Seperti Ini Kronologi Penyerangan Kantor Kemendagri

3315

Metrobatam, Jakarta – Lingkungan Kantor Kementerian Dalam Negeri mendadak tegang pada Rabu sore (11/10). Massa berjumlah puluhan orang dari Tolikara, Papua, mengamuk di areal komplek kantor yang terletak di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Amukan mereka berujung ricuh. Peristiwa itu mengakibatkan korban luka dan materi dari pihak Kemendagri maupun jurnalis yang meliput.

Massa yang mengatasnamakan dirinya Barisan Merah Putih Tolikara itu mengamuk sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka adalah pendukung calon pasangan kepala daerah Kabupaten Tolikara, John Tabo-Barnabas Weya di Pilkada 2017.

Mereka datang ke Jakarta untuk menuntut Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo membatalkan keputusan Pilkada di kabupaten mereka. John Tabo adalah pasangan yang kalah dalam Pilkada setelah digelar pemungutan suara ulang (PSU). Mahkamah Konstitusi juga menolak permintaan John Tabo-Barnabas Weya mendiskualifikasi suara 18 distrik.

Putusan tersebut mengukuhkan kemenangan pasangan petahana Usman G Wanimbo-Dinus Wanimbo di Pilkada Tolikara.

“Mereka tidak mau tahu keputusan KPU (yang mengesahkan hasil Pilkada) dan keputusan MK menurut mereka tidak adil,” ujar Mendagri Tjahjo Kumolo usai peristiwa mengamuknya massa Barisan Merah Putih.

Amukan massa pendukung calon bupati itu sendiri kemudian bisa diredam sekitar pukul 15.30 WIB. Polisi diterjunkan untuk menjaga situasi kondusif.

Berdasarkan hasil pendalaman kepolisian, kelompok Barisan Merah Putih Tolikara itu terpantau sudah bolak-balik gedung Kemendagri selama dua bulan terakhir.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Argo Yuwono menyatakan, mereka datang bertahap setiap harinya, termasuk memantau, dengan jumlah orang yang berbeda-beda.

Kemarahan massa yang berujung kerusuhan di kantor Kemendagri kemarin, kata Argo, diduga akibat mereka gagal bertemu Mendagri untuk mendesak keinginan mereka.

Mendagri Tjahjo sendiri menegaskan dirinya telah mendelegasikan pertemuan itu kepada Direktur Jenderal Otonomi Daerah Soemarsono dan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Soedarmo.

Tjahjo mengaku sempat berbicara dan menerima perwakilan massa sebelum kerusuhan terjadi. Pertemuan tersebut berlangsung Selasa (10/10) malam.

“Saya sampaikan, kalau mau dialog tanya masalah pilkada silahkan besok (Rabu) ke Ditjen Polpum/Otda, bicara baik-baik. Kedua Kelompok yang berbeda sikap terkait keputusan Pilkada sudah sering diterima kedua Dirjen tersebut,” ujar Tjahjo.

Versi Kemendagri, penyerangan terjadi beberapa saat jelang pertemuan antara perwakilan massa Barisan Merah Putih dengan Soedarmo dan Soemarsono.

Pertemuan itu akan membahas sengketa Pilkada Tolikara yang telah diputuskan Mahkamah Konstitusi. Perwakilan tiba-tiba keluar ruangan saat pertemuan akan digelar. Selanjutnya, tanpa alasan yang jelas massa yang menunggu di luar bergerak menyerang kantor Kemendagri.

Serangan massa itu mengakibatkan kerusakan fisik di kantor Kemendagri. Kaca dan pot milik di Gedung F dan B Kemendagri pecah. Sebuah mobil dinas Kemendagri juga mengalami kerusakan akibat amuk massa.

Adapun jumlah korban mencapai 10 orang, dan itu diketahui setelah istri Tjahjo Kumolo, Erni Guntarti, saat mengunjungi korban di rumah sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto (RSPAD), Rabu (11/10) malam. Kunjungan dilakukan Erni mewakili Tjahjo yang masih berada di luar kota.

“Syukur tidak ada korban jiwa, semoga segera sembuh semua,” ujar Erni di RSPAD Gatot Subroto.

Tiga dari 10 korban penyerangan kantor Kemendagri menderita luka berat. Para korban merupakan pegawai negeri sipil serta petugas pengamanan lingkungan (Pamdal) Kemendagri.

Tak hanya itu, seorang jurnalis yang meliput insiden itu pun melapor ke polisi karena menerima intimidasi dan kameranya dirusak oleh massa perusuh.

Terkait Pilkada Tolikara, Tjahjo mengatakan tak bisa mengintervensi hasil Pilkada dan hanya mematuhi keputusan MK yang bersifat final. Tindak lanjut putusan MK itu adalah Kemendagri mengeluarkan Surat Keputusan untuk Bupati terpilih atas Pilkada 2017.

