Satu NIK Jutaan Nomor, Kominfo Didesak Tegas ke Operator

Metrobatam, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dinilai belum bersikap tegas terhadap operator yang kedapatan melanggar program registrasi SIM card prabayar. Sejauh ini, Kominfo hanya mengirimkan teguran pada operator seluler untuk melakukan pemblokiran nomor, terkait satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) dipakai sampai puluhan ribu hingga jutaan nomor seluler.

Mengenai hal tersebut, pakar keamanan siber dari CISSReC Pratama Persadha, mengatakan bahwa operator harus bertanggungjawab terhadap penyalahgunaan NIK ini. Menurutnya, operator adalah pintu pertama saat masyarakat mendaftarkan NIK dan nomor KK-nya.

Sebelumnya, Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan banyak NIK dari masing-masing operator seluler yang digunakan mendaftarkan banyak nomor prabayar. Ini jelas, kata Pratama, membuat masyarakat gusar dan bertanya-tanya tentang bagaimana sebenarnya proses registrasi SIM card prabayar ini berjalan.

“Dukcapil hanya menerima dan melihat data dari provider. Seharusnya memang di pintu pertama, provider sudah tugasnya untuk membatasi hanya tiga nomor. Bila, satu NIK dan nomor KK sampai jutaan nomor yang didaftarkan, tidak mungkin mereka tidak tahu,” kata Pratama dalam pernyataannya, Selasa (10/4).

Maka, Kominfo dinilai harus bertindak tegas terhadap operator seluler. Apalagi dari data yang dibuka oleh Dukcapil ini terjadi di hampir semua jaringan operator. Dikatakannya, seharusnya sudah ada perbaikan saat ada masyarakat yang melaporkan bahwa NIK dan nomor KK-nya dipakai lebih dari 50 nomor prabayar.

“Tidak menutup kemungkinan pendaftaran ratusan ribu nomor dengan satu NIK dan KK ini, dilakukan dengan sengaja untuk bisa menjual nomor prabayar yang sudah terlanjur turun ke penjual ritel. Namun, ini tidak bisa menjadi pembenaran, bahkan ini juga melanggar UU ITE pasal 30 dan 32,” jelas pria asal Cepu Jawa Tengah ini.

Dalam sistem kependudukan di Dukcapil, para operator memang diberikan akses terhadap NIK dan KK saja, tanpa mengetahui data lain berupa nama, alamat dan lainnya. Dengan aturan yang ada, seharusnya setiap NIK dan KK hanya bisa mendaftar maksimal tiga nomor untuk provider yang sama secara mandiri. Bila ingin lebih dari itu, langsung datang ke gerai operator masing-masing.

“Ini baru satu masalah. Bisa jadi NIK dan KK orang yang sudah meninggal juga didaftarkan, bisa oleh siapapun. Kominfo dan Polri bisa memeriksa lebih lanjut siapa yang sebenarnya bertanggungjawab terhadap penyalahgunaan ini, agar tidak terjadi lagi ke depannya,” jelasnya.

Pratama menambahkan, bila program registrasi SIM card prabayar ini terus bermasalah, akan berdampak pada dua hal berbahaya. Pertama, keamanan nasional terus terancam, karena pihak tak bertanggungjawab terus bisa memanfaatkan kartu prabayar untuk kejahatan seperti penipuan dan pemerasan. Kedua, masyarakat akan menganggap program ini tidak serius dan bahkan terkesan tipu-tipu.

“Jangan sampai muncul pendapat di masyarakat program registrasi nomor prabayar ini sebagai program gagal dan tidak ada manfaatnya. Ujung-ujungnya akan menjadi bahan para penyebar hoax,” terang Pratama.

Masyarakat juga harus mendapatkan penjelasan, bahwa kasus ini bukan data NIK dan KK yang bocor, melainkan penyalahgunaan wewenang. Akibatnya satu NIK dan KK digunakan untuk registrasi jutaan nomor prabayar. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Jokowi: Kita Harus Akhiri Politik Kebohongan, Merasa Benar Sendiri

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar yang ke-54. Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan tentang berpolitik yang...

Hasil Inter Vs AC Milan: Dramatis! Gol Injury Time Menangkan Nerazzurri

Milan - Inter Milan berhasil memenangi laga dramatis kontra AC Milan dengan skor 1-0. Gol semata wayang dibuat Mauro Icardi di masa injury time...

Kerugian dan Kerusakan Gempa di Sulteng Capai Rp13,82 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengungkap bahwa dampak kerugian dan kerusakan yang diakibatkan oleh gempa dan...

KKB Sandera 16 Guru dan Tenaga Medis di Mapenduma Papua

Metrobatam, Jayapura - 16 orang Guru dan Tenaga medis yang bertugas di Mapenduma, kabupaten Nduga, Papua disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Selama...

Sandiaga Diminta Bicara Data dan Kurangi Politik Bohong

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyebut calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno...

Kevin/Marcus Rebut Gelar Juara Denmark Terbuka!

Odense - Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil menyabet gelar juara Denmark Terbuka 2018. Di final, Kevin/Marcus menumpas ganda Jepang. Bermain di Odense Sports Park,...

Bos Sawit Dirampok di Riau, Uang-Emas Senilai Rp 500 Juta Raib

Metrobatam, Pekanbaru - Aksi perampokan terjadi di Desa Sumber Jaya, Kuansing, Riau. Korbannya ialah pengusaha sawit yang mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta. "Korban selama...

Cari Kapolres Muba, Seorang Pria Serang Petugas Jaga Mapolres

Metrobatam, Palembang - Seorang pria menyerang petugas jaga Polres Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Minggu (21/10). Pria bernama Arison itu diduga mengalami gangguan Jiwa. Kejadian bermula...

Bima Arya Sambut Baik Rencana Jokowi Kucurkan Dana Kelurahan

Metrobatam, Bogor - Presiden Jokowi berencana mencairkan dana kelurahan pada 2019. Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, menyambut baik rencana tersebut karena penting untuk...

Mayoritas Pengusaha HIPMI dan KADIN Diklaim Dukung Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menyebut mayoritas pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)...

Disebut Sudah Nikah dengan Rossa, Afgan Banjir Ucapan Selamat

Metrobatam, Jakarta - Afgan disebut sudah menikah dengan Rossa. Hal itu diungkapkan oleh sahabat mereka, Bubah Alfian, saat ia melakukan Instagram live. Karena hal itu,...

Soal Gempa Sulteng, BNPB: 2.113 Orang Tewas, 1.309 Hilang

Metrobatam, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut jumlah korban jiwa akibat gempa di Sulawesi Tengah yang ditemukan mencapai 2.113 orang. 22 hari...
SHARE