Seperti Ini Cerita Bagi-bagi Duit Proyek e-KTP di Ruang Anggota DPR

Metrobatam, Jakarta – Jaksa dari KPK akan membacakan surat dakwaan terkait kasus e-KTP. Kabarnya, jaksa akan mengungkap mengenai cerita bagi-bagi duit di ruang kerja anggota DPR.

Berdasarkan penelusuran, Rabu (8/3), kisah bagi-bagi duit itu terjadi pada kurun waktu September-Oktober 2010. Seorang pengusaha yang mengendalikan perusahaan pemenang tender e-KTP, mendatangi gedung DPR di Senayan dan membagi-bagikan sejumlah uang.

Ada sejumlah nama anggota DPR yang kebagian duit tersebut. Kebanyakan di antaranya adalah anggota Komisi II DPR yang merupakan mitra dari Kemendagri, pelaksana proyek e-KTP. Bagi-bagi dilakukan untuk memuluskan lobi anggaran.

Kemudian setelah ada kepastian mengenai tersedianya anggaran untuk proyek pengadaan dan penetapan e-KTP, pengusaha yang sama kembali mendatangi gedung DPR. Kali ini dia menyambangi ruangan salah satu ketua Fraksi. Di situ, pengusaha itu disebut membagi-bagikan uang.

Bagi-bagi uang tahap dua ini lebih ‘ramai’. Pimpinan Banggar dan pimpinan komisi disebut ikut kecipratan.

KPK belum mau mengungkap mengenai detail kasus e-KTP ini. Mereka menyatakan kasus tersebut akan diungkap seluruhnya di persidangan.

“Ya nanti Anda baca saja,” ucap Ketua KPK Agus Rahardjo mengenai isi dakwaan dan detail kasus tersebut, Jumat (3/3).

Saat ditanya apakah banyak anggota DPR yang juga disebutkan, Agus tidak membantah atau membenarkannya. Namun Agus memberikan isyarat bila kasus itu semoga tidak berdampak pada konstelasi politik negeri. Itu disebabkan karena banyaknya nama yang akan disebut.

“Anda dengarkan kemudian Anda akan melihat ya mudah-mudahan tidak ada guncangan politik yang besar, karena namanya yang disebutkan banyak sekali. Iya (beberapa di antaranya nama tokoh besar),” kata Agus tanpa merinci lebih detail.

Ketua DPR Setya Novanto yang pernah diperiksa KPK terkait kasus e-KTP ini, memastikan dirinya tidak terlibat. Pada 2010, Novanto merupakan Ketua Fraksi Golkar di DPR.

“Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Untuk itu, proses peradilan harus dipandang sebagai proses yang bukan saja ditujukan bagi penuntasan kasus, tetapi juga menjadi penting bagi siapapun untuk memberikan klarifikasi dan keterangan-keterangan yang dibutuhkan demi mendukung penuntasan kasus tersebut,” kata Novanto.

“Bahwa bunyi surat dakwaan yg menyebut-nyebut nama saya bersama-sama terdakwa dan orang lain adalah sama sekali tidak benar dan semua pihak agar mengikuti proses persidangan dan melihat fakta persidangan dengan menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah. Biarlah para Hakim, JPU dan PH melakukan tugasnya secara independen dan imparsial,” sambung Novanto.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Grand Opening Warung’e Lara dengan Menu Sajian yang Enak

Metrobatam.com, Batam, Warung'e Lara, demikian nama rumah makan di Jalan Gatot Subroto Sidoarjo, Desa Larangan RT1, RW1, Candi Sidoarjo Jawa Timur, yang mulai beroperasi, Minggu (19/8/2018). Tempat...

Lebih Nyaman dan Aman, Capella Dinamik Nusantara Launching Honda CB150R StreetFire dan CBR250RR

Metrobatam.com, Batam - PT Capella Dinamik Nusantara kembali Launching Honda CB 150R StreetFire dan CBR 250 RR Minggu, ditempat di Auditorium Mega Mall Batam...

Jokowi Kalungkan Medali Emas untuk Lifter Eko Yuli

Metrobatam, Jakarta - Lifter Eko Uli Irawan berhasil meraih emas dalam cabang olahraga angkat besi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyaksikan pertandingan itu menyerahkan...

Timses Jokowi Disebut Ber-IQ 80, Golkar Peringatkan Mardani

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut timses Joko Widodo-Ma'ruf Amin ber-IQ 80 secara komunal. Partai Golkar mengingatkan Mardani untuk diam...

Ini Isi Lengkap Fatwa MUI Soal Vaksin MR yang Kontroversial

Metrobatam, Jakarta - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan vaksin Measles Rubella (MR) mengandung babi dalam proses produksinya. Namun tetap memperbolehkan penggunaan vaksin...

Susi Musnahkan 125 Kapal Maling Ikan, 40 Ditenggelamkan di Natuna

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal maling ikan sebagai kado HUT ke-73 kemerdekaan Indonesia. Menurut catatan Susi kapal maling...

LSI Denny JA: Jokowi-Ma’ruf 52,2%, Prabowo-Sandi 29,5%

Metrobatam, Jakarta - Pascapendaftaran Pilpres 2019 periode awal Agustus 2018, Lingkaran Survei Indonesia menggelar survei elektabilitas dua pasangan calon. Siapa unggul? Survei digelar pada 12...

KPK Sita Mobil Camry dari Apartemen Staf Ahli Anggota F-PAN Sukiman

Metrobatam, Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi PAN Sukiman memenuhi panggilan KPK sebagai saksi kasus suap perimbangan dana RAPBN-P 2018. Pemanggilan ini yang kedua...

Dituduh Curi Uang Rp1,5 Juta, Eks Majikan Aniaya dan Gunduli Magfiroh

Metrobatam, Bogor - Polisi meyelidiki kasus penganiayaan dan penggulan terhadap Magfiroh (28) oleh eks majikannya, EA. Polisi melayangkan panggilan terhadap EA untuk diperiksa terkait...

Anggota Majelis Syuro PKS: Enak Aja Anies Jadi Kader Gerindra!

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Prabowo Soenirman mengatakan posisi Wagub DKI akan menjadi milik PKS jika Anies Baswedan bergabung ke...

Mobil Ketua Panwaslu Dibakar OTK

Metrobatam, Kolaka - Mobil pribadi milik Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Juhardin diduga dibakar oleh orang tidak dikenal (OTK) pada Minggu...

Ridwan Kamil Ditabrak Pengemudi Motor yang Hindari Razia

Metrobatam, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil ditabrak seorang pengemudi motor saat berangkat kerja. Pria yang karib disapa Emil itu ditabrak bikers yang...
BAGIKAN