Metrobatam, Batam – Kasus asusila terhadap anak kembali terjadi di Batam, Kepulauan Riau. Tragisnya, korban menjadi pelayan nasfu ayah tiri selama 4 tahun.

Korban LT yang kini berusia 14 tahun dicabuli Fakhrudin (47), ayah tirinya sejak ia masih berusia 10 tahun. Selama 4 tahun, LT harus jadi budak nafsu pelaku karena terus diancam akan dibunuh.

“Korban dicabuli sejak masih duduk di bangku kelas 3 SD dan sekarang sudah kelas 1 SMP. Selama ini, korban tidak berani melawan karena terus diancam akan dibunuh kalau mengadu ke ibunya atau siapa pun,” kata Erry Syahrial, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kepri yang ditemui usai pendampingan korban di Mapolresta Barelang, Selasa (17/4).

Erry menjelaskan, perbuatan keji tersebut kerap dilakukan tersangka di rumahnya saat sang istri atau ibu korban yang berprofesi sebagai pemulung tengah bekerja. Tak jarang, tersangka mencabuli korban saat istrinya berada di rumah. “Kadang-kadang malam hari, waktu istrinya sudah tidur,” ujarnya.

Pernah suatu ketika, lanjut Erry, sang ibu korban memergoki pelaku tengah mencabuli anaknya. Namun, ibu korban tidak dapat berbuat apa-apa karena tersangka mengancam akan membunuhnya. “Jadi saat ini, yang trauma tidak hanya korban tapi juga ibu korban,” kata Erry.

Saat ini, korban dan juga ibunya telah diungsikan ke suatu tempat yang aman. Kondisi trauma dan malu, bahkan kini sudah berhenti sekolah. “Kita terus berikan pendampingan dan assesment kepada korban untuk membantu memulihkan rasa traumanya,” kata Erry.

Sementara itu, jajaran Satreskrim Polresta Barelang mengaku menerima laporan sejak 25 Maret 2018 lalu. Namun, tersangka baru berhasil diamankan pada Minggu 15 April 2018 karena tersangka sempat melarikan diri.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki dalam konferensi pers mengatakan, kasus asusila yang dilakukan oleh ayah tiri ini pertama kali diketahui oleh adik dari ibu korban yang kemudian melaporkan kejadian tersebut. “Selanjutnya ibu korban bertanya kepada anaknya dan akhirnya anaknya mengatakan semua perbuatan ayah tirinya tersebut. Dan kejadian ini berlangsung lama sejak 2014 hingga terkuak pada Maret 2018 lalu,” katanya.

Kini, tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara karena dijerat dengan pasal 81 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak

“Ancamannya maksimal 15 tahun penjara dan bisa ditambah sepertiga dari hukuman yang dijatuhkan,” kata Hengki. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kapolda Kepri Tinjau Langsung Pengamanan Penghitungan Surat Suara di PPK

Metrobatam.com, Batam - Kapolda Kepri mengunjungi lokasi penghitungan suara di PPK Batam Kota, PPK Sagulung dan PPK Sekupang dalam rangka meninjau langsung pengamanan penghitungan...

40 WNA Asal Tiongkok dan Taiwan Sindikat Penipuan Ditangkap di Semarang

Metrobatam.com, Semarang - Sebanyak 40 warga negara asing asal Tiongkok dan Taiwan yang merupakan anggota sindikat penipuan internasional ditangkap petugas keimigrasian di sebuah rumah...

Babinsa Kelurahan Tanjungpinang Barat Ikut Antarkan Jenasah Wak Tole ke TPU

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dandim 0315/Bintan Letkol Inf I Gusti Bagus Putu Wijangsa melalui Babinsa Kelurahan Tanjungpinang Barat Serda Marsiin ikut mengantarkan Jenasah Musran. Pria...

Ini Daftar Makanan yang Sebaiknya Tidak Dimasukan di Ruangan Pembeku di Kulkas

Metrobatam.com, (Mb) - Freezer membuat bahan makanan jadi awet lebih lama sehingga bisa dikonsumsi kapan pun Anda inginkan. Makanan yang dimasak bisa disimpan untuk...

Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Rumahnya di Kelurahan Tanjungpinang Barat

Metrobtam.com, Tanjungpinang - Musran (64) Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di Kediaman adik ipar di Jalan Usman Harun plantar Hasan Awang, RT 3...

Dapil Tanjungpinang Timur dari Partai Demokrat, Rina Febriani Raih Kursi DPRD Kota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Rina Febriani, Calon Anggota Legislatif Caleg nomor urut 9 dari Partai Demokrat, dipastikan duduk sebagai Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Daerah Pemilhan...

Jusri Sabri Berpeluang dapat Kursi DPRD Kota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kota Tanjungpinang, dari PDIP, Jusri Sabri, berpeluang mendapatkan kursi dewan kota. Hasil penghitungan suara sementara, pria penggiat...

Konsumsi BBM dan LPG Sumbagut Meningkat Selama Periode Pemilu

Metrobatam.com, Batam - Masih dalam rangka semangat pelaksanaan Pemilu 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melaksanakan pengamanan pasokan BBM dan LPG melalui Satuan...

Pemko Batam Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Selam

Metrobatam.com, Batam - Delapan warga Pulau Abang terlihat mendengarkan penjelasan instruktur selam dari Max’s Dive Centre (MDC) saat berlatih di kolam renang Hotel Vista,...

Bayar Klaim Faskes, Kesehatan Batam Gelontorkan Rp 91 Miliar

Metrobatam.com, Batam - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam telah menyelesaikan pembayaran klaim yang jatuh tempo terhitung 8 April. Jumlah klaim yang...

KPU : 2.249 TPS akan Melaksanakan Pemungutan Suara Susulan

Metrobatam.com, Jakarta - KPU menyebutkan sebanyak 2.249 TPS di sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan pemungutan suara susulan karena keterlambatan distribusi logistik dan terkendala...

Bupati dan FKPD Bintan Tinjau Pelaksanaan Pemilu 2019

Metrobatam.com, Bintan - Usai menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 60, Jalan Alumina, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan, Rabu (17/4) pagi, Bupati...