Soal Pungli, Gubernur Jateng: Usap Iler Aja Pakai Uang Rp1,5 Juta

    419

    Metrobatam, Jakarta – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan, pungutan liar (pungli) di jembatan timbang sudah menjadi kebiasaan. Bahkan praktik pungli sudah memiliki jaringan yang luar biasa. Saking luar biasanya, Ganjar penah menerima laporan mudahnya mencari uang dari pungli.

    “Ada yang mengaku kepada saya, dia koordinator jembatan timbang, baru bangun tidur usap iler aja pakai uang Rp1,5 juta. Dia datang ke kantor dapat lagi Rp1 juta, pulang kantor sambil ehm,ehm,ehm dapat lagi Rp1 juta. Ini faktanya yang saya dapat,”ungkapnya, dalam diskusi “Memberantas Pungutan Liar Jembatan Timbang”, di Hotel Century Park, Jakarta, Selasa (25/10).

    Ganjar melanjutkan, pada saat sidak di jemabatan timbang banyak didapati angkutan yang melebihi tonase. Saat ditanya kenapa melebihi angkutan, para pengangkut mengaku rugi jika angkutan sesuai standar.

    Padahal, kata Ganjar, semestinya yang diutamakan adalah keselamatan, keselamatan diri sendiri dan orang banyak. Tapi lagi-lagi pelanggaran ini dimanfaatkan untuk memungut uang yang seharusnya tidak lakukan, supaya angkutan yang melebihi tonase bisa melanjutkan perjalanan.

    “Jadi saya pikir kalau lebih baik jembatan tibang dikelola pusat. Cara berfikir daerah sudah konyol, yang bisa dimanfaatkan para pengusaha di sepanjang jalannya,” tandasnya.

    Ganjar juga mengaku pernah marah besar saat mendapati adanya praktik pungutan liar (pungli) di jembatan timbang Subah, Batang, Jawa Tengah. “Ketika saya lakukan gebrakan pertama, sekarang banyak yang menunjukan fakta adanya pungli di daerahnya. Pungli itu kerusakan moral suatu perilaku busuk,” ujarnya, dalam diskusi “Memberantas Pungutan Liar Jembatan Timbang,” tambahnya.

    Ganjar pun menceritakan pernah melihat banyaknya truk yang melewati jembatan timbang yang melebihi tonase (kelebihan kapasitas). Dirinya mencontohkan, dari 10 truk yang masuk jembatan timbang, hanya satu yang bebannya tidak berlebih, itupun karena truknya kosong.

    “Saya pelototi langsung ini. Dari 10 melanggar hanya satu yang tidak. Saya minta ini diperhatikan, harus disiplin masing-masing pihak,”ujarnya.

    Ganjar melanjutkan, pungli di jembatan timbang bukanlah insiatif independen seseorang. Ini adalah jaringan yang luar biasa besar, karena itu pungli harus diselesaikan. “Pungli jembatan timbang itu ibarat revolusi mental. Jangan sampai revolusinya yang mental. Ini harus benar-benar kita lawan,” tuturnya. (mb/okezone)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Polisi Tetapkan Tekong dan 4 ABK Pembawa TKI Ilegal Jadi Tersangka

    Metrobatam.com, Batam - Telah berlangsung Konferensi Pers kasus izin pelayaran dengan 5 tersangka di Mako Dirpolair Polda Kepri, Sekupang, Batam, Jumat (20/4/2018). 5 orang yang terdiri...

    Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

    Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

    Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

    Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

    Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

    Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

    Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

    Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

    Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

    Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

    Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

    Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

    Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

    Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

    Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

    Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

    Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

    Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

    Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

    Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

    Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...
    BAGIKAN