Saksi Kasus Freddy Budiman Minta Perlindungan

345

Metrobatam, Jakarta – Informasi soal sindikat narkoba Freddy Budiman yang diduga melibatkan aparat ternyata tak hanya diketahui Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar. Ada sejumlah saksi lain yang juga mengetahui cerita Freddy terkait keterlibatan aparat tersebut.

Namun, mereka meminta jaminan keselamatan pemerintah jika kesaksiannya dibutuhkan untuk mengungkap keterlibatan aparat. Haris membeberkan hal tersebut dalam pertemuan dengan Kepala BNN Komisaris Jenderal Budi Waseso, Kepala Inspektorat BNN Inspektur Jenderal Rum Murkal, dan Kepala Humas BNN Komisaris Besar Slamet Pribadi, di Jakarta, Selasa (23/8). Pertemuan berlangsung selama dua jam, dari pukul 06.00-08.00 WIB.

Sebelumnya, Haris diundang BNN setelah mengunggah tulisan berjudul “Cerita Busuk dari Seorang Bandit” di media sosial, 28 Juli lalu. Tulisan tersebut berisi dugaan keterlibatan aparat dalam jaringan narkoba Freddy.”Saya ungkapkan kalau saya enggak masalah berbagi informasi nama-nama (saksi).

Saya mau buka kalau ada jaminan,” ujar Haris.Haris menuturkan, ada beberapa saksi yang ditemuinya enggan memberikan informasi sebelum ada jaminan keamanan dari pemerintah. Mereka takut mengungkapkan keterlibatan aparat dalam bisnis narkoba.

Sementara menurut Slamet, BNN siap bekerja sama dengan Haris untuk mengungkap keterlibatan oknum aparat penegak hukum dalam bisnis narkoba yang dijalankan Freddy.

“Kami mempunyai komitmen yang sama dengan Haris dalam membuat terang isu yang beredar belakangan ini,” kata Slamet.

Sementara itu, Tim Independen yang dibentuk Kepolisian Negara RI berencana menelusuri perkara lama Freddy. Penelusuran ini untuk menemukan kemungkinan keterlibatan aparat dalam mengendalikan bisnis peredaran narkotika di Indonesia.

Seperti diketahui, Freddy tersandung tiga kasus narkotika secara berturut-turut. Pada 2009, ia berhadapan dengan penegak hukum atas kepemilikan 500 gram sabu dan dijatuhi hukuman penjara selama 3 tahun 4 bulan.

Kemudian pada 2011, ia divonis 18 tahun penjara karena kepemilikan ratusan gram sabu dan bahan pembuat ekstasi. Pada 2012, ia dijatuhi hukuman mati karena menyelundupkan 1,4 juta butir ekstasi dari Tiongkok.

“Pleidoi yang di Jakarta Barat isinya normatif dan itu bukan pleidoi pribadi melainkan dari penasihat hukum. Tidak ada menyebut aparat sama sekali. Tapi kami akan telusuri lagi karena dia bersidang tidak hanya sekali karena ada beberapa kasus,” kata anggota Tim Independen Polri, Hendardi.

Tim pun tengah mencari keberadaan penasihat hukum yang menangani Freddy saat bersidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Tiga penasihat hukum yang berasal dari J&A Law Office itu adalah Baron V Hanni, Aluisius Sulistyo, dan Adhi H Wibowo.

“Kami datangi kantornya, tetapi sudah tidak beroperasi. Kami minta bantuan Peradi untuk menemukan mereka,” kata Hendardi.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar mengatakan, informasi dari para penasihat hukum Freddy yang ikut merumuskan nota pembelaan ini diharapkan dapat memberikan titik terang. (IAN/C04/C09)

Versi cetak artikel ini terbit di Harian Kompas edisi 24 Agustus 2016, di halaman 3 dengan judul “Saksi Cerita Freddy Minta Perlindungan”.(mb/kompas)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Setnov Dibui, Airlangga Hartato Digadang-Gadang Jadi Ketum Golkar

Metrobatam, Jakarta - Menteri Perindustrian Airlangga Hartato membenarkan bahwa dirinya salah satu orang yang digadang-gadang akan menggantikan Setya Novanto usai ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi...

Tikam Warga, Orang Gila Ditembak Polisi

Metrobatam, Pekanbaru - Warga Sungai Beringin Parit 15 Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Inhil, Riau, diresahkan dengan adanya orang gila yang berkeliaran. Orang...

Ketua MPR: Akan Baik Kalau Novanto Mundur dari Ketua DPR

Metrobatam, Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan ikut bicara soal kursi Ketua DPR yang masih diduduki tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto. Zulkifli...

Edan! Oknum PNS Masukkan Terong dan Timun ke Kemaluan Istri 3 Kali Seminggu

Metrobatam, Deli Serdang - Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Deliserdang, Sumatera Utara berinisial RR harus menghadapi proses hukum lantaran dilaporkan istrinya...

Senyum Nazaruddin Merekah Saat Disinggung soal Setya Novanto

Metrobatam, Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin tersenyum lebar ketika disinggung soal penahanan Ketua DPR Setya Novanto terkait kasus korupsi proyek...

Ribuan Kosmetik Ilegal Diamankan di Pekanbaru

Metrobatam, Pekanbaru - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru menyita 1.923 kosmetik ilegal yang beredar di sejumlah sarana penjualan. Nilai kosmetik yang...

Kapolri Jamin Keamanan Demi Stabilitas Ekonomi Selama Tahun Politik

Metrobatam, Jakarta - Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Tito Karnavian, menjamin stabilitas keamanan dan perekonomian Indonesia selama tahun politik 2018 nanti bisa...

Bertengkar dengan Kekasih, Polisi Prancis Tembak Mati 3 Orang

Paris - Seorang polisi Prancis menembak mati tiga orang sebelum bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri. Tindakan sadisnya itu dipicu oleh pertengkarannya dengan sang...

Setnov Minta Perlindungan, Jokowi Tegaskan Semua Ada Aturan

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo kembali menegaskan, Ketua DPR Setya Novanto harus mengikuti proses hukum yang berlaku. Hal itu disampaikan menyikapi permintaan perlindungan...

Istri Penuhi Panggilan KPK, Novanto Tandatangani BAP

Metrobatam, Jakarta - Istri Ketua DPR Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (20/11). Mengenakan kemeja batik warna kuning...

Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Batam, Minta Maskapai Tekan Harga Tiket di Akhir Tahun

Metrobatam.com, Batam - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam akan mengundang perusahaan maskapai penerbangan jelang akhir tahun ini. Ketua Harian TPID Batam, Jefridin...

Kominfo Batam Siapkan Aplikasi untuk Dukung Mal Pelayanan Publik

Metrobatam.com, Batam - Dinas Kominfo Kota Batam siapkan aplikasi perizinan dan non perizinan untuk mendukung Mal Pelayanan Publik. Kepala Dinas Kominfo, Salim mengatakan ada...
BAGIKAN