Said Aqil Singgung Jokowi Soal Kemiskinan dan Konflik Usai Pilkada

Metrobatam, Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bicara soal kemiskinan dan persatuan bangsa. Said Aqil menyebut, meski pemerintah telah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi hingga 14 kali, namun nasib masyarakat miskin tetap tidak berubah.

Said Aqil mengatakan, beberapa prinsip di NU sudah sangat jelas garisnya. Dari segi akidah yakni ahlulsunnah wal jamaah dan moderat. Dari segi ideologi NU mendukung prinsip 4 Pilar Kebangsaan. Sementara itu, dari segi jemaah, NU jelas memegang prinsip satu satu nusa dan satu bangsa. Namun, ada prinsip yang menurut NU belum jelas garisnya, yakni ‘ghaniyah’ atau pembagian.

“Yang belum jelas Pak Presiden, ghaniyah, bagi-baginya belum rata. Pernah saya sampaikan kepada Pak Presiden, Paket Kebijakan Ekonomi 14 kali, tapi belum menyentuh warga NU yang paling bawah. Tetangga saya, nggak ada yang berubah, gitu-gitu aja. Padahal sudah 14 kali Paket Kebijakan Ekonomoi. Yang berubah mungkin Jakarta,” kata Said Aqil.

Hal itu disampaikan Said Aqil saat mengisi tausiyah dalam pembukaan Munas IV Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Hotel JS Luwansa, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (20/7). Acara ini dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Said Aqil kemudian membacakan salah satu ayat di dalam Alquran yang bermakna, percuma berorganisasi, bergabung dengan ormas atau bernegara baik di pemerintahan maupun DPR jika tidak membahas tiga hal, yakni pengentasan kemiskinan, kemakmuran rakyat dan mempersatukan masyarakat.

“Pertama, kemiskinan. Alhamdulillah, kemiskinan turun satu digit. Tapi yang harus kita dorong adalah keadilan distribusi, penguasaan tanah. Ada konglomerat yang punya tanah 5,2 juta hektare. Akses utang bank atas permodalan ke bank itu juga bagi rakyat kecil, juga keahlian, dalam hal ini pendidikan,” katanya.

Dia juga sempat menyinggung soal banyaknya jumlah masyarakat NU. Said Aqil berseloroh, saking banyaknya masyarakat NU, tersebar di semua kelompok masyarakat. “Pilkada yang menang di Jatim itu NU semua itu. Copet di Surabaya juga NU,” katanya disambut tawa hadirin.

Kedua, soal kemakmuran rakyat, yang berkaitan dengan dengan kesehatan dan lowongan pekerjaan. Said melihat, angka kematian ibu dan anak masih sangat tinggi. Selain itu, pemerintah juga harus bisa menyerap tenaga kerja agar status masyarakat bawah juga bisa terangkat.

“Kita lihat kematian ibu dalam melahirkan, kematian anak, gizi buruk, stunting, ya pasti orang NU, bukan orang Kristen, karena orang Kristen minoritas. Maka itu, Allah menegaskan, sama sekali tidak ada nilai baiknya kamu bernegara, kamu berparpol, berormas, percuma itu RDP kecuali kalau yang dibahas megentaskan kemiskinan,” jelasnya.

Said Aqil juga menyinggung soal kebijakan pasar bebas. Menurutnya kebijakan ini tidak berdampak baik terhadap masyarakat kecil, terutama pengusaha-pengusaha kecil.

“Kemudian, amar maruf, mempekerjakan masyarakat agar masyarakat kita betul-betul terangkat. Bukan hanya kelompok kecil yang menikmati. Maka logika pasar bebas sangat penuh dengan kezaliman. Filosofi pasar bebas semua bersaing di pasar, baik besar maupun kecil. Kita bukan anti-konglomerat, tapi konglomerat yang peduli dengan kelas menengah dan kelas bawah,” katanya.

“Entah kapan-kapan dua program ini akan selesai,” tambahnya.

Terakhir, yakni berkaitan dengan mempersatukan masyarakat dan bangsa. Terlebih usai perhelatan kegiatan politik.

