Ribuan Sopir Tangki Gelar Mogok Nasional, Pertamina Gandeng TNI/Polri Pasok BBM

    1734

    Metrobatam, Jakarta – Ribuan awak mobil tangki (AMT) Pertamina menggelar aksi mogok nasional serentak terhitung sejak Senin (19/6) pukul 00.00 WIB. Aksi yang digalang Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPBI) ini diklaim melibatkan ribuan sopir dari 11 depot Pertamina di sejumlah daerah di Indonesia.

    “Perangkat pemogokan sudah siap 100 persen sejak malam ini. Kami menyediakan tenda, atribut, spanduk dan lain-lain. Akan ada ribuan sopir yang mogok. Aksi ini berlangsung hingga 26 Juni, namun semuanya tergantung hasil perundingan di lapangan,” kata Wadi Atmawijaya, Humas FBTPBI kepada CNNIndonesia.com, Minggu (18/6) malam.

    Dj Jakarta, aksi mogok akan terkonsentrasi di Depot Pertamina Plumpang, Jakarta Utara. Ada empat tuntutan yang diusung para sopir atau AMT dalam aksi kali ini. Tuntutan pertama adalah agar para sopir diangkat menjadi karyawan tetap oleh dua anak usaha Pertamina, yakni Pertamina Agra Niaga dan El Nusa.

    Wadi mengatakan, tuntutan ini lantaran perusahaan tempat mereka bernaung kerap menyulitkan pekerja untuk menjadi karyawan tetap. Perusahaan, menurut Wadi, melakukannya dengan berbagai cara, termasuk dengan tidak meloloskan pekerja saat tes seleksi.

    “Tuntutan kami ini sesuai dengan nota dari suku dinas tenaga kerja beberapa waktu lalu yang menyarankan perusahaan mengeluarkan SK pengangkatan menjadi karyawan tetap di Pertamina Agra Niaga,” ujarnya.

    Tuntutan lain terkait uang lembur. Wadi mengungkapkan, sejak bekerja 2007 silam, para sopir tangki tak pernah mendapat uang lembur. Padahal, Wadi mengklaim banyak sopir yang bekerja lebih dari delapan jam sehari.

    “Kami juga menuntut Pertamina mengubah sistem kerja menjadi delapan jam kerja sehari. Kami menuntut perusahaan mempekerjakan lagi rekan-rekan kami yang di-PHK,” katanya.

    Ini bukan aksi mogok pertama yang digelar oleh AMT. Wadi mengatakan, AMT sebelumnya juga telah menggelar aksi yang sama pada November 2016. Aksi pertama sempat dimediasi oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dan menghasilkan sejumlah kesepakatan antara Pertamina dan AMT.

    Kesepakatan tersebut antara lain mempekerjakan lagi AMT yang mengikuti aksi, mengubah sistem kerja, membayar pesangon karyawan yang di-PHK, dan membayar BPJS Tenaga Kerja para sopir. “Tapi baru satu poin yang dipenuhi oleh mereka,” ujarnya.

    Wadi menegaskan, aksi mogok hari ini berlangsung hingga 26 Juni kecuali ada kesepakatan yang dicapai dalam perundingan antara Pertamina dan AMT.

    Aksi mogok akan melibatkan 11 depot di sejumlah daerah seperti di Plumpang, Banyuwangi, Surabaya, Padalarang, dan Makassar.

    Pertamina Gandeng TNI/Polri

    PT Pertamina Patra Niaga menjamin pasokan distribusi bahan bakar minyak (BBM) menjelang dan selama Idul Fitri tak akan terhambat meski ada aksi mogok nasional dari ribuan awak mobil tangki (AMT) di sejumlah daerah. Untuk menjamin kelancaran dan keamanan distribusi BBM di tengah aksi mogok, Pertamina Patra Niaga menggandeng TNI dan Polri serta pihak-pihak terkait.

    “Kami juga menyiapkan strategi alih suplai antar Terminal BBM (TBBM) untuk memenuhi ketersediaan BBM bagi masyarakat,” kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Rudy Permana dalam keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com.

    Rudy menjelaskan, aksi mogok itu dilakukan oleh AMT yang merupakan mantan karyawan dari PT Garda Utama Nasional, PT Ceria Utama Abadi, PT Absolute Service, PT Prima Perkasa Mandiri, PT Ardina Prima, dan PT Cahaya Andika Tamara.

    Mereka adalah Perusahaan Pemborong Pekerjaan Pengangkutan (4P) di area operasional distribusi BBM Pertamina Patra Niaga. Rudy mengatakan, pihaknya menyesalkan aksi yang dilakukan para mantan karyawan 4P tersebut dan meminta masyarakat kritis menyikapi isu-isu yang beredar.

