Setelah Novanto, Masih Ada 3 Nama di Dakwaan yang Belum Tersangka

1914

Metrobata, Jakarta – KPK telah resmi menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP. Novanto disebut berperan mengkondisikan pengadaan barang dan jasa e-KTP melalui tersangka lainnya yaitu Andi Agustinus alias Andi Narogong.

“Saudara Setya Novanto melalui AA (Andi Agustinus) diduga telah mengkondisikan pengadaan barang dan jasa KTP elektronik,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam konferensi pers di KPK, Jakarta Selatan, Senin (17/7).

Dengan demikian, total kini ada 4 tersangka dalam kasus tersebut yaitu Irman, Sugiharto, Andi Agustinus, dan Setya Novanto. Dua nama pertama yang disebut kini telah berstatus terdakwa dan segera divonis yang rencananya dibacakan pada Kamis, 20 Juli mendatang.

Dalam kasus itu, Irman selaku mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Dukcapil Kemendagri) dan Sugiharto selaku mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri). Dalam surat dakwaan keduanya yang dibacakan pada 9 Maret 2017, nama Andi dan Novanto memang disebut bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi.

Saat itu, jaksa KPK menyebut Irman dan Sugiharto didakwa melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi bersama-sama dengan 5 orang lainnya, termasuk Setya Novanto yang kini menjabat sebagai Ketua DPR. Namun dalam kasus itu, Novanto masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.

“Bahwa terdakwa I dan terdakwa II bersama-sama dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong selaku penyedia barang dan jasa pada Kemendagri, Isnu Edhi Wijaya selaku ketua konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia atau PNRI, Diah Anggraeni selaku Sekretaris Jenderal Kemendagri, Setya Novanto selaku Ketua Fraksi Partai Golkar, dan Drajat Wisnu Setyawan selaku ketua panitia pengadaan barang dan jasa di lingkungan Ditjen Dukcapil tahun 2011, yang melakukan atau yang turut serta melakukan secara melawan hukum,” kata jaksa KPK.

Dengan demikian, masih ada 3 nama yaitu Isnu Edhi Wijya, Diah Anggraeni, dan Drajat Wisnu Setyawan yang masih bebas. Namun apakah pada akhirnya nanti mereka akan dijerat KPK? Atau malah KPK menambah nama-nama lainnya di luar itu? Mari kita tunggu kejutan dari KPK selanjutnya.

Nusron: Ombak di Golkar Selalu Besar

Koordinator Pemenangan Pemilu Indonesia I Partai Golkar Nusron Wahid mengatakan adanya desakan dari internal untuk meminta ketua umum Setya Novanto mundur merupakan bagian dari dinamika partai. Nusron menganalogikan Golkar seperti lautan yang selalu mempunyai ombak besar.

“Di Golkar itu kan sebagaimana bapak-bapak tahu kan banyak variasi-variasi. Tidak ada kasus seperti ini pun kan, dinamikanya tinggi. Golkar ini kan seperti lautan, ombaknya selalu besar. Tidak ada kejadian aja, selalu ada ombak,” ujar Nusron, di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, Selasa (18/7) dini hari.

Nusron menerangkan dinamika di Golkar saat tidak ada kasus pun tinggi, apalagi adanya kasus yang menjadikan Novanto sebagai tersangka ini. Dia berpendapat wajar apabila soliditas internal selalu ditekankan kepada seluruh anggota.

“Bahkan kalau perlu ombaknya itu diciptakan. Apakagi ada kasus seperti ini,” terangnya.

Menurutnya, Golkar itu sangat beragam, semua suku ada di partai beringin itu. Dia lantas membedakan keberagaman Golkar dengan partai lain, yang hanya patuh terhadap keputusan pimpinan.

“Jadi kalau ngomong soliditas, ya tentunya wajar sebab kalau ngomong Golkar itu, bicara tentang mikrokosmos Indonesia, heteroginitas ada di situ, berbeda dengan PKS, PKB, kalau sudah Kiainya perintah semua sami’na wa atho’na, kemudian PKS kalau Dewan Syuronya perintah semua sami’na wa atho’na. Tapi kalau di Golkar ini kan elemennya banyak, variasinya banyak. Langgamnya beda-beda, masing-masing merasa dirinya sebagai orang yang merdeka semua,” tuturnya.

Dia juga memastikan program kepartaian tidak akan terganggu dengan Novanto menjadi tersangka ini. Persiapan Pilkada Serentak 2018 pun tetap dilakukan. “Insyaallah ya kan, kita mengatakan kita optimis kita juga kerja keras, berdoa Insyaallah,” ucapnya.

