Saat Jadi Menkeu, Agus Marto Nilai e-KTP Tak Sesuai Aturan

2333

Metrobatam, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi telah membeberkan sejumlah nama-nama pejabat yang masuk dalam dakwaan dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP yang dilakukan dua pejabat Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yakni Irman dan Sugiharto.

Diantara sejumlah nama tersebut, muncul beberapa nama dari Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) hingga kalangan swasta.

Sementara, nama Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo yang menjabat sebagai Menteri Keuangan saat proyek e-KTP diajukan tak masuk dalam dakwaan JPU KPK.

Terkait hal ini, Agus mengatakan, saat diperiksa oleh KPK, dirinya justru sempat menolak pengajuan proyek e-KTP dengan sistem anggaran tahun jamak (multiyears) lantaran proyek tersebut tak memenuhi aturan.

“Karena administrasi dan prosesnya itu tidak memenuhi aturan lalu kita tolak,” ujar Agus kepada CNNIndonesia.com, saat ditemui Jumat dini hari (10/3).

Menurut Agus, sebenarnya tak ada yang salah dengan sistem multiyears. Bahkan, ia menyebut, sistem multiyears justru dibutuhkan untuk pembangunan Indonesia. Hanya saja, saat itu Kemendagri mengajukan sistem multiyears untuk anggaran, bukan pelaksanaan.

Hal ini membuat Agus menolak proyek yang memiliki nilai anggaran sebesar Rp6 triliun tersebut.

Namun, saat kembali diajukan oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi untuk kedua kalinya kepada Kementerian Keuangan, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Herry Purnomo justru memberi izin proyek e-KTP dengan sistem multiyears.

Saat ditanyai kenapa, Agus enggan mengungkap alasan terkait pemberian izin dari kementeriannya setelah Gamawan mengajukan anggarannya untuk kedua kalinya. Sebab, kata dia, sejumlah keterangan telah disampaikannya kepada KPK saat diperiksa pada November 2016 lalu.

Selain itu, bersamaan dengan telah disebutkannya beberapa nama pejabat dalam dakwaan yang dipaparkan oleh JPU KPK, akan memberi titik terang pada penyelesaian kasus dugaan korupsi yang membuat negara menelan kerugian hingga Rp2,3 triliun.

“Sekarang sudah terbuka siapa-siapa nama yang ada di dalam kasus e-KTP tetapi status tersangka baru dua orang. Sedangkan yang lain kita mesti menghormati hukum, yaitu azas praduga tak bersalah,” imbuhnya.

Oleh karenanya, Agus menegaskan bahwa dirinya mendukung langkah demi langkah yang dilakukan KPK dalam mengusut kasus dugaan korupsi proyek e-KTP ini.

Untuk diketahui, dalam dakwaannya, JPU KPK menyebut sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang dilakukan Irman dan Sugiharto. Keduanya diduga menguntungkan Gamawan, Diah Anggaraini, Dradjat Wisnu Setyawan, dan Johannes Marliem.

Nama-nama pejabat yang masuk dalam dakwaan, yakni Ketua DPR Setya Novanto, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasona Laoly.

Lalu, nama lainnya, yaitu Anas Urbaningrum, Marzuki Ali, Olly Dondokambey, Melchias Marchus Mekeng, Mirwan Amir, Tamsil Lindrung, Taufik Effendi, Teguh Djuwarno. Chairuman Harahap, Arief Wibowo, Mustoko Weni, Rindoko, Jazuli Juwaeni, Agun Gunandjar Sudarsa, Ignatius Mulyono, Miryam S Haryani, Nu’man Abdul Hakim, Abdul Malik Harmaen, Jamal Aziz, dan Markus Nari.

(mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...

Ketua DPRD: Tak Ada Aturan Wajibkan Paripurna Istimewa untuk Anies

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik meminta agar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi segera membuat Paripurna Istimewa untuk...

Wiranto: Usulan Pembentukan Densus Tipikor Bukan soal Politik

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, wacana pembentukan detasemen khusus tindak pidana korupsi (Densus Tipikor) sama sekali tidak...

Dokumen Rahasia AS Ungkap Upaya Penggulingan Sukarno dan PKI

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat disebut mengetahui rangkaian upaya Angkatan Darat (AD) untuk menghancurkan Partai Komunis negara (PKI) dan menggulingkan Sukarno mulai tahun...

Sri Mulyani Angkat Isu Perpindahan Dana WNI Rp 18,9 T di Forum Dunia

Washington - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat membicarakan persoalan uang 81 Warga Negara Indonesia (WNI) senilai Rp 18,99 triliun yang ditransfer dari Guernsey...

KPU Tutup Pendaftaran, Dokumen 13 Partai Belum Lengkap

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari mengatakan 13 Partai Politik (Parpol) berstatus belum memenuhi kelengkapan dokumen peserta pemilu 2019 hingga...

Radikalisme Agama Ancam Keberagaman Indonesia

Metrobatam, Pangkal Pinang - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mewaspadai penyebaran paham radikal atas...

Sajikan Gadis Belia, Prostitusi di Lhokseumawe Dikelola 2 Wanita

Metrobatam, Lhokseumawe - Kakak beradik di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh ditangkap anggota Satreskrim Polres Lhokseumawe. Keduanya diduga merupakan mucikari yang telah menjual...
BAGIKAN