudah kelewatan,” ujar wartawan senior Teguh Santosa dalam keterangan persnya, Jumat (17/6/2016).

Teguh yang menjabat sebagai salah satu Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu mengatakan, pertanyaan yang diajukan wartawan merupakan bentuk cermin pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat.

Selain itu, pertanyaan tersebut sebagai upaya mengkonfirmasi kebenaran informasi yang disampaikan politisi PDI Perjuangan Junimart Girsang terkait adanya dugaan aliran dana sebesar Rp30 miliar ke organisasi Teman Ahok.

Menurutnya, tindakan mengusir dan melarang wartawan yang meliput di Balai Kota sebagai tempat Ahok sehari-hari bekerja adalah sebuah kecerobohan dan patut disesalkan. Hal itu juga bisa dianggap sebagai tindakan menghalang-halangi wartawan mencari informasi yang bermanfaat bagi publik.

Teguh mengutip Pasal 4 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang menyatakan bahwa, pertama, kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Kedua, terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran.

Ketiga, untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Serta keempat, dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak.

Adapun ancaman pidana penjara dan denda khususnya terhadap pelanggaran Pasal 4 ayat (2) dan (3) disebutkan dalam Pasal 18 undang-undang yang sama.

Daripada mengumbar emosi yang meledak-ledak, menurut Teguh, apabila merasa dirugikan, Ahok bisa mengajukan keberatan lewat koridor yang disediakan oleh UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.

Menurut Teguh, kemarahan Ahok yang berlebihan justru memperbesar kecurigaan publik mengenai dana tidak wajar yang mengalir untuk kelompok pendukung Ahok.

“Sebagai pejabat publik, Ahok semestinya bisa menjaga tutur kata dan tingkah laku di depan umum. Jangan arogan dan memberi kesan anti kritik. Itu ciri pemimpin otoriter,” katanya lagi.

Teguh menyarankan Ahok untuk mempelajari cara Presiden Joko Widodo berinteraksi dengan insan pers. Presiden Jokowi, sebutnya, memahami bahwa pers bekerja untuk kepentingan umum.

“Presiden Jokowi juga memahami bahwa kebebasan pers dibutuhkan untuk menopang sistem demokrasi yang sehat. Ahok semestinya mencamkan hal itu,” tutupnya.

(Mb/Okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tak Mau Jawab Pertanyaan Hakim, Fadli Zon Enggan Komentari Perilaku Setnov Dalam Sidang

Metrobatam, Jakarta - Pelaksana Tugas Ketua DPR Fadli Zon enggan berkomentar soal perilaku Setya Novanto yang enggan menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan hakim dalam...

Besok, Hakim Bacakan Putusan Praperadilan Setnov

Metrobatam, Jakarta - Hakim Tunggal Kusno akan memutus praperadilan mantan ketua DPR Setya Novanto (Setnov) pada Kamis (14/12) besok. Pernyataan itu ia sampaikan sebelum...

Terjaring OTT, Kasat Reskrim Polres Manggarai NTT Dicopot

Metrobatam, Kupang – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur Irjen Agung Sabar Sentosa menegaskan Kepala Satuan Reskrim Polres Manggarai berinisial A F berpangkat...

Soal Pengangkatan Tin Zuraida Jadi Staf Ahli, JK Akan Bicara dengan Menpan-RB

Metrobatam, Jakarta – Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, Tin Zuraida, diangkat menjadi staf ahli Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB). Nama...

Ahli Sindir Kelihaian Kuasa Hukum Setnov di Praperadilan

Metrobatam, Jakarta - Ahli hukum pidana dari Universitas Padjadjaran Komariah Emong menyindir kuasa hukum Setya Novanto yang ia sebut lihai dalam memutar pertanyaan terkait...

Muslim dan Nasrani Palestina Bersatu Melawan Trump

Yerusalem - Kurang dari satu jam usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan pengakuan Yerusalem adalah Ibu Kota Israel, warga Palestina langsung protes....

Bupati Bintan Jadi Narasumber Talkshow Coffee Break TV One dengan Tema “Wisata Cross Border...

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan Apri Sujadi bersama Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti menjadi narasumber pada program Talkshow Coffee...

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan di Tepi Pantai Desa Seri Bintan Kecamatan Teluk Sebong

Metrobatam.com, Bintan - Pada tanggal 12 Desember 2017 pukul 10:45 WIB, telah ditemukan mayat laki-laki di desa Seri Bintan, Kecamatan Teluk sebong. Kombes pol Djarot...

Pelantikan dan Pengurus DPC INSA Kota Batam “INSA Kota Batam Siap Sebagai Simpul Poros...

Metrobatam.com, Batam - Pelantikan dan Pengurus INSA Kota Batam pada tanggal 12 Desember 2017 di Novotel Batam. Osman Hasyim Ketua DPC Kota Batam INSA (Indonesian...

Diduga Akan Serang Kantor Polisi, Tiga Pria di Riau Ditangkap

Metrobatam, Jakarta - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap tiga orang terduga teroris yang telah menyusun rencana serangan ke markas kepolisian, Minggu (11/12). Kepala...

Tak Rugikan Calon Jemaah, MK Tolak Gugatan Dana Haji

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materi tentang pengelolaan investasi dana haji. Dalam pertimbangannya, hakim menilai ketentuan tentang investasi dana haji...

Ke KTT OKI, Jokowi akan Sampaikan Penolakan Rakyat Indonesia atas Klaim Trump

Metrobatam, Jakarta - Presiden Jokowi bertolak menuju Istanbul, Turki, untuk menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerja sama Islam (OKI). Jokowi akan menyuarakan aspirasi masyarakat...
BAGIKAN