Serukan Reformasi MA, Hakim PN Bantul Dikucilkan Oknum Pimpinan

1704

Metrobatam, Yogyakarta – Di dalam tubuh lembaga Mahkamah Agung (MA) disebut-sebut masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu beberapa pihak termasuk hakim Pengadilan Negeri (PN) Bantul Raden Roro (RR) Andy Nurvita, secara lantang ingin agar MA mereformasi dirinya.

Seruan Nurvita sudah didengungkan sejak dia dinas di PN Salatiga antara 2011-2014. Bersama hakim-hakim muda dia menggalang massa aksi turun ke jalan. “Waktu itu saya bersama hakim-hakim muda meminta MA mereformasi dirinya,” ujarnya, Rabu (21/6).

Alasan Nurvita dengan kawan-kawannya karena memandang internal MA memiliki sejumlah kelemahan. Seperti persoalan promosi-mutasi hakim, pengawasan hakim yang diduga tidak profesional dalam bertugas, dan problematika hukum lainnya.

“Karena kami menganggap MA banyak memiliki kelemahan dalam dirinya sendiri. Khususnya problematika hukum, kesejahteraan hakim (waktu itu), promosi-mutasi hakim, dan pengawasan hakim yang diduga tidak profesional dalam bertugas,” ungkapnya.

Semenjak itu, dia merasa banyak pihak tak suka dengan gagasnya. Sampai akhirnya banyak pihak memusuhi. “Setelah itu saya merasa ada oknum pimpinan tertentu, yang secara intens menjadikannya saya target untuk dibinasakan,” ungkapnya.

Menurut Nurvita, karena suaranya yang lantang ini ada oknum pimpinan yang berusaha mengucilkannya. Bahkan semenjak pindah ke PN Bantul 2014 lalu, perlakuan itu masih dijumpainya. “Kok seakan-akan saya dijadikan orang yang patut dijauhi,” akunya.

Imbasnya meski berhubungan baik dengan sejumlah hakim lainnya termasuk hakim di PN Bantul, banyak di antaranya yang berkomunikasi sembunyi-sembunyi dengan Nurvita.

“Banyak kawan-kawan hakim berkomunikasi dengan saya sembunyi-sembunyi,” lugasnya.

Itu dilakukan agar hakim tersebut tak ikut dimusuhi oleh pihak-pihak yang disebut Nurvita sebagai oknum.

“Harapan saya MA sebagai benteng terakhir penegak peradilan, sungguh-sungguh mereformasi dirinya, karena hakim itu jabatan yang mulia,” tuturnya.

“Makanya saya bersedia mengorbankan karir saya dalam konteks ini, dengan harapan DPR melalui atau tanpa dorongan KY, untuk segera mengesahkan RUU Jabatan Hakim. Dengan tujuan terjadi reformasi dan regenerasi di tubuh MA,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui, MA menjatuhkan sanksi skorsing kepada Andy Nurvita berupa larangan mengadili selama 8 bulan karena melanggar kode etik. Atas sanksi itu, Andy Nurvita mengadukan masalah itu ke Komisi Yudisial (KY).

Diperlakukan Sewenang-wenang

Andy Nurvita melaporkan Mahkamah Agung (MA) ke Komisi Yudisial (KY) atas sanksi yang diterimanya. Alasannya, Nurvita merasa direndahkan kehormatan, keluhuran, dan martabatnya sebagai hakim.

Selain itu kedatangan Nurvita ke KY Senin (19/6) kemarin, juga untuk meminta advokasi KY atas ketidakadilan yang dialaminya. Saat ditemui di salah satu restoran cepat saji di Yogyakarta, Nurvita menerangkan persoalan yang dihadapinya bermula saat dia dijatuhi hukuman disiplin berat 8 bulan non palu.

“Saya kena sanksi hukuman disiplin berat 8 bulan non palu, plus sekarang saya tidak dapat tunjangan fungsional,” ujar Nurvita, Rabu (21/6).

Saksi tersebut merujuk surat nomor 925/DJU.2/KP.02.2/6/2017 yang dilayangkan MA. Menurut Nurvita, surat tertanggal 7 Juni 2017 tersebut muncul karena dia dianggap melanggar huruf C angka 7, keputusan bersama Ketua MA dan Ketua KY nomor 047/KMA/SKB/IV/2009-02/SKB/P.KY/IV/2009, jo pasal 11 ayat 3 huruf a peraturan bersama MA dan KY nomor 02/PB/MA/IX/2012-02/PB/P.KY/09/2012.

“Saya diklaim sebagai mafia peradilan, padahal kasusnya tidak ada,” bantahnya.

Melalui surat MA tersebut, Nurvita merasa kehormatan, harkat, martabat, dan wibawanya sebagai hakim direndahkan. “Kehormatan, harkat, martabat, dan wibawa saya sebagai hakim terdegradasi secara konstruktif dan sistemik,” tegasnya.

Nurvita tak habis pikir, apalagi hukuman yang dijatuhkan MA tersebut disebutnya tanpa proses pembuktian. Dia selama ini tidak pernah diperiksa, terkait pelanggaran yang disangkakan ke dirinya.

