Soal SMS Bernada Ancaman, Hary Tanoe Ditetapkan Jadi Tersangka

    Metrobatam, Jakarta – Kepala Subdirektorat Penyidik di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto mengaku sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan SMS gelap yang ia laporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, tahun lalu.

    Menurutnya, dalam SPDP tersebut juga disampaikan bahwa Bos PT PT Media Nusantara Citra (MNC) Hary Tanoesoedibjo telah ditetapkan sebagai tersangka.

    “Saya sudah mendapatkan SPDP-nya, di mana di dalam SPDP itu sudah ditetapkan Hary Tanoe sebagai tersangka,” kata Yulianto di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/6).

    Dia pun mengatakan, SPDP ini kemudian menjadi dasar Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memberikan pernyataan pada Jumat (16/6).

    Saat itu, Prasetyo menyatakan bahwa polisi telah menetapkan Hary sebagai tersangka dalam kasus dugaan SMS bernada ancaman kepada Yulianto. “Tidak ada yang salah komentar dari Jaksa Agung. Karena saya sendiri yang lapor sebelum Jaksa Agung mengeluarkan pernyataan. Saya sudah mendapatkan SPDP-nya,” ucapnya.

    Lebih dari itu, Yulianto menyatakan bahwa langkah melaporkan Jaksa Agung Prasetyo ke Bareskrim dengan tuduhan pencemaran nama baik, tidak tepat. Bahkan, menurutnya, langkah yang dilakukan Hary lewat kuasa hukumnya itu bisa dijerat dengan Pasal 220 KUHP atau Pasal 317 KUHP tentang Pengaduan Palsu.

    “Ya itu pelaporannya tidak akurat,” kata dia.

    CNNIndonesia.com telah mencoba mengonfirmasi perihal penerbitan SPDP dan penetapan status Hary sebagai tersangka ini ke Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigadir Jenderal Fadil Imran. Namun, hingga berita ini diturunkan, Fadil belum bisa dikonfirmasi.

    Sebelumnya, Hary melaporkan Prasetyo ke Bareskrim pada Senin (19/6). Kuasa hukum Hary, Adi Dharma mengatakan, Prasetyo telah mengeluarkan pernyataan yang mencemarkan nama baik kliennya.

    Saat itu, Prasetyo menyatakan bahwa polisi telah menetapkan Hary sebagai tersangka dalam kasus dugaan SMS bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

    “(Prasetyo) mengeluarkan pernyataan (Hary) sebagai tersangka. Ini adalah kewenangan penyidik Polri. Telah melanggar kewenangan seorang Jaksa Agung,” ucap Adi di kantor sementara Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat.

    Pernyataan Prasetyo tersebut dinilai sebagai upaya mengkriminalisasi Hary. Selain itu jaksa agung juga dinilai melanggar Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Laporan itu pun diterima Bareskrim dengan nomor polisi LP/643/VI/2017/Bareskrim, tertanggal 19 Juni 2017. (mb/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Ini Data Sementara Hasil Verifikasi Administrasi Bacaleg 2019

    Metrobatam, Jakarta - KPU merilis hasil sementara verifikasi administrasi pendaftaran bacaleg DPR RI untuk Pemilu 2019. Hasil ini disampaikan berdasarkan pencocokan antara Sistem Informasi...

    Kapitra: Kalau Kapal Perjuangan Sudah Sesak Bisa Mati Semua

    Metrobatam, Jakarta - Pengacara Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menanggapi santai tudingan dari beberapa kelompok Islam yang menuduhnya sebagai...

    Said Aqil Singgung Jokowi Soal Kemiskinan dan Konflik Usai Pilkada

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bicara soal kemiskinan dan persatuan bangsa. Said Aqil menyebut, meski...

    Coblos Dua Kali di Pilgub, Ketua KPPS Divonis 2 Tahun Penjara

    Metrobatam, Jakarta - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kampar, Riau, Syamsuardi divonis 24 bulan penjara dan denda Rp24 juta karena terbukti bersalah mencoblos...

    Ini Nasihat TGB untuk Pihak yang Mengafir-kafirkan karena Politik

    Metrobatam, Jakarta - TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bicara soal kritik terhadap dirinya yang mendukung Jokowi. TGB meminta ujaran kebencian dibersihkan...

    Wawancara Khusus Dirut Inalum: Habiskan Rp 55 Triliun untuk Rebut Saham Freeport

    Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

    Viral Kelas Poligami Nasional, Dapat Kaus #2019tambahistri, Langgar UU

    Metrobatam, Jakarta - Pengumuman kelas poligami nasional beredar di jejaring WhatsApp dan media sosial. Sejumlah pembicara yang mengisi kelas ini merupakan praktisi poligami. Dalam pengumuman...

    3 Anggota TNI Tewas Usai Tenggak Miras, 2 Lagi Dirawat di RS

    Metrobatam, Jayapura - Tiga anggota TNI dari Yonif 753 yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua tewas karena mengkonsumsi minuman keras oplosan yakni...

    Puluhan Orang Tewas, WhatsApp Batasi Pesan Berantai

    Metrobatam, Jakarta - Kasus provokasi dan hoax di India melalui platfrom WhatsApp membuat anak perusahaan milik Facebook ini terus membenahi aplikasinya. Pasalnya, imbas dari...

    Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

    Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

    Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

    Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

    Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

    Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...
    BAGIKAN