Sebut Ibunda Tertekan, Atiqah Harap Ratna Jadi Tahanan Kota

oleh
bintang bintang bola indonesia

Metrobatam, Jakarta – Artis Atiqah Hasiholan menyebut sang ibu, Ratna Sarumpaet mengalami tekanan yang berpengaruh pada psikis sejak menjalani tahanan di Rutan Polda Metro Jaya atas kasus dugaan penyebaran hoaks. Melihat kondisi ibunya itu, Atiqah pun mengharapkan Ratna dapat menjadi tahanan kota.

Atiqah mengatakan hal tersebut di sela-sela kunjungannya kepada Ratna di Rutan Polda Metro Jaya, Selasa (6/11). Tak seperti saat diperiksa polisi pada Selasa (23/10) lalu, Atiqah yang datang dengan kemeja putih kini lebih banyak bicara. Dia pun datang dengan ditemani oleh tim kuasa hukum Ratna salah satunya Insank Nasruddin.

“Ya secara fisik, secara psikologis ibu saya benar-benar tertekan, benar-benar down. Kita sudah kedua kali minta penangguhan, pengalihan (ke tahanan kota), yang pertama ditolak karena alasan masih ada pemeriksaan, yang kedua ini kita minta tanggal 29 (Oktober) belum ada jawaban, ya saya berharap sekali dengan kondisi ibu saya seperti ini dan juga sudah enggak ada pemeriksaan lagi, Insya Allah bisa di kabulkan,” ujarnya, Selasa (6/11).

Atiqah pun menceritakan jika Ratna telah selama satu tahun belakangan menjalani pengobatan termasuk ke psikiater. Hingga kini pun Ratna disebutnya masih rutin minum obat dan dia juga sempat meminta seorang psikiater untuk datang memeriksa ibunya.

Alasan pihaknya mengajukan tahanan kota untuk ibunya pun, dikatakan Atiqah, supaya Ratna nantinya mampu menjawab pertanyaan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum saat persidangan nanti.

Permasalahan yang dialami Ratna di rutan, diakui Atiqah, juga berkaitan dengan makanan. Maka itu dirinya pun selalu membawakan makanan untuk Ratna kala membesuknya sebagai asupan energi.

“Saya bawa makanan, kadang termakan kadang tidak. Makan itu kan sumber energinya beliau. Itu juga yang bikin dia semakin drop, jadi memang konsen saya setiap hari bagaimana ibu saya bisa makan dulu deh supaya ada energinya,” ucap istri Rio Dewanto tersebut.

Ditambahkan kuasa hukum Ratna, Insank, pihaknya menjamin jika Ratna akan kooperatif dan tidak akan melarikan diri jika kliennya menjadi tahanan kota. Pihaknya menjamin, bahwa Ratna tidak akan melarikan diri apalagi menghilangkan barang bukti.

Ratna pun diyakinkan siap wajib lapor kapan pun ditentukan. “Karena kalau kita mau berpikiran bahwa beliau akan melarikan diri bagaimana mungkin, semua identitas kan sudah disita,” tuturnya. (mb/cnn indonesia)