Sekarang Pajak Jual Tanah dan Rumah Hanya 0-2,5%

726

Metrobatam, Jakarta – Presiden Joko Widodo telah menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2016 tentang tarif baru Pajak Penghasilan (PPh) final atas penghasilan dari pengalihan hak atas tanah dan bangunan, dan perjanjian pengikatan jual beli atas tanah dan bangunan beserta perubahannya.

Sederhananya, aturan ini menetapkan besaran pajak penghasilan dari hasil penjualan rumah atau tanah yang lebih rendah dari aturan sebelumnya.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) ekaligus Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil menjelaskan, PP ini dibuat dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai upaya percepatan pembangunan infrastruktur oleh pemerintah untuk kepentingan umum.

“Jadi ceritanya adalah sekarang dengan adanya PP itu menjadi lebih mudah, terutama untuk kepentingan umum,” jelas dia ditemui detikFinance di Kantornya, Jumat (16/9).

Dalam Pasal 2 ayat 1a-c PP 34/2016 tertuang bahwa besar PPh final yang dikenakan turun dari semula 5% menjadi hanya 2,5-0%, dengan rincian sebagai berikut:

1a. Untuk tanah/bangunan selain Rumah Sederhana atau Rumah Susun Sederhana, PPh finalnya sebesar 2,5% dari nilai transaksi (jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan)

1b. Untuk tanah atau bangunan berupa Rumah Sederhana atau Rumah Susun Sederhana, PPh finalnya sebesar 1% dari nilai transaksi (jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan)

1c. Untuk tanah atau bangunan kepada pemerintah, BUMN dan BUMD yang mendapat penugasan khusus dari pemerintah atau kepala daerah, PPh finalnya sebesar 0% atau tidak dikenakan PPh.

“Kalau yang 2,5% adalah hak tanah bangunan rumah sederhana atau rumah susun, berarti ke pengembang. Untuk yang 1%, ini artinya agen penjualan. Untuk yang 0%, kalau misalnya itu digunakan oleh jalan tol, bandara, atau kepentingan umum tidak perlu bayar,” kata Sofyan.

Perlu diketahui, pajak penghasilan yang bersifat final artinya, bahwa setelah pelunasannya, kewajiban pajak telah selesai dan penghasilan yang dikenakan pajak penghasilan final tidak akan dikenakan pajak lagi di kemudian hari.

Kapan aturan ini berlaku?

Menurut ketentuannya, peraturan ini berlaku efektif 30 hari sejak tanggal ditandatanganinya PP ini oleh Presiden Joko Widodo tanggal 8 Agustus 2016 lalu. Dengan demikian peraturan ini telah berlaku efektif secara nasional sejak Jumat, 9 September 2016.

“Sudah berlaku efektif. Itu berlaku mulai 1 bulan setelah diundangkan tanggal 8 Agustus,” tandas dia. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Mencekam! Begini Proses Evakuasi 13 Guru yang Disandera KKSB di Papua

Metrobatam, Timika - Pasukan TNI mengevakuasi para guru dari lembah Arwanop setelah disandera oleh kelompok kriminal separatisme bersenjata (KKSB) di Papua. Para guru sempat...

Tamatnya Pelarian Bos Miras Maut Samsudin Simbolon di Hutan Banyuasin

Metrobatam, Bandung - Petualangan Samsudin Simbolon, big bos minuman keras (miras) maut yang menewaskan 45 orang berakhir. Sepekan setelah ditetapkan buron, Samsudin bertekuk lutut...

Mendagri Sindir Fadli Zon yang Sering Kritik Pemerintah

Metrobatam, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyoroti kiprah politik Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang kerap mengkritik pemerintahan Joko Widodo. Tjahjo...

Jaksa Agung Serahkan Tindak Lanjut Praperadilan Century ke KPK

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Agung Prasetyo menanggapi putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang meminta KPK menetapkan eks Gubernur BI dan Boediono sebagai tersangka...

NU Desak PBB Ambil Tindakan Terkait Serangan AS dkk ke Suriah

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam serangan yang dilakukan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis ke Suriah. NU mendesak agar Perserikatan Bangsa-bangsa...

Menjadi Pemodal Uang Palsu, Bareskrim Amankan Seorang Dokter

Metrobatam, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap seorang dokter bernisial AP (39). AP diduga menjadi pemodal produksi uang palsu (upal)...

Parah! Guru SD Ini Sering Pertontonkan Video Porno ke Muridnya, Ini Modusnya

Metrobatam, Banyuwangi - Seorang oknum guru SD di Kecamatan Glagah, Banyuwangi diduga melakukan perbuatan amoral. Guru itu sering mempertontonkan video porno kepada murid-murid didiknya. "Awalnya...

Pengusaha Kritik Pemerintah Tambah Libur Lebaran, Komisi IX Sambut Baik

Metrobatam, Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengkritik keputusan pemerintah yang menambah cuti bersama untuk libur Lebaran selama tiga hari. Tambahan libur Lebaran tersebut...

BNN Tanjungpinang akan Tes Urine ASN Pemko Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang merencanakan tes urine bagi bagi Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kota Tanjungpinang. Menurut Kepala BNN Kota...

Dinas PMD DUKCAPIL Kepri Gelar Bimtek dan Kerjasama dengan OPD

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dinas PMD DUKCAPIL Provinsi Kepri menggelar Bimtek Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Bimtek Pemanfaatan Data Dokumen Kependudukan. Dalam kesempatan tersebut juga...

Terkait Tarian Erotis di Batam, Polisi Sebut Akan Ada Tersangka Baru

Metrobatam, Batam - Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Barelang memeriksa Angga, anggota club motor yang merupakan panitia penyelenggara tarian erotis di Batam, Kepulauan...

Banjarnegara Diguncang Gempa, 1 Anak Tewas dan Ratusan Rumah Rusak

Metrobatam, Banjarnegara - Gempa berkekuatan 4,4 SR mengguncang Banjarnegara Rabu siang. Satu anak tewas tertimpa tembok yang ambruk karena guncangan gempa itu. "Ya, ada korban...
BAGIKAN