Soal Izin Edar Mie Korea yang Mengandung Babi, Ini Penjelasan BPOM

    1883

    Metrobatam, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan empat produk mie asal Korea yang mengandung fragmen DNA babi. Produk tersebut sudah beredar di pasaran karena sudah melakukan registrasi ke BPOM.

    Keempat produk mie itu ialah Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mie instan Yeul Ramen). Kepala BBPOM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, ada ketentuan yang tidak ditepati oleh importir produk mie tersebut.

    “Ternyata kami temukan, memang tidak sesuai ketentuan ketika mereka meminta registrasi. Jadi saat mereka registrasi sesuai ketentuan yang ada. Untuk produk yang memang mengandung babi harus dijelaskan, harus diterjemahkan apabila produk impor tersebut mengandung bahan babi,” kata Penny di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/6).

    Dia menambahkan, dalam kemasan produk tersebut mesti ditempelkan label mengandung babi dan juga ditambahkan gambar babi. Hal ini dilakukan agar konsumen dapat menangkap informasi secara lebih cepat.

    Selain itu, ketentuan yang harus dilakukan ialah pemisahan produk yang mengandung babi tersebut dengan produk lainnya. Menurutnya, inilah langkah BPOM dalam proses premarket yang dilakukan kepada setiap produk-produk impor.

    “Pada saat registrasi kan ada persetujuan BPOM dan importir bahwa kami akan mempersilakan mereka dengan memberikan izin edar, menjalankan bisnisnya. Tapi juga merupakan importir dan produsen agar memastikan agar masyarakat betul-betul mengkonsumsi sesuai prasyarat standar mutu keamanan, nutrisi yang sudah disesuaikan BPOM,” ucap dia.

    Sampai poin tersebut, aturan pada alur registrasi untuk mendapatkan izin edar dari BPOM sudah dilakukan oleh importir keempat produk mie Korea tersebut.

    Penny mengatakan, BPOM juga melakukan pengawasan setelah produk masuk ke pasaran alias postmarket. Pada saat ini, BPOM menemukan kandungan babi di dalam mie tersebut.

    “Dan kami ikuti sampai post market. Dan pada saat postmarket itulah kami menemukan bahwa yang harusnya teregistrasi, harusnya tidak mengandung babi. Ternyata mengandung babi setelah dilakukan uji lab di laboratorium kami ada kandungan DNA babi,” paparnya.

    Atas temuan ini, BPOM akan menarik izin edar kepada importir. Selain itu, dia juga meminta kepada kepala BPOM di 34 provinsi di Indonesia untuk melakukan pengecekan di pasaran.

    “Itu yang kami lakukan di jalur distribusi. Tapi ternyata ditemukan pelanggaran. Maka sanksinya pencabutan izin edar. Dan selanjutnya menarik semua. Dan kita lihat ke depan sanksi lebih tegas apa yang bisa kita lakukan,” ungkapnya.

    “Namun untuk lebih memastikan masyarakat terlindungi segera, itulah kita minta kepala balai untuk turun ke lapangan dan menariknya,” sambung Penny.

    MUI Minta Polisi Usut

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan produk mie instan asal Korea yang mengandung babi, belum memiliki sertifikat halal dari LPPOM-MUI. MUI juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas hal tersebut.

    Produk mie yang dinyatakan mengandung fragmen babi namun tidak mencantumkan peringatan yakni Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mie instan Yeul Ramen).

    “MUI memastikan bahwa produk mie instan dari Korea tersebut belum memiliki sertifikasi halal dari LPPOM-MUI,” ujar Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Senin (19/6).

    Zainut juga meminta penegak hukum untuk melakukan tindakan hukum, jika ditemukan pelanggaran dalam peredarannya. Ia mengimbau umat Islam untuk berhati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsinya.

    “MUI meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas terhadap masalah beredarnya produk asal Korea yang mengandung babi. Jika ditemukan ada unsur pelanggaran hukum maka harus dilakukan tindakan hukum kepada semua pihak yang bertanggung jawab,” kata Zainut.

    “MUI meminta kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan,” sambung dia.

    Selain itu, masyarakat juga diminta untuk membaca dengan cermat ingridient yang ada dalam makanan tersebut. Sehingga masyarakat dapat mengetahui apakah makanan tersebut bisa dikonsumsi atau tidak.

