Soal SMS Bernada Ancaman, Hary Tanoe Ditetapkan Jadi Tersangka

    1789

    Metrobatam, Jakarta – Kepala Subdirektorat Penyidik di Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto mengaku sudah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus dugaan SMS gelap yang ia laporkan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, tahun lalu.

    Menurutnya, dalam SPDP tersebut juga disampaikan bahwa Bos PT PT Media Nusantara Citra (MNC) Hary Tanoesoedibjo telah ditetapkan sebagai tersangka.

    “Saya sudah mendapatkan SPDP-nya, di mana di dalam SPDP itu sudah ditetapkan Hary Tanoe sebagai tersangka,” kata Yulianto di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (21/6).

    Dia pun mengatakan, SPDP ini kemudian menjadi dasar Jaksa Agung Muhammad Prasetyo memberikan pernyataan pada Jumat (16/6).

    Saat itu, Prasetyo menyatakan bahwa polisi telah menetapkan Hary sebagai tersangka dalam kasus dugaan SMS bernada ancaman kepada Yulianto. “Tidak ada yang salah komentar dari Jaksa Agung. Karena saya sendiri yang lapor sebelum Jaksa Agung mengeluarkan pernyataan. Saya sudah mendapatkan SPDP-nya,” ucapnya.

    Lebih dari itu, Yulianto menyatakan bahwa langkah melaporkan Jaksa Agung Prasetyo ke Bareskrim dengan tuduhan pencemaran nama baik, tidak tepat. Bahkan, menurutnya, langkah yang dilakukan Hary lewat kuasa hukumnya itu bisa dijerat dengan Pasal 220 KUHP atau Pasal 317 KUHP tentang Pengaduan Palsu.

    “Ya itu pelaporannya tidak akurat,” kata dia.

    CNNIndonesia.com telah mencoba mengonfirmasi perihal penerbitan SPDP dan penetapan status Hary sebagai tersangka ini ke Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigadir Jenderal Fadil Imran. Namun, hingga berita ini diturunkan, Fadil belum bisa dikonfirmasi.

    Sebelumnya, Hary melaporkan Prasetyo ke Bareskrim pada Senin (19/6). Kuasa hukum Hary, Adi Dharma mengatakan, Prasetyo telah mengeluarkan pernyataan yang mencemarkan nama baik kliennya.

    Saat itu, Prasetyo menyatakan bahwa polisi telah menetapkan Hary sebagai tersangka dalam kasus dugaan SMS bernada ancaman kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto.

    “(Prasetyo) mengeluarkan pernyataan (Hary) sebagai tersangka. Ini adalah kewenangan penyidik Polri. Telah melanggar kewenangan seorang Jaksa Agung,” ucap Adi di kantor sementara Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat.

    Pernyataan Prasetyo tersebut dinilai sebagai upaya mengkriminalisasi Hary. Selain itu jaksa agung juga dinilai melanggar Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Laporan itu pun diterima Bareskrim dengan nomor polisi LP/643/VI/2017/Bareskrim, tertanggal 19 Juni 2017. (mb/cnn indonesia)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Polisi Tetapkan Tekong dan 4 ABK Pembawa TKI Ilegal Jadi Tersangka

    Metrobatam.com, Batam - Telah berlangsung Konferensi Pers kasus izin pelayaran dengan 5 tersangka di Mako Dirpolair Polda Kepri, Sekupang, Batam, Jumat (20/4/2018). 5 orang yang terdiri...

    Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

    Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

    Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

    Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

    Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

    Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

    Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

    Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

    Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

    Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

    Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

    Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

    Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

    Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

    Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

    Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

    Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

    Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

    Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

    Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

    Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...
    BAGIKAN