Seperti Ini Cerita Bagi-bagi Duit Proyek e-KTP di Ruang Anggota DPR

2732

Metrobatam, Jakarta – Jaksa dari KPK akan membacakan surat dakwaan terkait kasus e-KTP. Kabarnya, jaksa akan mengungkap mengenai cerita bagi-bagi duit di ruang kerja anggota DPR.

Berdasarkan penelusuran, Rabu (8/3), kisah bagi-bagi duit itu terjadi pada kurun waktu September-Oktober 2010. Seorang pengusaha yang mengendalikan perusahaan pemenang tender e-KTP, mendatangi gedung DPR di Senayan dan membagi-bagikan sejumlah uang.

Ada sejumlah nama anggota DPR yang kebagian duit tersebut. Kebanyakan di antaranya adalah anggota Komisi II DPR yang merupakan mitra dari Kemendagri, pelaksana proyek e-KTP. Bagi-bagi dilakukan untuk memuluskan lobi anggaran.

Kemudian setelah ada kepastian mengenai tersedianya anggaran untuk proyek pengadaan dan penetapan e-KTP, pengusaha yang sama kembali mendatangi gedung DPR. Kali ini dia menyambangi ruangan salah satu ketua Fraksi. Di situ, pengusaha itu disebut membagi-bagikan uang.

Bagi-bagi uang tahap dua ini lebih ‘ramai’. Pimpinan Banggar dan pimpinan komisi disebut ikut kecipratan.

KPK belum mau mengungkap mengenai detail kasus e-KTP ini. Mereka menyatakan kasus tersebut akan diungkap seluruhnya di persidangan.

“Ya nanti Anda baca saja,” ucap Ketua KPK Agus Rahardjo mengenai isi dakwaan dan detail kasus tersebut, Jumat (3/3).

Saat ditanya apakah banyak anggota DPR yang juga disebutkan, Agus tidak membantah atau membenarkannya. Namun Agus memberikan isyarat bila kasus itu semoga tidak berdampak pada konstelasi politik negeri. Itu disebabkan karena banyaknya nama yang akan disebut.

“Anda dengarkan kemudian Anda akan melihat ya mudah-mudahan tidak ada guncangan politik yang besar, karena namanya yang disebutkan banyak sekali. Iya (beberapa di antaranya nama tokoh besar),” kata Agus tanpa merinci lebih detail.

Ketua DPR Setya Novanto yang pernah diperiksa KPK terkait kasus e-KTP ini, memastikan dirinya tidak terlibat. Pada 2010, Novanto merupakan Ketua Fraksi Golkar di DPR.

“Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Untuk itu, proses peradilan harus dipandang sebagai proses yang bukan saja ditujukan bagi penuntasan kasus, tetapi juga menjadi penting bagi siapapun untuk memberikan klarifikasi dan keterangan-keterangan yang dibutuhkan demi mendukung penuntasan kasus tersebut,” kata Novanto.

“Bahwa bunyi surat dakwaan yg menyebut-nyebut nama saya bersama-sama terdakwa dan orang lain adalah sama sekali tidak benar dan semua pihak agar mengikuti proses persidangan dan melihat fakta persidangan dengan menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah. Biarlah para Hakim, JPU dan PH melakukan tugasnya secara independen dan imparsial,” sambung Novanto.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Antisipasi Gejala DBD, Bupati Bintan Himbau Masyarakat Jaga Lingkungan Bersih

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada terkait munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, disaat...

Terkait Praperadilan Setnov, KPK Tunggu Hasil Pemeriksaan Bawas MA Terhadap Hakim Cepi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunggu hasil pemeriksaan Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) terhadap hakim Cepi Iskandar, yang menangani praperadilan Ketua...

Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Haryani Kecewa

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum menuntut politikus Hanura Miryam S Haryani delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidier enam bulan kurungan. Miryam...

Kebakaran Hutan Landa 4 Kecamatan di Aceh Barat

Metrobatam, Aceh Barat - Kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat, Aceh, terus menyebar. Hingga saat ini, ada empat kecamatan yang mengalami kebakaran terparah,...

Setelah 20 Tahun, Penyelundupan Miras dari Malaysia dan Singapura ke Batam Akhirnya Terungkap

Metrobatam, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan KWK, F, dan S telah menyelundupkan...

Pimpinan KPK Rembukan Nasib Aris Budiman dan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi masih menggodok hasil pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK soal dugaan pelanggaran etik Direktur Penyidikan...

Berikan Arahan, Hari Ini Jokowi Kumpulkan Kepala Daerah Seluruh Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumpulkan seluruh gubernur, bupati dan wali kota di...

Kisah Polisi Fiji yang Jabat Posisi Penting Berkat Pendidikan Kepolisian di Indonesia

Metrobatam, Bandung - Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak hanya sukses mencetak pimpinan lembaga kepolisian dalam negeri, namun juga berhasil...

AS Beri Lampu Hijau, Panglima TNI Tunggu Instruksi Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masih belum memutuskan untuk kembali berangkat ke Amerika Serikat setelah insiden penolakan sesaat sebelum bertolak, Sabtu...

Ini Rapor Kualitas Transportasi RI di Tingkat Dunia, Memuaskan?

Metrobatam, Jakarta - Sustainable Mobility for All (SuM4All) sebuah lembaga yang dibentuk atas inisiasi Bank Dunia (The World Bank) baru saja merilis publikasi 'Global...

Laporkan KPU ke Bawaslu, Rhoma Singgung Partainya Tommy dan PSI

Metrobatam, Jakarta - Ketum Partai Idaman Rhoma Irama melaporkan KPU ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) gara-gara pendaftaran partainya sebagai peserta Pemilu 2019 ditolak. Rhoma...

Kagetkan Warga, 3 Tornado Waterspout Muncul di Kepulauan Seribu

Metrobatam, Jakarta - Kemunculan angin tornado waterspout mengagetkan warga Kepulauan Seribu. Hal ini dialami oleh warga Pulau Tidung, Hilmansyah, yang tengah menuju Pulau Kelapa. "Tadi...
BAGIKAN