    “MUI meminta kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan. Harus cermat membaca ingridient atau daftar ramuan makanan yang tertulis di bungkus kemasan pada setiap produk makanan, agar tidak tertipu oleh produk makanan yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh agama,” tutur Zainut.

    Kendati demikian, MUI memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) karena telah berhasil mendeteksi hal itu. MUI juga meminta importir tersebut untuk segera menarik kembali produknya dari pasaran.

    “MUI mengapresiasi BPOM karena telah mendeteksi empat produk mie instan asal Korea yang positif mengandung fragmen DNA spesifik babi. Ia juga meminta importir menarik produk itu dari pasaran, juga segera mencabut izin edar keempat produk mie instan asal Korea itu,” tutupnya.(mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Ini 9 Poin Rumusan Revisi Permenhub Nomor 26 Tahun 2017 Tentang Taksi Online

    Metrobatam.com, Batam - Pemerintah Indonesia telah membuat rumusan rancangan Peraturan Menteri mengenai taksi online yang tertuang dalam Revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun...

    MTF Gelar MTF Autofiesta 2017 di Batam dengan Target Pembiayaan Rp10 Miliar

    Metrobatam.com, Batam - Perusahaan pembiayaan terkemuka, PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menghadirkan pameran otomotif bergengsi di kota Batam yaitu MTF Autofiesta 2017. Acara ini...

    Ini Minta Menko Darmin Kepada Kepala BP Batam yang Baru Beserta Jajarannya

    Metrobatam.com, Jakarta - Pesona Batam sebagai kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone) telah memudar. Hal itu dikatakan Menko Perekonomian Darmin Nasution, saat melantik pengurus...

    Ditjen Imigrasi Berikan Penyuluhan Izin Tinggal Bagi TKA, Masyarakat Kawin Campur dan Pelajar Asing...

    Metrobatam.com, Batam - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Ditjen Imigrasi dan Imigrasi Batam melakukan Penyuluhan Izin Tinggal Keimigrasian bagi Tenaga...

    Dewan Kawasan PBPB Melantik Pengurus BP Batam yang Baru

    Metrobatam.com, Jakarta - Menindaklanjuti rapat koordinasi Dewan Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Batam (PBPB) yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, pada hari...

    Luhut Minta Masuknya Pekerja China Tak Dijadikan Isu SARA

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap, masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China tidak digulirkan sebagai isu Suku, Agama,...

    Polisi Undang Ahli untuk Pelajari Pidato Pribumi Anies

    Metrobatam, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri masih mempelajari dugaan tindak pidana diskriminatif ras dan etnis yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies diduga...

    MK Pupuskan Mimpi 4 Bupati Pulau Garam Bikin Provinsi Madura

    Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) memupuskan mimpi para kepala daerah di Madura yang menginginkan dibentuknya Provinsi Madura. MK menyatakan syarat provinsi minimal 5...

    Miris! Tiga Anak Bawah Umur Ini Silih Berganti ‘Begituan’ di WC

    Metrobatam, Pontianak - Kids jaman now. Kalimat gabungkan dua bahasa dengan arti 'anak-anak jaman sekarang' ini memang lagi trend. Betapa tidak, kenakalan-kenakalan anak-anak diera...

    Wajah Digerogoti Kanker, Mbah Jiyem Bertahan dengan Obat Puskesmas

    Metrobatam, Boyolali - Kondisi wajah Mbah Jiyem digerogoti kanker. Meski sudah pernah dioperasi, kondisinya tak semakin membaik. Mbah Jiyem tidak bisa menjalani kemoterapi karena...

    Begini Cara Pantau Lokasi Teman di WhatsApp

    Metrobatam, Jakarta - WhatsApp mengumumkan fitur baru yang penting, Live Location. Banyak yang penasaran, bagaimana cara menggunakan fitur yang bisa digunakan sebagai pemantau lokasi...

    Realisasi Fisik Capai 70,38 Persen, Bupati Bintan Tegaskan Seluruh OPD Segera Penuhi Target

    Metrobatam.com, Bintan - Diketahui saat Rakor Evaluasi Pembangunan Triwulan ke lII Tahun 2017, bahwa Laporan Realisasi Kinerja Pembangunan Fisik Kabupaten Bintan sudah mencapai angka...
    BAGIKAN