Soal Aliran Dana e-KTP ke Parpol, KPK: Kita Lihat di Persidangan

    119

    Metrobatam, Jakarta – KPK membenarkan adanya saksi yang mengungkap aliran dana ke sejumlah partai politik terkait kasus dugaan korupsi e-KTP. Namun KPK masih menunggu pembuktian di persidangan mengenai realisasi alokasi uang.

    “Di dakwaan ada informasi awal yang disampaikan salah seorang saksi mengatakan para terdakwa mengalokasikan dana dan akan diberikan kepada sejumlah pihak. Sejumlah pihak itu tertulis di sana partai politik. Nanti kita lihat di persidangan bagaimana secara lebih lengkap dan rinci pernyataan saksi tersebut, dan kedua kita simak juga di persidangan apakah (aliran dana) itu masih rencana atau sudah direalisasikan,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (10/3).

    Febri juga belum menyebut soal tindakan hukum terhadap parpol secara kelembagaan terkait dugaan korupsi e-KTP. “Kita lihat dulu di persidangan fakta lebih lengkapnya seperti apa,” sebutnya.

    Jaksa KPK dalam surat dakwaan menyebut Andi Narogong sebagai pengusaha rekanan Kemdagripernah menyampaikan maksudnya untuk memberikan uang kepada parpol). Alokasi jatah duit untuk parpol ini menurut KPK dalam surat dakwaan untuk memperlancar proses terkait pengadaan e-KTP.

    Ada 3 parpol yang disebut secara dalam dakwaan untuk eks pejabat Kemdagri, Irman dan Sugiharto, yaitu Partai Golkar, Partai Demokrat, dan PDI Perjuangan.

    “Bahwa pada akhir Februari 2011, terdakwa II (Sugiharto) ditemui oleh Andi Narogong di ruang kerja terdakwa II. Dalam pertemuan tersebut, Andi Narogong menginformasikan kepada terdakwa II bahwa untuk kepentingan penganggaran, Andi Narogong akan memberikan uang sejumlah Rp 520 miliar kepada beberapa pihak,” kata jaksa KPK saat membacakan surat dakwaannya di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (9/3) kemarin.

    Berikut ini rincian rencana pemberian tersebut:

    1. Partai Golkar sejumlah Rp 150 miliar
    2. Partai Demokrat sejumlah Rp 150 miliar
    3. PDI Perjuangan sejumlah Rp 80 miliar
    4. Marzuki Ali sejumlah Rp 20 miliar
    5. Anas Urbaningrum sejumlah Rp 20 miliar
    6. Chaeruman Harahap sejumlah Rp 20 miliar
    7. Partai-partai lainnya sejumlah Rp 80 miliar.

    Investor Tak Acuh
    Kasus korupsi proyek elektronik Kartu Tanda Penduduk alias e-KTP melibatkan banyak nama besar di Indonesia. Mulai dari petinggi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), menteri hingga direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Meski demikian, hal itu tidak menjadi sentimen negatif bagi kalangan investor di pasar keuangan.

    “Memang ini satu sisi buat kita jelek karena carut marut sistem kita. Tapi sejauh ini belum menjadi sentimen negatif. Mungkin apa sudah maklum,” kata Analis dari Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih kepada detikFinance, Jumat (10/3).

    Lana menjelaskan, daftar nama tersebut masih dalam dakwaan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dimungkinkan reaksi negatif akan muncul bila salah satu nama petinggi lembaga negara atau menteri menjadi tersangka.

    “Kalau itu misalnya salah satu pimpinan lembaga tinggi kita lalu gara-gara kasus itu kemudian menjadi tersangka, mungkin baru di situ baru ada pengaruh,” jelasnya.

    Pada dasarnya penyelenggaraan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memang menjadi fokus investor. Selain korupsi, hal yang juga menjadi fokus adalah ketika target pajak tidak tercapai, pemangkasan belanja, proyek tidak berjalan hingga penambahan utang.

    “Kalau misalnya proyek akhirnya tidak berjalan, maka ya saham pada sektor-sektor yang terkait akan terpengaruh,” tegas Lana. (mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Antisipasi Gejala DBD, Bupati Bintan Himbau Masyarakat Jaga Lingkungan Bersih

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada terkait munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, disaat...

    Terkait Praperadilan Setnov, KPK Tunggu Hasil Pemeriksaan Bawas MA Terhadap Hakim Cepi

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunggu hasil pemeriksaan Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) terhadap hakim Cepi Iskandar, yang menangani praperadilan Ketua...

    Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Haryani Kecewa

    Metrobatam, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum menuntut politikus Hanura Miryam S Haryani delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidier enam bulan kurungan. Miryam...

    Kebakaran Hutan Landa 4 Kecamatan di Aceh Barat

    Metrobatam, Aceh Barat - Kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat, Aceh, terus menyebar. Hingga saat ini, ada empat kecamatan yang mengalami kebakaran terparah,...

    Setelah 20 Tahun, Penyelundupan Miras dari Malaysia dan Singapura ke Batam Akhirnya Terungkap

    Metrobatam, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan KWK, F, dan S telah menyelundupkan...

    Pimpinan KPK Rembukan Nasib Aris Budiman dan Novel Baswedan

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi masih menggodok hasil pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK soal dugaan pelanggaran etik Direktur Penyidikan...

    Berikan Arahan, Hari Ini Jokowi Kumpulkan Kepala Daerah Seluruh Indonesia

    Metrobatam, Jakarta - Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumpulkan seluruh gubernur, bupati dan wali kota di...

    Kisah Polisi Fiji yang Jabat Posisi Penting Berkat Pendidikan Kepolisian di Indonesia

    Metrobatam, Bandung - Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak hanya sukses mencetak pimpinan lembaga kepolisian dalam negeri, namun juga berhasil...

    AS Beri Lampu Hijau, Panglima TNI Tunggu Instruksi Jokowi

    Metrobatam, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masih belum memutuskan untuk kembali berangkat ke Amerika Serikat setelah insiden penolakan sesaat sebelum bertolak, Sabtu...

    Ini Rapor Kualitas Transportasi RI di Tingkat Dunia, Memuaskan?

    Metrobatam, Jakarta - Sustainable Mobility for All (SuM4All) sebuah lembaga yang dibentuk atas inisiasi Bank Dunia (The World Bank) baru saja merilis publikasi 'Global...

    Laporkan KPU ke Bawaslu, Rhoma Singgung Partainya Tommy dan PSI

    Metrobatam, Jakarta - Ketum Partai Idaman Rhoma Irama melaporkan KPU ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) gara-gara pendaftaran partainya sebagai peserta Pemilu 2019 ditolak. Rhoma...

    Kagetkan Warga, 3 Tornado Waterspout Muncul di Kepulauan Seribu

    Metrobatam, Jakarta - Kemunculan angin tornado waterspout mengagetkan warga Kepulauan Seribu. Hal ini dialami oleh warga Pulau Tidung, Hilmansyah, yang tengah menuju Pulau Kelapa. "Tadi...
    BAGIKAN