Seperti Inilah Jurus Google ‘Ngeles’ dari Pajak

211

Metrobatam, Jakarta – Google, seperti halnya perusahaan teknologi raksasa semacam Apple, memang dikenal licin soal pajak. Mereka dituding melakukan beragam strategi untuk meminimalisir pembayaran pajak meski raksasa internet ini meraup pendapatan puluhan miliar dolar per tahun.

Misalnya saja, Google diketahui mengalirkan banyak keuntungannya ke negara Bermuda yang memang dikenal sebagai tax haven. Dikutip detikINET dari Daily Mail, Senin (19/9/2016), tiap tahunnya Google diperkirakan mengalirkan profit sekitar 8 miliar poundsterling ke Bermuda.

Di Bermuda, Google memiliki perusahaan terdaftar bernama Google Bermuda Unlimited dan Google Ireland Holdings yang berlokasi di kota Hamilton. Namun tidak ada aktivitas atau karyawan di kantor itu selain untuk memperlancar aliran keuntungan Google. Bahkan warga lokal pun tak begitu tahu.

“Jika ada kantor Google di sini, tentu akan terlihat dengan jelas. Katanya mereka kan punya lapangan olahraga di kantornya. Tapi di sini aku belum pernah bertemu sekalipun dengan karyawan Google,” sebut penduduk setempat bernama Derric Ward.

Apa yang dilakukan Google tersebut memang kontroversial, tapi banyak yang mengatakannya legal. Mereka memang licin. Di seluruh dunia, Google biasanya mendirikan perusahaan cabang atau subsidiary. Sedangkan kantor pusatnya atau tempat mengalirkan uang, berlokasi di negara yang menarik pajak kecil.

Pada tahun 2008, Google memindahkan kantor pusatnya untuk wilayah Eropa, Timur Tengah dan Afrika ke Irlandia. Sebab Irlandia dikenal memberlakukan pajak perusahaan yang sedikit. Jadi, jika misalnya ada perusahaan di Inggris membayar untuk beriklan di subsidiary Google Inggris, uangnya mengalir ke Irlandia.

Kemudian setelah mengalir ke Irlandia, dalam skema yang cukup rumit, uang Google menuju ke Google Netherlands Holdings di Belanda yang juga ramah pajak. Barulah keuntungannya dikirimkan ke Bermuda.

Meski banyak dikecam, misalnya oleh pemerintah Inggris, kelakuan Google itu sebenarnya tidak ilegal. Dan Google berulangkali mengatakan kalau mereka mematuhi hukum pajak internasional. Google juga mengklaim pajak yang dibayarkan di tiap negara sudah sesuai dengan ketentuan.

“Kami selalu mencoba melakukan hal yang benar di bisnis kami,” sebut Peter Barron, Chief Communication Google.

Maka tak heran jika menarik pajak ‘yang seharusnya’ dari Google bisa dikatakan susah sekali. Banyak negara kelimpungan soal ini, termasuk Indonesia.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Menko Perekonomian dan Menpan-RB Optimis Target 7% Perekonomian Batam Tercapai

Metrobatam.com, Batam - Pemerintah Pusat menaruh perhatian besar terhadap pengembangan kawasan Batam. Batam sebagai lokasi yang sangat strategis dan potensial, diyakini mampu tumbuh kembali...

Ing Iskandarsyah Himbau Masyarakat Agar Jeli Berbelanja Produk Makanan

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Anggota Komisi II DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah menghimbau kepada masyarakat agar jeli dalam berbelanja produk maupun makanan. Karena menurut Wakil Ketua DPW...

Polresta Barelang Siapkan Ratusan Personil untuk Amankan Perayaan Hari Natal dan Tahun Baru

Metrobatam.com, Batam - Pada tanggal 09 November 2017 ditempat ruangan Kapolresta Barelang pada pukul 10:00 WIB, Kapolresta Barelang memberikan keterangan Pers kepada awak Media...

Panglima TNI Jamin Keamanan Pemilu 2018-2019 bersama Polri, Gatot Minta Maaf

Metrobatam, Jakarta - Panglima TNI yang baru dilantik Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan pihaknya bersama Polri akan mengamankan jalannya Pemilu yang bakal digelar pada 2018...

Politikus PDIP Nilai Tepat Fredrich dan Otto Mundur

Metrobatam, Jakarta - Anggota Fraksi PDIP Junimart Girsang menilai, pengunduran diri Fredrich Yunadi dan Otto Hasibuan sebagai pengacara Ketua Umum Golkar Setya Novanto sudah...

Ketua DPC Demokrat Sawahlunto Tertangkap Sedang Nyabu

Metrobatam, Padang - Ketua DPC Partai Demokrat Kota Sawahlunto, Asrijal (44) bersama dengan temannya Adismar (50) terciduk sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu di Pacuan...

Hanya Diupah Rp2 Juta, Dua Eksekutor Habisi Nyawa 3 Orang

Metrobatam, Tebo - Harga nyawa manusia di Kabupaten Tebo terbilang murah. Pasalnya, WL cukup hanya menjanjikan upah Rp1 juta per orang kepada AL dan...

Protes Keputusan Trump, Warga Muslim AS Salat di Depan Gedung Putih

Washington DC - Ratusan warga Muslim menggelar Salat Jumat berjamaah di depan Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat (AS). Para warga muslim ini memprotes...

17 Dokter RSUD Sulbar Kompak Minta Mundur, Apa Penyebabnya?

Metrobatam, Makassar - Sebanyak 17 dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyatakan pengunduran diri sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)....

Dewan Pakar Golkar Rekomendasikan Munaslub Pekan Depan

Metrobatam, Jakarta - Dewan Pakar Partai Golkar merekomendasikan kepada pengurus DPP Partai Golkar untuk menyelenggarakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) pada tanggal 15-17 Desember. Ketua...

Jokowi Minta FKPPI Jadi yang Terdepan Berantas Hoax

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi inspektur upacara apel kebangsaan Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI). Jokowi meminta...

Biaya Pileg dan Pilpres 2019 Capai Rp16 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman memperkirakan anggaran untuk pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilihan presiden 2019 yang akan datang mencapai Rp16,8...
BAGIKAN