Soal Testimoni Mico yang Mengaku Diancam Novel, Ini Kata KPK

82

Metrobatam, Jakarta – Mico, keponakan Muhtar Ependy, diperiksa polisi berkaitan dengan teror penyiraman air keras ke Novel Baswedan. Pemeriksaan dilakukan berkaitan dengan testimoni Mico yang direkam dalam bentuk video, kemudian tersebar di media sosial.

Di dalam video itu, Mico mengaku diancam Novel untuk memberikan kesaksian palsu terkait dengan perkara suap Akil Mohctar. Lalu apa kata KPK?

“Kita tunggu hasil pemeriksaan dulu,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah ketika dikonfirmasi detikcom, Jumat (19/5/2017).

Menurut Febri, isi dari pemeriksaan tersebut adalah ranah kepolisian. Dia mengatakan KPK akan menunggu koordinasi dari kepolisian terkait pemeriksaan Mico.

“Yang mengetahui secara persis indikasi keterkaitan pihak yang ditangkap dengan penyerangan terhadap Novel tentu tim dari Polri yang menangani. Hasilnya nanti perlu kita dengar dulu dari Polri,” ucap Febri.

Sebelumnya pada Kamis (18/5), Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Mico telah diperiksa. Mico juga tidak ditahan setelah diperiksa.

“Sudah diperiksa, diamankan dan dicek semua apa yang dia sebutkan, bukti-buktinya. Kalau dia mengatakan ada tekanan atau keterangan palsu juga sudah dicek, juga saksi-saksi, kemudian dokumen-dokumen. Ada bukti transfer bank,” kata Tito.

Pemeriksaan terhadap Mico, disebut Kapolri, dilakukan berdasarkan video testimoni di medsos. Dalam video, Mico berbicara mengenai kasus pamannya, Muhtar Ependy, yang dijerat KPK dalam kasus kesaksian palsu terkait dengan perkara suap Akil Mohctar.

Dalam video berdurasi 2 menit 40 detik tersebut, Mico menyebutkan nama lengkapnya adalah Mico Panji Tirtayasa. Mico meminta maaf kepada pamannya, Muhtar Ependy, karena ia memberikan keterangan palsu. Ia mengakui kesalahannya saat menjadi saksi dalam kasus Akil Mochtar.

Dalam video itu, Mico juga mengaku diancam oleh 3 orang apabila tidak memberikan kesaksian palsu. Tiga orang yang disebut Mico itu adalah Novel Baswedan, Abraham Samad (mantan Ketua KPK), dan Bambang Widjojanto (mantan Wakil Ketua KPK).

“Kita lihat kasusnya Mico ini. Dia mengatakan dia merekam video kemudian memviralkan seorang diri untuk menetralisir situasi dalam keluarganya yang terjadi perpecahan, setelah dia memberikan kesaksian terutama dengan pamannya yang bernama Muhtar Ependy,” papar Tito.

Saya Tidak Kenal

Abraham Samad mengaku tak mengenal Mico, keponakan Muhtar Ependy. Nama mantan Ketua KPK itu turut diseret Mico dalam video testimoninya yang kemudian dijadikan dasar polisi meminta keterangan padanya terkait teror penyiraman air keras ke Novel Baswedan.

“Saya tidak kenal (Mico) sama sekali,” kata Samad kepada detikcom, Kamis (18/5) malam.

Abraham juga mengaku heran dengan pernyataan Mico dalam video tersebut. Menurutnya, pihak polisi harus mengusut tuntas kasus teror ke Novel tersebut.

“Iya tidak kenal, makanya saya heran juga yang katakan tadi. Saya senang polisi menyelidiki kasus teror kepada Novel agar semua tuntas kan, agar terungkap kebenarannya. Saya sendiri tidak kenal orang ini (Mico),” kata Samad.

Dia menuding Mico sedang melakukan rekayasa kasus teror tersebut. Pernyataan Mico juga merupakan fitnah yang harus ditindak tegas oleh polisi. “Kita tidak tahu rekayasa apa yang sedang dilakukan kan,” ujar dia.

