Sidang KM Karisma Terasa Janggal, Aktifis Mahasiswa Demo Kejati

Metrobatam.com, Tanjungpinang – Puluhan masa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis (GERAVIS) dan Gerakan Pemuda Daerah (GAPURA) dan Forum Demokrasi Mahasiswa (FDM) melakukan aksi damai di depan Kantor Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Dalam orasinya mereka menyampaikan beberapa kejanggalan yang terjadi pada penangkapan kapal KM. Karisma Indah dan KM. Kapal Bahari 1 yang terkait masalah penyeludupan, beras, gula, rokok, mikol dan barang bekas yang merupakan perbuatan melawan Hukum.

“Kita lihat penangkapan kapal KM.Karisma Indah dan KM.Kawal Bahari 1 yang heboh. Dilihat dari kasus ini, ada beberapa masalah dalam hal ini yaitu pelayaran, penyelundupan, Perdagangan. Namun yang naik cuma kasus pelayaran sehingga dakwaan yang muncul adalah melanggar UU No 17 tahun 2012 tentang pelayaran pasal 285 dengan anacam satu tahun penjara atau denda 200 juta,” papar Belly Massuara salah satu koodinator demo tersebut, Selasa (2/8)

Belly menjelaskan, kasus ini mencuat permukaan karena adanya dugaan pelepasan kapal KM. Karisma Indah oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri dengan alasan permohonan pinjam pakai kapal dengan alasan kapal akan diperbaiki. (docking,red).

“Kejati seharusnya membuat gelar perkara, karena melihat kasus ini ada kasus pelayaran yang disidik TNI AL dan ada kasus yang disidik Bea dan Cukai. Kami juga menduga adanya permainan dalam pelepasan kapal KM. Karisma Indah oleh pihak Kejati Kepri karena kedua kapal sama-sama mengajukan peminjaman kapal untuk perbaikan ,” tegasnya.
“Dengan adanya penyerangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang dan adanya pelarangan terhadap media meliput pesidangan oleh oknum preman, merupakan perbuatan yang tidak terpuji.

Bely juga meminta kasus penyelundupan beras, gula, rokok, mikol dan barang bekas yang jelas-jelas perbuatan melawan hukum harus segera diusut sejelas-jelasnya.

“Kami meminta kepada tim ahli mengecek dokumen kapal secara faktual karena ada indikasi pemalsuan dokumen surat kapal terkait tonase (GT) kapal. Apabila ada pemalsuan dokumen dengan mengurangi tonase (GT) maka telah terjadi kecurangan pajak dan itu mengakibatkjan kerugian negara,” tuturnya

Dalam kesempatan ini masa juga meminta kepada pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus pemukulan kepada jurnalis saat meliput sidang penyelundupan tersebut. “Jangan sampai kasus ini ditimbun secara berlarut-larut dan jangan sampai kasus ini terjadi kembali di Pengadilan Negeri Tanjungpinang,” pintanya.

Masa kecewa berjanji akan menggelar aksi demo besok dengan jumlah masa yang lebih banyak lagi.
Aksi ini sendiri mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian yang diturunkan oleh Polres Tanjungpinang.(Budi Arifin).

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pimpinan DPR Harap Pawai Anak TK ‘Bersenjata’ Tak Terulang

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan meminta kasus seperti video viral yang menunjukkan anak-anak TK bercadar dan membawa replika senjata tidak...

Liga Spanyol: Madrid Awali Musim dengan Bungkam Getafe

Madrid - Real Madrid meraih tiga poin perdananya di Liga Spanyol 2018/2019. Menghadapi Getafe di pekan pertama, Los Blancos menang 2-0. Bertanding di Stadion Santiago...

Putri Gus Dur Minta Jangan Golput, Pilih Pakai Akal

Metrobatam, Jakarta - Putri Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, berharap kalangan pecinta Gus Dur alias Gusdurian tak jadi golongan...

Hasil Liga Inggris: MU Dipermalukan Brighton 2-3

Brighton - Manchester United dipermalukan oleh Brighton & Hove Albion di lanjutan Liga Inggris 2018/2019. The Red Devils ditaklukkan dengan skor akhir 2-3. Saat melawat...

Mendikbud Minta Polemik Pawai TK Bercadar Dihentikan

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy meminta polemik pelajar bercadar saat menggelar pawai peringataan HUT Kemerdekaan RI ke-73 di Probolinggi, Jawa...

2 Anggota TNI Tewas Ditembak KKB di Papua

Metrobatam, Jayapura - 2 Anggota TNI tewas dibunuh anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Tingginambut, Puncak Jaya, Papua. Kedua anggota TNI tersebut ditemukan tewas...

Menpora Akan Wujudkan Janji Bonus Rp 1,5 M untuk Defia dan Peraih Emas

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, mengapresiasi Defia Rosmaniar setelah sukses mendapatkan medali emas Asian Games 2018. Bonus sebesar Rp 1,5...

Heboh Rombongan Anak TK Kenakan Cadar Hitam dan Replika Senjata saat Karnaval Kemerdekaan

Metrobatam, Probolinggo - Karnaval TK perayaan kemerdekaan Ke-73 Republik Indonesia di Kota Probolinggo pada Sabtu pagi (18/8), ternyata mendapat perhatian dari para masyarakat Probolinggo...

BMKG Pastikan Gempa Lombok Timur Kali Ini Aktivitas Baru

Metrobatam, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan data terkait kekuatan gempa yang mengguncang Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam data...

Masyarakat Diminta Tetap Tenang, BNPB: Tidak Ada Peningkatan Status Gunung Anak Krakatau

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, tidak ada peningkatan status Gunung...

Sepanjang Hari, Anak Gunung Krakatau Meletus 576 Kali

Metrobatam.com, Lampung - Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda, Lampung, tercatat mengeluarkan letusan hingga 576 kali di sepanjang hari, Sabtu (18/8). "Tinggi letusan bervariasi 100 meter...

Atlet Taekwondo Defia Rosmaniar Beri Emas Pertama Indonesia di Asian Games 2018

Metrobatam.com, Jakarta - Cabang olahraga taekwondo menyumbang emas pertama bagi Indonesia pada Asian Games 2018 melalui Defia Rosmaniar yang tampil di nomor poomsae individu putri di...
BAGIKAN