Sebelas Petahana Bertarung Lawan Kotak Kosong di Pilkada 2018

992

Metrobatam, Jakarta – Pilkada serentak 2018 sejauh ini diwarnai 11 daerah calon tunggal usai Komisi Pemilihan Umum (KPU) resmi mengumumkan penetapan calon pada 12 Februari lalu. Uniknya, 10 di antaranya merupakan petahana di daerahnya masing-masing, dan berpotensi bertambah karena Kabupaten Puncak, Papua sempat ditunda pengumumannya karena ada beberapa masalah.

Dikutip dari infopemilu.kpu.go.id, hingga Rabu (14/2) pukul 07.00 WIB, tercatat 10 petahana merupakan calon tunggal di tingkat kabupaten dan kota, sementara satu daerah calon tunggal lainnya bukan petahana. Catatan KPU ini belum final sampai pagi ini, karena baru ada 152 daerah dari 171 daerah yang menyerahkan laporan penetapan pasangan calon.

Adapun petahana yang menjadi calon tunggal itu, yakni pasangan Ahmed Zeki Iskandar-Mad Romli (Kabupaten Tangerang, Banten), Arief R Wismansyah-Sachrudin (Kota Tangerang, Banten), Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi (Kabupaten Lebak, Baten).

Selain itu, Mohammad Irsyad Yusuf-Mujib Imron (Pasuruan, Jawa Timur), Ridho Yahya-Andiansyah Fikri (Kota Prabumulih, Sumatera Selatan), dan Muslimin Bando-Asman (Enrekang, Sulawesi Selatan).

Kemudian, ada James Sumendap-Jesaja Jocke Oscar Legi (Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara), Muhammad Arifin Arpan-Syafrudin Noor (Tapin, Kalimantan Selatan), John Richard Banua-Marthin Yogobi (Jayawijaya), serta Ramlan Badawi-Marthinus Tiranda (Mamasa, Sulawesi Barat).

Petahana calon tunggal itu potensial bertambah. Sebab Willem Wandik, yang berpasangan dengan Alus Murib, berpeluang menjadi calon tunggal di Kabupaten Puncak, Papua. Pada situs KPU, masih ada satu pendaftar lainnya di Puncak, yakni pasangan Repinus Telenggen-David Ongomang. Namun, KPU Kabupaten Puncak belum menyerahkan laporan penetapan paslon sehingga belum diketahui statusnya.

Sementara itu, satu daerah calon tunggal lainnya yang bukan petahana, yakni Kabupaten Padang Lawas Utara, Sumatera Utara yang memunculkan pasangan Andar Amin Harahap dan Hariho Harahap.

Petahana sebagai calon tunggal tersebut disebabkan seluruh partai politik satu suara untuk mendukung petahana untuk kembali menjabat.

Berdasarkan data KPU, secara jumlah, calon tunggal saat ini meningkat ketimbang Pilkada serentak 2017 yang diikuti sembilan pasangan calon tunggal dari 101 daerah yang menggelar pemilihan.

Adapun aturan mengenai calon tunggal tersebut diatur dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2018.

Dalam Pasal 102 ayat 1 peraturan tersebut dijelaskan jika sampai berakhirnya masa pendaftaran hanya terdapat satu paslon, KPU berhak melakukan perpanjangan pendaftaran calon.

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengatakan, penyebab meningkatnya jumlah calon tunggal tersebut disebabkan partai politik sudah beradaptasi dengan Pilkada dari tahun 2015.

Iza Rumesten, dalam artikel “Fenomena Calon Tunggal dalam Pesta Demokrasi” di Jurnal Konstitusi (Vol. 13, No. 1, Maret 2016) yang dipublikasikan di situs mahkamahkonstitusi.go.id, menyatakan, salah satu penyebab munculnya calon tunggal dari petahana karena mahalnya mahar dari partai pengusung.

Itu belum termasuk dana yang akan digunakan untuk kampanye, dana untuk meraih suara pemilih, dan dana untuk mengamankan suara mulai dari tingkat TPS sampai mengamankan suara di KPU, KPU Kabupaten/Kota, KPU Provinsi, KPU pusat, bahkan sampai di tingkat MK jika terjadi sengketa.

“Maka secara rasional jika ada petahana yang kuat, calon lain pasti akan berkalkulasi rasional. Daripada hilang segalanya, lebih baik mengurungkan niat untuk jadi calon. Karena untuk menjadi calon saja mereka sudah harus membayar mahar,” kata Iza.

Selain itu, calon tunggal bisa juga disebabkan mesin partai yang seharusnya melakukan pendidikan politik bagi kader tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, partai tak punya kader mumpuni untuk diusung dalam pilkada.

“Tak heran jika partai politik kerap kebingungan mencari kader partai yang berkualitas dan bisa ‘dijual’ karena memiliki elektabilitas,” ucap Iza. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Belum Ditemukan Dugaan Sabu di Kapal Win Long BH2998

Metrobatam.com, Karimun - Petugas gabungan TNI, Polri dan Bea dan Cukai hingga Sabtu petang belum menemukan narkotika jenis sabu-sabu yang diduga dibawa kapal asing,...

Ketua Korcab IV DJAB Serahkan Bantuan Kepada Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua Kordinator Cabang (Korcab) IV Daerah Jalasenastri Armada Barat (DJAB) Ny. Irmelda R. Eko Suyatno selaku Anggota Pengawas Yayasan Hang Tuah...

Pelaku Penggelapan Ditangkap Polsek Batam Kota

Metrobatam.com, Batam - Jajaran Polsek Batam Kota berhasil mengamankan 1 (Satu) Orang Tersangka pelaku Tindak Pidana Penggelapan, Batam (24/02/2018) Tersangka merupakan karyawan toko King Of...

Hanya Tunjukan KTP, Bayi David Alfian dapat Fasilitas Berobat Gratis

Metrobatam.com, Bintan - David Alfian (5 bulan) Warga Kampung Bangun Rejo, Km.18 , Kecamatan Bintan Timur, Kijang. saat pertama kali datang ke RSUD Kabupaten...

Tim Gabungan Polri- Bea Cukai Kembali Tangkap Kapal Diduga Angkut 3 Ton Sabu di...

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu...

Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...
BAGIKAN