Soal Full Day School, MUI: NU – Muhammadiyah Jangan Dibenturkan

    Metrobatam, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap dua ormas Islam, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah jangan dibenturkan soal polemik kebijakan delapan jam belajar di sekolah atau full day school

    “Kami berharap setelah diumumkan Ketua MUI soal itu, semua harus menurunkan tensi baik dari jamaah Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah,” kata Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Zainut Tauhid Sa’adi, seperti dikutip dari Antara, kemarin.

    Dua hari lalu, usai bertemu Presiden Joko Widodo, Ketua MUI Ma’ruf Amin mengatakan, bahwa presiden berjanji akan menata ulang regulasi tentang hari sekolah.

    Polemik tentang Full Day School bergulir setelah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi mengeluarkan peraturan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah menjadi peraturan presiden.

    Aturan tersebut kemudian ditentang sejumlah kalangan, diantaranya Nahdlatul Ulama. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menilai kebijakan lima hari sekolah atau Full Day School akan menciptakan anak-anak yang radikal karena minimnya pengetahuan soal agama Islam.

    Sedangkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mendukung penuh pelaksanaan full day school. Alasannya, full day school dapat membentuk penguatan pendidikan karakter siswa.

    Saat ini, pemberlakukan kebijakan sekolah seharian itu ditunda sementara. Sebelum dinaikkan statusnya dari peraturan menteri menjadi peraturan presiden.

    Zainut mengharapkan, ke depannya NU dan Muhammadiyah fokus membantu menyempurnakan regulasi tentang Full Day School selama penundaan.

    Kebijakan itu kini masih digodok oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri. Tujuannya adalah untuk mengakomodasi berbagai aspirasi terkait Full Day School sehingga kebijakan sekolah seharian menemui titik temu.

    Sebab, menurut Zainut, kebijakan Full Day School rentan konflik jika tidak diarahkan kepada musyawarah mufakat. Jika itu terjadi, akan banyak masalah ikutan yang justru kontraproduktif bagi bangsa.

    “Mari kita bersama-sama duduk bareng untuk kebijakan yang maslahat. Tidak ada manfaatnya jika saling curiga, jangan berapriori,” katanya.(mb/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Bangun Tol di Lampung dan Sumsel, Bank Mandiri Kucurkan Rp 2,041 T

    Metrobatam, Jakarta - Bank Mandiri terus memperkuat dukungan pada percepatan pembangunan proyek infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas dan memangkas biaya pergerakan barang dan jasa. Salah satu...

    Kontroversi Prabowo Teriak Pemerintah Ugal-ugalan

    Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut pemerintahan Kabinet Kerja ugal-ugalan dalam mengelola negara. Kabinet Kerja...

    Polisi Tegaskan Peluru Nyasar di DPR Bukan Dilepaskan Sniper

    Metrobatam, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menegaskan peluru yang menyasar ke ruang kerja dua anggota DPR...

    Demokrat Bela Andi Arief soal Cuitan ke Prabowo

    Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat membela kadernya yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Andi Arief terkait kicauannya di Twitter beberapa waktu lalu. Dalam kicaunya Andi...

    Surabaya Punya Sesar Aktif, Risma Siapkan Antisipasi Gempa

    Metrobatam, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini buka suara menanggapi adanya dua sesar aktif di yang berada di Kota Surabaya. Risma mengaku dirinya...

    Anies Bongkar 4 Poin Perda Tibum untuk Legalkan Becak di Jakarta

    Metrobatam, Jakarta - Salah satu janji Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan adalah kembali membolehkan becak beroperasi di kawasan tertentu. Buat memuluskan niatnya, dia mengajukan...

    Prabowo Sebut Negara Ugal-ugalan, Djarot: Maklum Belum Ada Pengalaman

    Metrobatam, Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan mimpi Indonesia jaya luntur akibat negara dikelola secara ugal-ugalan. Anggota Tim Kampanye Daerah Joko...

    Tahun 2019, Kepala Daerah yang Tidak Menaikkan UMP Bakal Dipecat

    Metrobatam, Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 sebesar 8,03%. Peningkatan nilai UMP tersebut berdasarkan formula penambahan dari pertumbuhan...

    Timses Jokowi Pilih Kampanye Kreatif Ketimbang Negatif

    Metrobatam, Jakarta - Direktur Informasi dan Komunikasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Dwi Badarmanto menyatakan tim sukses (Timses) Joko Widodo-Ma'ruf Amin enggan mengikuti...

    Karena Miskin, Satu Keluarga di Pelalawan Riau Tinggal di Hutan

    Metrobatam, Pekanbaru - Satu keluarga dikabarkan tinggal di sebuah hutan di Desa Muda Setia, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau. Mereka terpaksa tinggal di...

    Prabowo Tuding Pemerintahan Jokowi Ugal-ugalan Kelola Negara

    Metrobatam, Jakarta - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan bahwa mimpi mengembalikan kejayaan Indonesia di masa silam menjadi luntur karena negara dikelola...

    JK: Kampanye Negatif Kadang Tak Bisa Dihindari

    Metrobatam, Jakarta - Presiden PKS Sohibul Iman mempersilakan kader-kadernya melakukan kampanye negatif. Menurut Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), kampanye negatif memang kadang-kadang tak bisa...
    SHARE