Ribuan Sopir Tangki Gelar Mogok Nasional, Pertamina Gandeng TNI/Polri Pasok BBM

    1691

    Metrobatam, Jakarta – Ribuan awak mobil tangki (AMT) Pertamina menggelar aksi mogok nasional serentak terhitung sejak Senin (19/6) pukul 00.00 WIB. Aksi yang digalang Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPBI) ini diklaim melibatkan ribuan sopir dari 11 depot Pertamina di sejumlah daerah di Indonesia.

    “Perangkat pemogokan sudah siap 100 persen sejak malam ini. Kami menyediakan tenda, atribut, spanduk dan lain-lain. Akan ada ribuan sopir yang mogok. Aksi ini berlangsung hingga 26 Juni, namun semuanya tergantung hasil perundingan di lapangan,” kata Wadi Atmawijaya, Humas FBTPBI kepada CNNIndonesia.com, Minggu (18/6) malam.

    Dj Jakarta, aksi mogok akan terkonsentrasi di Depot Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Ada empat tuntutan yang diusung para sopir atau AMT dalam aksi kali ini. Tuntutan pertama adalah agar para sopir diangkat menjadi karyawan tetap oleh dua anak usaha Pertamina, yakni Pertamina Agra Niaga dan El Nusa.

    Wadi mengatakan, tuntutan ini lantaran perusahaan tempat mereka bernaung kerap menyulitkan pekerja untuk menjadi karyawan tetap. Perusahaan, menurut Wadi, melakukannya dengan berbagai cara, termasuk dengan tidak meloloskan pekerja saat tes seleksi.

    “Tuntutan kami ini sesuai dengan nota dari suku dinas tenaga kerja beberapa waktu lalu yang menyarankan perusahaan mengeluarkan SK pengangkatan menjadi karyawan tetap di Pertamina Agra Niaga,” ujarnya.

    Tuntutan lain terkait uang lembur. Wadi mengungkapkan, sejak bekerja 2007 silam, para sopir tangki tak pernah mendapat uang lembur. Padahal, Wadi mengklaim banyak sopir yang bekerja lebih dari delapan jam sehari.

    “Kami juga menuntut Pertamina mengubah sistem kerja menjadi delapan jam kerja sehari. Kami menuntut perusahaan mempekerjakan lagi rekan-rekan kami yang di-PHK,” katanya.

    Ini bukan aksi mogok pertama yang digelar oleh AMT. Wadi mengatakan, AMT sebelumnya juga telah menggelar aksi yang sama pada November 2016. Aksi pertama sempat dimediasi oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan menghasilkan sejumlah kesepakatan antara Pertamina dan AMT.

    Kesepakatan tersebut antara lain mempekerjakan lagi AMT yang mengikuti aksi, mengubah sistem kerja, membayar pesangon karyawan yang di-PHK, dan membayar BPJS Tenaga Kerja para sopir. “Tapi baru satu poin yang dipenuhi oleh mereka,” ujarnya.

    Wadi menegaskan, aksi mogok hari ini berlangsung hingga 26 Juni kecuali ada kesepakatan yang dicapai dalam perundingan antara Pertamina dan AMT.

    Aksi mogok akan melibatkan 11 depot di sejumlah daerah seperti di Plumpang, Banyuwangi, Surabaya, Padalarang, dan Makassar.

    Pertamina Gandeng TNI/Polri

    PT Pertamina Patra Niaga menjamin pasokan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menjelang dan selama Idul Fitri tak akan terhambat meski ada aksi mogok nasional dari ribuan awak mobil tangki (AMT) di sejumlah daerah. Untuk menjamin kelancaran dan keamanan distribusi BBM di tengah aksi mogok, Pertamina Patra Niaga menggandeng TNI dan Polri serta pihak-pihak terkait.

    “Kami juga menyiapkan strategi alih suplai antar Terminal BBM (TBBM) untuk memenuhi ketersediaan BBM bagi masyarakat,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Rudy Permana dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com.

    Rudy menjelaskan, aksi mogok itu dilakukan oleh AMT yang merupakan mantan karyawan dari PT Garda Utama Nasional, PT Ceria Utama Abadi, PT Absolute Service, PT Prima Perkasa Mandiri, PT Ardina Prima, dan PT Cahaya Andika Tamara.

    Mereka adalah Perusahaan Pemborong Pekerjaan Pengangkutan (4P) di area operasional distribusi BBM Pertamina Patra Niaga. Rudy mengatakan, pihaknya menyesalkan aksi yang dilakukan para mantan karyawan 4P tersebut dan meminta masyarakat kritis menyikapi isu-isu yang beredar.

