Saat Umrah, Amien Rais dan Habib Rizieq Bahas Kriminalisasi Ulama

    1831

    Metrobatam, Jakarta – Saat umrah, Amien Rais sempat bertemu dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. Amien mengaku berbincang soal kriminalisasi ulama dengan Rizieq.

    “Mengenai kriminalisasi ulama,” kata Amien saat ditanya soal isi perbincangannya dengan Rizieq. Hal itu disampaikan Amien di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/6).

    Amien mengatakan bahwa pembicaraan selama 1 jam dengan Habib Rizieq berisi hal-hal penting. Namun dia enggan membahas detil isinya. “Kalau itu, nanti saya laporkan ke teman-teman dulu, baru ke wartawan,” ucapnya.

    Amien sendiri kemarin siang datang ke Gedung DPR untuk bertemu Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. Keduanya merupakan petinggi PAN.

    “Bertemu Mas Taufik, yang mau mendapat guru besar di Undip, saya diminta untuk datang. Ke tempat Pak Zul, Idul Fitri saya enggak ada di Yogyakarta, saya di Pekanbaru,” ungkap Amien.

    Di tempat terpisah Pakar hukum pidana Universitas Muhamadiyah Jakarta, Chairul Huda menilai, tersangka kasus pornografi Rizieq Shihab membuang kesempatan untuk membuktikan dirinya tak bersalah dengan cara lari ke Arab Saudi. Kini satu-satunya cara untuk membuktikan kasus ini adalah dengan membawa kasus percakapan mesum ini ke pengadilan.

    Chairul Huda mengatakan, di pengadilan nanti bisa diketahui apakah Polri bisa membuktikan kasus ini, atau Rizieq memang tak bersalah. “Dengan ke luar negeri itu merugikan dirinya sendiri karena tidak bisa memberikan keterangan,” ujarnya.

    Di persidangan nanti akan diketahui bukti apa yang dimiliki polisi untuk menjerat Rizieq. Di sana pula Rizieq bisa memberikan pembelaan-pembelaan.

    Sementara pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Pangi Syarwi Chaniago menyebut kasus ini jadi pertaruhan integritas kepolisian. Dalam konteks politik, jika penetapan tersangka Rizieq tanpa bukti kuat, maka kasus ini akan dinilai publik sebagai aksi balas dendam karena kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

    “Sehingga kalau tidak ada bukti ya jangan dipaksakan. Karena citra Polri yang dipertaruhkan,” kata Pangi.

    Pangi berpendapat, beberapa kasus yang ditangani kepolisian belakangan ini memang kental aroma politisnya. Namun, kata Pangi, dalam kasus Rizieq, Polisi seakan ingin memberikan bukti bahwa penegakan hukum di Indonesia tak pandang bulu.

    “Apakah itu Habib Rizieq, apakah itu Ahok dan apakah Buni Yani dan seterusnya, semua harus bisa menerimanya,” ujar Pangi.

    Pangi yakin penetapan tersangka Rizeq melalui suatu keputusan yang matang dari polisi. Maka, kata Pangi, polisi tidak perlu takut dengan penggiringan opini dan reaksi masyarakat pro Rizieq yang menyebut kasus ini suatu rekayasa. “Dia (Polri) bekerja bukan karena opini tapi dengan alasan hukum itu ya,” ucapnya.

    Sebelumnya dalam rekaman suara yang diperdengarkan dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rizieq menyebut dirinya ke Arab Saudi bukan karena lari dari proses hukum. Ia menyebut pelarian tersebut adalah upaya melawan kezaliman dan kebatilan.

    Dalam rekaman tersebut Rizieq bahkan menyatakan, untuk kasusnya ini hanya ada dua pilihan yakni rekonsiliasi atau revolusi. “Tidak ada kata lain, kecuali lawan. Pilihannya ada di hadapan pemerintah rekonsiliasi atau revolusi,” kata Rizieq.(mb/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Polisi Tetapkan Tekong dan 4 ABK Pembawa TKI Ilegal Jadi Tersangka

    Metrobatam.com, Batam - Telah berlangsung Konferensi Pers kasus izin pelayaran dengan 5 tersangka di Mako Dirpolair Polda Kepri, Sekupang, Batam, Jumat (20/4/2018). 5 orang yang terdiri...

    Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

    Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

    Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

    Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

    Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

    Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

    Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

    Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

    Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

    Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

    Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

    Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

    Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

    Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

    Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

    Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

    Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

    Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

    Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

    Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

    Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...
    BAGIKAN