Semakin Tidak Ada Tempat untuk Konten Radikal di YouTube

1734

Metrobatam, Jakarta – Semakin seringnya insiden terorisme telah membuat perusahaan raksasa teknologi Alphabet Inc memutuskan untuk membuat kebijakan baru.

Induk perusahaan Google itu telah melakukan beberapa langkah untuk menghadapi konten YouTube yang jelas-jelas melanggar peraturan. Namun bagi konten yang masih abu-abu, Google akan menguburnya.

Menurut laporan New York Times, masalah ini mendapat lebih banyak perhatian karena penyerang di London Bridge menjadi radikal karena menonton video YouTube dari mubalih Amerika Serikat. Ceramah yang disampaikan tidak selalu mengandung kekerasan namun bisa membuat seseorang berpindah aliran.

Google, perusahaan induk YouTube, mengumumkan serangkaian kebijakan yang ditujukan untuk membatasi video ekstremis di platformnya.

Untuk video yang secara jelas melanggar pedoman komunitasnya, seperti mempromosikan terorisme, Google mengatakan bahwa mereka akan segera mengidentifikasi dan menghapusnya. Namun proses penanganan video yang belum tentu melanggar aturan perilaku tertentu lebih rumit.

Di bawah perubahan kebijakan tersebut, Google mengatakan video menyinggung yang tidak memenuhi standar kebijakan mereka akan diberi peringatan dan tidak dapat dimonetisasi dengan periklanan, direkomendasikan, atau dikomentari oleh pengguna.

Misalnya, video yang meyerang agama atau ras tanpa secara langsung oleh YouTube sudah tidak diperbolehkan menyertakan lain, namun akun tersebut tidak sampai di-suspend.

Artinya, video ini akan mendapatkan engadgement yang kecil sehingga lebih sulit untuk ditemukan. Kami pikir serangan ini ada di antara keseimbangan kebebasan berpendapat dan akses pada informasi tanpa mempromosikan pandangan menyinggung yang ekstrem,” kata Kent Walker, general counsel dan senior vice president di Google.

Sementara itu, Google mengatakan bahwa mereka tidak hanya akan memperkuat mesin kecerdasan buatan mereka untuk memberantas konten radikal. Mereka juga akan menambah sumber daya manusia untuk membantu mengidentifikasi dan menghapus video bermasalah.

Perusahaan yang didirikan Larry Page ini juga mengatakan akan meminta pakar dari organisasi nonpemerintah untuk membantu menentukan video mana yang merupakan propaganda kekerasan dan pidato religius atau berita yang layak diberitakan.

Google mengatakan bahwa pihaknya akan bergantung pada pengetahuan khusus kelompok ahli mengenai isu-isu seperti ucapan kebencian, bahaya diri dan terorisme.

Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk bekerja sama dengan kelompok-kelompok ekstrem untuk membantu mengidentifikasi konten yang ditujukan untuk melakukan radikalisasi atau perekrutan ekstremis.

Sekadar informasi, Google, Facebook, Twitter dan lainnya telah meningkatkan perjuangan kolektif mereka melawan terrorisme.

Pertanyaan besarnya adalah apakah semua inisiatif ini sudah cukup. Penandaan video bermasalah dengan menggunakan AI dan pengawasan yang lebih besar mungkin dapat membantu, namun volume video di YouTube yang sangat besar masih memungkinkan beberapa video lolos dari filter itu. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Novanto Belum Pasti Menghadiri Persidangan Andi Narogong

Jakarta: Setya Novanto belum memastikan bakal hadir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, hari ini. Novanto sedianya dijadwalkan bersaksi di persidangan Andi Agustinus alias Andi...

Jokowi: Saya Lihat Fenomena Gampang Sekali Mengkafirkan Orang

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam menyikapi kemudahan yang diperoleh melalui perubahan global dengan adanya media sosial, e-commerce,...

VIRAL! 2 Cewek Berhijab Selfie Pakai Celana Pendek, Netizen: Harus Disanksi Tegas

Metrobatam.com - DUA wanita berhijab videonya mendadak viral di dunia maya dan menjadi bahan cibiran netizen. Pasalnya, gadis berhijab itu melakukan selfie (swafoto) dengan...

Habitatnya Terusik, Orangutan Turun ke Permukiman Warga Bikin Heboh

Metrobatam, Tenggarong – Warga Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur dihebohkan dengan kemunculan seekor orangutan (Pongo pygmaeus) yang masuk ke...

Tipu Belasan CPNS Kemenkumham, Perempuan Ini Raup Rp200 Juta lalu Diciduk Polisi

Metrobatam, Jakarta – Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Pemerintahan Aceh diduga melakukan penipuan terhadap 11 orang calon PNS dalam tes masuk Kemenkumham RI...

Buwas: Anak SD Dibidik Jadi Sasaran Pengedar Narkoba

Metrobatam, Medan - Jaringan narkoba internasional terus berupaya mengembangkan jaring mereka di Indonesia. Termasuk meregenerasi para konsumen mereka dari usia yang sangat dini. Bahkan...

Keganasan Bermedsos Penghina Kapolri Berubah Rengekan di Ruang Sidang

Metrobatam, Bandar Lampung – Kegarangan M Ali Amin Said (35), terdakwa kasus penghinaan terhadap Kapolri Tito Karnavian seperti amblas ditelan bumi. Pemilik akun Facebook,...

Kakak Angkat Ahok: Bismillah, Dengan Ini Saya Nyatakan Maju Pilgub Sulsel Lewat Independen!

Metrobatam, Makassar - Kakak angkat mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Andi Analta Baso Amier menyatakan diri akan maju menjadi bakal...

Mengejutkan! Ketua DPRD Kolaka Utara Ternyata Dibunuh Istrinya Sendiri

Metrobatam, Kolaka Utara - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira tewas dibunuh istrinya sendiri, Andi Erni Astuti. Politikus...

KPU Keluarkan SK Penetapan Peserta Pemilu 2019 Tahun Depan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru akan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) penetapan partai politik peserta pemilu 2019 pada 17 Februari 2018. SK...

Duterte ke Indonesia dan Malaysia: Ledakkan Perompak di Laut

Manila - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyatakan dirinya akan meminta pemimpin Indonesia dan Malaysia untuk 'meledakkan' perompak di perairan regional. Duterte juga menegaskan akan...

BNN Musnahkan 520 Kg Ganja, 191 Kg Sabu dan 43 Ribu Butir Ekstasi

Metrobatam, Medan - Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan 191 kilogram sabu-sabu, 344 butir sabu-sabu tablet, 43.450 butir ekstasi, dan 520 kilogram ganja di Lapangan...
BAGIKAN