Soal Izin Edar Mie Korea yang Mengandung Babi, Ini Penjelasan BPOM

    1882

    Metrobatam, Jakarta – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan empat produk mie asal Korea yang mengandung fragmen DNA babi. Produk tersebut sudah beredar di pasaran karena sudah melakukan registrasi ke BPOM.

    Keempat produk mie itu ialah Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mie instan Yeul Ramen). Kepala BBPOM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan, ada ketentuan yang tidak ditepati oleh importir produk mie tersebut.

    “Ternyata kami temukan, memang tidak sesuai ketentuan ketika mereka meminta registrasi. Jadi saat mereka registrasi sesuai ketentuan yang ada. Untuk produk yang memang mengandung babi harus dijelaskan, harus diterjemahkan apabila produk impor tersebut mengandung bahan babi,” kata Penny di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (19/6).

    Dia menambahkan, dalam kemasan produk tersebut mesti ditempelkan label mengandung babi dan juga ditambahkan gambar babi. Hal ini dilakukan agar konsumen dapat menangkap informasi secara lebih cepat.

    Selain itu, ketentuan yang harus dilakukan ialah pemisahan produk yang mengandung babi tersebut dengan produk lainnya. Menurutnya, inilah langkah BPOM dalam proses premarket yang dilakukan kepada setiap produk-produk impor.

    “Pada saat registrasi kan ada persetujuan BPOM dan importir bahwa kami akan mempersilakan mereka dengan memberikan izin edar, menjalankan bisnisnya. Tapi juga merupakan importir dan produsen agar memastikan agar masyarakat betul-betul mengkonsumsi sesuai prasyarat standar mutu keamanan, nutrisi yang sudah disesuaikan BPOM,” ucap dia.

    Sampai poin tersebut, aturan pada alur registrasi untuk mendapatkan izin edar dari BPOM sudah dilakukan oleh importir keempat produk mie Korea tersebut.

    Penny mengatakan, BPOM juga melakukan pengawasan setelah produk masuk ke pasaran alias postmarket. Pada saat ini, BPOM menemukan kandungan babi di dalam mie tersebut.

    “Dan kami ikuti sampai post market. Dan pada saat postmarket itulah kami menemukan bahwa yang harusnya teregistrasi, harusnya tidak mengandung babi. Ternyata mengandung babi setelah dilakukan uji lab di laboratorium kami ada kandungan DNA babi,” paparnya.

    Atas temuan ini, BPOM akan menarik izin edar kepada importir. Selain itu, dia juga meminta kepada kepala BPOM di 34 provinsi di Indonesia untuk melakukan pengecekan di pasaran.

    “Itu yang kami lakukan di jalur distribusi. Tapi ternyata ditemukan pelanggaran. Maka sanksinya pencabutan izin edar. Dan selanjutnya menarik semua. Dan kita lihat ke depan sanksi lebih tegas apa yang bisa kita lakukan,” ungkapnya.

    “Namun untuk lebih memastikan masyarakat terlindungi segera, itulah kita minta kepala balai untuk turun ke lapangan dan menariknya,” sambung Penny.

    MUI Minta Polisi Usut

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan produk mie instan asal Korea yang mengandung babi, belum memiliki sertifikat halal dari LPPOM-MUI. MUI juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas hal tersebut.

    Produk mie yang dinyatakan mengandung fragmen babi namun tidak mencantumkan peringatan yakni Samyang (mie instan U-Dong), Samyang (mie instan rasa Kimchi), Nongshim (mie instan Shin Ramyun Black) dan Ottogi (mie instan Yeul Ramen).

    “MUI memastikan bahwa produk mie instan dari Korea tersebut belum memiliki sertifikasi halal dari LPPOM-MUI,” ujar Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa’adi dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Senin (19/6).

    Zainut juga meminta penegak hukum untuk melakukan tindakan hukum, jika ditemukan pelanggaran dalam peredarannya. Ia mengimbau umat Islam untuk berhati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsinya.

    “MUI meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas terhadap masalah beredarnya produk asal Korea yang mengandung babi. Jika ditemukan ada unsur pelanggaran hukum maka harus dilakukan tindakan hukum kepada semua pihak yang bertanggung jawab,” kata Zainut.

    “MUI meminta kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan,” sambung dia.

    Selain itu, masyarakat juga diminta untuk membaca dengan cermat ingridient yang ada dalam makanan tersebut. Sehingga masyarakat dapat mengetahui apakah makanan tersebut bisa dikonsumsi atau tidak.

