Sardison: Kondisi Keuangan Pemprov Kepri Memburuk

618
Drs Sardison MTP .Foto: Tanjungpinangpost

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Kondisi keuangan yang dikelola Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memburuk, bahkan paling memprihatinkan dalam tiga tahun terakhir, kata Kepala Biro Pembangunan Kepri, Sardison.

“Tahun 2016 tahun yang memprihatinkan,” katanya dalam diskusi yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen di Tanjungpinang, Jumat.

Sardison mengemukakan kondisi keuangan Kepri tersebut dipengaruhi dengan harga minyak dunia yang semakin anjlok yang memperburuk pendapatan dari dana bagi hasil migas.

“Salah satu sumber pendapatan daerah berasal dari dana bagi hasil. Apa yang terjadi sekarang, tidak sesuai dengan harapan,” katanya.

Dia mengemukakan pemerintah harus bekerja keras untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Namun untuk saat ini, pemerintah harus melakukan efisiensi kegiatan, disesuaikan dengan kemampuan anggaran. Rasionalisasi anggaran akan dibahas dalam Ranperda APBD Perubahan 2016.

“Anggaran perubahan tahun 2016 tidak akan menanjak dari Rp2,9 triliun,” katanya.

Dia menambahkan, akibat defisit anggaran, seluruh satuan kerja perangkat daerah harus memilah-milah kegiatan yang akan dilaksanakan. Kegiatan yang tidak prioritas tidak dapat dilaksanakan untuk menutupi defisit anggaran yang mencapai ratusan miliar rupiah.

“APBD, instrumen ekonomi daerah, dan stimulus ekonomi kemasyarakatan. Karena itu kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat dan pelayanan publik dimaksimalkan,” tegasnya.

Menurut dia, kegiatan yang sudah umumkan untuk dilelang dapat dibatalkan. Kegiatan yang harus tetap dilaksanakan hanya yang sudah melakukan kontrak kerja dengan pihak ketiga.

“Kami juga akan merevisi target realisasi anggaran, minimal bulan September 2016 menyesuaikan dengan struktur anggaran,” ucapnya.

Dia menjelaskan hingga Juli tahun 2016 sebanyak 44 SKPD telah melaksanakan kegiatan nonfisik  26,67 persen, sedangkan fisik mencapai 46,7 persen hingga Juni 2016.

“Kami pesimistis target pada awal anggaran. 0,9 persen nonfisik,” katanya.

Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi dampak defisit anggaran yakni mendorong SKPD sebagai pengguna anggaran untuk bisa mencermati mana program prioritas yang perlu dilanjutkan pada anggaran perubahan.

Kemudian pejabat pengadaan di SKPD juga bisa berkoordinasi dengan PPK di SKPD setempat untuk tidak melanjutkan pelaksanaan lelang yang anggarannya cukup besar. Kalau anggarannya kecil, masih bisa dilaksanakan

“Masing-masing SKPD yang sudah melaksanakan kegiatan yang sebenarnya bisa dilanjutkan hingga akhir tahun,tetapi dianggap tidak prioritas atau tidak berpengaruh SKPD secara keseluruhan agar dilakukan pengurangan. Ini akan membantu beban defisit,” ujarnya.

 

(Mb/Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Novanto Belum Pasti Menghadiri Persidangan Andi Narogong

Jakarta: Setya Novanto belum memastikan bakal hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, hari ini. Novanto sedianya dijadwalkan bersaksi di persidangan Andi Agustinus alias Andi...

Jokowi: Saya Lihat Fenomena Gampang Sekali Mengkafirkan Orang

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menyikapi kemudahan yang diperoleh melalui perubahan global dengan adanya media sosial, e-commerce,...

VIRAL! 2 Cewek Berhijab Selfie Pakai Celana Pendek, Netizen: Harus Disanksi Tegas

Metrobatam.com - DUA wanita berhijab videonya mendadak viral di dunia maya dan menjadi bahan cibiran netizen. Pasalnya, gadis berhijab itu melakukan selfie (swafoto) dengan...

Habitatnya Terusik, Orangutan Turun ke Permukiman Warga Bikin Heboh

Metrobatam, Tenggarong – Warga Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur dihebohkan dengan kemunculan seekor orangutan (Pongo pygmaeus) yang masuk ke...

Tipu Belasan CPNS Kemenkumham, Perempuan Ini Raup Rp200 Juta lalu Diciduk Polisi

Metrobatam, Jakarta – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Aceh diduga melakukan penipuan terhadap 11 orang calon PNS dalam tes masuk Kemenkumham RI...

Buwas: Anak SD Dibidik Jadi Sasaran Pengedar Narkoba

Metrobatam, Medan - Jaringan narkoba internasional terus berupaya mengembangkan jaring mereka di Indonesia. Termasuk meregenerasi para konsumen mereka dari usia yang sangat dini. Bahkan...

Keganasan Bermedsos Penghina Kapolri Berubah Rengekan di Ruang Sidang

Metrobatam, Bandar Lampung – Kegarangan M Ali Amin Said (35), terdakwa kasus penghinaan terhadap Kapolri Tito Karnavian seperti amblas ditelan bumi. Pemilik akun Facebook,...

Kakak Angkat Ahok: Bismillah, Dengan Ini Saya Nyatakan Maju Pilgub Sulsel Lewat Independen!

Metrobatam, Makassar - Kakak angkat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Andi Analta Baso Amier menyatakan diri akan maju menjadi bakal...

Mengejutkan! Ketua DPRD Kolaka Utara Ternyata Dibunuh Istrinya Sendiri

Metrobatam, Kolaka Utara - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira tewas dibunuh istrinya sendiri, Andi Erni Astuti. Politikus...

KPU Keluarkan SK Penetapan Peserta Pemilu 2019 Tahun Depan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan partai politik peserta pemilu 2019 pada 17 Februari 2018. SK...

Duterte ke Indonesia dan Malaysia: Ledakkan Perompak di Laut

Manila - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyatakan dirinya akan meminta pemimpin Indonesia dan Malaysia untuk 'meledakkan' perompak di perairan regional. Duterte juga menegaskan akan...

BNN Musnahkan 520 Kg Ganja, 191 Kg Sabu dan 43 Ribu Butir Ekstasi

Metrobatam, Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 191 kilogram sabu-sabu, 344 butir sabu-sabu tablet, 43.450 butir ekstasi, dan 520 kilogram ganja di Lapangan...
BAGIKAN