Semakin Tidak Ada Tempat untuk Konten Radikal di YouTube

1736

Metrobatam, Jakarta – Semakin seringnya insiden terorisme telah membuat perusahaan raksasa teknologi Alphabet Inc memutuskan untuk membuat kebijakan baru.

Induk perusahaan Google itu telah melakukan beberapa langkah untuk menghadapi konten YouTube yang jelas-jelas melanggar peraturan. Namun bagi konten yang masih abu-abu, Google akan menguburnya.

Menurut laporan New York Times, masalah ini mendapat lebih banyak perhatian karena penyerang di London Bridge menjadi radikal karena menonton video YouTube dari mubalih Amerika Serikat. Ceramah yang disampaikan tidak selalu mengandung kekerasan namun bisa membuat seseorang berpindah aliran.

Google, perusahaan induk YouTube, mengumumkan serangkaian kebijakan yang ditujukan untuk membatasi video ekstremis di platformnya.

Untuk video yang secara jelas melanggar pedoman komunitasnya, seperti mempromosikan terorisme, Google mengatakan bahwa mereka akan segera mengidentifikasi dan menghapusnya. Namun proses penanganan video yang belum tentu melanggar aturan perilaku tertentu lebih rumit.

Di bawah perubahan kebijakan tersebut, Google mengatakan video menyinggung yang tidak memenuhi standar kebijakan mereka akan diberi peringatan dan tidak dapat dimonetisasi dengan periklanan, direkomendasikan, atau dikomentari oleh pengguna.

Misalnya, video yang meyerang agama atau ras tanpa secara langsung oleh YouTube sudah tidak diperbolehkan menyertakan lain, namun akun tersebut tidak sampai di-suspend.

Artinya, video ini akan mendapatkan engadgement yang kecil sehingga lebih sulit untuk ditemukan. Kami pikir serangan ini ada di antara keseimbangan kebebasan berpendapat dan akses pada informasi tanpa mempromosikan pandangan menyinggung yang ekstrem,” kata Kent Walker, general counsel dan senior vice president di Google.

Sementara itu, Google mengatakan bahwa mereka tidak hanya akan memperkuat mesin kecerdasan buatan mereka untuk memberantas konten radikal. Mereka juga akan menambah sumber daya manusia untuk membantu mengidentifikasi dan menghapus video bermasalah.

Perusahaan yang didirikan Larry Page ini juga mengatakan akan meminta pakar dari organisasi nonpemerintah untuk membantu menentukan video mana yang merupakan propaganda kekerasan dan pidato religius atau berita yang layak diberitakan.

Google mengatakan bahwa pihaknya akan bergantung pada pengetahuan khusus kelompok ahli mengenai isu-isu seperti ucapan kebencian, bahaya diri dan terorisme.

Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk bekerja sama dengan kelompok-kelompok ekstrem untuk membantu mengidentifikasi konten yang ditujukan untuk melakukan radikalisasi atau perekrutan ekstremis.

Sekadar informasi, Google, Facebook, Twitter dan lainnya telah meningkatkan perjuangan kolektif mereka melawan terrorisme.

Pertanyaan besarnya adalah apakah semua inisiatif ini sudah cukup. Penandaan video bermasalah dengan menggunakan AI dan pengawasan yang lebih besar mungkin dapat membantu, namun volume video di YouTube yang sangat besar masih memungkinkan beberapa video lolos dari filter itu. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...

Golkar Bakal Cabut Dukungan Bagi Kader yang Terlibat Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat Golkar menggelar rapat konsultasi dengan seluruh pengurus Golkar, termasuk mereka yang menjabat sebagai kepala dan wakil kepala daerah....

Sebut KPU Ketakutan PBB Jadi Partai Radikal, Yusril akan Pidanakan Komisioner

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra menduga Komisi Pemilihan Umum (KPU) takut untuk meloloskan partainya ke Pemilu 2019...

KPK Tahan Bupati Kebumen

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad usai diperiksa selaku tersangka suap. Yahya diduga menerima jatah dari...

Abu Vulkanik Sinabung Meluas ke Aceh, Warga Diimbau Waspada

Metrobatam, Lhokseumawe - Semburan abu vulkanik berasal dari letusan Gunung Sinabung, Sumut, terus meluas ke sejumlah daerah di Aceh. Abu vulkanik meluas ke Aceh...

ManCity Tersingkir, Guardiola Ribut dengan Manajer Wigan

Metrobatam, Jakarta - Laga Manchester City menghadapi Wigan Athletic menyisakan kegetiran bagi sang manajer, Pep Guardiola. The Citizens tersingkir di babak keempat Piala FA...

Di Gowa Seorang Remaja ‘Bertelur’, Ini Penjelasannya

Metrobatam, Jakarta, Viralnya Akmal, remaja lelaki asal Gowa, Sulawesi Selatan yang kembali 'bertelur' meninggalkan banyak tanda tanya pada netizen. Bagaimana mungkin manusia yang merupakan...

Tiang Girder Tol Becakayu Ambruk, Polisi Selidiki Penyebabnya

Metrobatam, Jakarta - Polisi masih menyelidiki penyebab ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu di Kebon Nanas, Jaktim. Kejadian itu membuat 7 pekerja mengalami luka...

Marak Peredaran Narkoba, BNN Harus Segera Dibentuk di Perbatasan Sambas-Malaysia

Metrobatam, Sambas – Seringnya pengungkapan upaya penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Kalimantan Barat membuat semua pihak geram. Seperti baru-baru ini terungkap di perbatasan Dusun...

Produksi Ekstasi dari Bedak Gatal, Pasutri di Medan Diciduk Polisi

Metrobatam, Medan - Pasangan suami-istri, HP dan DN, bersama 7 rekannya dibekuk polisi lantaran memproduksi narkotika jenis ekstasi. Mereka membuat ekstasi tersebut menggunakan bahan...

Tipu dan Peras Korban, Penyidik KPK Gadungan Buat Sprindik Palsu

Metrobatam, Jakarta - Subdit Jatanras Ditrkimum Polda Metro Jaya menangkap komplotan penipu yang mengaku sebagai penyidik KPK. Untuk meyakinkan korban bernama Endria Putra (42),...

Kasus Ujaran Kebencian, Jonru Dituntut 2 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Jon Riah Ukur alias Jonru Ginting dituntut hukuman pidana 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta. Jaksa menilai Jonru telah...
BAGIKAN