    “MUI meminta kepada masyarakat khususnya umat Islam untuk berhati-hati dalam membeli produk makanan olahan. Harus cermat membaca ingridient atau daftar ramuan makanan yang tertulis di bungkus kemasan pada setiap produk makanan, agar tidak tertipu oleh produk makanan yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh agama,” tutur Zainut.

    Kendati demikian, MUI memberikan penghargaan dan apresiasi kepada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) karena telah berhasil mendeteksi hal itu. MUI juga meminta importir tersebut untuk segera menarik kembali produknya dari pasaran.

    “MUI mengapresiasi BPOM karena telah mendeteksi empat produk mie instan asal Korea yang positif mengandung fragmen DNA spesifik babi. Ia juga meminta importir menarik produk itu dari pasaran, juga segera mencabut izin edar keempat produk mie instan asal Korea itu,” tutupnya.(mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Bupati Bintan Pimpin Rapat Koordinasi Bersama Seluruh Satker

    Metrobatam.com, Bintan - Terkait permasalahan banjir yang sering terjadi dibeberapa titik lokasi di Kabupaten Bintan, Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos mengajukan usulan kepada...

    Pemkab Bintan akan Hidupkan Lahan Tidur

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos bersama rombongan Komisi I dan Komisi II DPRD Kabupaten Bintan meninjau Waduk Hulu Bintan, Selasa,...

    Ini Restoran Senilai Rp 15 Miliar, Milik Bos First Travel di London

    Metrobatam, Jakarta - Polisi mendalami kepemilikan aset milik bos First Travel berupa restoran di London, Inggris. Restoran tersebut disebut polisi dibeli pada 2016 dengan...

    Hore! Sukses Cegah Karlahut, Lima Desa Dapat Rp100 Juta

    Metrobatam, Pelalawan - Sebanyak lima desa mendapatkan reward (hadiah) karena berhasil mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayahnya. Lima desa tersebut berasal dari...

    Bank Sampah Solusi dari Persoalan Sampah di Bintan

    Metrobatam.com, Bintan - Masalah sampah bukanlah permasalahan yang bisa dibiarkan begitu saja, permasalahan sampah selalu menjadi masalah yang berkesinambungan di setiap kota. Dan Sistem...

    Hindari Gratifikasi, Kapolri Taruh Sepeda Jokowi di Museum Polri

    Metrobatam, Jakarta - Istri Kapolri, Tri Suswati, mendapat hadiah sepeda dari Presiden Jokowi karena dinilai memakai pakaian adat terbaik saat upacara 17 Agustus di...

    Jelang Puncak Haji, Jemaah Indonesia Cari Makanan Mandiri

    Metrobatam, Jakarta - Jelang proses puncak ibadah haji pada akhir bulan ini (9 Zulhijah) di Padang Arafah, Arab Saudi, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)...

    Kasus Suap ‘Sapi-Kambing’, KPK akan Selidiki Peran Majelis Hakim

    Metrobatam, Jakarta - Suap bersandi 'sapi-kambing' diterima oknum Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) dari pengacara PT Aquamarine Divindo Inspection (ADI). Tujuannya...

    Pelaku Teror di Spanyol Ingin Ledakkan Katedral Ikonik Barcelona

    Barcelona - Salah satu tersangka serangan teror diBarcelona, Spanyol, pekan lalu, kepada hakim mengatakan bahwa kelompoknya sebenarnya merencanakan serangan yang jauh lebih besar. Kepada media...

    Hari ke-3, Basarnas Fokus Lakukan Pencarian 10 Tentara AS di Perairan Bintan

    Metrobatam, Batam - Hari ketiga, Badan SAR Nasional (Basarnas ) Kepri masih melakukan pencarian hilangnya 10 orang tentara Amerika Serikat (AS), pascatabrakan antara kapal...

    Aman Abdurrahman, Pengagum ISIS dan Perebut Massa Baasyir

    Metrobatam, Jakarta - Peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia seharusnya menjadi lembaran baru bagi terpidana kasus terorisme Aman Abdurrahman alias Oman. Remisi atau pengurangan masa...

    JK: Pemerintah Ingin Temuan Pansus Angket Perkuat KPK

    Metrobatam, Jakarta - Pemerintah meminta kelembagaan Komisi Pemberantasan Korupsi tetap kuat meski Panitia Khusus Hak Angket telah menemukan 11 temuan sementara indikasi pelanggaran lembaga...