Soal Testimoni Mico yang Mengaku Diancam Novel, Ini Kata KPK

130

Metrobatam, Jakarta – Mico, keponakan Muhtar Ependy, diperiksa polisi berkaitan dengan teror penyiraman air keras ke Novel Baswedan. Pemeriksaan dilakukan berkaitan dengan testimoni Mico yang direkam dalam bentuk video, kemudian tersebar di media sosial.

Di dalam video itu, Mico mengaku diancam Novel untuk memberikan kesaksian palsu terkait dengan perkara suap Akil Mohctar. Lalu apa kata KPK?

“Kita tunggu hasil pemeriksaan dulu,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (19/5/2017).

Menurut Febri, isi dari pemeriksaan tersebut adalah ranah kepolisian. Dia mengatakan KPK akan menunggu koordinasi dari kepolisian terkait pemeriksaan Mico.

“Yang mengetahui secara persis indikasi keterkaitan pihak yang ditangkap dengan penyerangan terhadap Novel tentu tim dari Polri yang menangani. Hasilnya nanti perlu kita dengar dulu dari Polri,” ucap Febri.

Sebelumnya pada Kamis (18/5), Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Mico telah diperiksa. Mico juga tidak ditahan setelah diperiksa.

“Sudah diperiksa, diamankan dan dicek semua apa yang dia sebutkan, bukti-buktinya. Kalau dia mengatakan ada tekanan atau keterangan palsu juga sudah dicek, juga saksi-saksi, kemudian dokumen-dokumen. Ada bukti transfer bank,” kata Tito.

Pemeriksaan terhadap Mico, disebut Kapolri, dilakukan berdasarkan video testimoni di medsos. Dalam video, Mico berbicara mengenai kasus pamannya, Muhtar Ependy, yang dijerat KPK dalam kasus kesaksian palsu terkait dengan perkara suap Akil Mohctar.

Dalam video berdurasi 2 menit 40 detik tersebut, Mico menyebutkan nama lengkapnya adalah Mico Panji Tirtayasa. Mico meminta maaf kepada pamannya, Muhtar Ependy, karena ia memberikan keterangan palsu. Ia mengakui kesalahannya saat menjadi saksi dalam kasus Akil Mochtar.

Dalam video itu, Mico juga mengaku diancam oleh 3 orang apabila tidak memberikan kesaksian palsu. Tiga orang yang disebut Mico itu adalah Novel Baswedan, Abraham Samad (mantan Ketua KPK), dan Bambang Widjojanto (mantan Wakil Ketua KPK).

“Kita lihat kasusnya Mico ini. Dia mengatakan dia merekam video kemudian memviralkan seorang diri untuk menetralisir situasi dalam keluarganya yang terjadi perpecahan, setelah dia memberikan kesaksian terutama dengan pamannya yang bernama Muhtar Ependy,” papar Tito.

Saya Tidak Kenal

Abraham Samad mengaku tak mengenal Mico, keponakan Muhtar Ependy. Nama mantan Ketua KPK itu turut diseret Mico dalam video testimoninya yang kemudian dijadikan dasar polisi meminta keterangan padanya terkait teror penyiraman air keras ke Novel Baswedan.

“Saya tidak kenal (Mico) sama sekali,” kata Samad kepada detikcom, Kamis (18/5) malam.

Abraham juga mengaku heran dengan pernyataan Mico dalam video tersebut. Menurutnya, pihak polisi harus mengusut tuntas kasus teror ke Novel tersebut.

“Iya tidak kenal, makanya saya heran juga yang katakan tadi. Saya senang polisi menyelidiki kasus teror kepada Novel agar semua tuntas kan, agar terungkap kebenarannya. Saya sendiri tidak kenal orang ini (Mico),” kata Samad.

Dia menuding Mico sedang melakukan rekayasa kasus teror tersebut. Pernyataan Mico juga merupakan fitnah yang harus ditindak tegas oleh polisi. “Kita tidak tahu rekayasa apa yang sedang dilakukan kan,” ujar dia.

Selain itu, dia membantah tudingan Mico yang menyebutkan pihak KPK telah mengirim sejumlah uang melalui rekening istri Mico, Adriani. Dia menyebutkan Mico sudah merusak citra KPK dan mantan pimpinan KPK.

“Ya tidak kenal, makanya orang ini harus diselidiki ini sudah menjatuhkan nama KPK kalau begitu. Padahal selama ini KPK, kita (pimpinan KPK) itu bekerja secara profesional ya, dalam koridor hukum. Menurut saya ini bagian rekayasa, orang ini harus ditindak polisi,” jelas dia.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tim Gabungan Polri- Bea Cukai Kembali Tangkap Kapal Diduga Angkut 3 Ton Sabu di...

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu...

Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...

Ajak 122 Advokat, PSI Bakal Gugat UU MD3 ke MK

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengklaim telah mendapat dukungan dari 122 advokat untuk mengajukan judicial review atau uji...

KSP Sebut Konsultan Politik Berperan Ciptakan Kampanye SARA

Metrobatam, Jakarta - Deputi bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menyebut konsultan politik memiliki peran penting dalam menciptakan...

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga 2019, PLN Ingin Turun

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara Renewabe...

KPK Beri Pengawalan untuk Jamin Keamanan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah mempersiapkan pengawalan terhadap Novel Baswedan sekembalinya ke Indonesia usai menjalani perawatan di Singapura selama 10 bulan terakhir....
BAGIKAN