    “Dengan program SATGAS SIAP, kami menjamin kelancaran disitribusi BBM bagi masyarakat, khususnya di SPBU di daerah-daerah yang mendapat ancaman mogok nasional tersebut,” kata Rudy.

    Terkait tuntutan AMT soal pengangkatan sebagai karyawan tetap, Rudy mengatakan para mantan karyawan 4P tersebut adalah karyawan yang tidak memenuhi syarat pengangkatan karyawan tetap di perusahaan 4P.

    Ada berbagai sebab yang membuat mereka tidak memenuhi syarat, antara lain sudah dalam batas usia pensiun, tingkat kehadiran yang rendah selama masa evaluasi, tindakan indisipliner selama masa evaluasi, dan melakukan tindakan yang merugikan perusahaan.

    Hal tersebut bertentangan dengan kriteria pengangkatan karyawan tetap dari 4P yang disampaikan kepada Pertamina Patra Niaga.

    “Di antaranya tingkat kehadiran 100 persen selama masa evaluasi (3 bulan), kinerja sesuai standard performance, tidak ada tindakan indisipliner, belum masuk usia pensiun, dan kondisi sehat,” kata Rudy.(mb/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Seluruh Satker

    Metrobatam.com, Bintan - Terkait permasalahan banjir yang sering terjadi dibeberapa titik lokasi di Kabupaten Bintan, Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos mengajukan usulan kepada...

    Pemkab Bintan akan Hidupkan Lahan Tidur

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos bersama rombongan Komisi I dan Komisi II DPRD Kabupaten Bintan meninjau Waduk Hulu Bintan, Selasa,...

    Ini Restoran Senilai Rp 15 Miliar, Milik Bos First Travel di London

    Metrobatam, Jakarta - Polisi mendalami kepemilikan aset milik bos First Travel berupa restoran di London, Inggris. Restoran tersebut disebut polisi dibeli pada 2016 dengan...

    Hore! Sukses Cegah Karlahut, Lima Desa Dapat Rp100 Juta

    Metrobatam, Pelalawan - Sebanyak lima desa mendapatkan reward (hadiah) karena berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Lima desa tersebut berasal dari...

    Bank Sampah Solusi dari Persoalan Sampah di Bintan

    Metrobatam.com, Bintan - Masalah sampah bukanlah permasalahan yang bisa dibiarkan begitu saja, permasalahan sampah selalu menjadi masalah yang berkesinambungan di setiap kota. Dan Sistem...

    Hindari Gratifikasi, Kapolri Taruh Sepeda Jokowi di Museum Polri

    Metrobatam, Jakarta - Istri Kapolri, Tri Suswati, mendapat hadiah sepeda dari Presiden Jokowi karena dinilai memakai pakaian adat terbaik saat upacara 17 Agustus di...

    Jelang Puncak Haji, Jemaah Indonesia Cari Makanan Mandiri

    Metrobatam, Jakarta - Jelang proses puncak ibadah haji pada akhir bulan ini (9 Zulhijah) di Padang Arafah, Arab Saudi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)...

    Kasus Suap ‘Sapi-Kambing’, KPK akan Selidiki Peran Majelis Hakim

    Metrobatam, Jakarta - Suap bersandi 'sapi-kambing' diterima oknum Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dari pengacara PT Aquamarine Divindo Inspection (ADI). Tujuannya...

    Pelaku Teror di Spanyol Ingin Ledakkan Katedral Ikonik Barcelona

    Barcelona - Salah satu tersangka serangan teror diBarcelona, Spanyol, pekan lalu, kepada hakim mengatakan bahwa kelompoknya sebenarnya merencanakan serangan yang jauh lebih besar. Kepada media...

    Hari ke-3, Basarnas Fokus Lakukan Pencarian 10 Tentara AS di Perairan Bintan

    Metrobatam, Batam - Hari ketiga, Badan SAR Nasional (Basarnas ) Kepri masih melakukan pencarian hilangnya 10 orang tentara Amerika Serikat (AS), pascatabrakan antara kapal...

    Aman Abdurrahman, Pengagum ISIS dan Perebut Massa Baasyir

    Metrobatam, Jakarta - Peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia seharusnya menjadi lembaran baru bagi terpidana kasus terorisme Aman Abdurrahman alias Oman. Remisi atau pengurangan masa...

    JK: Pemerintah Ingin Temuan Pansus Angket Perkuat KPK

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintah meminta kelembagaan Komisi Pemberantasan Korupsi tetap kuat meski Panitia Khusus Hak Angket telah menemukan 11 temuan sementara indikasi pelanggaran lembaga...