Sengketa Laut China Selatan, Ini Peryataan Pengadilan Arbitrase Internasional

661

Metrobatam.com, Den Haag – Pengadilan Arbitrase Internasional yang berbasis di Den Haag, Belanda, Selasa (12/7/2016), memutuskan, China telah melanggar kedautalan Filipina di Laut China Selatan.

“China telah melanggar hak kedaulatan Filipina di zona ekonomi eksklusifnya dengan cara melakukan penangkapan ikan dan eksplorasi minyak, membangun pulau buatan dan tidak melarang para nelayan China bekerja di zona tersebut,” demikian pernyataan Pengadilan Arbitrase Internasional.

Filipina sebelumnya membawa masalah sengketa wilayah Laut China Selatan ke pengadilan internasional. Pemerintah Filipina menentang apa yang disebut China sebagai “sembilan garis batas” yang intinya mengklaim semua kawasan Laut China Selatan sebagai wilayah China.

Sengketa antara Filipina dan China itu terfous pada perairan yang diperkirakan menjadi jalur perdagangan internasional yang bernilai 5 triliun dolar AS setiap tahunnya.

Perairan sengketa itu juga memiliki kekayaan ikan melimpah dan diperkirakan mengandung cadangan minyak dan gas alam serta hasil bumi lainnya.

Pemerintah Filipina juga meminta pengadilan arbitrase untuk memperjelas gugusan karang atau kepulauan di perairan itu yang masuk ke dalam zona ekonomi eksklusif Filipina.

Pengadilan memutuskan, meski para pelaut dan nelayan China, secara historis pernah menggunakan berbagai pulau di Laut China Selatan, tak terdapat bukti kuat bahwa secara historis China pernah menguasi perairan tersebut atau sumber alamnya.

“Pengadilan memutuskan bahwa tak ada dasar hukum apapun bagi China untuk mengklaim hak historis terkait sumber daya alam di lautan yang disebut masuk ke dalam ‘sembilan garis batas’,” demikian pernyataan pengadilan.

Hakim panel pengadilan arbitasi menambahkan, hak-hak historis yang dimiliki China, jika ada, secara otomatis hilang jika hal tersebut tak sesuai dengan penetapan kawasan zona ekonomi eksklusif yang disepakati dalam perjanjian PBB.

Kementerian Luar Negeri Filipina menyambut baik keputusan ini yang disebut sebagai sebuah keputusan yang bersejarah.

“Pemerintah Filipina menegaskan komitmennya untuk mencari resolusi damai dan pengelolaan sengketa sambil tetap mempromosikan dan menegakkan perdamaian serta stabilitas kawasan,” kata Menteri Luar Negeri Filipina Perfecto Yasay dalam jumpa pers di Manila.

China, yang memboikot kasus ini, beberapa hari lalu menggelar latihan militer di kawasan yang disengketakan itu.

Bahkan, kantor berita Xinhua mengabarkan, sebuah pesawat terbang sipil China berhasil melakukan tes kalibrasi di dua bandara baru di Kepulauan Spratly di Laut China Selatan.

Xinhua menyebut, kedua bandara baru itu berada di pulau karang Mischief dan Subi. Kedua fasilitas itu memungkinkan adanya pemindahan personel di Kepulauan Spratly.

mb/kompas

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPR RI Gelontorkan Anggaran Rp34 Miliar untuk Pemeliharaan Jembatan 1 Barelang Batam

Metrobatam.com, Batam - Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengelontorkan anggaran Rp34 miliar untuk pemeliharaan jembatan Raja Haji Fisabillah guna mengantisipasi hal-hal yang...

Isdianto Terkejut, 3 Partai Pengusung Pilih Mantan Ketua BP Batam Mustofa Widjaja sebagai Cawagub...

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Langkah Isdianto untuk dapat menduduki kursi Kepri 2 nampaknya cukup berat. Setelah tiga partai pengusung, yakni PPP, PKB dan Partai Demokrat...

Iskandarsyah Siap Maju Meskipun Tanpa Ayah Syahrul

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Ing Iskandarsyah menegaskan akan maju baik sebagai Calon Walikota maupun Wakil Walikota Tanjungpinang...

Pelatihan BUMDes se Kabupaten Bintan, Datangkan Narasumber Kades Prestasi Nasional

Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan menggelar Pelatihan Management BUMDes se Kabupaten Bintan di Aula Kantor...

Media Metrobatam.com dan Media Lainnya Dilarang Liputan Kegiatan PU Pusat di Hotel Harmoni One...

Metrobatam.com, Batam - Awak Media Metrobatam.com dan Media lokal lainya pada awalnya lakukan konfimasi dengan pihak panitia Pekerjaan Umum (PU) Pusat di Hotel Harmoni One...

Desember Beroperasi, 117 Perizinan Bisa Diurus di MPP Batam

Metrobatam.com, Batam - Harapan pemerintah membangun Mal Pelayanan Publik (MPP) di Batam segera terwujud. Pembangunan mal pelayanan seluruh perizinan tersebut sudah berjalan 75%. Ditargetkan,...

Daun Kelor yang Melegenda, Ini Fakta dan Mitos Mistisnya

Metrobatam.com, (MB) - Dunia tak selebar daun kelor, peribahasa ini sering diungkapkan seseorang untuk menyatakan bahwa dunia ini luas. Meski kenyataannya, beberapa yang mengungkapkan...

Mayoritas Fraksi DPRD Kepri Tolak Nota Keuangan Gubernur Kepri

Metrobatam.com, Batam - Tugas berat dihadapi jajaran Pemerintah Provinsi Kepri dalam menyusun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018 nanti. Nota keuangan yang dibacakan Gubernur...

Polsek Batu Aji Batam Tangkap 4 Pelaku Komplotan Jambret, Satu Didor

Metrobatam.com, Batam - Unit reserse Polsek Batuaji menangkap 4 orang pelaku spesialis penjahat jalanan seperti jambret, pada Jumat (17/11) sekira pukul 20.30 WIB lalu....

Pemusnahaan BB Bahan Pembuat Obat Terlarang, dengan Tersangka BN dan Kawan-kawan

Metrobatam.com, Batam - Sebanyak 12 Ton atau 12.000 Gram Bahan Obat Terlarang dimusnahkan oleh Ditresnarkoba Polda Kepri di PT. Desa Air Kargo Kabil Batam, Selasa...

Ada 2,7 Juta TKI di Malaysia, Menkumham: Ini Jumlah Terbesar dari Seluruh Dunia

Metrobatam, Pontianak - Tenaga kerja Indonesia (TKI) di seluruh Malaysia mencapai 2,7 juta orang. Angka ini menunjukkan bahwa Malaysia merupakan negara yang menerima TKI...

Istana ‘Serang Balik’ Fahri Hamzah Soal Jokowi dan Setnov

Metrobatam, Bogor - Pihak Istana Kepresidenan 'menyerang balik' Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal pernyataannyya terkait hubungan Presiden RI Joko Widodo dan Ketua DPR...
BAGIKAN