“Ini paling berat Pak Presiden. Mensolidkan masyarakat, mensolidkan bangsa. Apalagi habis Pilkada, atau akan Pilkada, bagaimana menyatukan kembali, rekonsiliasi. Warga itu sebenarnya punya cara jitu, murah yakni majelis zikir, tahlilan, yang merupakan wadah mediasi. Politisi konflik dengan politisi, pedagang dengan pedagang, guru konflik dengan guru. Kyai nggak akur dengan kyai, kyai kecil itu, kyai pinggiran. Jadi tugas paling berat,” jelasnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Peneliti LIPI: Gempa Lombok 6,9 SR Berasal dari Segmen Timur

Metrobatam, Jakarta – Rentetan gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menimbulkan banyak korban jiwa. Pada Minggu 19 Agustus 2019, gempa...

Trump: Solusi Satu Negara Lahirkan PM Israel Bernama Mohammad

Metrobatam, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menyatakan kepada Raja Yordania, Raja Abdullah bahwa solusi satu negara dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina bisa...

Nagih Utang ke Saudara, Penarik Bentor Malah Tewas Ditusuk

Metrobatam, Makassar - Seorang penarik becak motor (bentor) bernama Azis Duma alias Cama (56) di Makassar ditemukan tergeletak bersimbah darah di Jalan Sinasara Kelurahan...

Diwarnai Aksi Kejar-kejaran, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita Sabu 5 Kg

Metrobatam, Jambi – Aksi kejar-kejaran antara petugas Ditresnarkoba Polda Jambi dengan pengedar narkoba di Simpang 35, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Jambi,...

Mendikbud: Indonesia Raya Lirik dan Aransemennya Tak Boleh Diubah

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai Lagu Indonesia Raya tak boleh diubah. Menurutnya, pengubahan tak boleh dilakukan baik untuk...

Jokowi Hadiahi Joni Sepeda dan Rumah, Bonus Main ke Dufan dan TMII

Metrobatam, Jakarta - Yohanes Ande Kala alias Joni yang memanjat tiang bendera saat upacara HUT ke-73 RI di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Vaksin MR Bisa Dipakai Meski Haram, MUI: Fleksibilitas Hukum Islam

Metrobatam, Jakarta - MUI mengizinkan penggunaan vaksin imunisasi campak (measles) dan rubella (MR) dari Serum Institute of India (SII) meski mengandung babi. Izin tersebut...

Dorong Ekspor dan Perekonomian Nasional, OJK Terbitkan Paket Kebijakan

Metrobatam, Jakarta - Demi terus mendorong ekspor dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan paket kebijakan Otoritas Jasa Keuangan Agustus 2018. Ketua Dewan Komisioner...

Tolak Genjatan Senjata, Taliban Sandera 200 Penumpang Bus Afghanistan

Metrobatam, Jakarta - Taliban menolak tawaran gencatan senjata dari pemerintah Afghanistan dan tetap melakukan serangan. Gerilyawan Taliban menyergap tiga bus dengan hampir 200 penumpang...

Asian Games 2018: Kalahkan Hong Kong 3 – 1, Indonesia Juara Grup

Metrobatam, Jakarta - Tim nasional Indonesia U-23 memastikan lolos sebagai juara Grup A sepakbola Asian Games 2018. 'Garuda Muda' menang 3-1 atas Hong Kong...

Anggota DPRD Langkat F-NasDem Jadi Tersangka Kasus Sabu 3 Karung

Metrobatam, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menetapkan anggota Fraksi NasDem DPRD Langkat Ibrahim Hasan bersama enam orang lain sebagai tersangka kepemilikan narkotika. Mereka...

Sri Mulyani Beberkan Alasan Pemerintah Setop Impor 500 Komoditas

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah akan menghentikan impor 500 komoditas. Tujuannya untuk menjaga transaksi berjalan tak makin defisit. Sebelumnya Bank Indonesia (BI) merilis data defisit neraca...
BAGIKAN