Metrobatam, Jakarta – Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Barat, AKBP Donny Charles Go mengatakan kondisi fisik Audrey, siswi SMP yang menjadi korban penganiayaan di Kota Pontianak, saat ini normal. Namun, pihaknya tak bisa menjelaskan kondisi psikologis korban.

“Kondisi fisiknya normal, cuma untuk psikisnya Kapolda tak bisa memberikan keterangan, dokter yang bisa memberikan keterangan,” kata Donny kepada CNN Indonesia TV, Rabu (10/4).

Dalam kasus ini, Polresta Pontianak telah menetapkan tiga siswi SMA sebagai tersangka penganiayaan Audrey. Sementara beberapa orang lainnya hanya menjadi saksi.

Ketiga tersangka mengakui penganiayaan terhadap Audrey. Namun mereka menyatakan tidak melakukan pengeroyokan dan merusak area sensitif seperti informasi yang beredar di media sosial.

Sementara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy belum mau memberikan penjelasan karena ingin mengumpulkan informasi di lapangan secara langsung. Dia mengatakan akan menjenguk Audrey pada Kamis (11/4) pagi.

“Insyaallah besok pagi saya akan ke lokasi sambil menjenguk korban,” ujar Muhadjir di Jakarta seperti dikutip Antara.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo ikut mengecam penganiayaan terhadap Audrey. Menurutnya, para pelaku harus menjalani proses hukum sesuai peradilan anak.

“Kasus ini harus ada proses peradilan hukum, jangan damai,” kata Sara saat ditemui CNNIndonesia.com di Kantor Amnesty International Indonesia, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4).

Setelah menjalani proses hukum, kata Sara, para pelaku juga seharusnya diberikan rehabilitasi untuk mengevaluasi psikologis setiap anak. Dia menyebut kasus ini sebagai pengeroyokan berencana, bukan didasari rasa emosional secara tiba-tiba.

“Mereka rencanakan itu dan yang mereka lakukan itu sadis sekali,” ujar Sara.

Namun, Sara tidak setuju apabila para pelaku yang masih usia sekolah itu harus berhenti mengenyam pendidikan, apalagi dikucilkan oleh masyarakat. Menurutnya, para pelaku juga harus diberi kesempatan untuk mengampu pendidikan setinggi-tingginya.

“Saya tidak setuju hanya untuk menghukum mereka. Justru dengan [keluar sekolah] itu malah menciptakan penjahat-penjahat lagi. Mereka tetap perlu pendidikan,” ujar Sara.

Pemerhati pendidikan Indra Charismiadji berpendapat penganiayaan terhadap Audrey murni tindakan kriminal. Dia mengatakan kasus ini tidak mengasumsikan bahwa hal itu sebagai potret pendidikan.

“Ini hanya kasuistik, bukan mencerminkan pendidikan Indonesia,” kata Indra dikutip Antara. Dia menambahkan pemerintah hendaknya memberikan pendidikan dalam menghadapi perundungan.

Audrey siswi SMP berusia 14 tahun, dikeroyok oleh sejumlah siswi SMA. Akibat pengeroyokan itu, Audrey mengalami trauma dan dirawat di sebuah rumah sakit. Pemicu pengeroyokan diduga akibat masalah asmara dan saling komentar di media sosial. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Konsumsi BBM dan LPG Sumbagut Meningkat Selama Periode Pemilu

Metrobatam.com, Batam - Masih dalam rangka semangat pelaksanaan Pemilu 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melaksanakan pengamanan pasokan BBM dan LPG melalui Satuan...

Pemko Batam Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Selam

Metrobatam.com, Batam - Delapan warga Pulau Abang terlihat mendengarkan penjelasan instruktur selam dari Max’s Dive Centre (MDC) saat berlatih di kolam renang Hotel Vista,...

Bayar Klaim Faskes, Kesehatan Batam Gelontorkan Rp 91 Miliar

Metrobatam.com, Batam - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam telah menyelesaikan pembayaran klaim yang jatuh tempo terhitung 8 April. Jumlah klaim yang...

KPU : 2.249 TPS akan Melaksanakan Pemungutan Suara Susulan

Metrobatam.com, Jakarta - KPU menyebutkan sebanyak 2.249 TPS di sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan pemungutan suara susulan karena keterlambatan distribusi logistik dan terkendala...

Bupati dan FKPD Bintan Tinjau Pelaksanaan Pemilu 2019

Metrobatam.com, Bintan - Usai menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 60, Jalan Alumina, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan, Rabu (17/4) pagi, Bupati...

Cegah Politik Uang, Polisi Lakukan Patroli pada Masa Tenang

Metrobatam.com, Jakarta - Polisi turut melakukan patroli bersama pengawas pemilu untuk mencegah politik uang yang rawan terjadi pada masa tenang Pemilu 2019. "'H-1' ini kami...

Liga Champions : Juventus Disingkirkan Ajax Amsterdam

Metrobatam.com, Turin - Juventus kalah 1-2 dari Ajax Amsterdamdalam laga leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Allianz, Turin, Selasa (16/4/2019) waktu setempat atau Rabu dini hari...

Liga Champions : Manchester United Tumbang di Kandang Barcelona

Metrobatam.com, Bercelona - Manchester United harus mengakui keunggulan Barcelona di perempatfinal Liga Champions. Kalah di dua leg, Ole Gunnar Solskjaer mengakui level Barcelona memang...

Bupati Lingga Tinjau Lokasi Pembukaan Jalan di Singkep Selatan

Metrobatam.com, Lingga - Bupati Lingga, Alias Wello menyempatkan diri berkunjung ke Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Kunjungan dalam rangka meninjau pembukaan akses...

Koramil 01 Tanjungpinang Telah Kawal Pendistribusian Kotak dan Surat Suara ke 556 TPS

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kodim 0315/Bintan melalui Babinsa se Koramil 01 Tanjungpinang telah mengawal pendistribusian Kotak dan Surat Suara ke 556 TPS se Kota Tanjungpinang...

Sekda Kepri Lepas Atlet Korpri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 51 atlit yang akan mengikuti Pekan Olah Raga Korpri tingkat Provinsi Kepri tahun 2019 secara resmi dilepas Sekretaris Daerah H...

Kunjungan Bupati Lingga, Bawa Angin Segar di Pancur

Metrobatam.com, Lingga - Bupati Lingga, Alias Wello menyempatkan diri lakukan kunjungan kerja di Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara, Senin (15/04/2019). Dalam kunjungannya, bupati membawa angin...