Sidang KM Karisma Terasa Janggal, Aktifis Mahasiswa Demo Kejati

444

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Puluhan masa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis (GERAVIS) dan Gerakan Pemuda Daerah (GAPURA) dan Forum Demokrasi Mahasiswa (FDM) melakukan aksi damai di depan Kantor Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Dalam orasinya mereka menyampaikan beberapa kejanggalan yang terjadi pada penangkapan kapal KM. Karisma Indah dan KM. Kapal Bahari 1 yang terkait masalah penyeludupan, beras, gula, rokok, mikol dan barang bekas yang merupakan perbuatan melawan Hukum.

“Kita lihat penangkapan kapal KM.Karisma Indah dan KM.Kawal Bahari 1 yang heboh. Dilihat dari kasus ini, ada beberapa masalah dalam hal ini yaitu pelayaran, penyelundupan, Perdagangan. Namun yang naik cuma kasus pelayaran sehingga dakwaan yang muncul adalah melanggar UU No 17 tahun 2012 tentang pelayaran pasal 285 dengan anacam satu tahun penjara atau denda 200 juta,” papar Belly Massuara salah satu koodinator demo tersebut, Selasa (2/8)

Belly menjelaskan, kasus ini mencuat permukaan karena adanya dugaan pelepasan kapal KM. Karisma Indah oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri dengan alasan permohonan pinjam pakai kapal dengan alasan kapal akan diperbaiki. (docking,red).

“Kejati seharusnya membuat gelar perkara, karena melihat kasus ini ada kasus pelayaran yang disidik TNI AL dan ada kasus yang disidik Bea dan Cukai. Kami juga menduga adanya permainan dalam pelepasan kapal KM. Karisma Indah oleh pihak Kejati Kepri karena kedua kapal sama-sama mengajukan peminjaman kapal untuk perbaikan ,” tegasnya.
“Dengan adanya penyerangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang dan adanya pelarangan terhadap media meliput pesidangan oleh oknum preman, merupakan perbuatan yang tidak terpuji.

Bely juga meminta kasus penyelundupan beras, gula, rokok, mikol dan barang bekas yang jelas-jelas perbuatan melawan hukum harus segera diusut sejelas-jelasnya.

“Kami meminta kepada tim ahli mengecek dokumen kapal secara faktual karena ada indikasi pemalsuan dokumen surat kapal terkait tonase (GT) kapal. Apabila ada pemalsuan dokumen dengan mengurangi tonase (GT) maka telah terjadi kecurangan pajak dan itu mengakibatkjan kerugian negara,” tuturnya

Dalam kesempatan ini masa juga meminta kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus pemukulan kepada jurnalis saat meliput sidang penyelundupan tersebut. “Jangan sampai kasus ini ditimbun secara berlarut-larut dan jangan sampai kasus ini terjadi kembali di Pengadilan Negeri Tanjungpinang,” pintanya.

Masa kecewa berjanji akan menggelar aksi demo besok dengan jumlah masa yang lebih banyak lagi.
Aksi ini sendiri mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian yang diturunkan oleh Polres Tanjungpinang.(Budi Arifin).

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Menjelang Akhir Tahun, Bupati Bintan Himbau Nelayan Waspada Saat Melaut

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menghimbau agar para nelayan di Kabupaten Bintan untuk ekstra waspada saat melaut. Himbauan tersebut dilontarkannya...

Pesawat AirAsia Perth – Bali Terjun 20 Ribu Kaki di Udara, Penumpang Panik

Metrobatam, Jakarta - Pesawat AirAsia dengan rute Perth menuju Bali terpaksa kembali ke Australia di tengah perjalanan setelah mengalami keadaan darurat pada Minggu (15/10). Sejumlah...

Bentuk Densus Tipikor, Kapolri Tawarkan 2 Metode Pemberantasan Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menawarkan adanya dua metode kerja Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor). Dua metode ini diharapkan dapat...

7 Sindikat Narkoba Diringkus Polisi, Salah Satunya Ibu Rumah Tangga

Metrobatam, Jambi - Sebanyak 7 orang sindikat peredaran narkoba antarprovinsi diringkus anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda jambi. Dari tujuh pelaku, salah satunya wanita berinisial...

Sri Rahayu Penghina Jokowi Terancam Penjara 6 Tahun

Metrobatam, Cianjur - Sidang terdakwa kasus ujaran kebencian (hate speech) yang menghadirkan terdakwa Sri Rahayu Ningsih digelar di Pengadilan Negeri Cianjur (PN Cianjur). Sri...

Perahu Pengungsi Rohingya Tenggelam Dekat Bangladesh, 8 Orang Tewas

Dhaka - Sebuah perahu yang dipenuhi pengungsi Rohingya tenggelam saat berlayar ke Bangladesh, dari Myanmar. Sedikitnya 8 orang tewas tenggelam dan puluhan orang lainnya...

Anggota DPRD Ini Lima Tahun Bisnis BBM Ilegal

Metrobatam, Bandung - JI (53), anggota DPRD Kabupaten Pangandaran nyambi menjadi penjual BBM ilegal. JI menjalankan bisnisnya sudah lima tahun. "Yang bersangkutan sudah 5 tahun...

PPP Cari Figur yang Bisa Dongkrak Elektabilitas Jokowi di 2019

Metrobatam, Jakarta - PPP kembali mendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Wasekjen PPP Achmad Baidowi (Awiek) mengatakan belum memilih siapa yang akan diusung...

Mantan Ketua Fraksi Demokrat Ngaku Terima Rp970 Juta dari Nazaruddin

Metrobatam, Jakarta - Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat, Mohammad Jafar Hafsah mengaku menerima uang Rp970 juta dari mantan Bendahara Fraksi Partai Demokrat DPR RI...

KPK Segera Rilis Evaluasi Praperadilan Setya Novanto

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menyampaikan hasil kajian atas kekalahan dalam praperadilan Ketua DPR Setya Novanto alias Setnov. Ketua KPK Agus Rahardjo...

Warga Mulai Ragukan Rumah DP Nol Persen Anies-Sandi

Metrobatam, Jakarta - Warga mulai mempertanyakan janji gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno tentang program Rumah dengan uang...
BAGIKAN