Saat Umrah, Amien Rais dan Habib Rizieq Bahas Kriminalisasi Ulama

    1829

    Metrobatam, Jakarta – Saat umrah, Amien Rais sempat bertemu dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Amien mengaku berbincang soal kriminalisasi ulama dengan Rizieq.

    “Mengenai kriminalisasi ulama,” kata Amien saat ditanya soal isi perbincangannya dengan Rizieq. Hal itu disampaikan Amien di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/6).

    Amien mengatakan bahwa pembicaraan selama 1 jam dengan Habib Rizieq berisi hal-hal penting. Namun dia enggan membahas detil isinya. “Kalau itu, nanti saya laporkan ke teman-teman dulu, baru ke wartawan,” ucapnya.

    Amien sendiri kemarin siang datang ke Gedung DPR untuk bertemu Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Keduanya merupakan petinggi PAN.

    “Bertemu Mas Taufik, yang mau mendapat guru besar di Undip, saya diminta untuk datang. Ke tempat Pak Zul, Idul Fitri saya enggak ada di Yogyakarta, saya di Pekanbaru,” ungkap Amien.

    Di tempat terpisah Pakar hukum pidana Universitas Muhamadiyah Jakarta, Chairul Huda menilai, tersangka kasus pornografi Rizieq Shihab membuang kesempatan untuk membuktikan dirinya tak bersalah dengan cara lari ke Arab Saudi. Kini satu-satunya cara untuk membuktikan kasus ini adalah dengan membawa kasus percakapan mesum ini ke pengadilan.

    Chairul Huda mengatakan, di pengadilan nanti bisa diketahui apakah Polri bisa membuktikan kasus ini, atau Rizieq memang tak bersalah. “Dengan ke luar negeri itu merugikan dirinya sendiri karena tidak bisa memberikan keterangan,” ujarnya.

    Di persidangan nanti akan diketahui bukti apa yang dimiliki polisi untuk menjerat Rizieq. Di sana pula Rizieq bisa memberikan pembelaan-pembelaan.

    Sementara pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Pangi Syarwi Chaniago menyebut kasus ini jadi pertaruhan integritas kepolisian. Dalam konteks politik, jika penetapan tersangka Rizieq tanpa bukti kuat, maka kasus ini akan dinilai publik sebagai aksi balas dendam karena kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    “Sehingga kalau tidak ada bukti ya jangan dipaksakan. Karena citra Polri yang dipertaruhkan,” kata Pangi.

    Pangi berpendapat, beberapa kasus yang ditangani kepolisian belakangan ini memang kental aroma politisnya. Namun, kata Pangi, dalam kasus Rizieq, Polisi seakan ingin memberikan bukti bahwa penegakan hukum di Indonesia tak pandang bulu.

    “Apakah itu Habib Rizieq, apakah itu Ahok dan apakah Buni Yani dan seterusnya, semua harus bisa menerimanya,” ujar Pangi.

    Pangi yakin penetapan tersangka Rizeq melalui suatu keputusan yang matang dari polisi. Maka, kata Pangi, polisi tidak perlu takut dengan penggiringan opini dan reaksi masyarakat pro Rizieq yang menyebut kasus ini suatu rekayasa. “Dia (Polri) bekerja bukan karena opini tapi dengan alasan hukum itu ya,” ucapnya.

    Sebelumnya dalam rekaman suara yang diperdengarkan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rizieq menyebut dirinya ke Arab Saudi bukan karena lari dari proses hukum. Ia menyebut pelarian tersebut adalah upaya melawan kezaliman dan kebatilan.

    Dalam rekaman tersebut Rizieq bahkan menyatakan, untuk kasusnya ini hanya ada dua pilihan yakni rekonsiliasi atau revolusi. “Tidak ada kata lain, kecuali lawan. Pilihannya ada di hadapan pemerintah rekonsiliasi atau revolusi,” kata Rizieq.(mb/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

    Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

    Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

    Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

    Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

    Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

    Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

    Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

    Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

    PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...

    Ajak 122 Advokat, PSI Bakal Gugat UU MD3 ke MK

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengklaim telah mendapat dukungan dari 122 advokat untuk mengajukan judicial review atau uji...

    KSP Sebut Konsultan Politik Berperan Ciptakan Kampanye SARA

    Metrobatam, Jakarta - Deputi bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menyebut konsultan politik memiliki peran penting dalam menciptakan...

    Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga 2019, PLN Ingin Turun

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara Renewabe...

    KPK Beri Pengawalan untuk Jamin Keamanan Novel Baswedan

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah mempersiapkan pengawalan terhadap Novel Baswedan sekembalinya ke Indonesia usai menjalani perawatan di Singapura selama 10 bulan terakhir....

    Setnov Bela Fahri Hamzah soal Tudingan Nazaruddin

    Metrobatam, Jakarta - Terdakwa korupsi proyek e-KTP Setya Novanto membela Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang dituding mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin...

    TKI di Taiwan Tewas Misterius, Sempat Tulis Surat Wasiat dan Siaran Live di Facebook

    Metrobatam, Lampung - Seorang TKI pria yang bekerja di Taiwan dilaporkan tewas bunuh diri. Pria berinisial WY asal Lampung Timur itu dikabarkan nekat mengakhiri...
    BAGIKAN