Selain itu, dia membantah tudingan Mico yang menyebutkan pihak KPK telah mengirim sejumlah uang melalui rekening istri Mico, Adriani. Dia menyebutkan Mico sudah merusak citra KPK dan mantan pimpinan KPK.

“Ya tidak kenal, makanya orang ini harus diselidiki ini sudah menjatuhkan nama KPK kalau begitu. Padahal selama ini KPK, kita (pimpinan KPK) itu bekerja secara profesional ya, dalam koridor hukum. Menurut saya ini bagian rekayasa, orang ini harus ditindak polisi,” jelas dia.(mb/detik)

BERITA TERKINI

Murid TPQ Baitut Taqwa Batam dapat Pengajaran Tentang Kedisiplinan Petugas Bea dan Cukai Batam

Metrobatam.com, Batam - Acara Kindergarten Visit to Customs Peserta 24 siswa siswi TPQ Baitut Taqwa Baloi, 24 orang tua murid dan 2 orang guru...

Dispotmar Lantamal IV Laksanakan Karya Bhakti dan Berikan Paket Sembako Untuk Desa Pangudang di...

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebagai wujud kepedulian TNI Angkatan Laut Dispotmar Dinas Potensi Maritim Lantamal IV Tanjungpinang dalam ikut serta membantu pemerintah daerah Kabupaten Bintan...

Kasus Heli AW 101, Panglima: Potensi Kerugian Negara Rp 220 Miliar

Metrobatam, Jakarta - Penyidik Polisi Militer (POM) TNI menetapkan tiga orang tersangka terkait kasus pengadaan helikopter Agusta Westland (AW) 101. Akibat penyimpangan, potensi kerugian...

Polisi Jamin Rizieq Shihab Selamat Jika Pulang ke Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Polda Metro Jaya tak mempersoalkan pemintaan Presidium Alumni 212 kepada Presiden Joko Widodo soal jaminan keselamatan kepada Rizieq Shihab apabila kembali...

Pemerintah Cari Kontraktor Bangun 9 Bendungan Baru Tahun Ini

Metrobatam, Jakarta - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki target membangun 65 bendungan terhitung sejak 2015 hingga 2019. Adapun 49 di antaranya merupakan bendungan...

IPW: Bom Kampung Melayu Serangan Terbesar terhadap Polri

Metrobatam, Jakarta - Indonesia Police Watch menyebut teror bom di Kampung Melayu, Jakarta Timur sebagai serangan teroris paling besar terhadap Kepolisian. Serangan itu juga...

Jaksa Belum Putuskan Cabut Banding Ahok

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Agung M Prasetyo menegaskan tim jaksa perkara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih mengkaji dilanjutkan-tidaknya banding Ahok. Namun saat ini berkas...

KPU Minta Rekam Data e-KTP di 171 Daerah Segera Diselesaikan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum meminta Kementerian Dalam Negeri mendorong percepatan perekaman data e-KTP di 171 daerah penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah 2018. Desakan diberikan...

Bom Kampung Melayu Berkaitan dengan Teroris Malaysia

Metrobatam, Jakarta - Wakil Perdana Menteri Malaysia Dr Ahmad Zahid Hamidi mengungkapkan bahwa serangan teror di Mindanao, Bangkok dan Jakarta pekan ini, ada kaitannya...

Kemlu Pantau Sidang Tuntutan Siti Aisyah di Malaysia

Metrobatam, Jakarta - Persidangan kasus pembunuhan Kim Jong-Nam, kakak tiri pemimpin Korut akan kembali dilanjutkan pada 30 Mei di Sepang, Malaysia dengan agenda pembacaan...

Militan Indonesia Diduga Tewas dalam Bentrokan di Filipina

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah militan asal Indonesia diduga turut tewas dalam bentrokan antara militer Filipina dan kelompok pemberontak Maute di Marawi yang sudah berlangsung...

KPK Tak Pernah Terima Laporan Kasus Korupsi dari Aparat Pemda

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengeluhkan kinerja aparat pengawas internal pemerintah daerah yang tak pernah melaporkan sejumlah kasus korupsi....