Soal Pemindahan Ibu Kota, Ini Arahan Jokowi

    Metrobatam, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) tengah melakukan kajian pemindahan ibu kota dari Pulau Jawa ke luar Pulau Jawa.

    Wacana pemindahan ibu kota tersebut merupakan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ini memperhitungkan perekonomian di Pulau Jawa sangat kuat dibandingkan luar Jawa sehingga butuh pemeratan.

    Pulau Jawa telah berkontribusi sebesar 58% terhadap PDB Indonesia. Bahkan, tren tersebut terus mengalami peningkatan, sehingga harus ada upaya memperkuat ekonomi di luar Jawa, salah satunya dengan pemindahan ibu kota.

    Lalu bagaimana arahan Presiden Jokowi terkait pemindahan ibu kota ?

    “Lakukan kajian lebih mendalam dan keinginannya kota yang dipilih mencerminkan model kota yang ideal untuk Indonesia,” kata Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/7).

    Kajian pemindahan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini, sehingga 2018 sudah bisa dilakukan untuk memulai persiapan untuk menyusun konsep pusat administrasi pemerintahan yang baru.

    “2018 menteri PUPR akan menyiapkan detail enginering desainnya kemudian persiapan-persiapan untuk pemindahan. Pemindahannya sendiri kan butuh waktu lama, minimal bisa 4-5 tahun,” tambah dia.

    Saat ini, terdapat 3 lokasi yang cocok dan berada di Kalimantan. Namun, Bambang mengungkapkan hal tersebut masih dalam kajian.

    Jika nantinya sudah menemukan lokasi yang cocok, Bambang memastikan, pembangunan Istana Kepresiden akan dibangun tidak perlu mewah. Untuk status aset yang berada di lokasi lama, masih menjadi milik pemerintah.

    “Istana kan tidak harus mewah. Yang penting ada rumah tinggal dan kantor presiden,” ungkap dia.

    Tak Jamin Pemerataan

    Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia Irfan Ridwan Maksum menilai, pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa sebenarnya dapat dilakukan dalam jangka waktu lima tahun, seperti yang sebelumnya disampaikan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Bambang Brodjonegoro. Hanya saja, menurut dia, pemerataan pembangunan tak serta merta dapat segera diwujudkan.

    Bambang sebelumnya menjelaskan, pemindahan ibu kota membutuhkan waktu lima tahun dan akan dilakukan bertahap. Bambang bahkan optimistis, persiapan pindah bisa dimulai tahun depan. Kini, pihaknya tengah merampungkan kajian terkait rencana tersebut.

    “Kalau pindah ke luar Pulau Jawa, pembangunan tidak bisa merata begitu saja selama lima tahun. Pemerataan pembangunan bisa membutuhkan waktu sekitar 20 sampai 30 tahun,” kata Irfan saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (5/7).

    Menurut Ridwan, setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan pemerataan pembangunan membutuhkan waktu puluhan tahun. Pertama adalah Sumber Daya manusia (SDM). Ketika ibu kota pindah, pasti akan menarik SDM yang banyak untuk pembangunan fisik seperti kantor pemerintahan. Mau tak mau SDM akan terus berdatangan untuk bekerja sampai pembangunan fisik selesai yang memakan waktu bertahun-tahun.

    Kedua, waktu pemindahan ibu kota yang cukup lama. Pemindahan ibu kota keluar pulau Jawa akan memakan waktu lama. “Kalau perhitungan pemindahan itu gak tepat bisa semakin lama. Ketika semakin lama pemerataan malah bisa stuck, tidak bisa terjadi seperti yang diinginkan,” kata Ridwan.

    Ketiga, pemahaman birokrasi perizinan yang kemungkinan berbeda. Pasalnya pusat administrasi pemerintahan pindah, sedangkan Jakarta tetap menjadi pusat bisnis.

    “Pertumbuhan ekonomi yang merata juga tak serta merta terjadi. Butuh proses, ada pergeseran modal dan lain-lain,” terang dia.

    Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo pun gerah dengan wacana pemindahan ibu kota yang tak kunjung terealisasi. Dengan mewacanakan akan pindah ibu kota, kata Agus, pemerintah bisa perjalanan menuju pemindahan ibu kota.

    “Mau pindah ibu kota belum apa-apa kok sudah ngomong, tanah di Kalimantan bisa langsung mahal harganya. Mending sekarang berpikir bagaimana ekonomi Indonesia bisa baik, gak punya duit kok sombong,” kata Agus.

    Meski begitu, Agus setuju ibu kota dipindahkan asal pemerintah benar benar siap. Menurutnya, pemindahan ibu kota merupakan hal yang lazim asal pemerintah siap dari segala aspek terutama dana.

    Ia mencontohkan Malaysia yang memindahkan ibu kotanya dari Kuala Lumpur ke Putrajaya. Walau berjarak 30 km, pemindahan ibu kota tersebut menelan biaya sekitar US$8,1 miliar atau sekitar Rp107 triliun.

    Biaya tersebut merupakan biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan infrastruktur Putrajaya. Namun, hingga kini sebagian infrastruktur yang dibutuhkan pemerintahan Malaysia pun masih bergantung pada Kuala Lumpur.

    Kajian Sejak 2015

    Mantan Menteri Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan, kajian pemindahan ibu kota negara sebenarnya sudah dilakukan saat ia menjabat pada 2015 lalu. Saat itu, kajian berisi tentang perlu tidaknya pemindahan ibu kota dan dimana lokasinya. Kajian yang dilakukan sekarang merupakan lanjutan dari kajian yang dulu.

