Canberra – Para pelaku kejahatan di balik perdagangan organ manusia ilegal di seluruh dunia telah meraup total keuntungan hingga AU$ 23 miliar, atau lebih dari Rp 24 triliun, pada tahun lalu.

Sekitar 12.000 organ telah dijual di pasar gelap. Kebanyakan yang dijual adalah ginjal, 654 buah organ jantung, dan 2.615 hati yang masing-masing dijual lebih dari AU$ 394.000, atau hampir Rp 4 miliar.

   

Sekitar 1.400 warga Australia saat ini sedang menunggu transplantasi organ, sementara 11.000 orang lainnya menjalani dialisis ginjal.

Menurut laporan yang diajukan ke komite parlemen Australia, perdagangan ilegal organ tubuh akan terus tumbuh, jika Pemerintah Australia tidak berbuat lebih banyak untuk mencegah perdagangan organ manusia.

Temuan komite menunjukkan jika Pemerintah Australia gagal mengatasi kesenjangan antara jumlah orang yang butuh transplantasi organ dengan pasokan sumbangan organ yang bebas biaya, maka pasar gelap akan terus berkembang.

Ketua Sub-Komite Hak Asasi Manusia dari Komite Tetap Urusan Luar Negeri, Pertahanan dan Perdagangan, Kevin Andrews, yang berasal dari Partai Liberal, mengatakan di depan parlemen bahwa lamanya waktu menunggu untuk sebuah ginjal di Australia rata-rata adalah tiga tahun.

“Mereka yang putus asa dengan kondisi mematikan tanpa transplantasi bisa melakukan perjalanan jauh dari negara sendiri ke tempat-tempat seperti Mesir, Filipina atau Pakistan, membayar puluhan ribu dolar bahkan lebih, untuk transplantasi organ,” kata Kevin,

“Sementara donor kemungkinan besar berada dalam kesulitan keuangan, kemungkinan dieksploitasi, dan tidak bisa memberikannya tanpa biaya dan tidak dapat berikan persetujuan,” tambahnya.

Laporan komite merekomendasikan Pemerintah Australia agar mengambil sejumlah tindakan untuk memperkuat keterlibatannya dalam memerangi perdagangan organ manusia yang mendunia.

Mereka juga meminta pemerintah mengumpulkan data dari warga Australia yang terlibat dalam perdagangan organ ilegal di luar negeri, serta memperketat undang-undang kriminal soal upaya pengumpulan organ tubuh.

Laporan tersebut juga menyimpulkan agar pemerintah berusaha meningkatkan jumlah sumbangan organ melalui memberikan dana berkelanjutan untuk program sumbangan organ tubuh, meningkatkan kesadaran, serta penyelidikan program internasional lainnya – seperti menyisihkan organ donasi.

Kevin mengatakan komite telah mendengar dari banyak orang yang meminta agar perlindungan soal donor organ tubuh ditingkatkan.

“Bukti mereka konsisten, perdagangan organ adalah pelanggaran terhadap hak dan martabat orang dan Australia harus berbuat lebih banyak untuk menghentikan warganya bepergian ke luar negeri untuk mendukungnya,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan Pemerintah Federal Australia belum menanggapi laporan tersebut. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Gubernur H Nurdin Basirun Hadiri Pementasan Seni Budaya Manggarai-Flores, NTT

Metrobatam.com, Batam - Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan kebersamaan menjadi salah satu modal kuat untuk menyukseskan pembangunan. Masyarakat yang bersatu padu, penuh kedamaian membuat...

SMKN 1 dan SMPN 26 Batam Terima Penghargaan Adiwiyata Nasional

Metrobatam.com, Batam - Dua sekolah di Batam mendapat Penghargaan Adiwiyata Nasional 2018. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Herman Rozie mengatakan penghargaan ini terakhir...

Nongkrong di Kedai Kopi Saat Jam Kerja, 15 ASN Pemko Tanjungpinang Terjaring Razia

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebagai wujud komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta pembinaan birokrasi bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Honorer di...

Kodim 0315/Bintan dan Dinkesdalduk KB Tanjungpinang Berikan Edukasi Pada Masyarakat Tentang Pencegahan DBD

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komand Distrik Militer (Kodim) 0315/Bintan bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang menggelar kegiatan dalam hal pemantauan jentik...

Camat Katang Bidare Kunjungi Desa dan Sekolah SDN 015 Senayang

Metrobatam.com, Lingga - Camat Katang Bidare Safaruddin kembali mengunjungi beberapa desa diwilayahnya sekaligus menjadi pembina upacara di SDN 015 Senayang, Lingga pada Senin (21/1/2019)...

Bupati Lingga Pastikan Desa Mamut Dibangun Dermaga Beton Tahun Ini

Metrobatam.com, Senayang - Bupati Lingga H. Alias Wello di sela-sela kesibukan nya menyempatkan diri mengunjungi Desa Mamut yang terletak di Kecamatan Senayang, Minggu (20/1/2019)....

Kapal Karam di Perairan Batam, 5 ABK Berhasil Selamat

Metrobatam, Batam - Kecelakaan kapal terjadi di perairan Pulau Ngenang, Batam, Kepulauan Riau. Sebuah kapal yang membawa muatan solar sebanyak 250 ton karam di...

Kader PBB Dipukuli Gara-gara Status Medsos soal Yusril

Metrobatam, Jakarta - Seorang kader Partai Bulan Bintang (PBB) bernama Ali Wardi diduga dipukuli sekelompok kader PBB lainnya di kantor DPP PBB, Jalan Raya...

Ditembak Mati, Achi Rampok 3 Kg Emas dan Tebas Tangan Korban

Metrobatam, Makassar - Tim Resmob Polda Sulsel menembak mati seorang pelaku perampokan yang kerap beraksi di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, Achy (31). Pelaku...

Viral, Romantisnya Kakek Umur 70 Tahun Nikahi Wanita Muda

Metrobatam, Mamuju - Pernikahan memang menjadi hal yang dinanti-nanti oleh pasangan kekasih. Bila sudah cinta, kadang tidak mengenal status, bahkan perbedaan umur. Begitu juga dengan...

AHY Minta Prabowo-Sandi Sampaikan Visi Misi yang Dipahami Masyarakat

Metrobatam, Makassar - Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan masukan jelang debat kedua Pilpres 2019. AHY meminta Prabowo-Sandi bisa menyampaikan visi-misi secara lugas dan dipahami...

Edy Harusnya Out dari Gubernur Sumut, Bukan PSSI

Metrobatam, Nusa Dua - Edy Rahmayadi mundur sebagai Ketua Umum PSSI di Kongres 2019. Voters menilai Edy sebaiknya out sebagai Gubernur Sumatera Utara. Edy menjalani...