Setelah Novanto, Masih Ada 3 Nama di Dakwaan yang Belum Tersangka

1918

Metrobata, Jakarta – KPK telah resmi menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Novanto disebut berperan mengkondisikan pengadaan barang dan jasa e-KTP melalui tersangka lainnya yaitu Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Saudara Setya Novanto melalui AA (Andi Agustinus) diduga telah mengkondisikan pengadaan barang dan jasa KTP elektronik,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di KPK, Jakarta Selatan, Senin (17/7).

Dengan demikian, total kini ada 4 tersangka dalam kasus tersebut yaitu Irman, Sugiharto, Andi Agustinus, dan Setya Novanto. Dua nama pertama yang disebut kini telah berstatus terdakwa dan segera divonis yang rencananya dibacakan pada Kamis, 20 Juli mendatang.

Dalam kasus itu, Irman selaku mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) dan Sugiharto selaku mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri). Dalam surat dakwaan keduanya yang dibacakan pada 9 Maret 2017, nama Andi dan Novanto memang disebut bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Saat itu, jaksa KPK menyebut Irman dan Sugiharto didakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi bersama-sama dengan 5 orang lainnya, termasuk Setya Novanto yang kini menjabat sebagai Ketua DPR. Namun dalam kasus itu, Novanto masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

“Bahwa terdakwa I dan terdakwa II bersama-sama dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku penyedia barang dan jasa pada Kemendagri, Isnu Edhi Wijaya selaku ketua konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia atau PNRI, Diah Anggraeni selaku Sekretaris Jenderal Kemendagri, Setya Novanto selaku Ketua Fraksi Partai Golkar, dan Drajat Wisnu Setyawan selaku ketua panitia pengadaan barang dan jasa di lingkungan Ditjen Dukcapil tahun 2011, yang melakukan atau yang turut serta melakukan secara melawan hukum,” kata jaksa KPK.

Dengan demikian, masih ada 3 nama yaitu Isnu Edhi Wijya, Diah Anggraeni, dan Drajat Wisnu Setyawan yang masih bebas. Namun apakah pada akhirnya nanti mereka akan dijerat KPK? Atau malah KPK menambah nama-nama lainnya di luar itu? Mari kita tunggu kejutan dari KPK selanjutnya.

Nusron: Ombak di Golkar Selalu Besar

Koordinator Pemenangan Pemilu Indonesia I Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan adanya desakan dari internal untuk meminta ketua umum Setya Novanto mundur merupakan bagian dari dinamika partai. Nusron menganalogikan Golkar seperti lautan yang selalu mempunyai ombak besar.

“Di Golkar itu kan sebagaimana bapak-bapak tahu kan banyak variasi-variasi. Tidak ada kasus seperti ini pun kan, dinamikanya tinggi. Golkar ini kan seperti lautan, ombaknya selalu besar. Tidak ada kejadian aja, selalu ada ombak,” ujar Nusron, di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (18/7) dini hari.

Nusron menerangkan dinamika di Golkar saat tidak ada kasus pun tinggi, apalagi adanya kasus yang menjadikan Novanto sebagai tersangka ini. Dia berpendapat wajar apabila soliditas internal selalu ditekankan kepada seluruh anggota.

“Bahkan kalau perlu ombaknya itu diciptakan. Apakagi ada kasus seperti ini,” terangnya.

Menurutnya, Golkar itu sangat beragam, semua suku ada di partai beringin itu. Dia lantas membedakan keberagaman Golkar dengan partai lain, yang hanya patuh terhadap keputusan pimpinan.

“Jadi kalau ngomong soliditas, ya tentunya wajar sebab kalau ngomong Golkar itu, bicara tentang mikrokosmos Indonesia, heteroginitas ada di situ, berbeda dengan PKS, PKB, kalau sudah Kiainya perintah semua sami’na wa atho’na, kemudian PKS kalau Dewan Syuronya perintah semua sami’na wa atho’na. Tapi kalau di Golkar ini kan elemennya banyak, variasinya banyak. Langgamnya beda-beda, masing-masing merasa dirinya sebagai orang yang merdeka semua,” tuturnya.

Dia juga memastikan program kepartaian tidak akan terganggu dengan Novanto menjadi tersangka ini. Persiapan Pilkada Serentak 2018 pun tetap dilakukan. “Insyaallah ya kan, kita mengatakan kita optimis kita juga kerja keras, berdoa Insyaallah,” ucapnya.

Sebelumnya, kader muda Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mendesak Novanto mundur sebagai ketua umum. Doli mengatakan hal itu demi kebaikan dan keselamatan partai.

“Begitu nama Novanto disebut, seharusnya dia mengundurkan diri (dari Ketum Golkar). Mestinya mengambil langkah-langkah pengganti Novanto,” tutur Doli, Senin (17/7) malam.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tandjung juga mengatakan Golkar membutuhkan kepemimpinan baru. Menurutnya, langkah-langkah kepartaian harus diambil agar Golkar tetap siap dalam menghadapi Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pelopor Pertama di Kepri, Perangkat Desa di Bintan Terproteksi BPJS

Metrobatam.com, Bintan - Kabupaten Bintan menjadi pelopor pertama di Provinsi Kepri. Seluruh perangkat Desa hingga Jajaran RT/RW diproteksi oleh BPJS. Hal tersebut, ditandai dengan...

Tasyakuran dan Refleksi 2 Tahun Apri-Dalmasri, Menyongsong Bintan Gemilang Tahun 2025

Metrobatam.com, Bintan - Kepemimpinan Bupati terpilih H. Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Drs. H. Dalmasri Syam, MM genap berusia dua tahun dalam mengemban...

Danlantamal IV Pimpin Upacara HUT KE-72 Pomal

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin jalannya upacara peringatan Hari...

Waspada! Beredar Lagi Surat Palsu Pengangkatan CPNS

Metrobatam, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menerima konfirmasi surat perihal pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Surat tersebut menjelaskan adanya pengangkatan calon...

Pengguna Internet di Indonesia Capai 143 Juta Orang

Metrobatam, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) hari ini (19/2) mengumumkan data survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia sepanjang 2017. Data...

Nelayan di Belawan Mengamuk Bakar 8 Unit Kapal Pukat

Metrobatam, Medan - Nelayan mengamuk dan membakar 8 unit kapal pukat teri bermesin GT 5 di perairan Belawan, Kota Medan pada Senin (19/2). Mengamuknya para...

Demokrasi Defisit, Radikalisme Jadi Alternatif

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menyatakan bahwa Indonesia mengalami kemunduran dalam berdemokrasi, dalam diskusi...

Dokter Nyatakan Penyerang Kiai Lamongan Idap Gangguan Psikis

Metrobatam, Surabaya - Anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM dan Keamanan, Adies Kadir didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan beberapa...

Bupati Bintan Hadiri Panen Raya Padi di Kawasan Pertanian Poyotomo

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos kembali panen raya padi di lahan kawasan pertanian Poyotomo, Desa Sri Bintan , Kec Teluk...

Terduga Teroris Diklaim Lempar Bom Molotov ke Polsek Bontoala

Metrobatam, Jakarta - Salah satu terduga teroris yang diamankan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri di Indramayu, beberapa waktu lalu, mengaku sebagai pelaku pelemparan bom...

Sindikat Pencuri 2.640 Botol Infus Dibekuk Polisi di Aceh

Metrobatam, Banda Aceh - Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe berhasil mengungkapkan jaringan sindikat pencurian sebanyak 2.640 botol cairan infus di Rumah Sakti Kasih Ibu, Kota...

BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...
BAGIKAN