Satu NIK Jutaan Nomor, Kominfo Didesak Tegas ke Operator

1304

Metrobatam, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dinilai belum bersikap tegas terhadap operator yang kedapatan melanggar program registrasi SIM card prabayar. Sejauh ini, Kominfo hanya mengirimkan teguran pada operator seluler untuk melakukan pemblokiran nomor, terkait satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) dipakai sampai puluhan ribu hingga jutaan nomor seluler.

Mengenai hal tersebut, pakar keamanan siber dari CISSReC Pratama Persadha, mengatakan bahwa operator harus bertanggungjawab terhadap penyalahgunaan NIK ini. Menurutnya, operator adalah pintu pertama saat masyarakat mendaftarkan NIK dan nomor KK-nya.

Sebelumnya, Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan banyak NIK dari masing-masing operator seluler yang digunakan mendaftarkan banyak nomor prabayar. Ini jelas, kata Pratama, membuat masyarakat gusar dan bertanya-tanya tentang bagaimana sebenarnya proses registrasi SIM card prabayar ini berjalan.

“Dukcapil hanya menerima dan melihat data dari provider. Seharusnya memang di pintu pertama, provider sudah tugasnya untuk membatasi hanya tiga nomor. Bila, satu NIK dan nomor KK sampai jutaan nomor yang didaftarkan, tidak mungkin mereka tidak tahu,” kata Pratama dalam pernyataannya, Selasa (10/4).

Maka, Kominfo dinilai harus bertindak tegas terhadap operator seluler. Apalagi dari data yang dibuka oleh Dukcapil ini terjadi di hampir semua jaringan operator. Dikatakannya, seharusnya sudah ada perbaikan saat ada masyarakat yang melaporkan bahwa NIK dan nomor KK-nya dipakai lebih dari 50 nomor prabayar.

“Tidak menutup kemungkinan pendaftaran ratusan ribu nomor dengan satu NIK dan KK ini, dilakukan dengan sengaja untuk bisa menjual nomor prabayar yang sudah terlanjur turun ke penjual ritel. Namun, ini tidak bisa menjadi pembenaran, bahkan ini juga melanggar UU ITE pasal 30 dan 32,” jelas pria asal Cepu Jawa Tengah ini.

Dalam sistem kependudukan di Dukcapil, para operator memang diberikan akses terhadap NIK dan KK saja, tanpa mengetahui data lain berupa nama, alamat dan lainnya. Dengan aturan yang ada, seharusnya setiap NIK dan KK hanya bisa mendaftar maksimal tiga nomor untuk provider yang sama secara mandiri. Bila ingin lebih dari itu, langsung datang ke gerai operator masing-masing.

“Ini baru satu masalah. Bisa jadi NIK dan KK orang yang sudah meninggal juga didaftarkan, bisa oleh siapapun. Kominfo dan Polri bisa memeriksa lebih lanjut siapa yang sebenarnya bertanggungjawab terhadap penyalahgunaan ini, agar tidak terjadi lagi ke depannya,” jelasnya.

Pratama menambahkan, bila program registrasi SIM card prabayar ini terus bermasalah, akan berdampak pada dua hal berbahaya. Pertama, keamanan nasional terus terancam, karena pihak tak bertanggungjawab terus bisa memanfaatkan kartu prabayar untuk kejahatan seperti penipuan dan pemerasan. Kedua, masyarakat akan menganggap program ini tidak serius dan bahkan terkesan tipu-tipu.

“Jangan sampai muncul pendapat di masyarakat program registrasi nomor prabayar ini sebagai program gagal dan tidak ada manfaatnya. Ujung-ujungnya akan menjadi bahan para penyebar hoax,” terang Pratama.

Masyarakat juga harus mendapatkan penjelasan, bahwa kasus ini bukan data NIK dan KK yang bocor, melainkan penyalahgunaan wewenang. Akibatnya satu NIK dan KK digunakan untuk registrasi jutaan nomor prabayar. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Polisi Tetapkan Tekong dan 4 ABK Pembawa TKI Ilegal Jadi Tersangka

Metrobatam.com, Batam - Telah berlangsung Konferensi Pers kasus izin pelayaran dengan 5 tersangka di Mako Dirpolair Polda Kepri, Sekupang, Batam, Jumat (20/4/2018). 5 orang yang terdiri...

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...
BAGIKAN