Riau Diambang Bencana Asap

182

Metrobatam, Pekanbaru – Pada Minggu (28/8), Riau dapat dikatakan berada di titik kritis, yakni di ambang bencana asap, jika proses pemadaman gagal mengatasi kebakaran lahan dan hutan yang semakin sulit dikendalikan. Bencana asap selama 18 tahun berturut-turut telah melanda daerah itu.

Demikian pengamatan Kompas yang ikut terbang dalam pemantauan udara pada Minggu pagi, siang, dan petang. Penerbangan menuju pesisir timur nyaris gagal karena jarak pandang sangat pendek akibat tertutup asap tebal kebakaran.

Perjalanan pertama menuju lokasi kebakaran di kawasan penyangga Cagar Biosfer, Desa Tasik Serai, Kabupaten Bengkalis, pukul 09.00 terpaksa balik arah karena kabut asap tidak dapat ditembus. Suasana terbang terasa menakutkan karena helikopter sempat terjebak dalam asap putih total tanpa dapat melihat lingkungan sekeliling.

Kondisi serupa juga dialami helikopter Super Puma Sinarmas Forestry yang mencoba memadamkan api di Tasik Serai. Menurut kopilot heli Super Puma berkode PK DAN itu, Harland R Bakrie, heli itu hanya dapat bertahan tiga kali penyiraman.

Di Desa Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, terjadi kebakaran di lahan PT Sontang Sawit Permai. Pemadaman di lokasi itu dilakukan anggota Polsek Bonai dibantu petugas pemadam dan alat berat dari PT Bina Daya Bentala (PT BDB).

“Kami baru dapat melakukan pemadaman hari ini karena ada bantuan dari PT BDB. Kemarin, saya masih konsentrasi di lokasi kebakaran PT Andika,” kata Kepala Polsek Bonai Darusalam Komisaris Ali Amran.

Mengungsi
Kebakaran di PT Andika, menurut Ali, sangat parah. Diperkirakan lahan yang terbakar sudah mencapai 1.000 hektar. Api bahkan sudah membakar barak pekerja di divisi 4, 5, 6, dan 7. Pekerja perusahaan bersama masyarakat terpaksa mengungsi ke lapangan di pinggir Sungai Rokan Kiri karena kabut asap sudah sangat pekat.

“Ratusan dari kami tidak sempat menyelamatkan harta benda. Kami mengungsi dengan baju di badan saja,” ujar Satieli Zaluhu (49), yang mengungsi dengan istri dan lima anaknya.

Camat Bonai Darussalam Setiyono mengungkapkan, secara administratif wilayah PT Andika sebenarnya berada di Kabupaten Rokan Hilir. Namun, lokasi pengungsian dibuat di Bonai, Rokan Hulu, demi alasan kemanusiaan.

“Warga yang mengungsi diperkirakan sudah mencapai 2.000 orang sejak Jumat sore. Sampai hari ini, pengungsian masih berlanjut. Persoalan kami sekarang kekurangan pasokan pangan,” tutur Setiyono.

Ketua Badan Nasional Penanggulangan Bencana Wilem Rampangilei, di Pekanbaru, mengatakan, untuk membantu pemadaman kebakaran, ada penambahan personel TNI sebanyak dua satuan setingkat kompi yang dibantu Kodam Bukit Barisan. Dua helikopter pun akan didatangkan dari Palembang.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, di Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Sabtu, mengatakan, konsentrasi pemadaman dilakukan di empat daerah. “Sekarang kami berusaha sebaik-baiknya mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Riau. Selain itu, di Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah,” katanya.(mb/kompas)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tim Gabungan Polri- Bea Cukai Kembali Tangkap Kapal Diduga Angkut 3 Ton Sabu di...

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu...

Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...

Ajak 122 Advokat, PSI Bakal Gugat UU MD3 ke MK

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengklaim telah mendapat dukungan dari 122 advokat untuk mengajukan judicial review atau uji...

KSP Sebut Konsultan Politik Berperan Ciptakan Kampanye SARA

Metrobatam, Jakarta - Deputi bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menyebut konsultan politik memiliki peran penting dalam menciptakan...

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga 2019, PLN Ingin Turun

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara Renewabe...

KPK Beri Pengawalan untuk Jamin Keamanan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah mempersiapkan pengawalan terhadap Novel Baswedan sekembalinya ke Indonesia usai menjalani perawatan di Singapura selama 10 bulan terakhir....
BAGIKAN