Rapat dengan Kepala BNN, Komisi III DPR RI: Jangan Tutup-tutupi Kasus Freddy Budiman

278
Kepala BBN dalam rapat dengan komisi III (Lamhot/Detik)

Metrobatam.com, Jakarta – Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat dengan Kepala BNN Komjen Budi Waseso. Salah satu pembahasan yang mencuat adalah soal testimoni Freddy Budiman melalui Haris Azhar.

Komjen Buwas menegaskan dalam kesempatan ini bahwa video Freddy tidak menyebut nama pejabat BNN. Freddy melalui Haris menyebut memberikan uang sebesar Rp 450 miliar ke BNN untuk membantu peredaran narkoba.

“Lalu pernyataan Freddy adanya petugas BNN yang diajak Freddy berkunjung ke pabrik narkoba di China, BNN sudah dapat pledoi Freddy. Itu idak disampaikan dalam pledoi,” ungkap Komjen Budi dalam RDP di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2016).

Argumen yang disampaikan pria yang akrab disapa Buwas itu adalah mengenai Freddy yang menyebut tidak telitinya penyidik BNN sehingga yang dihukum justru orang kecil. Ia pun membantahnya.

Namun pernyataan-pernyataan Buwas yang berdasarkan kronologi membuat anggota Komisi III tidak puas. Mereka secara bergantian menuntut jenderal bintang tiga itu lebih memberi banyak data dan informasi.

“Supaya ini jangan terlalu berlarut terhadap kebohongan, kenapa tidak melaporkan? Apa benar pertemuan ini ada. Biar clean and clear. Sebagai mantan polisi nggak enak di jalan. Apa BNN tidak terhina dengan ucapan seperti ini,” kata anggota Komisi III, Brigjen (Purn) Wenny Warouw.

Sementara itu, Mulfachri Harahap yang memimpin jalannya rapat menyebut Buwas kurang serius dalam menangani kasus ini. “Memang tampaknya tidak serius,” tuturnya.

Kemudian anggota Komisi III dari Fraksi PDIP, DWi Ria Latifa meminta agar Buwas blak-blakan mengenai kasus ini. Ia menyatakan BNN tidak perlu takut akan mendapatkan citra buruk jika memang ada pejabat-pejabat atau oknum di BNN yang terlibat dalam kasus Freddy.

“Jangan ditutupi, s saya yakin Pak Buwas tahu. Institusi akan lebih terhormat kalau dibersihan dari oknum-oknum seperti itu,” ujar Latifa.

Teman satu fraksinya, Masinton Pasaribu bahkan mengusulkan agar rapat berlangsung tertutup. Dengan demikian Buwas tidak khawatir jika harus mengungkapkan fakta sensitif yang ada.

“Kita harus tahu, kami khawatir jangan-jangan nanti ada pejabat yang terlibat yang sekarang masuk di Istana Negara. Makanya perlu diungkap,” tukas Masinton.

Hingga saat ini sesi tanya jawab belum usai. Buwas belum mendapat kesempatam untuk memberi tanggapan.

 

Mb/Detik

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tidak Bayar Upah Pekerja, Bupati Bintan akan Tindak Tegas Kontraktor

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa dirinya akan menindak tegas setiap kontraktor yang mengerjakan pembangunan proyek pemerintah namun tidak...

Selain Bintang Porno, Trump Disebut Kencani Model Playboy

Metrobatam, Jakarta - Majalah The New Yorker pada Jumat (16/2) menulis berita yang mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga pernah memiliki...

Waketum MUI Zainut Tauhid: Tak Masalah Habib Rizieq Disambut di Bandara, Asal Tertib

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid menilai rencana penyambutan Rizieq Shihab saat tiba di Indonesia bukan masalah. Hal...

Diiming-iming Uang Rp5 Ribu, Kakek Mesum Cabuli Bocah 12 Tahun

Metrobatam, Muratara - Perbuatan Bejat M. Yasid seorang kakek berusia 73 tahun terhadap seorang bocah berusia 12 tahun berinisial AS sungguh sangat memprihatinkan. Dengan diiming-iming...

Tafsir Warga Tionghoa: Tahun Anjing Tanah Bakal Banyak Gempa

Metrobatam, Jakarta - Tahun baru Imlek jatuh tepat pada Jumat (16/2). Sesuai kalender Tionghoa, tahun ini adalah shio anjing dengan elemen tanah. Menurut penuturan warga...

Kemhan RI Sudah Meneken Kontrak Pembelian 11 Sukhoi SU-35

Metrobatam, Jakarta - Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan Rusia. Penandatanganan itu dilakukan pada Rabu (14/2) lalu di...

135 Hektar Lahan Sagu Terbakar, Polda Riau: Diduga Sengaja Dilakukan Perusahaan

Metrobatam, Pekanbaru-Kebakaran kembali terjadi di lahan yang diduga milik PT NSP (Nasional Sagu Prima) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kebakaran di konsesi perusahaan...

KPK Didesak Awasi Penerbitan IUP terkait Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengawasi dugaan maraknya penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) daerah terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apalagi, di...

Jokowi Kritik Balik ‘Pengkritik Infrastruktur’

Metrobatam, Jakarta- Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya infrastruktur bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di kawasan Papua. Infrastruktur, menurut dia, penting sebagai upaya menyejahterakan masyarakat. Jokowi...

Kebakaran di Siak Riau, 40 Unit Bangunan Ludes Dilalap Api

Metrobatam, Pekanbaru - Kebakaran hebat melanda di Kabupaten Siak Riau. Sebanyak 40 unit bangunan ruko dan rumah warga hangus dan rata dengan tanah dilalap...

Marak OTT, Bamsoet Minta Fokus pada Pengawasan Uang Negara

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta kepada pemerintah fokus pencegahan dan pengawasan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal itu sehubungan dengan maraknya...

Alami Kekeringan, Warga Aceh Utara Salat Minta Hujan 7 Malam Berturut-turut

Metrobatam, Lhokseumawe - Warga Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melakukan kegiatan yasinan, zikir dan doa bersama selama tujuh malam berturut-turut di...
BAGIKAN