Semakin Tidak Ada Tempat untuk Konten Radikal di YouTube

1710

Metrobatam, Jakarta – Semakin seringnya insiden terorisme telah membuat perusahaan raksasa teknologi Alphabet Inc memutuskan untuk membuat kebijakan baru.

Induk perusahaan Google itu telah melakukan beberapa langkah untuk menghadapi konten YouTube yang jelas-jelas melanggar peraturan. Namun bagi konten yang masih abu-abu, Google akan menguburnya.

Menurut laporan New York Times, masalah ini mendapat lebih banyak perhatian karena penyerang di London Bridge menjadi radikal karena menonton video YouTube dari mubalih Amerika Serikat. Ceramah yang disampaikan tidak selalu mengandung kekerasan namun bisa membuat seseorang berpindah aliran.

Google, perusahaan induk YouTube, mengumumkan serangkaian kebijakan yang ditujukan untuk membatasi video ekstremis di platformnya.

Untuk video yang secara jelas melanggar pedoman komunitasnya, seperti mempromosikan terorisme, Google mengatakan bahwa mereka akan segera mengidentifikasi dan menghapusnya. Namun proses penanganan video yang belum tentu melanggar aturan perilaku tertentu lebih rumit.

Di bawah perubahan kebijakan tersebut, Google mengatakan video menyinggung yang tidak memenuhi standar kebijakan mereka akan diberi peringatan dan tidak dapat dimonetisasi dengan periklanan, direkomendasikan, atau dikomentari oleh pengguna.

Misalnya, video yang meyerang agama atau ras tanpa secara langsung oleh YouTube sudah tidak diperbolehkan menyertakan lain, namun akun tersebut tidak sampai di-suspend.

Artinya, video ini akan mendapatkan engadgement yang kecil sehingga lebih sulit untuk ditemukan. Kami pikir serangan ini ada di antara keseimbangan kebebasan berpendapat dan akses pada informasi tanpa mempromosikan pandangan menyinggung yang ekstrem,” kata Kent Walker, general counsel dan senior vice president di Google.

Sementara itu, Google mengatakan bahwa mereka tidak hanya akan memperkuat mesin kecerdasan buatan mereka untuk memberantas konten radikal. Mereka juga akan menambah sumber daya manusia untuk membantu mengidentifikasi dan menghapus video bermasalah.

Perusahaan yang didirikan Larry Page ini juga mengatakan akan meminta pakar dari organisasi nonpemerintah untuk membantu menentukan video mana yang merupakan propaganda kekerasan dan pidato religius atau berita yang layak diberitakan.

Google mengatakan bahwa pihaknya akan bergantung pada pengetahuan khusus kelompok ahli mengenai isu-isu seperti ucapan kebencian, bahaya diri dan terorisme.

Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk bekerja sama dengan kelompok-kelompok ekstrem untuk membantu mengidentifikasi konten yang ditujukan untuk melakukan radikalisasi atau perekrutan ekstremis.

Sekadar informasi, Google, Facebook, Twitter dan lainnya telah meningkatkan perjuangan kolektif mereka melawan terrorisme.

Pertanyaan besarnya adalah apakah semua inisiatif ini sudah cukup. Penandaan video bermasalah dengan menggunakan AI dan pengawasan yang lebih besar mungkin dapat membantu, namun volume video di YouTube yang sangat besar masih memungkinkan beberapa video lolos dari filter itu. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

10 Planet Mirip Bumi Ditemukan

Metrobatam.com, AS - Bumi tak bisa dihuni selamanya oleh manusia. Maka, ilmuwan terus berusaha menemukan dunia baru. Kabar baik datang dari Badan Penerbangan dan Antariksa...

Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama Tiba di Bali

Metrobatam.com, Bali - Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama beserta istri dan kedua putrinya telah tiba di Bali. Mereka menggunakan pesawat jet jenis Gulfstream. Obama...

Pemudik Padati Bandara Hang Nadim Batam

Metrobatam.com, Batam - Manajemen Bandara Internasional Hang Nadim Batam menyatakan pemudik tujuan berbagai daerah mulai memadati bandara sejak Kamis pagi. "Sejak pagi sudah padat. Hari...

Meriahkan Malam Idul Fitri, Pemko Batam Gelar Pawai Takbir

Metrobatam.com, Batam - Pemerintah Kota Batam,  Kepulauan Riau akan mnggelar pawai takbir Idul Fitri 1438 Hijriah pada Sabtu (24/6) malam. Kepala Bagian Humas Pemkot Bata...

Perkumpulan Marga Tan Kota Batam adakan Pertemuan

Metrobatam.com, Batam - Perkumpulan Marga Tan kota Batam mengadakan pertemuaan di Restaurant 933 Golden Prawn, Bengkong Laut, pada tanggal, (23/06/17). Ketua umum perkumpulan Marga Tan,...

8 Tips Mudik untuk Orangtua yang Bawa Bayi

Metrobatam.com, (Mb) - Ketika belum memiliki anak, mudik mungkin adalah hal yang mudah dilakukan. Melihat kemacetan sekaligus menikmatinya bisa menjadi kegiatan 'menyenangkan' Anda bersama...

Hingga Juni 2017, Penerimaan Bea dan Cukai Capai Rp57,59 triliun

Metrobatam.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan melaporkan penerimaan bea dan cukai hingga pertengahan Juni 2017 mencapai Rp57,59 triliun atau sekitar...

Barrack Obama akan ‘Mudik’ ke Indonesia Hari Ini

Metrobatam.com, Bali - Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barrack Obama direncanakan mengunjungi Indonesia pada (23/6) hingga (1/7) mendatang. Rencananya, Obama akan berlibur di Bali hari...

Kepala Penjara: Keselamatan Ahok Terancam di Cipinang

Metrobatam, Jakarta - Kepala Lembaga Permasyarakatan Kelas I Cipinang, Jakarta Timur Abdul Ghani menyebut keselamatan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terancam jika ditahan di...

Soal SMS Bernada Ancaman, Hary Tanoe Ditetapkan Jadi Tersangka

Metrobatam, Jakarta - Kepala Subdirektorat Penyidik di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto mengaku sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan SMS...

NasDem Tolak Usulan Boikot Anggaran KPK-Polri

Metrobatam, Jakarta - Fraksi Partai NasDem menyatakan tidak ingin ikut campur atas usulan anggota panitia khusus hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi, Muhammad Misbakhun, yang...

Terbukti Gelapkan Pajak, Angel Di Maria Dikenakan Hukuman Kurungan

Madrid - Eks pemain Real Madrid Angel Di Maria dihukum lantaran terbukti menggelapkan pajak di Spanyol. Ia dikenakan hukuman kurungan plus denda. Diberitakan BBC, Di...