Sindir FUIB, Seniman Semarang Baca Puisi Gus Mus

929

Metrobatam, Samarang – Sejumlah warga dan seniman menggelar aksi baca puisi “Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana” karya Mustofa Bisri alias Gus Mus. Puisi ini sempat dipermasalahkan oleh Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) saat dibacakan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo karena di dalamnya mengandung kalimat yang dianggap menistakan agama.

Pembacaan puisi bersama ini digelar di Markas Relawan Ganjar-Yasin Jalan Pandanaran Semarang, Selasa (10/4) malam.

Beberapa seniman asal Semarang seperti Handry TM, Agoes Dhewa, dan Marco Marnadi hingga Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi ikut membacakan puisi dan memberingan kajian budaya atas kontroversi puisi Gus Mus yang dianggap salah kaprah.

“Itu yang mau ngelaporin Pak Ganjar atas puisi tersebut kok saya kira salah kaprah, tidak paham. Kalau di situ ada anggapan kalimat yang menistakan agama, yang dilaporkan ya Gus Mus. Tapi malah akhirnya tidak jadi laporan karena baru paham yang buat puisinya Gus Mus,” kata penyair Handry TM yang juga Ketua Dewan Kesenian Semarang usai acara.

Senada dengan Handry, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi beranggapan bila ada muatan politis yang mencoba memperkeruh suasana Pilkada Jawa Tengah.

Ia mempertanyakan, jika seandainya puisi itu bukan karya Gus Mus, apakah tetap aakan dilaporkan atau tidak.

Supriyadi berharap kasus ini jadi pelajaran agar tidak menilai sesuatu dengan pemahaman agama yang sempit. “Masyarakat Jawa Tengah khususnya juga jangan sampai terpancing provokasi murahan. Acara ini sebagai bukti kami menghormati Gus Mus,” katanya.

Sebelumnya Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Rahmat Himran membatalkan rencana melaporkan Ganjar ke Bareskrim Polri setelah tahu puisi itu karya Gus Mus. Ia juga menyampaikan permohonan maaf pada tokoh Nahdlatul Ulama itu.

“Kami minta maaf sebesar-besarnya pada Gus Mus dan keluarga besar NU karena puisi yang dibacakan Pak Ganjar ternyata puisi Gus Mus,” ujar Rahmat kemarin.

Rahmat mengatakan awalnya pihak FUIB berencana melaporkan Ganjar atas puisi yang dibacakan dalam acara di salah satu stasiun televisi ke Bareskrim Mabes Polri.

Puisi tersebut dianggap menistakan agama karena menyebut Tuhan lebih dekat tapi masih sering dipanggil dengan pengeras suara. Namun setelah ditelusuri puisi itu ternyata karangan Gus Mus. “Kami kemudian menyimpulkan bahwa kami keliru menyampaikan persoalan ini,” katanya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Wali Kota Tegal Divonis 5 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhkan vonis lima tahun penjara, kepada Wali Kota nonaktif Tegal, Siti Masitha. Dia...

Dikawal 4 Pesawat Tempur, Panglima TNI ke Natuna Tinjau Pangkalan Militer

Metrobatam, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Saat terbang ke sana, Hadi mendapat pengawalan ekstra ketat. Empat...

PKS Luruskan Hoax Kader Komentar ‘Kartini Pemuas Seks Belanda’

Metrobatam, Jakarta - Komentar seseorang bernama Ahmada Al Fatih yang menghina Kartini dikait-kaitkan dengan PKS. Foto seseorang berjas PKS digabungkan dengan komentar itu. Bagaimana...

Menkumham Setuju Hukuman Cambuk Dilakukan di Area Lapas

Metrobatam, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly setuju eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar syariat di Aceh dila‎ksanakan di...

Dokter RS Premier Ngaku Tak Pernah Beri Rekam Medis Setnov ke Fredrich Yunadi

Metrobatam, Jakarta - Dokter RS Premier Glen S Dunda mengaku, tidak pernah memberi rekam medis terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) kepada pengacara...

Bos First Travel Akui Gaji Rp 1 M dan Beli Restoran di London

Metrobatam, Depok - Hakim menanyai bos First Travel, Andika Surachman soal nilai gajinya yang mencapai Rp 1 miliar tiap bulan. Menurut Andika, gaji sebesar...

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Dimakamkan secara Militer di Kampung Halamannya

Metrobatam, Medan – Wakapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kompol Andi Chandra, yang tewas setelah kapal yang ditumpanginya bersama 6 pejabat utama Polres Labuhanbatu tenggelam di...

Ketua DPRD Kepri Minta KPID Tangkal Penyebaran Hoax Melalui Siaran

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua DPRD Provinsi provinsi Kepri Jumaga Nadeak, meminta agar Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) setempat berperan aktif menangkal penyebaran hoax melalui...

Ditpolairud Polda Kepri MoU dengan DPC INSA Batam Serta Luncurkan Aplikasi Sipopeye Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirpolairud Polda Kepri meluncurkan aplikasi SIPOPEYE KEPRI dan lakukan Penandatanganan (Memorandum of Understanding) MoU bersama DPC INSA Batam, Jumat (20/4/2018) pagi di...

Tiga Penari Erotis di Batam Hanya Pekerja Lepas

Metrobatam, Batam - Tiga penari erotis di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu, 14 April 2018 lalu diketahui hanya...

‘Sentilan’ SBY dan Polemik Kasus Century

Metrobatam, Jakarta - Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, membuat pernyataan mengejutkan melalui akun media sosial Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, pada Selasa (17/4). SBY menyampaikan...

Asyik Pesta Narkoba, 5 Pelajar Ditangkap di Rumah Kosong

Metrobatam, Pekanbaru - Bukannya mengisi waktu dengan hal positif, sekelompok remaja ini malah melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum. Para remaja yang semua masih...
BAGIKAN