    Berdasarkan kajian itu, Andrinof melihat pengalaman dari 20 negara yang memindahkan ibu kota kurang lebih membutuhkan waktu 10 tahun. Waktu tiga tahun digunakan untuk menyelesaikan kajian, membuat regulasi baru seperti revisi Undang-Undang ibu kota dan pengamanan lahan. Sedangkan tujuh tahun berikutnya digunakan untuk bangunan fisik.

    “(Dari kajian yang dulu) Kalau dana dari pemerintah sekitar per tahun Rp 10 triliun, jadi proyek multiyears. Di samping dana pemerintah, di kawasan tertentu bisa dibangun swatsa pada kawasan komersial, seperti pelabuhan bandara dan swasta. Tapi yang penting pengadaan lahan oleh negara supaya terkontrol,” kata Andrinof saat dihubungi CNNIndonesia.com.

    Andrinof memperkirakan kajian mendalam soal pemindahan ibu kota bisa rampung akhir tahun ini. Sampai kajian itu selesai, menurut dia, sebaiknya jangan disebutkan secara spesifik di mana lokasi tersebut. Pasalnya. makelar tanah akan memainkan harga tanah bila sudah disebutkan suatu lokasi.

    “Pulau Kalimantan kan luas, jangan sebut kota tertentu. Perkebunan di sana, masih banyak tanah negara, kalau ada lahan swasta dibeli saja. Lebih murah kalau beli sebagian tanah swasta,” kata Andrinof.

    Walau sudah tak lagi menjadi menteri, ia mengaku masih menjalin komunikasi dengan Bambang. Andrinof pun mengaku sangat setuju dengan pemindahan ibu kota lantaran Jakarta sudah terlalu padat. Dengan pemindahan ibu kota, setidaknya Jakarta memiliki ibu kota setara kota kelas dunia.

    “Indonesia nggak punya kota kelas dunia, punya kota besar kelas kampung, misalnya Jabodetabek disebut kampung besar. Kota kelas dunia bisa lahir kalau dibangun secara khusus, bukan tumbuh dari zaman kolonial,” tambah Andrinof. (mb/detik/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Mahkamah Konstitusi Tegaskan Pengurus Parpol Dilarang Jadi DPD di Pemilu 2019

    Metrobatam.com, Jakarta - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) I Dewa Gede Palguna menegaskan peraturan yang melarang pengurus partai politik menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) sudah mulai berlaku sejak...

    490 Anak di Kepri Positif Terjangkit Penyakit Campak dan Rubella

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dalam kurun tiga tahun terakhir, tercatat 490 anak di Provinsi Kepri positif terjangkit penyakit campak dan rubella dengan rincian campak 270...

    Pemko Tanjungpinang Segera Pecat 11 ASN Terlibat Tindak Pidana Korupsi

    Metrobatam.com, Tanjunfpinang - Pemerintah Kota Tanjungpinang segera memecat 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat korupsi. Sekda Kota Tanjungpinang, Riono di Tanjungpinang, Rabu menyatakan, putusan tersebut...

    Bupati Bintan Apri Sujadi Tegaskan Penerimaan CPNS 2018 Bebas Calo

    Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau resmi membuka penerimaan formasi CPNS Tahun 2018 dengan kuota sebanyak 250 formasi. Dari jumlah itu,...

    Masyarakat dan Aparat Harus Solid, Bekerjasama dan Bersinergi untuk Pemilu Damai

    Metrobatam.com, Batam - Masyarakat dan aparat keamanan serta unsur pemerintah di Provinsi Kepulauan Riau harus solid. Pesan ini disampaikan Kapolda Kepri, Irjen Pol Andap...

    204 Pejabat JFT Provinsi Kepri Dilantik

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur dengan masing-masing rincian sesuai jabatan yang diemban, sebanyak 204 orang ASN dilantik sebagai pejabat Jabatan Fungsional Tertentu...

    Kementerian Pariwisata RI Apresiasi Moon Cake Festival 2018

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Penyelenggaraan Moon Cake Festival 2018 yang kembali digelar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang mendapat apresiasi dari Kementerian Pariwisata Republik...

    Gubernur Kepri Minta Para Wartawan Jadi Garda Terdepan Perangi Hoax

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan dirinya merasakan betul kehadiran dan peran serta wartawan dalam pembangunan. Para wartawan terus menyampaikan berbagai pesan...

    Bhinneka Life Gelar Literasi Perencanaan Keuangan Guru SLTA di Bukittinggi

    Metrobatam.com, Bukittinggi - Perusahaan asuransi jiwa dengan jaringan operasi luas di Indonesia, Bhinneka Life menyelenggarakan kegiatan literasi perencanaan keuangan bagi puluhan guru mata pelajaran...

    Jabatan Danyonmarhanlan IV TPI Diserahterimakan

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Jabatan Komandan Batalyon Pertahanan Pangkalan (Danyonmarhanlan) IV TPI diserahterimakan dari Mayor Mar Yudo Herdyanto, M.Tr.Hanla., kepada Komandan Pasmar (Danpasmar) 1 Brigjen...

    Abdul Basyid Has : Hari PMI adalah Hari Kesalehan Sosial

    Metrobatam.com, Batam - Memperingati hari Palang Merah Indonesia (PMI), Abdul Basyid Has, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menghimbau masyarakat untuk...

    Aklamasi, Zakmi Piliang Terpilih Jadi Ketua PWI Tanjungpinang – Bintan

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Zakmi Piliang dari Tanjungpinang Pos terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Tanjungpinang-Bintan, Periode 2018-2021, pada pemilihan yang di Hotel Pelangi, Lt...
    BAGIKAN