    “Dengan program SATGAS SIAP, kami menjamin kelancaran disitribusi BBM bagi masyarakat, khususnya di SPBU di daerah-daerah yang mendapat ancaman mogok nasional tersebut,” kata Rudy.

    Terkait tuntutan AMT soal pengangkatan sebagai karyawan tetap, Rudy mengatakan para mantan karyawan 4P tersebut adalah karyawan yang tidak memenuhi syarat pengangkatan karyawan tetap di perusahaan 4P.

    Ada berbagai sebab yang membuat mereka tidak memenuhi syarat, antara lain sudah dalam batas usia pensiun, tingkat kehadiran yang rendah selama masa evaluasi, tindakan indisipliner selama masa evaluasi, dan melakukan tindakan yang merugikan perusahaan.

    Hal tersebut bertentangan dengan kriteria pengangkatan karyawan tetap dari 4P yang disampaikan kepada Pertamina Patra Niaga.

    “Di antaranya tingkat kehadiran 100 persen selama masa evaluasi (3 bulan), kinerja sesuai standard performance, tidak ada tindakan indisipliner, belum masuk usia pensiun, dan kondisi sehat,” kata Rudy.(mb/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Pelantikan Pengurus IOF Pengcab Batam dan Tanjungpinang Periode 2018-2022

    Metrobatam.com, Batam - Pelantikan pengurus Indonesia Off-Road Federation Pengcab Batam-Pengcab Tanjung Pinang di Hotel Planet Holiday, Sabtu (21/04/2018). Askar Kartiwa Ketua Umum PP IOF menerangkan,...

    Isu Kudeta, Fakta Dibalik Rentetan Tembakan di Istana Arab Saudi

    Riyadh - Sejumlah saksi mata yang berada di dekat Istana Arab Saudi mendengar rentetan tembakan di dalam kompleks istana. Kemudian suara tembakan ini dikaitkan...

    Presiden PKS Buka Kemungkinan Usung Capres Selain Prabowo

    Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka kemungkinan mengusung calon presiden (capres) selain Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan saat...

    Dilarang SBY Bicara, Roy Suryo Sebut Pembocor Info Berbahaya

    Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo membenarkan kabar bahwa Ketua Umum Partai Demokat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melarangnya untuk berbicara...

    Kapal Tenggelam, Wakapolres Pelabuhanbatu Hilang

    Metrobatam, Medan - Terjadi kecelakaan speed board (perahu) yang mengangkut rombongan personel Polri di Sungai Berombang, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara pada Sabtu 21 April...

    Bantai Sevila 5 – 0, Barcelona Juara Copa del Rey

    Madrid - Barcelona tak kesulitan meraih gelar juara Copa del Rey musim ini. Menghadapi Sevilla di final, Blaugrana menang amat telak: 5-0! Laga final Copa...

    Ketum PPP: Secara Rasional AHY Lebih Pilih Jokowi

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum PPP Romahurmuziy menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih baik bersama Joko Widodo dalam Pilpres 2019. Romahurmuziy menyebut ini sebagai...

    Bandung Banjir, Tim Diskar PB Evakuasi Mobil yang Terjebak

    Metrobatam, Bandung - Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung sejak Sabtu (21/4) sore kembali membuat sejumlah ruas jalan terendam banjir Cileuncang. Dinas Kebakaran dan...

    Menteri Yohana Sebut Jokowi Setujui Perppu Cegah Kawin Dini

    Metrobatam,Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan Presiden Joko Widodo menyetujui penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Pencegahan Perkawinan Anak. "Jadi...

    Ancam Penyidik, Brigjen Gadungan Ditangkap di Banten

    Metrobatam, Jakarta - Polres Metro Jakarta Selatan menangkap seorang pria berinisial A yang berpura-pura menjadi Brigadir Jenderal setelah melakukan pengancaman terhadap penyidik yang menangani...

    Belasan Gajah Rusak Rumah Warga Lampung

    Metrobatam, Tanggamus - Belasan gajah liar masuk ke permukiman warga di Pekon (Kampung) Gunungdoh, Kecamatan Bandarnegeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, dan merusak rumah...

    Ditekuk Tim Juru Kunci, Performa Milan Memalukan

    Milan - AC Milan menelan kekalahan 0-1 saat menghadapi Benevento yang notabene tim juru kunci. Performa Rossoneri, terlebih di kandang sendiri, dinilai memalukan. Milan tumbang...
    BAGIKAN