Sama-sama Tolak Pembatalan Perda Syariah, Safari Ramadhan Bertemu Wako Padang

Foto : Walikota Padang tersebut, Mahyeldi bersama Safari Ramadhan sepakat untuk sama-sama menolak rencana pemerintah Jokowi untuk menghapus sejumlah perda yang dianggap bermasalah di tanah air

Metrobatam.com, Padang – Rencana pemerintah pusat membatalkan Peraturan Daerah (Perda) Batam No. 4 tahun 2010, tentang wajib bisa baca Alquran sebagai salah satu syarat kelulusan sekolah semakin mendapat penolakan di Batam. Begitu juga daerah lain yang terkena imbas kebijakan pemerintah tersebut, seperti Kota Padang yang menerapkan Perda tentang larangan berjualan pada siang hari saat bulan puasa.

Guna menyamakan persepsi dan padangan tentang perda syariah ini, Selasa pagi (21/6), Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional, DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan yang mempelopori penolakan pembatalan Perda Syariah di Batam, bertemu dengan Walikota Padang, Mahyeldi yang juga sama-sama getol menolak pembatalan perda syariah di Padang.

Dalam pertemuan di Kantor Walikota Padang tersebut, Mahyeldi bersama Safari Ramadhan sepakat untuk sama-sama menolak rencana pemerintah Jokowi untuk menghapus sejumlah perda yang dianggap bermasalah di tanah air. Khusunya beberapa perda yang berhubungan dengan pelayanan syariah umat Islam.

“Alhamdulillah, saya sudah bertemu langsung dengan Walikota Padang, Bapak Mahyeldi untuk membicarakan dan berdiskusi seputar rencana pemerintah pusat menghapus Perda Syariah, seperti Perda larangan buka rumah makan pada siang hari saat bulan puasa di Kota Padang dan Perda Wajib bisa baca Al Qur’an di Batam. Kita sepakat dan kompak untuk menolaknya,”ungkap Safari Ramadhan, yang akrab dipanggil Buya ini kepada Metrobatam.com ketika dihubungi sesaat setelah pertemuannya dengan Walikota Padang tersebut, Selasa (21/6).

Guna menyampaikan aspirasi ini, beberapa langkah sudah dipersiapkan, diantaranya dengan menemui Mendagri dan menjelaskan secara detail tentang niat dan tujuan awal ditebitkannya Perda Wajib Baca Al Quran ini di Batam. “Kami komisi IV DPRD Kota Batam akan mendatangi Kemendagri menyampaikan aspirasi ini,”jelas Buya.

Disamping itu, dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, aktifis muslim di Batam untuk menyuarakan penolakan pembatalan Perda Wajib Membaca ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebijakan pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membatalkan 3.143 Peraturan Daerah (Perda) yang dianggap bermasalah, dikabarkan ada satu Perda Batam yang terkena imbasnya, yakni Perda Batam, No 4 tahun 2010, tentang wajib bisa baca Alquran bagi anak sekolah.

Menurut Safari, latar belakang penyusunan Perda ini dilandasi oleh budaya dan
kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat Melayu, seperti yang telah dideklarasikan dalam konferensi Dunia Melayu Dunia Islam.

Ditambahkan Safari, panitia khusus (Pansus) yang merancang Perda wajib baca Al quran sebelum mensahkan perda ini juga telah mendapat persetujuan dan berkonsultasi dengan Kemendagri. Jadi tidak ada alasan jika Perda tersebut dibatalkan saat ini. “Saya menilai Perda wajib bisa baca Al Quran ini sangat dibutuhkan oleh Batam sebagai bandar dunia yg madani. Pemerintah pusat jangan main cabut aja,”katanya mengingatkan. (mb/edj)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Pastikan Kasus Rizieq Shihab Dihentikan

Metrobatam.com, Jakarta - Kepolisian Indonesia memastikan Polda Metro Jaya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas dugaan kasus percakapan berkonten pornografi yang menyeret pimpinan...

Parkir di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur Semrawut

Metrobatam.com, Batam - Parkir kendaraan di Pelabuhan Domestik Telaga Punggur, Kota Batam, Kepulauan Riau, terlihat semrawut pada H+2 Idul Fitri 1439 Hijriah, Minggu. Parkir di...

Hasil Lengkap dan Klasemen Piala Dunia 2018

Metrobatam.com, Rusia - Piala Dunia 2018 telah berlangsung selama empat hari dan sebanyak enam dari delapan grup telah memainkan pertandingan pertama, sejak dibuka pada...

Libur Lebaran, Warga Karimun Padati Pantai Pelawan

Metrobatam.com, Karimun - Pantai Pelawan di Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dipadati pengunjung yang menghabiskan masa liburan pada hari ketiga Idul Fitri...

Pada H+2, Jalur Mudik Sumbar – Riau Macet Total

Metrobatam.com, Payakumbuh - Ratusan Ribu kendaraan pribadi terjebak macet di sepanjang jalur mudik Sumatera Barat - Riau tepatnya jalan yang menghubungkan Bukittinggi hingga Payakumbuh...

Polisi Tembak Mati Pembunuh dan Perampok Supir Taksi Online

Metrobatam.com, Palembang - Tim Reserse Kejahatan dan Kekerasan Polda Sumatera Selatan menembak mati satu dari tiga pembunuh dan perampok sopir taksi daring (Online) Grab...

Kroasia Kalahkan Nigeria 2-0 di Piala Dunia 2018

Metrobtam.com, Rusia - Pertandingan kedua di Grup D Piala Dunia 2018 antara Kroasia dan Nigeria berlangsung di Stadion Kaliningrad, Minggu (17/6) dini hari WIB. Nigeria dan Kroasia...

Rusuh, Papua Nugini Berlakukan Status Keadaan Darurat

Metrobatam.com, Sydney - Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan ke dataran tinggi berbatu untuk memulihkan ketertiban setelah perusuh terus...

Cara Cek Ban Mobil Layak Pakai atau Tidak

Metrobatam.com, (MB) - Memasuki musim mudik Lebaran, segala persiapan harus dilakukan. Terlebih, bagi yang membawa mobil pribadi. Salah satu yang harus diperhatikan adalah kondisi...

Waspada, Usai Ramadhan Penyakit Ini Sering Datang

Metrobatam.com, ( MB) - Puasa memang memberikan banyak manfaat terhadap tubuh, baik dari segi kesehatan fisik maupun mental. Tapi setelah puasa selesai kadang kita...

Jorge Lorenzo Start Terdepan di MotoGP Katalunya

Metrobatam.com, Catalunya - Pebalap Spanyol Jorge Lorenzo mencatatkan hasil posisif bersama Ducati setelah mengamankan posisi start terdepan dengan mengungguli kompatriot dan calon rekan setimnya...

6 Orang WN Vietnam Tahanan Kejari Natuna Melarikan Diri

Metrobatam.com, Natuna - Enam nelayan pelaku ilegal fishing Warga Negara Asing ( WNA) Vietnam yang menjadi tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Natuna, melarikan diri selesai...
BAGIKAN