Sebelumnya, kader muda Golkar, Ahmad Doli Kurnia, mendesak Novanto mundur sebagai ketua umum. Doli mengatakan hal itu demi kebaikan dan keselamatan partai.

“Begitu nama Novanto disebut, seharusnya dia mengundurkan diri (dari Ketum Golkar). Mestinya mengambil langkah-langkah pengganti Novanto,” tutur Doli, Senin (17/7) malam.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tandjung juga mengatakan Golkar membutuhkan kepemimpinan baru. Menurutnya, langkah-langkah kepartaian harus diambil agar Golkar tetap siap dalam menghadapi Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Aplikasi SiMantan Bagi ASN di Kabupaten Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Bintan meluncurkan Aplikasi SiMantan ( Sistem Informasi Manajemen ASN...

Ingat, Arab Saudi Larang Jemaah Foto dan Selfie di Depan Kakbah

Metrobatam, Jakarta - Fenomena banyaknya jemaah yang mengambil foto dan ber-selfie di depan Kakbah, Masjidil Haram, menjadi perhatian serius pemerintah Arab Saudi. Kini tindakan...

PK Korupsi Dikabulkan, MA Kurangi Hukuman Mantan Gubernur Riau Jadi 10 Tahun Bui

Metrobatam, Pekanbaru – Mahkamah Agung mengabulkan peninjauan kembali (PK) kasus korupsi PON XXVII Riau 2012 dan kehutanan yang dilakukan Rusli Zainal. Hukuman terhadap mantan...

Kemenag: Poligami Punya Syarat Ketat, Jangan untuk Ajak-ajak

Metrobatam, Jakarta - Dauroh Poligami Indonesia menggelar seminar 'Cara Kilat Mendapatkan 4 Istri', di mana para peserta seminar diharuskan membayar hingga Rp 5 juta....

Kecanduan Film Porno, Pria Ini Perkosa Anak Tiri Berulang Kali

Metrobatam, Pekalongan - Nur (55), warga Pekalongan ditangkap anggota Unit PPA Satreskrim Polres Pekalongan Kota karena memperkosa anak tirinya. Korban merupakan gadis keterbelakangan mental...

Kapal Pelni Jetliner Tabrak Kantor Syahbandar, KNKT Kirim Tim Selidiki Insiden

Metrobatam, Kendari - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi terkait Kapal Pelni raksasa Jetliner yang menabrak eks Kantor Syahbandar di Kawasan Teluk Kendari. Akibat...

Surabaya Diguyur Hujan Deras, Genangan Air Ada di Mana-mana

Metrobatam, Surabaya - Hujan deras mengguyur Kota Surabaya sejak pukul 10.30 WIB. Imbasnya, beberapa lokasi tergenang air hingga ketinggian sekitar 10-30 cm. Dari pantauan detikcom,...

Sejumlah Fraksi Desak Setya Novanto Dicopot, Golkar: Beliau Banyak Jasanya ke DPR

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah fraksi di DPR RI mendesak agar Setya Novanto mundur dari jabatan ketua karena statusnya kini sebagai tersangka kasus e-KTP dan...

Wakil Bupati Dimakzulkan dan Digugat Ayah Rp 13 M, Ini Kata DPRD

Metrobatam, Gorontalo - Wakil Bupati Gorontalo Fadli Hasan dimakzulkan Mahkamah Agung (MA) karena diduga melakukan tindak pidana korupsi. Di sisi lain, Fadli juga sedang...

Berbahasa Batak, Jokowi Resmikan Terminal Bandara Internasional Silangit

Metrobatam, Tapanuli Utara - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Terminal Bandara Internasional Silangit, Sumatera Utara. Jokowi meresmikan bandara ini dalam bahasa Batak. Peresmian berlangsung di...

Setara Institute: Panglima TNI Gemar Jadi Selebriti Politik

Metrobatam, Jakarta - Direkur Eksekutif Setara Institute, Hendardi mengatakan Jenderal Gatot Nurmantyo senang menjadi selebriti politik selama menjabat sebagai Panglima TNI. Pernyataan tersebut dituturkan Hendardi...

Dauroh Poligami Indonesia Gelar Seminar ‘Cara Cepat Dapat 4 Istri’, Investasi Rp 5 Juta

Jakarta - Muncul pesan di grup WhatsApp soal undangan seminar 'Cara Kilat Mendapatkan 4 Istri'. Para peserta pria yang akan ikut seminar diharuskan investasi...
BAGIKAN