“Keputusan Pilkada bukan di Kemendagri dan Kemendagri tidak berwenang mengubah keputusan atau SK pemenang Pilkada. Keputusan final mengikat pada MK dan sudah ada keputusan MK,” tegas Tjahjo.

Tjahjo pun menegaskan pihaknya tidak bisa menunda pelantikan terlalu lama. “Prinsipnya tidak bisa lama-lama ditangguhkan pelantikannya (karena) sudah ada keputusan pemenang oleh MK. (Penundaan pelantikan) akan menganggu pemerintahan dan pelayanan masyarakat,” kata Tjahjo.

Tjahjo melanjutkan, pihaknya sudah berupaya mendinginkan suasana pasca-kerusuhan. Diantaranya, berdialog dengan Gubernur Papua, Kapolda Papua, Kodam Cendrawasih, dan BIN Daerah.

“Yang menang Pilkada dengan keputusan MK juga sudah saya temui untuk membantu dinginkan kondisi masyarakat pendukung calon yang kalah,” ujarnya.

Akibat dari kerusuhan di kantor Kemendagri itu, polisi telah mengamankan 15 orang. Mereka disebut bakal dijerat dengan pasal 351 dan 170 KUHP.

Selain menangkap 15 pelaku, polisi juga menyita sebilah pisau dan belati dari seorang terduga pelaku penyerangan. Jumlah orang terkait kerusuhan itu pun berpeluang bertambah yang diamankan hari ini.

Sejauh ini, CNNIndonesia.com belum mendapatkan klarifikasi dari pihak John Tabo-Barnabas Weya terkait kerusuhan diduga massa pendukung mereka. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kesal Kena Tilang, Pegawai Dinas PU Ini Matikan Aliran Air ke Asrama Polisi

KAYONG UTARA, – Kesal karena ditiling polisi, seorang pegawai kontrak di UPT Air Bersih Dinas Pekerjaan Umum Kota Sukadana, Kayong Utara, Kalimantan Barat, sengaja merusak sistem...

Jakarta Masuk 10 Kota Paling Berbahaya di Dunia Bagi Perempuan

London - Jakarta berada di peringkat sembilan dalam daftar kota besar atau megacity yang paling berbahaya di dunia untuk perempuan, berdasarkan survei Yayasan Thomson...

Cerita Mengerikan Perempuan yang Lolos dari Kelompok ISIS

Baghdad - Komunitas Syiah Turkmenistan di Irak menjadi sasaran penganiayaan brutal oleh kelompok yang menamakan diri negara Islam (ISIS). Seorang perempuan, yang meminta untuk tidak...

PR PLN: Terangi 104 Desa di Kepri yang Belum Teraliri Listrik

Metrobatam, Batam - Ternyata masih cukup banyak desa terpencil Kepulauan Riau (Kepri) yang masih belum teraliri listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mencatat saat ini...

Innalillahi! Diduga Ditusuk, Ketua DPRD Kolaka Utara Meninggal Dunia

Metrobatam, Kendari - Ketua Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Musakkir Sarira meninggal dunia akibat luka tusuk, Rabu. Kasubbid Pidana Polda...

Ketua DPRD: Tak Ada Aturan Wajibkan Paripurna Istimewa untuk Anies

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik meminta agar Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi segera membuat Paripurna Istimewa untuk...

Wiranto: Usulan Pembentukan Densus Tipikor Bukan soal Politik

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan, wacana pembentukan detasemen khusus tindak pidana korupsi (Densus Tipikor) sama sekali tidak...

Dokumen Rahasia AS Ungkap Upaya Penggulingan Sukarno dan PKI

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat disebut mengetahui rangkaian upaya Angkatan Darat (AD) untuk menghancurkan Partai Komunis negara (PKI) dan menggulingkan Sukarno mulai tahun...

Sri Mulyani Angkat Isu Perpindahan Dana WNI Rp 18,9 T di Forum Dunia

Washington - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sempat membicarakan persoalan uang 81 Warga Negara Indonesia (WNI) senilai Rp 18,99 triliun yang ditransfer dari Guernsey...

KPU Tutup Pendaftaran, Dokumen 13 Partai Belum Lengkap

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari mengatakan 13 Partai Politik (Parpol) berstatus belum memenuhi kelengkapan dokumen peserta pemilu 2019 hingga...

Radikalisme Agama Ancam Keberagaman Indonesia

Metrobatam, Pangkal Pinang - Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mewaspadai penyebaran paham radikal atas...

Sajikan Gadis Belia, Prostitusi di Lhokseumawe Dikelola 2 Wanita

Metrobatam, Lhokseumawe - Kakak beradik di Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Aceh ditangkap anggota Satreskrim Polres Lhokseumawe. Keduanya diduga merupakan mucikari yang telah menjual...
BAGIKAN