“Sampai sekarang ini saya tidak pernah sekalipun diperiksa. Cuma saya diperiksa terkait dugaan pelanggaran angka 8 tentang peradilan tinggi,” paparnya.

Atas surat MA tersebut, tanggal 12 Juni Nurvita mengaku sudah melayangkan surat keberatan ke MA, namun sampai sekarang belum ditanggapi.

“Sebagai hakim saya merasa diperlakukan sewenang-wenang. Malah saya dijatuhi hukuman disiplin berat atas tindakan yang tidak pernah saya lakukan, juga sebelumnya juga tidak ada pelaporan,” katanya lugas.

Karena mendapat hukuman yang dinilainya tak adil, akhirnya Nurvita melaporkan MA ke KY. Langkah ini dia lakukan karena mengaku tidak betah dengan stigma sebagai mafia kasus, rangkap jabatan jadi pengusaha, advokat yang dilekatkan ke dirinya.

“Padahal saya sebagai hakim tidak pernah menerima sesuatu yang berhubungan dengan perkara apa pun,” akunya.

Sedari mencari keadilan di KY, saat ini Nurvita berharap DPR lekas mengesahkan RUU Jabatan Hakim. Dengan disahkan RUU tersebut, dia berharap reformasi dan regenerasi di MA dapat dilakukan.

“Harapan saya DPR melalui atau tanpa dorongan KY, segera mengesahkan RUU jabatan hakim. Dengan tujuan terjadi reformasi dan regenerasi di tubuh MA,” tutupnya.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

BI: 239 Ribu Nasabah Kuasai 55,8 Persen Simpanan Perbankan

Metrobatam, Jakarta - Bank Indonesia menyebut sekitar 55,8 persen dana di perbankan dimiliki oleh 239 nasabah besar. Nasabah tersebut memiliki simpanan di perbankan rata-rata...

Resmi Jadi Boru Siregar, Kahiyang Dinasihati dan Diberi Makan

Metrobatam, Medan - Putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, usai menjalani prosesi adat dan resmi menjadi boru Siregar. Dia dan suaminya, Bobby Nasution pun dinasihati...

Tergusur Proyek Tol, Makam Ulama Tetap Utuh Meski Sudah Puluhan Tahun Dikubur

Metrobatam, Lampung - Pembongkaran makam terdampak proyek jalan Tol Sumatera dilakukan di Desa Sidokerto, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah. Warga pun dibuat geger...

Viral! Pengantin Pria di Bone Persembahkan 119 Cincin Emas kepada Mempelai Wanita

Metrobatam, Bone - Warga Bone, Sulawesi Selatan baru-baru ini dihebohkan dengan pernikahan pasangan pengantin di Desa Cumpiga, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone. Pasalnya, jika lazimnya pengantin...

Bebaskan Papua dari Kelompok Bersenjata, Petugas Perlu Dukungan Masyarakat Luas

Metrobatam, Timika – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Boy Rafli Amar mengajak seluruh komponen masyarakat di sana agar benar-benar dapat mewujudkan harapan menjadikan Papua...


wp booster error:
td_api_base::mark_used_on_page : a component with the ID: thumbnail is not set.

BI Tegaskan Transaksi Wajib Gunakan Rupiah

Metrobatam.com, Batam - Bank Indonesia menegaskan bahwa penggunaan mata uang asing untuk transaksi di Indonesia adalah perbuatan yang melanggar hukum. Termasuk untuk transaksi di...

DPRD Kepri Sepakati KUA dan PPAS Rancangan APBD Tahun 2018

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi dan DPRD Kepri akhirnya menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan...

Sidang Korupsi E-KTP, Nazaruddin Sebut Mantan Mendagri Gamawan Fauzi Kecipratan US$ 4,5 Juta

Metrobatam, Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin meyakini keterlibatan mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) periode 2009-2014, Gamawan Fauzi dalam korupsi pengadaan...

Kolega Imbau Setnov Cerita Soal Dugaan Korupsi e-KTP ke KPK

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Taufik Kurniawan mengimbau Ketua DPR Setya Novantomenceritakan informasi seputar kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP kepada...

9 Pasangan Mesum dan Lesbian Terjaring Razia di Kota Palembang

Metrobatam, Palembang - Razia gabungan TNI, Polri bersama Satpol PP Kota Palembang merazia sejumlah penginapan dan tempat hiburan. Sebanyak sembilan pasangan mesum dan pasangan...

Hari Ini, Kahiyang Ayu akan Diberi Marga Siregar

Metrobatam, Jakarta - Putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu, akan diberi marga Siregar hari ini. Marga ini diberikan lewat prosesi Mangalehan Marga. Istri Bobby...

Astaga! Seorang Aktivis Ditangkap karena Sodomi 9 Remaja

Metrobatam, Balikpapan - Seorang aktivis lingkungan berinsial PDW menjadi tersangka atas kasus pencabulan sesama jenis. Tersangka yang juga fasilitator anak berskala internasional itu ditangkap...
BAGIKAN